6 Cerita Antara Aku dan Kamera Ponsel

Liburan telah usai, waktunya kita untuk ngeblog lagi. Banyak banget nih list judul yang sudah menunggu, apalagi jumlah foto yang terekam di telepon seluler (ponsel) sudah mencapai 500 lebih. Sayang banget kan ya kalau hanya dijadikan koleksi gambar saja, harus ada ceritanya juga dong. Soalnya untuk mengambil gambar, saya harus jungkir balik, menahan malu, sampai jempol kapalan karena menekan tombol di sana-sini hehe. So tunggu apalagi ayo mulai ditulis Ev! *iya deh iya.

Bicara soal foto, tau tidak teman-teman kalau hard disk external saya yang besarnya 1 Tera saat ini sudah full memory. Itu karena isinya kebanyakan foto dan video. Maklum deh, tau sendiri kalau saya orangnya narsis, ketemu apapun yang dianggap unik langsung difoto. Terutama ketika menggunakan kamera ponsel, cukup menekan icon kamera langsung jadi deh fotonya. Bahkan saat ini jumlah video juga sudah ikut memakan memory.

Ponsel memang sudah menjadi bagian hidup saya terutama fitur kameranya. Ada banyak cerita antara saya dengan kamera ponsel. Kalau Mbak Uniek mengatakan sebagai nyawa kedua, saya mengatakan sebagai sahabat untuk selamanya, bersama untuk selamanya kau dan aku sahabat……*lah malah nyanyi soundtracknya upin-ipin. Mau tau bagaimana kisah saya dengan kamera ponsel? Harus dong ya *maksa. Ini lho ceritanya, siapkan sabuk pengaman ya teman-teman.

1. Mengabadikan Moment

Ya iyalah Ev pasti menggunakan kamera apapun gunanya untuk mengabadikan moment. Tapi moment yang bagaimana dulu? tentunya moment yang amat berharga bagi hidup kita. Mengabadikan moment itu penting karena setiap detik yang terlewat itu amat mahal sebab tidak akan pernah kembali. Dan menggunakan kamera ponsel adalah yang paling sering saya gunakan untuk mengabadikan moment dibanding kamera digital atau SLR karena mudah untuk digunakan serta simple untuk dibawa kemana-mana.

Ini lho salah satu moment langka dan sangat berharga yang berhasil terekam oleh kamera ponsel saya:

aku-dan-kamera-ponsel

Bagaimana? kalau saja waktu itu saya tidak bergerak cepat memberikan kamera ponsel ke salah satu pengunjung, maka saya tidak akan mendapatkan kesempatan berfoto dengan Bapak Wali Kota Bandung yang keren ini. Padahal apa yang saya lakukan ini penuh resiko ini lho, siapa tau Bapak Walinya tidak mau difoto atau ponsel saya dibawa kabur oleh orang yang memfoto. Tapi yang namanya moment berharga, kudu wajib deh ambil resiko. Itu liat kan, yang nge-like banyak hehe.

2. Alat Tempur Ngeblog

Siapa bilang untuk menghasilkan foto keren hanya bisa menggunakan kamera yang canggih? Menggunakan kamera ponsel juga bisa kok asal tau angle nya. Nah kamera ponsel menjadi alat tempur yang lebih sering saya gunakan ketika ngeblog. Foto yang dihasilkan kamera ponsel sering saya gunakan untuk mendukung cerita dalam blog, hanya beberapa yang menggunakan kamera digital. Soale paling realtime sih, jadi kalau ada kejadian unik bisa langsung jepret dan itu terkadang menjadi sumber inspirasi lho. O iya ini salah satu hasil jepretan kamera ponsel yang dianggap keren oleh sebagian orang, bahkan ada yang menyangka kalau ini hasil kamera digital lho:

aku-dan-kamera-ponsel

3. Memudahkan Pekerjaan dan Alat untuk Memotret Kegiatan Kantor

Sebagai ibu penyuluh, setiap hari saya harus melaporkan berapa luas lahan yang sudah ditanam padi. Awalnya saya hanya mencatat saja ketika terjun ke lapangan, tapi lama kelamaan saya lupa lahan mana saja yang sudah dilaporkan ketika kembali lagi ke lapangan. Maklum saya menangani empat desa, jadi suka lupa lahan di sebelah mana yang belum dilaporkan dan mana yang sudah. Nah, untuk memudahkan, saya sering memotret lahan yang sudah didata. Sehingga kalau nanti lupa, tinggal melihat foto yang ada di ponsel saja, cara ini sangat memudahkan pekerjaan saya.

aku-dan-kamera-ponsel

aku-dan-kamera-ponsel

Terus ada lagi nih yang aneh bin ajaib, entah mengapa orang-orang di kantor mengganggap kamera ponsel saya lebih canggih. Padahal ada yang lebih canggih lagi dibanding ponsel saya lho. Ponsel saya adalah alat yang paling sering digunakan untuk memotret kegiatan kantor, dan pastinya karena saya yang motret maka saya tidak ada di dalam foto. Hiksss.

4. Teman Perjalanan dan Booster Terbaik

Nah ini yang paling membantu banget. Saya sering menggunakan kamera ponsel sebagai teman perjalanan untuk merekam setiap jejak langkah mulai dari titik keberangkatan hingga kembali pulang. Kamera ponsel ini bermanfaat untuk mencatat hal-hal penting, soalnya saya lebih senang bercerita secara detail dan kronologis.

Selain itu kamera ponsel adalah booster terbaik untuk mengembalikan semangat ketika merasakan kelelahan. Sewaktu mendaki gunung melewati lembah, sudah tak terhitung lagi deh jumlah jepretan selfie atau wefie yang dilakukan oleh saya dan teman-teman. Soalnya kalau sudah menghadap kamera, secara alamiah langsung senyum 5 cm dan semangat pun terpompa kembali. So, apapun medannya tetaplah kita berfoto ria. Eh iya, sepertinya hanya saya saja nih yang menjadi pendaki narsis, kemana-mana bawa tongsis sambil selfie di sana-sini. Kalau tidak ada kamera ponsel mau selfie bagaimana coba, bisa loyo deh.

Ini contoh kelakuan saya bersama kamera ponsel yang diabadikan oleh kamera teman:

aku-dan-kamera-ponsel

aku-dan-kamera-ponsel

aku-dan-kamera-ponsel

aku-dan-kamera-ponsel

aku-dan-kamera-ponsel

Saya baru sadar, ternyata kalau sudah menghadap kamera saya jadi tidak sadar dengan keadaan di sekitar hehe. Dan yang pasti tanpa kamera ponsel sepertinya perjalanan saya tidak seindah itu.

5. Duka kehilangan

Saya pernah merasakan dua kali kesedihan akibat kehilangan ponsel. Bagaimana tidak sedih coba? Wong hilang pada saat dibutuhkan dan hilang ketika semuanya terekam di sana.

Cerita pertama ketika tahun 2014 lalu saya pergi ke Taman Ismail Marzuki di Jakarta untuk mengambil hadiah *eciyeeee. Setelah turun dari stasiun, saya naik bajaj menuju lokasi. Nah, saya mengeluarkan ponsel di dalam bajaj untuk memotret keadaan di sekitar dan mengabarkan pak suami kalau saya sudah sampai di Jakarta. Ternyata saat itu saya sudah diincar oleh penjambret lho. Dalam hitungan detik tangan penjambret masuk ke dalam bajaj yang sedang berjalan dan mengambil ponsel yang saya pegang.

Saya langsung shock sampai tidak bisa mengeluarkan suara dan sedih seketika. Padahal itu ponsel mau digunakan untuk mengabadikan moment penyerahan hadiah. Beruntung adik saya yang saat itu menemani membawa kamera digital, jadi tetap bisa mengabadikan.

aku-dan-kamera-ponsel

Kalau yang ini kebalikannya dan baru saja terjadi di awal tahun ini ketika mendaki Gunung Guntur di Garut Jawa Barat. Setelah puas memotret di sana-sini menggunakan kamera ponsel, saya langsung turun dari puncak. Ketika sedang kelelahan, saya berinsiatif untuk duduk beristirahat di trek berpasir. Kebetulan teman saya yang berada di depan meminta untuk difoto menggunakan kamera ponsel saya. Entah kenapa setelah itu saya tidak ingat apa-apa dan baru ingat setelah sampai di bawah. Saya langsung kembali berjalan ke atas dan bertanya ke beberapa orang pendaki apakah mereka menemukan ponsel saya di sekitar jalan yang mereka lalui. Hasilnya nihil, ponsel saya resmi hilang saat itu juga.

Duh, sedihnya bukan main. Saya sampai berpikir, tidak apa-apa deh diambil ponselnya, asal memorynya dapat dikembalikan karena semua aktifitas mulai dari trek awal sampai puncak saya abadikan dengan kamera ponsel. Pak suami juga mengabaikan melalui kamera digital sih, hanya saja itu kan dari pandangan dia, sementara saya mengabadikannya sesuai alur cerita yang ingin saya kembangkan. Dan saat itu juga saya langsung lemas, tidak ceria lagi ketika kembali ke tenda.

aku-dan-kamera-ponsel

Ya sudah, nasib sudah menjadi bubur tidak perlu disesali. Ketika melihat kumpulan foto di laptop, biasanya ada folder khusus untuk ponsel. Tetapi khusus untuk pendakian ke Gunung Guntur hanya ada folder dari kamera digital saja. Beruntung sebagian foto dan video sudah saya upload ke media sosial sehinga saya bisa mengambil filenya dari sana. Jadi ada untungnya juga ya memiliki bakat narsis dan eksis *LOL.

aku-dan-kamera-ponsel

6. Pinjam Smartphone Teman atau Datang ke Galeri Demi Review atau Lomba

Siapa yang demi totalitas mereview atau ngelomba sampai harus meminjam ponsel teman atau bahkan datang ke galerinya? Orang itu adalah saya hehe. Mungkin teman-teman juga sama ya. Soalnya kalau mau mereview, paling tidak kita pernah mencoba menggunakannya walaupun meminjam punya teman.

Seperti kemarin ketika mencoba Zenfone 2 Laser ZE550KL dari ASUS milik teman saya di kantor. Menurut beberapa review, kamera smartphone ini oke punya karena memiliki teknologi laser yang membuat foto menjadi fokus dan jernih. Mau selfi, wefie atau foto apapun tinggal atur saja modenya (Auto, HDR, Beautification, Low Light Night, Effect, Selfie, GIF Animation, panorama, dan lain-lain). Sebagai bukti, saya sudah mencoba kameranya lho:

Kamera belakangnya berkekuatan 13 MP dilengkapi dengan teknologi laser autofocus untuk menghasilkan gambar yang jernih dalam waktu 0.03 detik saja. Teknologi ini sangat membantu ketika melakukan pengambilan gambar pada saat kondisi minim cahaya sehingga kualitas gambar tetap terjaga.

aku-dan-kamera-ponsel

aku-dan-kamera-ponsel

Kamera depan berkekuatan 5 MP juga autofocus lho. Selfie atau wefie? bisa banget!.

aku-dan-kamera-ponsel

aku-dan-kamera-ponsel

Itu baru dari segi kameranya lho ya, masih ada keunggulan lainnya. Berdasarkan hasil wawancara yang saya lakukan ke teman yang memiliki Zenfone 2 Laser ZE550KL. Berikut adalah beberapa keunggulan lainnya:

1. Multitasking

Ini adalah keunggulan yang paling disukai oleh teman saya. Menurutnya, dia bisa menggunakan beberapa fitur secara bersamaan tanpa terganggu harus menutup aplikasi lain untuk membuka suatu aplikasi.

aku-dan-kamera-ponsel

2. Tidak nge-hang walaupun membuka aplikasi yang berat

Teman saya ini suka banget nge-game melalui ponselnya. Menurutnya semenjak dia menggunakan Zenfone 2 Laser ZE550KL, dia belum pernah merasakan smartphonenya nge-hang. Apalagi teman saya ini memainkan game yang berat dan memakan kapasitas cukup besar. “Jadi puas deh bisa nge-game seharian”, begitu katanya.

Wajar saja, soalnya Zenfone 2 Laser ZE550KL ini dilengkapi dengan sistem operasiΒ Androidβ„’ 5.0 Lollipop 64-bit dan diperkuat oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 410 yang memberikan tenaga terbaik bagi kinerja smartphone.

3. Koneksinya Cepat

Zenfone 2 Laser ZE550KL merupakan smartphone 4G sehingga ketika terkoneksi dengan sinyal 4G maka koneksinya sangat cepat pada saat menggunakan internet. Teman saya yang hobi nge-game online ini jadi tambah puas lagi mainnya.

4. Suka dengan designnya

Selain kamera dan kinerja prosesor serta koneksi yang sangat mumpuni, teman saya juga menyukai design dari Zenfone 2 Laser ZE550KL yang compact di tangan. Menurutnya menggunakan ponsel ini jadi tidak mudah jatuh apalagi dilapisi oleh Gorilla Glass 4 yang membantu ponsel terhindar dari goresan. Terus dia juga suka dengan desain ikonik konsentris baik pada sisi depan maupun belakang yang membuat smartphone menjadi elegant.

aku-dan-kamera-ponsel

Dan masih banyak lagi keunggulannya. Untuk informasi lebih lanjut teman-teman bisa mengunjungi website ASUS di https://www.asus.com/ID/ atau membaca review saya mengenai Zenfone 2 Laser berikut ini: Terpikat Laser Auto Focus Zenfone 2 Laser.

Duhhh…balikin lah Ev ponsel milik temannya, nanti malah kelupaan lagi hihi. Teman saya ini tidak mau difoto sih, jadi saya hanya memotret ponselnya saja. Makasih ya sob sudah mau meminjamkan hehe.

Kalau mau diceritakan lebih lanjut mengenai kamera ponsel bakalan panjang banget nih karena berkat kamera ini saya bisa melakukan banyak hal sekaligus menghasilkan hal-hal yang bermanfaat. Asal jangan digunakan untuk yang aneh-aneh saja ya, bahaya deh jadinya. Demikian cerita saya dengan kamera ponsel, semoga bermanfaat ya.

Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com

 

81 Comments

  1. Reply

    Wah, mbak rina ikutan jg nih πŸ˜€ mncul jg pesaing berat dan hebat, hehe πŸ˜€ artikelnya bagus banget lagi, smoga kita sama2 menang ya mbak πŸ˜€ hehe

    • Reply

      aamiin yra, rezeki gak kemana, aku klo urusan narsis pingin ikutan, tenang mastahnya masih pada d gunung, nanti klo udah pada turun lebih keren lagi

  2. Reply

    Jaman sekarang kamera ponsel nggak kalah sama SLR ya mbak ??
    btw kemarin mau beli asus juga karena udah lihat hasil jebretanya cetar membahana, namun karena ada kendal jadi terpaksa terpending πŸ™

    Minal Aidzin Walfaidzin ya mbak ev..
    mohon maaf lahir & batin πŸ™‚

    • Reply

      sama-sama maaf lahir batin juga ya, kendala teknis kah? iya kamera ponsel sudah bisa diandalkan menggantikan digital

  3. fanny fristhika nila

    Reply

    kamera hp itu udh kyk penyelamat buat blogger ;p. akupun ngambil foto2 makanan ato traveling juga lbh srg pake hp mbak.. walo punya kamera slr, pocket, tp jrg dipake ;p.. males duluan motret2 makanan pake kamera begitu ;p.. suka malu juga malah.. jd mnding pake hp toh.. makanya kalo beli hp, aku jg lbh mntingin yg kameranya bgs ;D

    • Reply

      iya aku kadang-kadang aja pakai kamera slr, untuk yang detail dan yang kudu bagus banget baru pake kamera, selebihnya ponsel cukuplah

  4. PutriKPM

    Reply

    ASUS aku akui emang kameranya canggih! Hape yang 3 jutaannya aja bisa ngalahin kamera merk lain yg 5jutaan. Kan keren

  5. Reply

    Makin ke sini ASUS ini benar-benar mencuri perhatian ya, apalagi sejak produk ZENFONEnya diluncurin. Ckckck nulis cerita ini, kok aku mupeng-mupeng sendiri ya mba hihihihi πŸ˜€

  6. Reply

    Aku ngiri berat sama suamiku yang sudah punya ponsel ini. Mau ikutan juga ah…siapa tahu aku juga bisa punya ponsel Asus hihi..
    eh ya, maaf lahir batin ya mbak Ev πŸ˜‰

  7. Reply

    Wah diam-diam narsis berat juga ya kamu Ev πŸ˜›
    Nyesek banget emang kalo kehilangan hape berisi memori card yang penuh kenangan.

  8. Reply

    Duh rasanya itu sangat menyedihkan sekali kehilangan hp yang banyak sekali menyimpan data yang sangat penting, kalau menurut saya mah mending kehilangan uang daripada haurs kehilangan hp yang banyak menyimpan data yang sangat penting.

  9. Reply

    Ikut nyesek yang kehilangan hp itu, mbak. Hihihi. Dulu saya pas naik bus juga hampir saja kecopetan. Pas saya buka tas, mau ambil hp, tetiba tangan saya bersentuhan sama tangan copet yang sudah masuk ke tas. Sadar dicopet, saya langsung tarik kerahnya dia. “Mana hpku?” sambil melotot. E gak tahunya, pas tak cek lagi di tas, hpnya gak jadi diambil. Hahaha.

    Btw, semoga menang ya, mbak. πŸ˜€

    • Reply

      makasih ya mbak is, waktu puasa kemarin juga hampir kecopetan di transjakarta, si copet udah buka tas saya, alhamdulillah keburu sadar

  10. Reply

    Aku ini udah dibilang narsis, tapi Mbak Ev ternyata narsisnya enggak ketulungan
    Hahaha
    ya wajar sih dapatin tuh hape… aku ntar pinjam ajah deh.. wkwkwkw

  11. Reply

    Setuju. Mengabadikan momen dengan foto itu sangat penting. Terutama buat anak-anak, biar nantinya bisa bernostalgia saat gede.

    Btw, dilihat dari spec nya, keren juga ini handphone.

  12. Reply

    Ponsel memangmenjadi salah satu benda yang sangat penting terutama untuk alat tempur saat bloging,,, kita pastinya membutuhkan bantuan ponsel canggih untuk mengambil gambar yang kita butuhkan untuk blog

  13. desi

    Reply

    Kak ev.. narsisnya gak ketulungaannn haaahaha.. moga menang LAGI ya kak πŸ™‚

  14. apri ani

    Reply

    duka kehilangan ponsel nya tergantikan dengan ponsel yang baru yang lebih keren kan , hhehe..
    Kalo ga hilang, ponsel baru yg lebih keren belum tentu akan datang.. Hikmah kehilangan… ^__^

  15. Reply

    berarti narsis membawa berkah ya Ev judulnya *halah* hihihihi. jadi jiper deh mw ikutan GA ini, lawannya Ev mah beraaaaat euy πŸ˜€

  16. Reply

    jadi maju mundur cantik nih kalo ev ikutan.. hmm, pasti bakalan menang. Tulisannya lengkap plus image yang keren-keren. Top lah. Trus aku ikutan ngg yaa? :p

  17. Yoekaa

    Reply

    Wah ternyata bermanfaat banget ya mbak, selama ini aku hanya buat selfi aja wakakakak

  18. Reply

    hard disk 1 tera sampe penuh..??? laptopku yang 200 GB aja gak penuh-penuh, padahal udah diisi banyak foto >_<
    mungkin karena aku jarang selfie kali ya hehehe
    apalagi udah dapet henpon baru, tambah sering selfie deh mbak ev ^^

    • Reply

      hehe, ini koleksi fotonya soalnya dari 2012, terus campuran dari kamera ponsel dan digital slr, sumbernya juga gak hanya dari aku tapi pak suami juga, etapi ada video korama juga sih yg bikin penuh

  19. Reply

    Waduh, kok ilang, pasti sedih banget. Tapi aku punya tips nih, gimana kalau ikut lomba lagi, pasti nanti dapet lagi….:-)

  20. Reply

    Banyak sekali kisahnya dengan kamera ponsel ya mbak. Alhamdulillah hp yang hilang dulu sudah diganti berlipat-lipat yaa..hihihihi πŸ˜€

  21. Reply

    Saya belum pernah kehilangan hape sejauh ini, mudah-mudahan jangan pernah. Tapi dulu pernah ikut panik dan sedih waktu adik kehilangan hape. Naik bus kota, hape dikantongi di celana dari bahan katun jadi mungkin jatuh tanpa dia tahu. Padahal saat itu dia mau tes masuk di UGM, kok ya pas mau masuk ke ruangan tes dia tahu kalo hapenya hilang. Untung konsentrasinya gak buyar.

    Kelar tes, kami telusuri jalur bus yang tadi kami naiki, adik saya ingat nomor busnya rupanya. Begitu busnya lewat, kami naik dan langsung aja nanya sama sopir dan kondektur. Jawabannya bikin lemes, kondektur dan sopir nggak tahu. Adik saya sempat negative thinking, karena saat berangkat ke UGM kami penumpang terakhir. Entahlah. Sampai sekarang masih suka gimanaaa gitu kalau inget ekspresi adik saya pas hapenya hilang waktu itu. Hehehe…

    Btw, cerita-ceritanya keren, Mbak. Kehilangan hape bisa diganti, tapi momen-momen yang kita rekam pake hape tsb yang tak akan bisa diulangi lagi.

    • Reply

      alhamdulillah adiknya gak terpengaruh waktu tes ya, kalo aku udah buyar itu, semoga tergantikan dengan yang lebih baik, iya klo hp hilang itu berasa stres dan sedihnya, soalnya semua ada di situ

  22. Reply

    waw, mb ev mah jagoo banget ya urusan beginian, hehe.. banyak belajar ah πŸ™‚ ya narsisnya, ya nulisnya πŸ˜€

  23. Reply

    Wah, 2 kali kehilangan ponsel ya Ev. Duh, pasti rasanya kayak kehilangan soulmate deh ya. Udah pernah ngalamin juga sih soalnya. Etapi itu ya foto pas pendakian kece2 lhoooo.. manteepp… jadi kangen masa muda dulu. Hawanya ngiri pengin mendaki lagi, tapi apa dayaaa… pantat kian memberat :))

    Terima kasih ya sudah ikutan GA Aku dan #KameraPonsel. Good luck.

    • Reply

      iya kehilangan ponsel udah kaya kehilangan benda sangat penting, jadi lemah letih lesu, duhhh dikunjungin sama sohibul GA nih, makasih ya mbak

  24. RIZCA HELFANY

    Reply

    belajar dari pengalaman aja mba kalau punya barang bagus terus banyak file/foto” penting jangan ceroboh naro nya kan nyesek kalau udah ilang,

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.