Aplikasi Website Terkait Kinerja yang Harus Diisi oleh Penyuluh Pertanian

penyuluh_pertanianSenior saya pernah mengatakan, bahwa di zamannya, seorang Penyuluh Pertanian itu tidak boleh berada di kantor. Pada zamannya, seorang Penyuluh bahkan harus menginap di rumah warga karena keterbatasan kendaraan pada waktu itu sementara jarak kantor dengan wilayah binaan cukup jauh. Sekali saja mereka ketauan berada di kantor, nanti akan kena tegur.

Berbeda dengan zaman now, seorang Penyuluh Pertanian tidak hanya dituntut mahir untuk bekerja di lapangan, tetapi juga mahir dalam segi pelaporan. Nah, ini yang terkadang agak terlupakan oleh seorang penyuluh. Sebenarnya mereka bekerja, tetapi ketika diminta barang bukti hasil kinerjanya agak susah lantaran memang penyuluh itu dikenal minim dari segi administrasi.

Maklumlah sudah lelah bekerja di lapangan, lalu kembali ke kantor harus berhadapan dengan laptop. Sungguh menguras energi, paling tidak itulah yang saya rasakan.

Lalu bagaimana untuk membuktikan hasil kinerja Penyuluh Pertanian? Syukur alhamdulillah, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) telah membuat berbagai aplikasi website yang bermanfaat untuk melaporkan hasil kinerja penyuluh.

Baca ini yuk: Cari Informasi Pertanian? Kunjungi Aplikasi dan Website Berikut Ini

Sebenarnya hingga saat ini, kami tetap menyusun dokumen-dokumen pendukung hasil kinerja yang nantinya akan digunakan untuk mengajukan DUPAK. Tetapi karena bentuknya offline, maka BPPSDMP tidak bisa memantau langsung bagaimana sih kinerja penyuluh yang tersebar se-Indonesia raya.

Dengan adanya aplikasi berbasis website ini, ketika pemerintah pusat membutuhkan data dari penyuluh, maka dapat mengunduhnya melalui aplikasi tersebut. Saya mendukung upaya ini karena lebih memudahkan dan membantu kampanye akan Paperless.

Apa saja sih aplikasi website yang harus diisi oleh Penyuluh Pertanian terkait kinerjanya? Berikut adalah listnya:

1. Simluhtan

simluhtan

Merupakan kependekkan dari Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian. Simluhtan berisi tentang data kelembagaan penyuluh, kelembagaan petani, hingga data penyuluh dan petani per individu. Data ini penting untuk diisi karena pada tahun 2020 ke depan akan difokuskan pada pembangungan sumberdaya manusia sehingga data di Simluhtan akan menjadi rujukan.

Alamat untuk mengakses website ini adalah: http://app2.pertanian.go.id/simluh2014/ 

Untuk username dan passwordnya silahkan bertanya ke lembaga penyuluh di daerah masing-masing karena tiap daerah memiliki username dan password yang berbeda.

2. Siluhtan

siluhtan

Merupakan kependekkan dari Sistem Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian. Siluhtan merupakan aplikasi website khusus untuk melaporkan CPCL dan hasil kegiatan yang didanai dari dana Dekon. Website ini tidak memerlukan username dan password ketika penyuluh hendak mengupload hasil kegiatannya.

Kelemahan dari aplikasi ini adalah seorang penyuluh tidak bisa mengupload hasil pekerjaannya apabila CPCL yang sudah ditentukan belum masuk ke dalam sistem. Sayangnya untuk mengupload CPCL hanya bisa dilakukan oleh pihak provinsi (berdasarkan pengalaman di Kabupaten Bogor). Sehingga membutuhkan waktu untuk koordinasi apabila laporan ingin dimasukkan ke dalam sistem.

Alamat untuk mengakses website ini adalah: http://siluhtan.net/index.php

3. LKPP/Evaluh

indikator_kinerja_penyuluh_pertanian

Baca ini juga yuk: Cari Penyuluh Pertanian? Datang ke Sini Saja!

Website ini dulunya bernama Evaluh atau evaluasi penyuluhan pertanian. Sekarang bernama LKPP atau laporan kinerja penyuluh pertanian. Di sini seorang penyuluh wajib mengisi indikator kinerja yang terdiri dari dua garis besar yaitu Manajemen Organisasi dan Manajemen Teknis. Pengisiannya harus dilakukan setiap bulan berdasarkan indikator yang ada.

Alamat untuk mengakses website ini adalah: http://apps00.pertanian.go.id/

Untuk usernamenya menggunakan NIK si penyuluh.

4. Cyber Extension (Cybex)

cyber_extension_penyuluh_pertanian

Seorang Penyuluh Pertanian pasti tau tentang websitenya para penyuluh ini. Di website ini selain ada informasi dari pusat, kita juga bisa sharing informasi melalui kanal gerbang daerah atau berbagi ilmu pengetahuan penyuluhan melalui materi lokalita.

Untuk dapat berbagi informasi di Cybex, dapat mengakses halaman:  http://cybex.pertanian.go.id/xms/.

Username dan passwordnya silahkan bertanya kepada kelembagaan penyuluh di wilayah masing-masing.

Keempat aplikasi website di atas merupakan website yang wajib diisi oleh Penyuluh Pertanian berdasarkan rumah para penyuluh di Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Nah, masih ada dua aplikasi website lagi yang eksis sampai sekarang dan harus diisi oleh penyuluh yaitu:

1. e-RDKK

e_rdkk

Ini merupakan aplikasi website yang berasal dari Dirjen PSP, Kementan RI untuk mengajukan pupuk bersubsidi secara elektronik. Alokasi pengajuan pupuk bersubsidi akan diambil datanya berdasarkan pengajuan e-RDKK sehingga sebaiknya ketika mengisi e-RDKK, seorang penyuluh harus ekstra hati-hati. Sebab saya sudah beberapa kali menemukan kasus adanya ketidak samaan isi dari file yang sudah berhasil diupload dengan data yang tercantum di e-RDKK. Sehingga wajib untuk rechecking kembali dengan cara mendownload hasil uploadnya.

Aplikasi website ini dapat diakses melalui halaman: https://erdkk.pertanian.go.id/login

2. Laporan Kinerja Penyuluh Jabar

penyuluh_pertanian

Kalau website ini khusus untuk para Penyuluh Jabar. Secara material, indikator yang tertera pada aplikasi ini mirip dengan LKPP dari BPPSDMP, tetapi lingkupnya lebih spesifik khusus untuk Jawa Barat saja.

Aplikasi ini dapat diakses melalui alamat: https://penyuluhjabar.id/

Demikian adalah beberapa aplikasi website wajib yang harus diisi oleh seorang Penyuluh Pertanian untuk membuktikan salah satu kinerjanya. Awalnya mungkin memang agak ribet harus berada di depan laptop sementara pekerjaan di lapang juga menunggu. Namun apabila sudah terbiasa dikerjakan, perlahan tapi pasti kita akan terbiasa dengan beberapa aplikasi pelaporan kinerja Penyuluh Pertanian ini. Tetap semangat ya!.

 

 

 

 

 

4 Comments

  1. Reply

    memang seharusnya seperti ini yaaa, jd data kapanpun mau ditarik, udah gampang… aku seneng sekarang para pekerja pemerintah udah lebih digital dlm hal pelaporan… Kalo swasta kan udh dari dulu… kantorku juga utk laporan apapun dari zaman aku masuk HSBC mah, udh paperless.. semua data, semua report, itu hrs masuk ke sistem, yg terkoneksi juga ke kanotr pusat di London. dan Hongkong. makanya aku udh terbiasa dengan segala sesuatu yg paperless gini… nasabah pun dibiasakan utk paperless… Ga ada passbook ato buku tabungan kayak bank lokal, krn semua itu bisa nasabah tarik dari internet banking, gampang, ga ribet :D..

    tapi memang sih mba, utk org2 yg udh tua, nasabah yg tua, mereka kdg msh susah utk segala yg berbau digital ini.. msh tetep dtg ke cabang utk minta statement lah ato hal lain yg seharusnya bisa ditarik dr net banking 😀

    aku maklumin utk para orang tua ini.. tp kalo yg muda begitu, ampuuuun dah.. rasa pgn digetok ;p

    • Reply

      Ini Masih bertahap, sistem pelaporan onlinenya sudah Ada, tapi meski begitu kadang print outnya Masih diminta, jadi belum integrasi juga, mudah2an kedepannya benar2 paperless ya, supaya pepohonan gak banyak ditebang

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.