Belajar Infografis Bersama Langit Amaravati

belajar-infografis

Uchan in action

Sebagai Blogger kita tidak hanya dituntut bisa menulis, menceritakan dan mengajak pembaca untuk tergerak berdasarkan tulisan kita. Tetapi kita juga dituntut untuk menguasai teknologi yang sedang booming saat itu. Kalau dulu, ngeblog cukup dengan menulis dan memberikan gambar-gambar tertentu saja untuk mendukung kekuatan cerita. Sedangkan sekarang sudah banyak blogger yang menggunakan infografis dengan design ciamik sebagai pendukung cerita. Tak hanya design grafis saja lho, bahkan animasi serta video juga turut serta digunakan dalam cerita. Semakin keren deh content blognya. Tapi jangan khawatir tetap content is the king, jika infografis atau videonya bagus namun ceritanya tidak relevan, tetap saja tidak akan menjadikan tulisan kita tersebut nyaman untuk pembaca. Jadi tetap harus diperhatikan kedua-duanya ya.

Nah untuk mendukung kegiatan ngeblog saya yang kadang masih maju mundur cantik, saya berinisiatif meminta bantuan seorang teman untuk mengajarkan saya berlatih infografis. Dia adalah Neng Langit Amaravati alias Uchan, mastah infografis, blog, puisi, cerpenis dari Cimahi Bandung. Silahkan kepoin media sosialnya Beliau aja ya hehe.

Berawal dari cuitan Twitter di pagi hari bersama Mbak Anne dan Uchan. Kami berdua mengajak Uchan untuk belajar bareng dan ternyata Uchan menyanggupi. Akhirnya kami dengan beberapa orang teman kemudian mendesign sebuah kelas dimana Uchan menjadi gurunya. O iya kelas ini merupakan kelas pertama Uchan sehingga yang ikut hanya sedikit karena Uchan sendiri katanya tidak “pe-de” jika mengajak terlalu banyak. Baru setelah kelas ini berjalan, dia mungkin akan mengajarkan ke teman-teman lainnya. Bagi teman-teman yang ingin belajar dengan Uchan, silahkan kontak Uchan langsung ya.

belajar-infografis

Demi belajar, rela untuk mencari tembok yang benar hehe

Jadi kemarin itu Uchan mengajarkan bagaimana cara membuat infografis. Bersumber dari handout yang diberikan, infografis itu memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi dan atau data kepada para pembaca. Nah, infografis itu memiliki beberapa fungsi yaitu

  1. Melengkapi Data. Suka mengikuti lomba yang berbau teknologi tidak? Khususnya gadget. Nah lomba seperti ini membutuhkan infografis sebagai pendukung tulisan karena tidak mungkin kita menuangkan semua spesifikasi smartphone dalam bentuk tulisan. Maka infografis bisa kita gunakan untuk bercerita.
  2. Point of Interest. Saya termasuk penggemar blog dengan foto atau ilustrasi tertentu di dalamnya. Hal itu menarik perhatian saya untuk berlama-lama di blog tersebut. Berkat hal itu saya jadi ingat blog mana saja yang memiliki ilustrasi atau foto-foto keren di dalamnya.
  3. Content Booster dan Pagerank. Kalau yang ini copas banget dari handout yang diberikan Uchan: menambahkan image ke dalam postingan dapat meningkatkan page view, meskipun kualitas konten tentu tetap menjadi hal yang utama. Menurut Search Metrics, postingan yang memakai image memiliki peringkat yang lebih baik daripada yang tidak memakai image.

Dan ternyata, membuat infografis itu tidak tergantung terhadap software yang digunakan. Tetap saja membutuhkan keahlian dan kreatifitas dalam mengelola data serta gambar agar hasilnya mudah ditangkap para pembaca. Seperti kemarin itu, walaupun laptop yang saya bawa sudah terinstall Adobe Indesign dan Adobe Illustrator, tetap saja saya kebingungan untuk menggunakannya. Saya sampai berkali-kali bertanya kepada Uchan mengenai icon yang ada pada software tersebut. Mungkin kalau sudah terbiasa kita akan bisa menggunakannya.

belajar-infografis

Pesertanya serius kabeh

Tetapi teman-teman jangan khawatir, ada banyak cara dalam membuat infografis bahkan dengan perangkat sederhana sekalipun. Berikut adalah beberapa software yang dapat menjadi pilihan untuk membuat infografis:

  1. Word

Sewaktu masih kuliah, saya belum mengenal yang namanya photoshop. Saya ingat sekali pernah membuat poster karya ilmiah menggunakan MS Word. Hasilnya lumayan bagus lho. Saya dan teman-teman kemudian mencetak poster tersebut dengan menyatukan bagian-bagiannya. Hanya saja kalau sekarang ditanya bagaimana caranya, saya sudah lupa hehe. Yang pasti kita bisa membuat infografis dari Ms Word.

  1. Ms Office Publisher

Software ini lebih mudah lagi untuk digunakan karena tersedia layout yang dapat kita gunakan langsung. Bahkan sudah tersedia icon yang dapat dipilih guna mendukung cerita. Jadi saya rasa menggunakan publisher merupakan alternatif.

  1. Powerpoint

Nah, kalau saya sedang kepepet menjelang deadline lomba dan males utak-atik corel, biasanya saya menggunakan powerpoint untuk membuat diagram atau infografis sederhana. Pilihan icon dan warna tersedia di powerpoint sehingga bisa menjadi alternative dalam membuat grafis.

  1. Adobe Indesign

Kalau software ini baru kenal sewaktu belajar bersama Uchan. Sebenarnya mirip dengan corel tetapi memang lebih kece karena bermain dengan vector. Kalau sudah bermain dengan vector, asik banget deh ketika membuat infografis apapun.

  1. Adobe Illustrator

Software ini juga baru saya kenal ketika belajar bersama Uchan. Jadi saya belum bisa terlalu banyak menceritakannya. Yang pasti sama dengan Adobe Indesign.

  1. Adobe Photoshop

Saya sering menggunakan Photoshop ketika ngeblog tetapi untuk mengatur background saja karena tidak menguasai icon-icon yang ada. Tetapi kalau sudah bisa adobe photoshop dijamin deh foto atau infografis bakalan ciamik hasilnya.

  1. Coreldraw

Nah ini andalan saya, si Coreldraw. Saya belajar Coreldraw melalui suami yang memang hobi otak-atik melalui corel. Dapat dibilang kalau menggunakan corel itu asik karena tersedia berbagai macam icon untuk membuat gambar. Sayangnya saya belum terlalu ahli karena hanya menggunakan corel ketika ngelomba hehe. Coba kalau sering digunakan, nanti bisa seahli Diko deh *eh.

Uchan juga mengajarkan kalau membuat infografis itu harus memperhatikan tiga hal yaitu pemilihan warna, jenis huruf serta layout. Pemilihan warna jangan sampai menggunakan warna yang menyakiti mata pembaca. Gunakan tiga palet warna yang netral dan kontras dengan huruf. Kemudian untuk pemilihan huruf juga gunakan huruf yang sederhana tanpa kaitan atau huruf sambung. Kecuali teman-teman sudah ahli dalam mengolah huruf sambung menjadi mudah dicerna oleh pembaca dan jangan lupa perhatikan ukuran besar kecilnya huruf. Selanjutnya peletakan layout juga harus diperhatikan, syaratnya adalah jangan berantakan dan sesuaikan dengan arah baca mata manusia yang lebih senang membaca dari kiri ke kanan.

Saya tidak akan menuliskan step by stepnya menggunakan Adobe Indesign di sini ya soalnya saya masih belum menguasai software tersebut. Saya masih harus banyak belajar dan sering utak-atik agar tidak lupa. Kemarin sewaktu sampai di rumah, saya langsung mengerjakan PR dari Uchan untuk membuat infografis sederhana sebagai tanda menyerap ilmunya apa tidak. Dan inilah hasilnya:

Senang banget ketika belajar kemarin, saya jadi mengerti membuat infografis yang baik. Terimakasih banyak untuk Uchan yang mau datang jauh-jauh dari Bandung ke Tangerang. Luar biasa lelahnya dia kemarin tetapi mau membagi ilmunya kepada kami semua. Uchan sangat berharap agar teman-teman bisa membuat infografis tetapi tidak tergantung pada software online agar kita dapat mengkreasikan diri. Nah setelah ini saya mau mulai melatih diri agar bisa lebih kreatif lagi.

Saya berharap setelah ini Uchan mau mengajarkan untuk membuat animasi melalui Adobe Flash. Ditunggu ya Uchan kelas selanjutnya hehe. Terimakasih banyak untuk kelas yang kemarin. Bagi teman-teman yang ingin belajar bersama Uchan, silahkan kontak langsung ke Uchan ya. Insyaa Allah dia mau berbagi ilmunya.

Thank you ya Uchan.

belajar-infografis

Uchan dan peserta kelas pertamanya ๐Ÿ˜€ (minus dani)

80 Comments

  1. Dzulfikar

    Reply

    Seru banget yah, butuh kelas advance nih dalam beberapa bulan kedepan #mulaisongong wkwkwkw

  2. Reply

    Hahaha bener mba Anne…sy nyontek sini aja klo mau ulangan eh latian.
    Sdh direkap dg sngat lengkap hihi #pemalaaaas.
    Izin nanti nyontek ya Jeng Ev…
    #teteuuup

  3. aprie

    Reply

    Menantikan postingan ini. Iri liat temen-temen yang bisa join. Aku pas banget ada event. Thank you sharingnya, Teh Ev!

  4. eda

    Reply

    aku suka bingung sih mba, kira2 data apa aja yg bisa dijadiin infografis << maksudnya, mana data yg SEBAIKNYA diinfografiskan.. nah, kesulitanku di situu… huhuuu…

  5. Reply

    Cuma indesign & illustrator yg belum nyoba. indesign sering dipakai teman2 yg bikin e-book. Kalau illustrator itu dulu Mayya bikin kultwit rutin lo, keren bgt tp skrg lagi asik dg bisnis kuenya. Meski teori sama, hasil bisa beda. Kadang aku mikir, orang2 yg grafis-nya bagus itu udah bakat dari sononya, buktinya aku belajar hasilnya masih kaku aja dilihat.

  6. kangjum

    Reply

    kayaknya boleh dicoba tuh mbak yang indesign cz selama ini saya jarang menggunakan gambar untuk artikel ๐Ÿ™‚

  7. uci

    Reply

    Wah mau, ini di Tangerang.. dkt rmh sayang aku ngga tau hehe.. keren inpografisnya teh Uchan yaa.. makasih teh postingannya,mau utak atik juga nanti,pake tools yg disebutin teh ev

  8. Reply

    Mama Aksa keren euy ๐Ÿ™‚ kemarin sempat lihat hasil karya peserta pelatihannya (sebut saja mbak evrina dan kang dzulfikar) di fesbuk. Bagus-bagus desainnya ^_^ Ilmunya udah tersalurkan banget ini sepertinya..hehehe

  9. Reply

    setelah liat postingan mbak, kayaknya ini pertanda kalau aku harus coba buat infografis ๐Ÿ˜€ Udah lama gak ngedesign, kemarin2 main ngedit2 aja.

  10. Reply

    Waaah, keren banget dah teh Uchan, segala macam software grafis bisa…aku baru tahu software adobe indesign dan illustrator, Mbak hihi…kalo adobe flash dulu pernah pakai karena tugas kuliah, tapi sekarang sudah lupa #hadeuh

    Btw, kalau indesign main di vektor kayaknya corel dan illustrator juga berupa vektor, Mbak ๐Ÿ˜€

  11. Tia Yusnita

    Reply

    Dapet ilmu baru nih jadinya ๐Ÿ™‚ Aku kalau ngedesain cuma pake corel karena yang baru bisa cuma itu, semoga bisa belajar software2 yang lain..

  12. Reply

    Wah, kenal banget tuh sama Mbak Langit Amaravati. Emang dia itu jago banget bikin infografis. Ada nama Diko juga di situ,,,, hihihi…

  13. adams aljawiyu

    Reply

    wah seru itu mba…
    kapan-kapan klo saya ke Bandung boleh ikutan kan mba ?

  14. Reply

    Wah… Keren mak..
    Saya termasuk salah satu penggemar infografisnya mbak Langit.

    Infografisnya mbak Ev juga saya suka, cuma masih kurang banyak koleksinya. Ayo dibanyakin, mbak.. ๐Ÿ™‚

    Salam hangat dari Bondowoso..

  15. Reply

    Halo Mba,

    Kalo saya biasanya pake powerpoint. Kebiasaan di kantor, eheheh
    Tapi klo ga salah banyak tu template infografis sekarang di internet.

    Salam

  16. Denko

    Reply

    kalo ada meet up di bogor, mbok saya di halo halo via email mbak.
    Saya pengen banget bisa membuat infografis..
    Nuhun

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.