Bersama BNI, Dulu Hingga Kini




Pertama kali mengenal Bank BNI adalah ketika membuka rekening tabungan pada saat kuliah tahun 2002 lalu. Jika dihitung, itu berarti sudah 13 tahun lamanya saya bersama BNI. Saya masih ingat ketika petama kali membuka rekening tabungan BNI di salah satu kantor cabang yang ada di Warung Jambu Kota Bogor. Itu adalah pengalaman pertama saya membuka tabungan. Dari situ saya mengerti cara membuka tabungan baru beserta persyaratan yang harus dipenuhi. Sejak itu BNI selalu menemani dalam setiap aktivitas finansial yang saya lakukan, dan berikut adalah pengalaman saya bersama BNI dari dulu hingga kini.

KTM BNI, Tak Sekedar KTM 

Akhirnya saya memiliki KTM atau Kartu Tanda Mahasiswa dan tercatat sebagai mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi yang ada di Bogor yaitu IPB. Saya masih ingat NRP yang tertera di KTM saya pada saat itu yaitu A34402020. A344 menggambarkan kode fakultas dan jurusan (A=fakultas pertanian, 344= Jurusan budidaya pertanian program studi pemuliaan tanaman), sedangkan lima digit terakhir menggambarkan tahun masuk serta nomor urut absensi (02=2002, 020= nomor urut ke-20).

KTM

KTM Milik suami yang masih tersimpan rapi hingga saat ini

KTM BNI ini tidak hanya berfungsi sebagai kartu tanda mahasiswa saja, tetapi sebagai ATM pada umumnya. Setiap semester kami diharuskan membayar SPP kuliah yang langsung di autodebet melalui rekening BNI masing-masing. Saya selalu mengisi tabungan BNI dengan saldo yang mencukupi agar pada hari yang sudah ditentukan dapat langsung dilakukan autodebet. Saya tidak perlu mengantri guna membayar SPP secara tunai melalui loket yang ada di rektorat. Bagi saya, cara tersebut sangat memudahkan para mahasiswa dalam memenuhi kewajiban membayar SPP sehingga tidak mengganggu kegiatan perkuliahan. Setelah autodebet selesai, saya akan mendapatkan bukti pembayaran yang dapat disimpan untuk keperluan selanjutnya.

Syukur alhamdulillah pada tahun ke-dua perkuliaan, saya mendapatkan beasiswa Equity Student dari Charoen Pokphand Indonesia. Beasiswa ini bermanfaat bagi saya yang belum memiliki sampingan lain selama menjadi mahasiswa. Setiap kali beasiswa tersebut cair, saya langsung menabungkannya ke rekening BNI agar tidak habis begitu saja. O iya, saya menabungkan pendapatan yang diperoleh pada Bank BNI cabang IPB Dramaga. Bank BNI Dramaga ini tidak hanya menjadi bank tempat kami menabung lho, tetapi juga menjadi icon serta meeting point para mahasiswa yang hendak melakukan kegiatan bersama komunitasnya. Tempatnya yang strategis dan memiliki area parkiran luas membuat kami senang untuk berkumpul di sana.

Ada satu lagi kenangan saya bersama Bank BNI Dramaga ini, yaitu adanya ATM dengan penarikan tunai Rp. 20.000,-. Bagi kami para mahasiswa, ATM ini sangat berarti lho. Jika saldo tabungan sedang paceklik dan hanya dapat menarik sebesar dua puluh ribu atau kelipatannya saja, maka ATM ini menjadi pilihan kami untuk menyambung hidup sebagai mahasiswa. Pada saat itu antrian ATM dua puluh ribu adalah antrian ATM yang paling panjang. Saat ini ATM BNI dengan penarikan dua puluh ribu tersebut masih ada di IPB Dramaga.

Menjelang lulus kuliah, kami harus mengembalikan KTM ke kampus dan menonaktifkan rekening mahasiswa yang kami miliki. Kami dapat menggantinya dengan nomor rekening baru agar tetap memiliki tabungan BNI Taplus. Ada beberapa orang teman yang tidak mengembalikan KTMnya dengan membuat surat keterangan hilang. Hal tersebut dilakukan agar mereka memiliki kenang-kenangan selama menjadi mahasiswa. Saya lebih memilih untuk mengembalikan KTM tersebut, sedangkan suami saya yang menjadi kakak kelas saat itu lebih memilih untuk tidak mengembalikan KTM. Dia masih menyimpan KTM yang menjadi identitasnya sebagai seorang mahasiswa dengan rapi hingga kini. Setelah mengembalikan KTM dan menonaktifkan rekening selama menjadi mahasiswa, saya segera membuka rekening baru yang masih dipakai sampai saat ini, rekening tersebut bernama BNI Taplus.

Terasa Dekat Berkat BNI 

Setelah lulus kuliah, saya langsung bekerja pada suatu perusahaan swasta yang merupakan anak perusahaan dari pemberi beasiswa pada saat saya kuliah. Saya senang sekali karena akhirnya bisa menghasilkan uang sendiri ditambah pengalaman kerja yang akan saya dapatkan. Hanya saja saya harus terpisah jauh dari orang tua karena perusahaan tempat saya bekerja berada di Jawa Timur. Meskipun begitu, orang tua sangat merestui kepergian saya untuk bekerja di Kediri saat itu.

Perusahaan tempat saya bekerja mewajibkan saya untuk membuka rekening baru pada bank swasta yang bekerja sama dengannya. Meskipun begitu saya tetap menggunakan Bank BNI untuk menyimpan sebagian gaji yang saya hasilkan. Pada saat hari gajian tiba, saya langsung menuju bank tersebut untuk menarik dana dan menabungkannya kembali di Bank BNI. Bank BNI yang sering saya datangi saat itu adalah Bank BNI Kantor Cabang Pare, Kabupaten Kediri. Dengan rekening BNI ini saya bisa mentransfer langsung gaji yang saya peroleh untuk orang tua melalui rekening BNI adik saya. Jika menggunakan rekening bank tempat penggajian tentu akan dikenakan biaya adminisrasi yang cukup besar. Sedangkan jika menggunakan rekening BNI tidak ada biaya administrasi karena rekening yang saya tuju merupakan rekening bank yang sama. Saya beruntung memiliki rekening BNI karena tetap merasa dekat dengan keluarga meskipun terpisah jarak hingga dua provinsi.

BNI di Pare, Sumber: kampung-inggris.com

Sekarang saya sudah bekerja di Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor sebagai penyuluh. Kantor kami mewajibkan para penyuluh untuk memiliki rekening tabungan BNI yang akan digunakan untuk mendapatkan dana BOP (bantuan operasional penyuluh) dari pusat. Dana BOP ini memang hak penyuluh yang sudah diberikan oleh pemerintah pusat. Tanpa rekening BNI maka akan susah untuk mendapatkan dana tersebut, padahal dana BOP sangat dibutuhkan untuk melancarkan operasional penyuluhan sehari-hari. Karena saya sudah memiliki rekening BNI, maka saya cukup menyerahkan saja fotokopi rekening BNI tersebut ke bagian kepegawaian. Sedangkan teman-teman yang belum memilikinya harus membuat saat itu juga.

penyuluh

Bantuan Operasional Penyuluh dari Pusat yang disalurkan melalui rekening BNI sangat membantu kelancaran kegiatan penyuluhan

Saya bersyukur terhadap pemerintah yang telah memberi perhatian kepada penyuluh atas dana BOP yang diberikan. Kami merasa terbantu akan hadirnya dana operasional tersebut karena memang kebutuhan di lapangan cukup dinamis.

Internet Banking BNI Memudahkan Komunikasi

Baru-baru ini saya mendapatkan amanah untuk menjadi bendahara pada komunitas pendaki yang saya ikuti. Komunitas ini bernama Tim Elang Adventure yang merupakan kelompok bentukkan para pendaki Semeru pada bulan Mei 2015 kemarin. Anggota kami tersebar di berbagai daerah, mulai dari Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur hingga Bali. Kami menggunakan internet untuk berkomunikasi khususnya melalui messenger dan media sosial. Nah rencananya bulan Agustus nanti kami akan melakukan pendakian lagi ke Gunung Merbabu di Jawa Tengah sekaligus melakukan reuni. Grup kami memang sudah ramai dan sudah ingin melakukan kopdar seru bersama lagi.

Untuk melancarkan kegiatan, kami melakukan penghimpunan dana secara swadaya. Dana tersebut akan kami gunakan untuk membuat kaos khusus ke Merbabu dan keperluan logistik selama di sana. Berdasarkan hasil rembug yang dilakukan melalui salah satu messenger, saya terpilih menjadi bendahara. Sebenarnya saya agak keberatan karena takut mengelola uang, apalagi lokasi teman-teman berjauhan jadi agak takut untuk menghimpun dan mengelola dana sesuai kebutuhan. Tetapi karena sudah mendapatkan amanah tersebut maka mau tidak mau saya menerima tugas dan tanggung jawab menjadi bendahara.

Internet Banking

Internet Banking BNI memudahkan saya dalam menghimpun dan mengelola dana

Dana yang dihimpun dikumpulkan melalui rekening BNI yang saya berikan. Beruntung ada internet banking sehingga saya tidak perlu repot untuk memeriksa apakah dana yang dibutuhkan sudah terhimpun atau belum. Saya dapat memantaunya langsung melalui laptop atau smartphone dimanapun dan kapanpun. Dana yang sudah terhimpun sebagian saya transfer ke rekening BNI suami saya karena dia hendak mengurus pembuatan kaos grup. Lagi-lagi saya terbantu dengan adanya internet banking, cukup dengan mengisi sesuai kolom yang tersedia dan memasukkan nomor token yang sesuai melalui BNI e-Secure maka proses transfer pun selesai. Suami saya yang berada di Cirebon bisa langsung memproses pembuatan kaos grup. Kini saya masih memegang sebagian dana yang tersisa dan akan dikeluarkan dari rekening BNI pada saat pendakian nanti.

Mengajarkan Gemar Menabung Melalui BNI Taplus Anak

Lebaran tahun ini saya dan keluarga tidak melakukan mudik karena mudik akan dilakukan pada Agustus nanti sebelum saya dan suami pergi ke Merbabu. Kami menghabiskan masa libur lebaran untuk menata rumah dan berjalan-jalan di sekitar Bogor saja. Nah pada saat lebaran kali ini kami melakukan suatu yang berbeda. Di saat orang-orang pergi mudik dan liburan, kami lebih memilih mengajak Alfi untuk menabung di bank. Alhamdulillah angpao lebaran pemberian saudara beserta tetangga untuk Alfi cukup besar sehingga sayang jika habis begitu saja. Kami ingin mengajarkan Alfi untuk menabung sejak dini agar kelak Ia terbiasa memiliki dan memanage tabungannya sendiri.

Sebelumnya, saya sudah bertanya pada salah seorang teman yang berada di Kota Bogor apakah Bank BNI pusat sudah buka pada hari senin lalu. Karena hari senin masih termasuk cuti bersama dan saya lihat beberapa bank memang masih belum buka. Setelah mendapat kabar bahwa Bank BNI yang berada di Kota Bogor sudah buka, maka kami bergegas untuk menuju ke sana.

Setibanya di Bank BNI Kantor Cabang Bogor, kami langsung masuk ke dalam bank. Alfi terlihat antusias sekali sambil membawa tas kecilnya. Suasana dalam bank saat itu masih kental dengan nuansa lebaran lengkap dengan ornament-ornamentnya. Kami dipersilahkan untuk mencicipi snack lebaran yang tersedia pada salah satu meja sambil menunggu antrian. Tak menunggu berapa lama, akhirnya tibalah giliran kami untuk memproses pembuatan rekening tabunganAlfi.

Rekening yang akan digunakan untuk tabungan Alfi adalah BNI Taplus Anak dengan syarat membawa Akta Kelahiran Asli, Kartu Keluarga Asli, KTP orang tua dan Buku Tabungan BNI milik orang tua. Kemudian kami diharuskan mengisi formulir aplikasi pembukaan rekening yang disediakan oleh Customer Service. Sebenarnya ada dua formulir yang harus di isi, tetapi karena saya sudah menjadi nasabah bank BNI maka formulir yang diisi cukup satu buah saja. Prosesnya sangat cepat, kini Alfi sudah memiliki tabungannya sendiri. Alfi juga memiliki ATM seperti orang dewasa yang akan diterima setelah 7 hari kerja sejak aplikasi diajukan.

Mengapa kami memilih BNI Taplus Anak? Karena pada BNI Taplus Anak terdapat layanan dan fasilitas yang memudahkan kita para orang tua untuk memantau penggunaan tabungan sang buah hati. Kita sebagai orang tua akan mendapatkan notifikasi SMS untuk setiap transaksi yang dilakukan oleh anak kita. Selain itu kita sudah bisa membuka rekening dengan setoran awal Rp. 100.000,- saja dan dapat mulai menabung dengan setoran minimal Rp. 10.000,-.

Jika nanti Alfi sudah sekolah dan sudah mengerti penggunaan tabungan secara benar, maka BNI Taplus Anak ini akan saya serahkan kepadanya. Saya berharap pada saat penyerahan nanti, saldo tabungan Alfi sudah cukup besar untuk membantu masa depannya. Kami memang sudah mempersiapkan pos tersendiri untuk tabungan pendidikan. BNI Taplus Anak ini kami dedikasikan khusus untuk Alfi agar dia gemar menabung dan mampu mengelola keuangannya secara mandiri.

Mengapa Memilih BNI?

Teman-teman pasti bertanya mengapa kami sekeluarga menggunakan BNI? Ada beberapa hal yang membuat kami menggunakan BNI sebagai partner finansial kami. Diantaranya adalah:

BNI

1. Rekening BNI adalah rekening yang banyak digunakan oleh kebanyakan orang di sekitar

Orang-orang di sekitar kami banyak yang menggunakan BNI untuk bertransaksi sejak zaman kuliah hingga bekerja saat ini sehingga memiliki rekening BNI memudah kami dalam melakukan transaksi apapun.

2. Kami memilih jenis tabungan BNI berupa BNI Taplus sebagai tabungan serta teman dalam aktivitas transaksi finansial melalui perbankan

Alasannya adalah karena BNI Taplus memiliki jaringan yang luas serta menyediakan beberapa layanan seperti e-banking, ATM dan layanan lainnya selama 24 jam. Rekening BNI Taplus yang kita miliki akan diikutsertakan pada Program Undian Berhadiah yang diadakan oleh Bank BNI.

3. BNI memberikan promo pada event-event tertentu

Saya masih ingat, dulu saya mendapatkan potongan harga ketika bermain di Dufan Jakarta karena menggunakan rekening BNI. Saat itu BNI menawarkan potongan harga bagi siapapun yang membeli tiket wahana Dufan dengan menggunakan debit BNI. Potongannya bisa mencapai 20-50% lho. Lumayan kan untuk menghemat pengeluaran. Selain itu BNI juga menyediakan promo menarik lainnya seperti yang sedang berlaku saat ini yaitu Diskon 50% untuk pembelian Tiket Andien Metamorfosa (Periode :  Juli – September 2015). Promo yang sudah dijalankan pada bulan-bulan sebelumnya juga tak kalah menariknya seperti promo beli Pulsa 100 ribu, Bonus Pulsa 20 ribu via BNI e-Banking (Periode : 15 & 16 Juli 2015) atau Program Promo BNI SMS Banking UMB *141# Telkomsel.

4. Weekend tetap buka

Nah ini adalah salah satu alasan mengapa kami sekeluarga membuka rekening BNI. Di Bank BNI terdapat weekend banking yang memudahkan para nasabah untuk bertransaksi pada akhir pekan. Kebetulan kantor cabang Bank BNI yang ada di dekat rumah tetap beroperasi pada hari sabtu. Jadi, apabila saya tidak bisa pergi ke Bank BNI pada hari kerja, maka saya dapat mengunjungi Bank BNI yang tetap buka di hari Sabtu dan Minnggu. Bagi teman-teman yang ingin mengetahui lokasi weekend banking Bank BNI bisa mengakses melalui link berikut ini: http://bni.co.id/id-id/locator/weekendbanking.aspx.

5. Setia Melayani Nasabah Pada Hari Besar

BNI tetap memberikan dedikasinya untuk memberikan layanan bagi nasabah meskipun sedang masa liburan. Seperti pada saat saya membuka Taplus Anak pada waktus senin lalu (20 Juli 2015), disaat kebanyakan orang sedang merayakan cuti bersama untuk berlebaran, BNI memberikan dedikasi tertingginya bagi nasabah untuk tetap bertransaksi melalui BNI yang tetap buka pada saat cuti bersama. BNI memberikan informasinya secara seksama melalui websitenya sebagai berikut: http://www.bni.co.id/BeritaBNI/Pengumuman.aspx

Bank BNI

Bank BNI Kantor Cabang Bogor tetap melayani nasabah pada saat cuti bersama lebaran 2015 tanggal 20 Juli 2015 lalu

6. Terdapat aplikasi yang memudahkan

Namanya adalah BNI Experience sebuah aplikasi yang dipersembahkan oleh BNI untuk memudahkan nasabahnya memenuhi kebutuhan finansial melalui smartphone. Melalui aplikasi ini kita dapat menemukan lokasi ATM dan cabang BNI terdekat pada menu Locator. Kemudian kita juga bisa memantau promo yang diberikan oleh Bank BNI melalui aplikasi ini. kita juga bisa melakukan internet banking maupun SMS banking melalui aplikasi ini lho. Nah bagi teman-teman yang menyukai hal-hal berbau diskon seperti saya ini, BNI menyediakan fitur “Coupon” untuk mengakses banyak manfaat dari berbagai merchant yang sudah bekerja sama dengan BNI. Seru banget kan?

Tak terasa Bank BNI yang kita cintai ini baru saja berulang tahun pada 5 Juli 2015 kemarin. Di usianya yang memasuki 69 tahun tentu Bank BNI telah mencatat sejarah besar seiring dengan berjalannya kemajuan bangsa. Berdirinya Bank BNI sangat erat hubungannya dengan perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi, berikut saya mencoba untuk merangkum perjalanan sejarah Bank BNI dari tahun 1946 hingga saat ini:

Bank BNI telah banyak menerima berbagai macam penghargaan dan telah berhasil melebarkan sayapnya dengan membuka cabang diluar negeri. Saat ini BNI (Persero) Tbk mempunyai 6 cabang diluar negeri yaitu Singapore, Hongkong, Tokyo, Osaka, New York, dan London. Bank BNI didukung oleh 883 jaringan Bank koresponden di luar negeri dan 74 koresponden dalam negeri. Dengan dukungan masyarakat dan kepercayaan nasabah, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kini hadir dengan 700 cabang di seluruh Indonesia dalam usaha mendukung pelayanan yang professional dari 10.200 orang  pegawai terhadap nasabahnya, lebih dari 2.000 ATM, kurang dari 4.000 ATM link dan lebih dari 500.000 ATM Cirrus yang tersebar diseluruh Indonesia [1].

Sebagai penutup, izinkan saya untuk mengucapkan:

dirgahayu

Sukses selalu untuk Bank BNI!

Bersama BNI, dari dulu hingga Kini!

Sumber informasi:

[1] http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19313/4/Chapter%20II.pdf

http://www.bni.co.id/

http://bni.co.id/Portals/0/image/2014_BNI_Company_Profile_IND.pdf

https://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Negara_Indonesia

http://thesis.binus.ac.id/doc/Lampiran/Lampiran__11-85.pdf




104 Comments

  1. momtraveler

    Reply

    KTM ku dulu kubalikin sih males ngurus surat kehilangannya. Aniewei.. goodluck ngontesnya.. tulisanmu selalu oke 😉

  2. FRi

    Reply

    Mantep banget nie postingnya.. feeling saya masuklah.. 🙂
    Salam kenal ^^

  3. Reply

    Keren mak.. Dirimu mengambil semua bahan postinganku hahahaha.. Kebetulan wktu mahasiswa S1, kartu Mahasiswa jg di’sponsori’ BNI, dapat beasiswa juga yg di transfer ke rekening BNI, masuk kerja rekening di BNI. keknya pe-er banget buat akuh nih hrs ulang draft lagi hahahaha…

    • Reply

      jahhhh mak, mengapa draft lagi gitu, ini sesuai pengalaman sejak kenal BNI aja kok mak, berkaitan terus soale

  4. Putri

    Reply

    Dulu aku punya tabungan junior untuk biaya masuk SMA. Lumayan mudah ngurusnya dan cepet pembuatannya. Plus dulu dapet tas pula hahaha cuma lupa udah nggak tau kemana tasnya 😀

    • Reply

      wahhh dapet tas mbak? pasti asik tuh. aku baru mulai buku tabungan pas kuliah mbak, selebihnya celengan ayam hehe

  5. Reply

    Kalau nulisnya pengalaman biasanya ngalir dan sayang kalau dilewatkan jadinya bakal panjang tulisannya.. Namanya juga pengalaman..Hehe

    Semoga menang mba.. saya ada feeling2 nih… Aamiin^^

  6. apri ani

    Reply

    Lengkap banget eev, sip lah, mdh2n menang,, jadi minder ama tulisan sdndiri, hehe

  7. Reply

    waduh mak evri…. lengkap banget ulasannya… btw cerita kita hampir samaaa… atm bni merangkap ktm dan rekening gaji juga pKe bni

  8. Salman Faris

    Reply

    Dulu segala pembayaran Kuliah pakainya ya BNI, dan menariknya memang ngga terlalu lama pelayanannya

  9. Sintho

    Reply

    Tulisan yang sangat bagus Mbak Evrina 🙂 Mengenal BNI sejak kuliah S1, hingga saat ini menerima gaji pun via BNI.. sudah 15 tahun yaa… Bersama BNI, dulu hingga kini 😀

  10. Reply

    Lengkap bingits informasinya, dari topik A, B, sampai topik C semua ada dalam 1 post.. ^0^ Happy Birthday BNI yang ke 69 .. Wish you all the best!!

  11. Reply

    Lengkap, padat dan jelas. Bener-bener all out deh si teteh kalo udah ngelomba. Wish you luck. Saya mah bukan nasabah BNI, jadi kalo mau ikut ngga nguasain materi. Eh… padahal di kantor suami itu pakenya BNI buat transfer gaji karyawannya ^__^ tapi tetep ngga pede ahh mau ikut lombanya.

  12. Akhmad Muhaimin Azzet

    Reply

    Saya juga mempunyai rekening BNI, Mbak, betapa saya merasakan manfaatnya, terutama bila mendapatkan transfer royalti dari penerbit buku 🙂

  13. Eksa Studio's

    Reply

    Ane juga pakai BNI dari 2 tahun yang lalu gan.. Alhamdulillah gak ada kendala dan aman terkendali..
    Ohh ya kalau ada waktu mampir ke blog baru saya ya gan 🙂

  14. Reply

    wah.. BNI lover sekali…sepertinya dulu kalau kampus negeri bukannya memang diwajibkan memiliki rekening BNI ya… seingat saya sich gitu.. Tapi lepas itu saya sudah ngga pake lagi… KTMnya juga udah ngga tau kemana…

  15. YogoBlog

    Reply

    keren bener deh, salut ama konsistennya dari dulu hingga sekarang milih BNi heheh

  16. Stock Photo

    Reply

    Saya sempat atm 20 ribu pas dlk ke daerah yang lebih ke pedesaan. Di kota saya mbak, sudah susah nemu atm 20 ribuan.

  17. hendri hendriyana

    Reply

    wah bni sudah ada remot internetnya juga ya mbak, saya jadi pengen nih, tapi ini sudah kebanyakan atm sih mbak jadi rada puyeng juga.hehe
    kayaknya kalo nambah lagi bni nanti biaya adminnya saya jadi lebih banyak 😀
    oh iya btw admin perbulannya berapa?trus kalo tf ke bank lain berapa biayanya?

  18. Pingback: Mudahnya Bertransaksi dengan BNI Debit Online | Evrina Budiastuti

  19. stacy banks

    Reply

    Kami Organisasi Islam dibentuk untuk membantu
    orang yang membutuhkan bantuan, seperti bantuan keuangan. Jadi jika Anda
    akan melalui kesulitan keuangan atau Anda berada di setiap
    kekacauan keuangan, dan Anda perlu dana untuk memulai bisnis Anda
    sendiri, atau Anda membutuhkan pinjaman untuk melunasi utang atau
    membayar tagihan Anda, memulai bisnis yang bagus, atau Anda merasa
    sulit untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank lokal, hubungi kami
    hari ini melalui email:
    financialfutureloanfirm@gmail.com

    “Jadi jangan biarkan kesempatan ini berlalu begitu saja” Silakan ini adalah
    untuk berpikiran serius dan Allah takut People, Catatan kami memberikan pinjaman untuk
    perusahaan dan individu misalnya pinjaman bisnis, pinjaman pribadi, pinjaman rumah, kredit mobil, pinjaman mahasiswa, hutang pinjaman konsolidasi, pinjaman tanpa jaminan, modal ventura pada tingkat bunga rendah dan terjangkau dari 2%. Bunga.

  20. Pingkan

    Reply

    kalau punya rekening sendiri akan disamakan datakah dengan KTM dan biaya administrasinya bagaimana ? serta kalau menutup rekening KTM apakah harus meninggalkan uang ? Kalau ya berapa besar uang yang ditinggalkan daripada rekening biasa ?
    Terima Kasih

    • Reply

      Setau saya untuk menutup rekening KTM tidak perlu meninggalkan uanh, waktu zaman saya dulu cukup melapor saja ke CS, kalau rekening berbeda sepertinya harus daftar lagi karena keperluan ktm hanya sampai masih terdaftar sebagai mahasiswa saja

  21. Hastiana

    Reply

    Wah jd inget atm 20rb yg sangat membantu saat paceklik dulu. Oiy mba, tau cara buat kartu himpunan alumni ipb via bank bni?

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.