Budidaya Sayuran di Pekarangan: Pemanenan

Setelah melalui beberapa tahapan proses budidaya mulai dari tahap persiapan, penanaman, hingga pemeliharaan, akhirnya tiba juga pada bagian akhir budidaya sayuran di pekarangan. Tahapan akhir ini merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu untuk merasakan hasil jerih payah pada saat menanam sayuran. Tentunya saat panen merupakan saat yang membahagiakan terutama bagi para petani yang memang berkecimpung dalam budidaya tanaman.

Proses pemanenan ini tergantung dari komoditas sayuran yang kita tanam karena ada sayuran yang dipanen sekaligus dan ada juga yang dipanen berulang. Umumnya sayuran yang hanya berumur hingga satu bulan hanya dipanen satu kali saja, sedangkan sayuran daun serta sayuran berbuah yang umurnya lebih dari satu bulan dapat dipanen berulang tergantung dari kondisi tanaman.

  1. Sayuran daun dipanen hanya satu kali

Contohnya adalah bayam, selada, sawi, caisin, pakcoy, bawang daun dan lain-lain. Cara pemanennanya dengan langsung mencabut keseluruhan bagian tanaman hingga akarnya. Agar tanaman tidak rusak pada saat pemanenan, maka ada baiknya tanah dibasahi atau digemburkan terlebih dahulu supaya akar mudah dicabut sehingga tidak merusak batang dan daun tanaman. Letakkan pada tempat yang jauh dari jangkauan sinar matahari agar sayuran tetap segar.

  1. Sayuran daun dipanen berulang

Contohnya adalah kangkung, kaylan, seledri, kemangi, dan kenikir. Cara pemanenannya adalah dengan memotong batang atau pucuk daun. Pada batang yang dipotong tersebut nantinya akan tumbuh tunas daun kembali sehingga kita dapat memanennya lagi. Pemanenan ini umumnya dapat dilakukan hingga tiga kali pemotongan.

  1. Sayuran berbuah dipanen bertahap

Sayuran buah yang dipanen bertahap disesuaikan dengan fase pematangan buah. Contoh sayuran buah yang dipanen bertahap adalah cabe, tomat, terong, mentimun, kacang panjang, buncis, oyong dan lain sebagainya. Untuk meminimalisir kerusakan sebaiknya gunakan gunting pada saat memanen buah, kecuali cabai yang dapat dipanen dengan menggunakan tangan langsung.

Proses pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar sayuran hasil panen masih dalam keadaan segar. Sayuran ini kemudian dapat diolah sesuai dengan selera atau disimpan dalam refrigerator. Kemudian tanah yang ada dalam pot penanaman sebaiknya jangan dibuang, biarkan saja ada di dalam pot untuk kemudian digunakan kembali dengan menambahkan pupuk kandang lagi pada saat penanaman nanti.

Budidaya sayuran pekarangan

Sebelumnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Pemeliharaan

Sebelumnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Transplanting Bibit

Sebelumnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Pembibitan  

Sebelumnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Wadah Penanaman

Sebelumnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Persiapan Media Tanam

26 Comments

  1. Pingback: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Persiapan Media Tanam | Evrina Budiastuti

  2. Reply

    waktu dirumah Batam,rajin banget nanem sayuran di taman depan rumah. tapi sejak pidah ke siak udah nggak lagi,rasanya beda kalo nanem di kontrakan hehehe.

    • Reply

      wah itu udah bagus ada tanaman sayuran di pekarangan, kaleng susu nya alfi banyak sih di rumah, jadi sayang kalau teronggok begitu saja

  3. Reply

    Dulu aku pernah nanam sayuran sawi dalam pot. Aku taruh di teras dan sukses bikin ngiri tetangga pas panen 🙂
    Pengen ngulang lagi kegiatan ini mbak, hehehe

    • Reply

      untuk beberapa komoditas malah butuh sinar matahari mbak, kangkung caisin, pakcoy, kaylan cabai, tomat butuh sinar matahari, ada juga yg tidak terlalu kuat ika terpapar langsung seperti bayam, selada

  4. sabda awal

    Reply

    akhirnya panen juga dan hasilnya dinikmati, asiiikk, suatu saat saya akan coba ini

    • Reply

      masih beli sayur kok di mamang, ini belum banyak soalnya, apalagi sekarang pekarangannya agak rusak krn sedang nembok pagar

  5. adi pradana

    Reply

    Ingin sekali bisa budidaya sayuran, biar bisa panen dan dimakan sendiri…

  6. Ratna sari

    Reply

    kalau pemanenan sayur lebih bagusnya di pagi hari ya mba, kalau sore sore gimana?

  7. Pingback: Anyang-Anyangan, Atasi dengan Ekstrak Cranberry Prive Uri-Cran

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.