Budidaya Sayuran di Pekarangan: Pemeliharaan

Setelah melakukan transplanting bibit, maka tahapan selanjutnya dalam budidaya sayuran di pekarangan adalah pembesaran tanaman dan pemeliharaan. Pada tahapan ini diperlukan kesabaran dan keuletan dalam pemeliharaan karena apa yang kita lakukan pada masa perkembangan tanaman sangat menentukan hasil panen. Secara umum proses pembesaran dan pemeliharaan tanaman sayuran pekarangan hampir sama, yang membedakan adalah umur komoditas sehingga menentukan lamanya waktu pemeliharaan hingga menjelang panen.

Beberapa hal yang harus dilakukan pada tahap pembesaran dan pemeliharaan tanaman diantaranya:

  1. Pemberian Pupuk Susulan

Penanaman sayuran di pekarangan bertujuan untuk dikonsumsi sendiri guna membantu pemenuhan sayuran keluarga. Oleh karena itu diusahakan untuk menggunakan bahan organik dalam setiap proses budidayanya. Pemupukan susulan diberikan kepada tanaman dengan menggunakan pupuk organik berupa pupuk kandang, kompos atau pupuk organik cair (POC). Untuk pemberian POC biasanya dilakukan sebanyak 3-7 hari sekali dengan melarutkan 10-100 ml pupuk alam 1 liter air yang disiramkan pada media tanam. Sedangkan untuk pemberian pupuk organik berupa pupuk kandang dapat diberikan setiap 30 hari sekalis ebanyak 50-100 gra atau 2-3 genggam pupuk per tanaman.

Pupuk Kandang

  1. Penyiraman

Umunya penyiraman dapat dilakukan sebanyak 1-2 kali sehari tergantung dengan umur tanaman, media tanam, populasi serta cuaca. Semakin besar ukuran tanaman dan semakin banyak populasinya maka intensitas penyiraman semakin sering dilakukan. Terutama pada saat tanaman sedang berbunga dan berbuah. Pada tahap ini penyiraman tidak boleh terlambat karena akan menyebabkan gugurnya bunga sehingga tidak terjadi pembuahan.

  1. Penggemburan Tanah

Penggemburan tanah bermanfaat untuk mengembaikan aerasi tanah agar ketersedian oksigen tetap terjaga serta memberikan kesempatan agar akar dapat berkembang lebih baik. Penggemburan dapat dilakukan bersamaan pada saat roguing.

  1. Roguing

Roguing atau penyiangan gulma penting untuk dilakukan. Gulma adalah tanaman penggangu yang keberadaannya tidak dikehendaki pada pertanaman. Menyiangi gulma dapat memberikan kesempatan bagi tanaman budidaya untuk mengoptimalkan penyerapan unsur hara dan ruang tumbuh tanaman.

Contoh pekarangan yang banyak gulmanya

  1. Pengendalian hama penyakit terpadu

Pengendalian hama dan penyakit terpadu untuk tanaman pekarangan diharuskan menggunakan bahan-bahan organik seperti pestisida nabati. Hal ini bertujuan agar sayuran yang dihasilkan aman dari cemaran bahan kimia berbahaya seperti pestisida yang dapat mengganggu kesehatan keluarga. Pembuatan pestisida nabati sangat mudah dilakukan karena umumnya menggunakan bahan yang sudah tersedia di sekitar. Untuk pembuatan pestisida nabati ini akan diuraikan pada postingan yang berbeda. Selain itu untuk mengendalikan hama dan penyakit juga dapat dilakukan secara mekanis seperti eradikasi atau pembuangan atau pemusnahan hama secara mekanis dan mencabut tanaman yang terserang penyakit agar tidak menyebar kepada tanaman lainnya. Kita juga bisa menggunakan musuh alami untuk mengendalikan hama, contoh musuh alami yang mudah ditemukan adalah laba-laba, belalang kumis panjang,  Coccinellid, dan lain-lain.

Saya pernah mengalami kegagalan panen pertama karena tidak memantau tanaman oyong yang sedang berbuah. Rupanya setelah diamati lebih jauh, buah yang dapat dipanen dalam waktu seminggu sudah terserang hama lalat buah yang menghabiskan hampir seluruh isi buah. Jika saya sudah melalukan pengendalian lebih awal kemungkinan buah oyong tersebut dapat terselamatkan dan dapat dipanen sesuai waktunya.

Buah Oyong yang Terserang Hama

Selama pemeliharaan tanaman dilakukan secara rutin, hasil yang kita dapatkan ketika panen juga akan lebih besar. Oleh karena itu kita tetap melakukan pemantauan terhadap tanaman setiap harinya sebagai langkah awal terhadap kemungkinan yang tidak diinginkan. Selamat mencoba!

Sebelumnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Transplanting Bibit

Sebelumnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Pembibitan  

Sebelumnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Wadah Penanaman

Sebelumnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Persiapan Media Tanam

Selanjutnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Pemanenan

28 Comments

  1. Lusi

    Reply

    Kudu rajin bersih2 ini ya, nggak boleh melototi gadget terus, biar taneman nggak diserang hama heheee

  2. Pingback: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Persiapan Media Tanam | Evrina Budiastuti

  3. ade anita

    Reply

    Aku pingin nih punyA kebun kek gini tapi kenapa gagal mulu ya? Bahkan nanam cabe pun gagal… rupanya aku tidak setelaten dirimu sepertinya

    • Reply

      kalo gagal coba lagi Mbak Ade, in syaa Allah nanti bis akok dan tau ramuannya gimana biar berhasil karena mencoba sendiri

  4. Ika

    Reply

    Nice info klo bli pupuk poc bagus nya pilih yg merk ap y? Maaf masih awam klo soal berkebun,,klo di bogor dimna y bsa bli nya? Mksih sblmnya

    • Reply

      kalo merk saya kurang hafal, tapi saya tau harganya, untuk yang harganya 40ribuan sudah bagus kok. usahakan kandungannya lengkap terdapat unsur hara makro dan mikro, di bogor bisa beli di toko2 pertanian speerti di Tani Jaya di jembatan merah, di taman topi juga ada, dramaga tani di leuwikopo deket kampus ipb, di agropromo IPB barannang siang juga ada

  5. Agus

    Reply

    kalo di Surabaya sih agak susah punya rumah dengan pekarangan yang gede

  6. donna imelda

    Reply

    Berasa minder kalau soal tanam menanam, gak pernah sukses. Bahkan sekedar tanaman bunga pun xixixi

  7. Pingback: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Pemanenan | Evrina Budiastuti

  8. Pingback: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Transplanting Bibit | Evrina Budiastuti

  9. Pingback: Budidaya Bunga Aster di Pekarangan dengan Mudah

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.