Budidaya Sayuran di Pekarangan: Persiapan Media Tanam

Pagi ini saya sudah berniat untuk kembali membereskan pekarangan rumah yang sudah tidak terurus selama seminggu. Ada beberapa tanaman yang sebelumnya sudah saya panen yaitu caisin atau sawi hijau. Nah wadah bekas caisin ini saya gunakan kembali untuk menanam beberapa bibit yaitu seledri, cabai dan kangkung. Tetapi sebelumnya kita perlu menyiapkan dulu media tanamnya.

Karena judulnya budidaya sayuran di pekarangan maka penyiapan media tanam ini dikhususkan untuk mengisi wadah penanaman. Sedangkan apabila kita menanamnya langsung di tanah, kita cukup mengolah tanah dan memberikannya pupuk kandang dan membiarkannya selama seminggu sebelum dilakukan penanaman.

Mengapa penyiapan media tanam itu penting? Karena media tanam itu adalah tempat tumbuh dan berkembangnya tanaman yang akan menentukan baik atau tidaknya kondisi tanaman tersebut. Jadi membuat media tanaman juga tidak boleh sembarangan harus diperhatikan beberapa syarat berikut, yaitu:

  1. media harus gembur untuk memudahkan tumbuhnya perakaran
  2. mempunyai porositas yang baik (dapat mengalirkan air)
  3. tersedia unsur hara yang dibutuhkan tanaman baik makro maupun mikro
  4. tidak mengandung bibit penyakit

Sekarang, mari kita buat media tanam dengan mempersiapkan bahan dan alat berikut ini:

  • Sekop untuk mengaduk
  • Ember untuk menakar banyaknya bahan
  • Tanah bagian atas (top soil)
  • Pupuk kandang atau kompos sebagai penyedia unsur hara
  • Arang sekam untuk meningkatkan kapasitas porositas tanah

Kemudian cara membuatnya adalah :

Campurkan tanah, arang sekam, dan pupuk kandang dalam sebuah wadah atau hamparan sebanyak 1:1:1. Gunakan ember untuk mengukurnya, misalnya jika tanahnya 1 ember, maka arang sekam dan pupuk juga satu ember. Aduk hingga rata dengan menggunakan sekop dan jangan biarkan ada bagian yang menggumpal.

Setelah media tanam siap, maka tinggal memasukkan ke dalam wadah penanam. Wadah penanam tidak harus selalu menggunakan pot atau polybag, kita bisa menggunakan barang-barang bekas seperti kaleng, botol plastik, karung, gedebong pisang serta barang-barang bekas lain yang dapat digunakan sebagai wadah.

Nah, media tanam ini dapat digunakan langsung untuk penanaman benih tertentu seperti kangkung, oyong atau bayam yang tidak memerlukan penyemaian terlebih dahulu. Untuk benih yang perlu disemai seperti caisin, pakcoy, selada, tomat, cabai, terong, dan lain sebagainya bisa menggunakan media tanam tersebut untuk pembibitan.

Gampang kan? Setelah menyiapkan media tanam, pembahasan selanjutnya adalah melakukan pembibitan yang akan ditulis pada postingan berbeda. Selamat mencoba di rumah.

Selanjutnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Pembibitan  

Selanjutnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Wadah Penanaman

Selanjutnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Transplanting Bibit

Selanjutnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Pemeliharaan

Selanjutnya: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Pemanenan

29 Comments

    • bisnism

      Reply

      Wah setuju banget nih… Harus di bookmark. Hahaha. Saya punya halaman yang cukup luas. Walaupun saya cowok tapi saya suka bercocok tanam, dan kebetulan yang saya tanam itu bunga-bungaan, karena saya merasa setelah ditanam, kalau sukses ada hasilnya yang bisa dinikmati, yaitu bunga yang memberi keindahan di kebon. Hehehe.

      Cuma sayangnya saya kurang pengetahuan soal tanam-menanam, dan asal hajar saja. Saya sempat beli bibit bunga secara online. Terus bibitnya saya tanam. Tapi masalahnya kondisi tanah sepertinya belum siap, yaitu masih keras banget. Cuman sedikit yang saya cangkul dan tidak diberi pupuk. Jadi tanamannya tumbuh cuman gak subur.

      Nah, setelah melihat-lihat blog ini, saya jadi terinspirasi untuk membenahi kebon saya. Bisa ditanam bunga, bisa ditanam sayur, bisa ditanam buah, semua menghasilkan dan tentunya subur. Tentu sangat menyenangkan dan memuaskan hati melihat tanaman-tanaman itu tumbuh dan akhirnya berguna. Makasih ya bu atas sharingnya…

      • Reply

        sama2, semoga bermanfaat ayo kita menanam, makasih juga sudah berkunjung, saya masukkan list blog walking saya ya

  1. fanny fristhika nila

    Reply

    drdulu yg pgn bgt aku tanam itu cabe rawit ama tomat cherry mba :D.. tapi sprti biasa, antara males mau mulai ama ga ada waktu itu bedanya tipiiis bgt :D..Jd ampe skr blm kesampaian -__-

  2. Reply

    Peralatan perang udah kumplit tapi perlu pom2 buat nyemangatin nih, belum ada taneman apapun di halaman, baru rumput aja. 🙁

  3. Reply

    Padahalkalau lagi di lab,harus ekstra cermat menakar reagen. Tp kalau bertanamgini aku paling emoh nakar2 media.wkwkwk seringnya pake feeling doang.Alhasil kadang bagus, kadang malah ga numbuh. etapi kangkung dari jeng ev dah nunggu panen euyy 😀

    • Reply

      hehe klo di lab harus sesuai ya mbak soalnya bahaya juga kalo ngasal, wah kangkung saya malah keriting kecil2 kekurangan gizi soalnya kemarin nakar medianya gak pas

  4. Hastira

    Reply

    nah ini yang masih ingin dikerjakan tapi masih belum ada motivasi. Semoga makin termotivasi

  5. Reply

    Di rumahku ada petani mak..sejak kecil saya sering lihat mama ngurusin tanaman, bungapun seringkali dibongkar untuk digemburkan lagi tanahnya dan dicampur pupuk, hasilnya rumah selalu dipenuhi bunga… kalau untuk sayuran bijinya dihamburkan begitu saja sama mama..hihi

  6. Pingback: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Pembibitan | Evrina Budiastuti

  7. Reply

    Seledrinya tumbuh subur dan segar. Aku ga pernah berhasil menanam sayur yang satu ini 🙁

    trims sudah berbagi tips 🙂

  8. Pingback: Budidaya Sayuran di Pekarangan: Wadah Penanaman | Evrina Budiastuti

  9. Reply

    hai mak… tya dong,gmn bedain mana benih yg hrs disemai dulu sama yg ga hrs disemai?lgi pengen nanem sayuran nih… dirmh udh ada rawit,tomat sama jahe merah tpi bkn sy yg nanem tpi tukang,tau2 udh numbuh gitu ^_^,nah skrg ceritanya lgi pengen nanem sendiri gitu,heee

    • Reply

      makasih mbak sudah mampir membedakan benih yang disemai atau tidak, sebenarnya benih yang disemai dulu itu untuk menjaga agar bibit tidak rusak, itu berlaku untuk benih-benih yang mahal sih mbak seperti cabe dan tomat, dua jenis komoditas itu tidak disemaipun bisa tumbuh hanya saja dikhawatirkan rusak

  10. lontang lantung

    Reply

    Pagi ini saya sedang mencari solusi untuk memanfaatkan halaman yg tak terurus,
    ternyata di website ini saya memdapatkan hal yang lebih menguntungkan lagi
    saya mendapatkan inspirasi untuk menjadikan halaman saya sebagai kebun vertical. terimakasih atas infonya.

  11. Pingback: Budidaya Bunga Aster di Pekarangan dengan Mudah

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.