Mendaftar Haji, Salah Satu Cita-Cita Menggapai Ridho Illahi

Pergi beribadah ke Mekkah Madinah mungkin menjadi dambaan setiap muslim di dunia. Sayapun memiliki cita-cita tersebut. Entah melalui jalan umroh atau ibadah haji, yang penting dapat menginjakkan kaki dan beribadah di kota suci umat Islam tersebut.

Awalnya saya mengajak pak suami untuk pergi umroh saja mengingat waktu tunggu untuk ibadah haji sangat lama. Namun pak suami mengatakan lebih baik utamakan daftar haji lebih dahulu baru kemudian menabung lagi untuk umroh. Walaupun waktu tunggunya lama, siapa tau ada rezeki untuk berangkat lebih cepat.

Hal tersebut mungkin saja terjadi karena budeh saya (kakak perempuan dari orang tua dalam bahasa jawa) dapat pergi haji dalam waktu tunggu hanya 5 tahun saja. Mungkin karena budeh sudah cukup umur dan memang sudah menjadi rezekinya, maka dia dapat berangkat haji lebih cepat.

Berdasarkan berbagai pertimbangan dan memang sudah diniatkan, akhirnya tabungan yang sudah terkumpul untuk berangkat umroh dialihkan untuk mendaftar haji saja.

Baca ini juga ya: Menanti Pengajuan Visa Korea Selatan

Barangkali ada yang ingin mendaftar haji juga, berikut ini adalah cara mendaftarnya ya.

Cara Mendaftar Haji

Untuk keperluan biaya umroh dan haji, saya menabung di salah satu bank nasional syariah. Saya menyebut namanya saja ya supaya tau apa saja yang dipersyaratkan karena ternyata tiap bank berbeda. Saya menabung di BNI Syariah, sementara pak suami menabung di Bank Syariah Mandiri (BSM).

Di kedua bank tersebut memiliki peraturan yang sama apabila ingin mendaftarkan haji yaitu harus memiliki saldo minimal Rp. 25.500.000,- baru kemudian bisa mengurus pendaftaran haji.

Syukur alhamdulillah tabungan kami sudah mencapai angka minimal di bulan Desember 2018 lalu sehingga kami sepakat untuk mulai mengurus pendaftaran di masing-masing bank.

Untuk syarat mendaftar haji melalui BNI Syariah dan BSM terlampir pada foto di bawah ini ya:

Kiri: Persayaratan di BSM, Kanan: Persyaratan di BNI Syariah

Apabila persyaratan di atas sudah terpenuhi, maka segera datang ke bank untuk dibantu proses pendaftarannya. Oh iya jangan lupa membawa buku tabungan dan identitas diri lengkap.  

Waktu saya datang ke BNI Syariah, saya dapat langsung memproses administrasi. Sementara waktu suami saya mendaftar melalui BSM ternyata harus menunggu jam 9 pagi dulu karena katanya sistem di Kemenag baru dibuka jam 9 pagi.

Nah untuk pendaftaran haji di BNI Syariah, begini prosesnya berdasarkan pengalaman tanggal 12 Desember 2018:

1. Melalui customer service (CS), berkas yang sudah saya siapkan kemudian diperiksa. Setelah dinyatakan lengkap, maka saya diminta untuk mengisi 2 formulir yaitu Surat Kuasa/Wakalah dan Surat Pernyataan Pendaftaran Calon Jemaah Haji.

2. Petugas CS kemudian mendaftarkan pengajuan haji saya ke sistem Kemenag.

3. Setelah semuanya lengkap, saya langsung diarahkan untuk ke teller guna membayar setoran awal dana haji dan dilakukan debit senilai Rp. 25.000.000,-

4. Selanjutnya saya menerima beberapa berkas termasuk Tanda Bukti Setoran Awal untuk dibawa ke kanwil Kemenang di kabupaten/kota. Apabila proses administrasi di bank sudah selesai, langkah selanjutnya adalah mendaftarkan diri ke Kanwil Kemenag daerah untuk mendapatkan porsi haji. Karena saya tinggal di Kabupaten Bogor, maka saya mendaftarkan diri di Kanwil Kemenag Kabupaten Bogor yang ada di dekat Setu Cibinong.

Waktu saya dan pak suami mendaftarkan diri di sana, saya pikir akan mengantri lama karena ada cukup banyak orang di ruangan. Ternyata mereka sedang menunggu antrian untuk foto dan sidik jari sehingga saya dan pak suami dapat langsung mengurus pendaftaran ke petugas yang ada tanpa harus mengantri.

Baca ini juga yuk: Cara Membuat E-Passport dan Visa Waiver

Apabila diringkas, berikut adalah beberapa langkah pendaftaran porsi haji di Kanwil Kemenag Cibinong:

  1. Berkas lengkap termasuk bukti pembayaran dari bank diserahkan kepada petugas untuk diperiksa kelengkapannya. Petugas nanti akan menata urutan dokumen yang diberikan.
  2. Jika berkas dinyatakan lengkap, maka calon jamaah diwajibkan untuk mengisi formulir Konsep Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH). Formulir tersebut sebagai bahan petugas untuk dimasukkan ke sistem online.
  3. Setelah itu kami diarahkan untuk pengambilan foto dan sidik jari. Proses pengambilan foto dan sidik jari tidak terlalu lama, hanya memakan waktu beberapa menit saja.
  4. Selanjutnya kami tinggal menunggu terbitnya SPPH saja. Petugas akan meminta calon jemaah untuk memeriksa secara teliti SPPH yang sudah diprint karena apabila ada kesalahan akan langsuang dikoreksi saat itu juga. Apabila dirasa sudah benar maka SPPH sudah boleh dibawa pulang sebagai bukti sudah mendapatkan nomor porsi haji.

Oh iya, waktu tunggu untuk berangkat haji saat saya mendaftar di bulan Desember 2018 adalah 17 tahun. Sangat lama ya, jika memang rezekinya, maka saat itu anak saya sudah berusia 24 tahun, sedangkan saya sendiri berusia 50 tahun. Wallahualam.

Alhamdulillah langkah awal menuju Mekkah Madinah melalui ibadah haji sudah terpenuhi. Semoga Allah meridhoi usaha para calon jamaah sehingga benar-benar mendapatkan rezeki untuk beribadah haji. Aamiin.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

26 Comments

  1. Reply

    Terima kasih… tabunganku masih belum cukup buat umroh atau haji…mudah-mudahan tahun 2019 ada rejeki untuk menambah kekurangannya

  2. Reply

    sbnrnya krn waktu tunggu yg lama itu, yg bikin aku sampe skr jg ga dftar2 utk haji. lebih memilih umroh sih. tp ntahlah, suami sih ttp mau daftar.. cm aku pribadi mendingan aku daftarin anak2ku daftar haji, jd pas waktunya, mereka juga udh gedean dan kuat.

    • Reply

      Kalau daftarnya dari tahun2 sebelumnya mungkin waktu tunggunya lebih sebentar mbak, teman Saya daftar 2013, alhamdulillah bisa berangkat haji kemarin 2018. Umroh insyaaAllah menyusul juga, sudah daftar haji lebih tenang

  3. Reply

    ternyata mudah sekali cara daftarnya untuk haji, tapi lama sekali yah mbak evrina sekarang sudah sampe 17 tahun waktu tunggunya, alhamdullilah ada rejeki jadi bisa daftar dulu, siapa tahu rejeki bisa berangkat lebih cepat kan.

    mbak kalau daftar beda bank ini, nantinya akan mungkin beda panggilan daftar tunggu haji gak sih ?

  4. Reply

    Waduh entah mengapa saya terharu baca tulisan ini. Kapan bisa punya kemauan buat nabung…
    Soal waktu tunggu yang panjang sih menurutku itu adalah sebuah ujian ya mbak heheh. Ngomong-omong terima kasih sudah memberi saya motivasi untuk ikut menabung biar nantinya bisa naik haji ๐Ÿ™‚

  5. Reply

    17 tahun? Tahun lalu saya juga daftar dari kota Bekasi, dan waktu tunggunya 18 tahun, lebih lama setahun ๐Ÿ˜€

  6. GoTravelly.com

    Reply

    Alhamdulilah, lengkap banget informasinya. Dan masa tunggunya memang bikin extra sabar…. Semoga dilancarkan ibadanya nanti kak.

  7. Reply

    Wah panjang juga ya waktunya untuk antri sampe 17 tahun begitu. Saya juga jadi pengen daftar cepat supaya bisa segera naik haji. Tapi kendalanya tabungan belum cukup. Semoga ada rejeki setelah ini. Aamiin.

  8. Cory Pramesti

    Reply

    Alhamdulillaaah, semoga saya bisa mengikuti jejaknya mbak ev. Tapi kayaknya saya lebih memilih umroh dulu kalau memang Allah memberikan rezeki lebih nanti. Mengingat saya ingin pergi bareng orang tua dan orang tua juga udah sepuh. Biar tidak menunggu terlalu lama. :”) thanks infonya mba, ku jadi tahu persyaratannya saat mau mendaftar haji.

  9. Firmansyah

    Reply

    Subhanallah, semoga niat baiknya diridhoi Allah SWT ya mbak. Semoga berkah, dipermudah dan dipermurah rezekinya sambil menunggu 17 tahun. Aaamiin.

  10. Reply

    masyaAlloh semoga menular kayak mba Ev, insyaAlloh pengen banget menunaikan ibadah haji mudah2an umur panjang aamiin..lama juga ya mba Ev 17 tahun masa tunggunya

  11. Reply

    Halo Mbak Evrina, apa kabar?

    Salut. Mbak sudah mendaftar haji pada usia masih muda. Saya agak terlambat, karena lalai di usia muda. Tapi alhamdulillah ada rezeki, jadi bisa mendaftar juga. Menurut rencana berdasar waktu tunggu, saya direncanakan berhaji pada tahun 2028.
    Semoga saja niat berhaji kita akan kesampaian juga pada saatnya nanti. Insya Allah.

    Salam dari saya di Sukabumi.

    • Reply

      Aamiin Pak, tidak Ada kata terlambat untuk kebaikan, semoga Ada rezeki Kita saat waktunya untuk ibadah Haji, disehatkan lahir batin. Aamiin

  12. Nur Ludfia

    Reply

    Tabunganku masih belum cukup kak buat umroh atau haj. Semoga tahun depan ada rejeki. ๐Ÿ™‚

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.