Ciptakan Peluang Mu

Dua tahun yang lalu saya sempat menolak peluang besar yang datang kepada saya. Waktu itu saya menolaknya karena memang saya belum bisa meninggalkan buah hati tercinta untuk pergi diklat (pendidikan dan latihan). Atasan saya agak sedikit memaksa untuk tetap ikut diklat karena saya masih bisa pulang pergi dari tempat diklat ke rumah agar anak tetap terjaga. Tetapi saya masih ragu dan menolak tawaran tersebut dengan berpikir pasti tahun depan akan ada lagi diklat yang sama.

Namun kenyataan berkata lain, diklat yang saya incar ini ternyata tidak datang pada tahun berikutnya. Untuk mengikuti diklat ini saya harus mendaftarkan diri secara online di Malang, kemudian mendaftar lagi di Ciawi dan ketika bertemu dengan orang-orang dari Balai Pelatihan, saya langsung mengajukan diri untuk menjadi peserta diklat. Sayang usaha saya tersebut tidak membuahkan hasil. Saya harus menunggu dua tahun hingga akhirnya kesempatan itu datang lagi.

Berkaca dari kejadian tersebut, saya tidak ingin lagi menyia-nyiakan kesempatan atau peluang yang datang. Memang tidak semua peluang itu baik untuk diambil, tetapi kita bisa membaca apakah peluang tersebut baik atau tidak untuk kita ambil.

Seperti apa yang disampaikan oleh Tokopedia dalam sebuah campaign bernama Ciptakan Peluang Mu. Campaign ini menginspirasi saya bahwa sebenarnya tiap orang mempunyai tujuan yang sama yaitu menciptakan peluangnya masing-masing. Saya menggaris bawahi pada kata menciptakan, itu artinya kita tidak boleh bergantung begitu saja terhadap datangnya sebuah peluang. Kita harus menciptakan karena peluang itu sendiri akan datang mengingat potensi di sekitar kita begitu banyak. Bukan begitu?.

Tokopedia

Ciptakan Peluang Mu, Sumber: Tokopedia

Dari situ akhirnya saya memberanikan diri untuk ikut serta dalam sebuah lomba karya tulis ilimah yang diadakan oleh kantor. Awalnya saya menolak dengan alasan tidak cukup waktu untuk membuat sebuah Karya Tulis Ilmiah (KTI). Tetapi atasan saya tetap mendorong agar saya mau ikut serta pada lomba tersebut. Atasan saya berharap agar saya bisa mendapatkan pengalaman dari lomba KTI karena sesungguhnya juara bukanlah hal yang utama. Beliau mengatakan bahwa jalan saya masih panjang dan akan lebih baik jika saya dapat mengumpulkan pengalaman berharga selagi muda.

Akhirnya sayapun mengikuti saran Beliau, saya mendaftarkan diri pada lomba KTI. Siapa sangka ternyata lomba tersebut tak hanya sekedar lomba. Para juri ternyata mencari sebuah teknologi tepat  guna yang dapat diaplikasikan dengan biaya minim. Rupanya itu adalah intisari dari lomba KTI yang diadakan kantor selain mencari gelar juara.

Saya memang belum mendapatkan informasi siapakah juara yang memenangkan lomba. Tapi saya sudah mendapatkan kepastian dari kantor bahwa nanti saya akan diminta untuk mengajarkan karya tulis yang saya buat kepada para penyuluh swadaya beserta para petani lainnya. Dari situ saya mulai sadar, bukankah ini adalah satu hal yang saya impikan? yaitu ingin menjadi seorang pengajar, pengajar di bidang pertanian.

Jika kita lihat, peluang tersebut tidak datang begitu saja tetapi merupakan peluang yang saya ciptakan dari hasil karya tulis yang saya buat. Seandainya saya tidak mengirimkan karya tulis tersebut akankah kesempatan yang sama datang kepada saya?.

Maka mulai dari sekarang janganlah untuk menunggu datangnya peluang, namun ciptakanlah peluang mu sendiri kawan. Tetap semangat untuk meraih mimpi ya.

24 Comments

  1. Liza

    Reply

    Mak vinaa, diriku sekrang berada diposisimu dulu. November nanti harus berangkat diklat 40 hari di jkt dan ninggalin anak 🙁 sedih banget, tp kesempatan tidK datang dua kali. Saya memutuskan untuk ikut dan alhamdulillah masih ada mama yang menjaga Naqiya

    • Reply

      wahhh saya merasakan apa yang mak liza rasakan, mak iza harus kuat supaya Naqiya juga gak terbawa perasaan, duhhh berasa banget sebulan, saya itu paling lama ninggalin Alfi 3 minggu udah mewek

  2. Reply

    orang yang kreatif cenderung menciptakan peluang sendiri ketimbang menunggu peluang datang. saya sendiri masih belum termasuk di golongan itu, masih belajar untuk menciptakan peluang sendiri 🙂

  3. Reply

    iya, biasanya karena kurang PD ya jadi ngga maju2 T.T
    sedang ngalami banget nih… saya lg ngejar motivasi dan kesempatan yang sedang dibuka di depan mata. doakan juga ya maak. semoga menang mak!

  4. Reply

    setuju mbk, gk langsung mak bedundug datang, kalau mau menunggu peluang datang bs aja sih, tp yg namanya menunggu itu nggak enak bgd, jd mending nyiptain peluang aja ya mbk ev, sip sip, selamat ya, keinginannya tercapai 🙂

    • Reply

      hehe iyah saya agak kaget waktu dibilang sama orang kantor disuruh ngajar, ternyata mereka sengaja bikin lomba untuk menemukan kreatifitas, yah mudah2an aja sukses

  5. Reply

    Yes! Ciptakan peluang, tidak arus menunggu peluang..
    Yang pasti sudah bebeapa kali saya menciptakan peluang, untuk diri saya sendiri termasuk juga untuk orang lain terutama tetangga sekitar.
    Salah satunya, impian saat mengikuti GA di blog ini.. 🙂

    Salam hangat dari Bondowoso..

  6. Reply

    Memang benar nih Mbak, peluang memang harus diciptakan. Setuju banget…
    Saya baru mengamati tampilan blog Mbak yang serba hijau ini, pas banget dgn latar belakang ilmu pertanian, dgn tagline yang cantik pula, menghijaukan bumi melalui tulisan… Go Green, Mbak…

    Salam dari saya di Sukabumi,

  7. ulu

    Reply

    Tagline Tokopedia yang baru, saya suka banget. Iklannya juga, daleeeem! intinya gak tergantung kemampuan ya kadang-kadang, tapi kesempatannya. Peluangnya gitu deh 😀

  8. Reply

    memang .. kalau ada peluang langsung sikatttt
    tapi … situasi kondisi yang membuat jadi berbeda ..
    ya begitulah dinamika kehidupan … yang penting tetap semangattt

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.