Demonstrasi Plot (Demplot), Alternatif Metode Penyuluhan Untuk Tahap Menilai dan Mencoba

demonstrasi_plot_demplotBulan September 2019 adalah bulan di mana saya mulai cuti dari bekerja. Namun, di minggu pertama, saya masih harus masuk karena harus melaksanakan Farmer Field Day (FFD) di lokasi demonstrasi plot atau demplot yang saya laksanakan.

Pada acara FFD tersebut, ternyata ada salah seorang anggota kelompok yang belum tau apa itu demplot. Wajar saja Beliau belum tau karena memang sebelumnya Beliau bukanlah petani dan baru saja bergabung dengan kelompok.

Mungkin sebagian pembaca yang bukan penyuluh belum mengetahui apa itu demonstrasi plot atau demplot. Demonstrasi di sini yang pasti berbeda dengan demonstrasi yang turun ke jalan sambal membawa spanduk menuntut sesuatu. Lantas apakah demplot itu? Saya jabarkan lebih lanjut melalui segmen-segmen di bawah ini ya.

Demplot, Sebagai Salah Satu Metode Penyuluhan Pertanian

Demplot adalah salah satu bagian dari metode penyuluhan pertanian yang menjadi cara bagi penyuluh dalam menyampaikan materi penyuluhan pertanian kepada petani dan keluarganya. Harapan penggunaan metode ini adalah agar apa yang disuluhkannya dimengerti, diterima dan mau diterapkan oleh sasaran. Sehingga penyuluh harus menggunakan metode yang tepat dalam penyampaian materi penyuluhan kepada sasaran.

Nah, demplot adalah salah satu metode yang efektif dalam menyampaikan materi penyuluhan karena banyak melibatkan panca indra dalam proses belajar mengajar.

metode-penyuluhanBerdasarkan hasil penelitian Socony Vacum Oil Co., diketahui bahwa tahap penerimaan pembelajaran sesorang sangat dipengaruhi oleh penggunaan panca indera dengan rincian sebagai berikut:

Panca Indra

Persentasi penggunaan untuk pembelajaran

Indra Pengecap

1%

Indra Pencium

1,5%

Indra Peraba

3,5%

Indra Pendengar

11%

Indra Penglihat

83%

Berdasarkan data tersebut, sebaiknya dalam proses pembelajaran jangan hanya melibatkan satu indra saja sehingga demplot menjadi salah satu metode efektif dalam penyampaian materi penyuluhan.

Untuk tahapan adopsi di tingkat petani, metode demostrasi cocok untuk tingkatan adopsi menilai dan mencoba dengan jumlah sasaran di tingkat kelompok.

Baca ini ya: sekolah lapang PTT padi sawah

Pelaksanaan Demonstrasi Plot

Demonstrasi penyuluhan sebenarnya ada beberapa tergantung luasan area yang digunakan serta banyaknya petani atau kelompok yang dilibatkan, yaitu:

  • Demonstrasi Plot (Demplot), luas lahan yang digunakan 0,1 ha.
  • Demonstrasi Farming (Demfarm), luas lahan yang digunakan 1 – 5 ha.
  • Demonstrasi Area (Dem-area), luas lahan yang digunakan 25 – 100 ha.
  • Demonstrasi Unit (Dem-Unit), gabungan kelompok tani dalam satu hamparan.

Pada pembahasan ini terfokus pada demplot yang areanya 0,1 ha. Saya sudah melaksanakan tiga demplot baik yang dibiayai oleh APBD maupun secara swadaya. Demplot yang saya laksanakan yaitu demplot padi sawah varietas unggul baru (VUB), demplot PTT padi sawah, dan yang sedang berlangsung saat tulisan ini diterbitkan adalah demplot PTT kacang tanah.

demplot_ptt_padi_sawah

Pelaksanaan demplot PTT padi sawah, petani diajak untuk terlibat secara langsung

Tahapan melaksanakan demplot yang pernah saya lakukan adalah:

  1. Identifikasi permasalahan di wilayah binaan untuk menentukan paket teknologi yang akan digunakan.
  2. Tentukan lokasi tempat akan dilaksanakannya demplot beserta demonstratornya. Demonstrator umumnya petani yang memiliki lahan tempat dilakukannya demplot. Sementara lokasi demplot sebaiknya berada di lahan yang banyak dilalui oleh orang-orang termasuk petani dan di pinggir jalan agar banyak masyarakat yang melihat.
  3. Tentukan banyaknya kelompok atau petani yang terlibat. Demplot sebenarnya dapat dilaksanakan di satu kelompok saja. Tetapi kalau saya tetap mengajak perwakilan kelompok lain saat pelaksanaan demplot agar makin banyak petani yang menyerap informasi.
  4. Tentukan waktu pelaksanaanya dan undang petani yang terlibat terutama saat sosialisasi awal agar tau maksud dan tujuan demplot tersebut. Biasanya saya akan mengundang beberapa petani yang menjadi perwakilan untuk melakukan penanaman bersama sekaligus sosialisasi pelaksanaan demplot.
  5. Perbedaan demplot dengan metode lainnya adalah saat melaksanakan demplot maka penyuluh bersama demonstrator melakukan pengamatan mingguan terhadap perkembangan tanaman dan kondisi agroekosistem. Pengamatan ini sebagai bahan laporan dan evaluasi terhadap hasil demplot kepada seluruh peserta.
  6. Lakukan Farmer Field Day (FFD) yang merupakan hari temu lapang petani untuk membahas minimal salah satu paket teknologi yang diterapkan di dalam demplot. FFD dapat dilaksanakan saat penanaman, saat pemeliharaan, atau saat panen.

    demplot_kacang_tanah

    FFD saat penanaman bersama di demplot PTT kacang tanah

  7. Pada tahap akhir, setelah dilakukan pemanenan, susun data dan laporan, lalu lakukan sosialisasi keseluruhan hasil pelaksanaan demplot kepada para petani, khususnya para peserta demplot.

Apa yang Diharapkan dari Demplot

Pelaksanaan demplot diharapkan dapat membuat petani untuk tertarik mencoba teknologi yang sudah dicontohkan dalam budidayanya sendiri. Karena di dalam demplot, petani diajak untuk menilai dan mencoba secara langsung terhadap tahapan budidaya dan teknologi yang ditawarkan.

Beberapa orang senior mengatakan bahwa karena sasarannya adalah petani mau mencoba, maka praktik demplot ini harus berhasil yang artinya memberikan hasil panen lebih tinggi dibandingkan dengan cara budidaya biasa.

Saya setuju dengan pernyataan tersebut tetapi juga tidak mengunci bahwa yang namanya demplot harus berhasil karena dalam praktik budidaya tanaman ada factor eksternal di luar kendali manusia. Seperti contohnya faktor bencana alam atau serangan hama penyakit.

Demplot PTT padi sawah yang sudah saya laksanakan di tahun 2018 sempat terkena banjir serta angin puting beliung sehingga banyak padi yang mengalami rebah. Namun syukur alhamdulillah hasil ubinannya masih lebih tinggi disbanding dengan cara budidaya biasa. Alhamdulillahnya setelah itu demonstrator yang biasanya menanam dengan jarak tanam tidak beraturan, setelah melaksanakan demplot jadi menggunakan jarak tanam jajar legowo.

Berbeda dengan pelaksanaan demplot VUB yang saya laksanakan di tahun 2017. Saat itu hasil panennya tidak bagus karena terserang tungro yang membuat tanaman menjadi rusak hingga tidak menghasilkan. Lalu apakah berarti demplotnya tidak berhasil? Tidak juga. Selain karena serangan hama penyakit, hasil pengamatan demplot menyebutkan kalau ternyata VUB tersebut tidak cocok apabila ditanam di area kelompok tersebut.

Demikian adalah beberapa penjelasan terkait demplot. Metode ini adalah salah satu metode yang sebaiknya tetap dilaksanakan oleh penyuluh dalam diseminasi teknologi karena cenderung lebih membekas diingatan para petani ketimbang penyuluhan biasa tanpa menggunakan metode demonstrasi. Semoga bermanfaat.

2 Comments

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.