Dua Jam Bersama Anne Adzkia

Percaya tidak kalau internet mampu memberikan berjuta manfaat? Salah satunya adalah manfaat yang tak tergantikan yaitu persahabatan. Baru kemarin saya mendapatkan kiriman dari seorang sahabat yang saya kenal melalui dunia maya. Padahal awalnya kami tidak pernah bertemu lho, tetapi internet menyatukan semua. Blog adalah salah satu hal yang mempertemukan kami.

Sekali lagi saya mendapatkan manfaat melalui blog. Beberapa minggu yang lalu saya berjumpa dengan seorang blogger yang juga praktisi Home Schooling bernama Anne Adzkia Indriani. Kami sudah bertemu satu kali pada acara Fun Blogging 5. Siapa sangka untuk kedua kalinya kami bisa bertemu dan mengenal lebih jauh satu sama lain. Ada Banyak hal yang saya dapat ketika bertemu dengan Beliau terutama tentang cara Mbak Anne dalam mendidik dua buah hatinya.

Ingin tau seperti apa? Simaklah perjalanan kami berikut ini (lihat videonya dulu ya sebelum berlanjut ke bawah):

Sabtu, 12 September 2015

Berawal dari Networking Competition yang digelar oleh Fun Blogging dimana setiap peserta harus menjalin sebuah networking kepada salah seorang teman yang belum pernah dikenal secara mendalam, namun akan lebih bagus jika belum pernah kenal sama sekali. Saya tertarik untuk ikutan karena tentunya kontes ini unik dan bisa menambah persahabatan.

Setiap peserta harus menentukan orang yang ingin dikenal. Setelah saling meng-kepo di sana-sini akhirnya saya memilih Mbak Anne Adzkia sebagai orang yang ingin saya kenal. Saat itu juga saya langsung mengkontak Mbak Anne melalui message Facebook. Kami saling bertukar nomor telepon dan membuat kesepakatan untuk melakukan kopdar.

chatting

chatting

Rumah kami sama jauhnya, saya di Bojonggede Bogor sementara Mbak Anne di Serpong Tangerang. Mbak Anne menyarankan agar kami bisa bertemu di tengah-tengah saja. Alhamdulillah Mbak Anne mau main ke Depok, jadilah kami bertemu ditengah-tengah yaitu Depok Town Square (Detos) keesokan harinya.

Peta

Mbak Anne tidak bisa bertemu dengan saya pada minggu ketiga dan keempat karena masing-masing dari kami sudah memiliki agenda. Kami kemudian memutuskan untuk bertemu keesokan harinya pada hari minggu tanggal 13 September 2015 dengan dresscode berwarna hitam.

Baiklah Mbak Anne mari kita bertemu dan mengenal lebih jauh satu sama lain.

Minggu, 13 September 2015  

Sejak pagi saya sudah membersihkan rumah supaya ketika ke Depok nanti rumah sudah dalam keadaan rapih. Hari itu sebenarnya saya agak kelelahan dan sepertinya mau terkena pilek. Saya menyempatkan diri untuk istirahat selama satu jam sambil ngepoin blog, Facebook, dan Instagram Mbak Anne ini. Secara fisik saya sudah tau kalau Mbak Anne yang itu orangnya tetapi saya kan belum tau semuanya. Siapa sih sosok wanita yang menurut saya kalem ini. Setelah ngepoin akun media sosial serta blognya Mbak Anne, saya bisa menyimpulkan beberapa hal nih:

  1. Mbak Anne itu orangnya kalem. Tau dari mana ev? Saya melihat tampilan blognya yang feminim dan berwarna cokelat soft. Itu gambaran kalem bagi saya.
  2. Mbak Anne ini orangnya rapih dan sederhana. Tau dari mana lagi ev? Lihat saja blognya tidak terlalu banyak ornament, rapih dan kalau melihat Facebooknya juga share status-status bermanfaat. Bukan status geje kaya saya hehe.
  3. Mbak Anne peminat dunia tulis menulis, itu ada menu tentang writing tips dan my writing, setelah mengepoin lebih dalam ternyata si mbak sudah sampai kursus segala lho. Sepertinya ada cita-cita terpendam yaitu ingin menerbitkan sebuah buku.
  4. Ternyata Mbak Anne itu seorang praktisi Home Schooling. Saya tau itu karena Mbak Anne mengelola blog Sakola Bumi untuk mencurahkan pengetahuannya tentang dunia home schooling. Nah ini yang perlu saya gali, kebetulan saya suka galau pada saat mendidik Alfi anak saya hehe.
  5. Dia jago bahasa Inggris, soalnya sudah pernah stay di Australia. Weleh-weleh mbak saya takluk kalau diajak ngomong bahasa inggris, nanti yang keluar malah kunci inggris deh kalau saya yang ngomong hehe.

Nah itu tadi pengenalan awal sebelum saya bertemu dengan mbak Anne. Sepertinya akan lebih berkembang lagi nanti jika sudah bertemu dengannya. Baiklah sudah pukul 12.00 WIB, setelah melakukan persiapan, saya dan Alfi segera menuju Stasiun Bojonggede.

Alfi sangat antusias sewaktu saya mengatakan kalau di Depok nanti saya mau bertemu dengan seorang teman. Cuaca panas tidak membuat kami patah semangat, apalagi kostum hitam abu-abu ini cukup menyerap panas matahari. Demi apa kami begini? Demi bisa bertemu Mbak Anne hehe. Akhirnya kami tiba di Stasiun Pondok Cina dan langsung menuju Depok Town Square alias Detos.

Pondok Cina

Sekitar pukul 13.00 WIB saya sudah berada di food court tempat pertemuan kami. Mbak Anne mengabarkan kalau dia dan keluarganya sudah sampai namun sedang shalat dulu di basement. Sambil menunggu Mbak Anne datang, Alfi meminta saya untuk dibelikan sop duren yang ada di samping kanan. Saya bukan penggemar duren dan lebih memilih memakan es krim saja.

Tak berapa lama Mbak Anne pun datang bersama dua buah hatinya dan juga suami tercinta. Wewwww kita benar-benar memakai dress code ya hehe, serba hitam. Jangan lupa untuk cipika-cipiki dan salaman terlebih dahulu. Karena apa? Salaman ini mempererat tali silaturahim dan memperlancar rezeki. Insyaa Allah begitu katanya.

Detos

Bertemu dengan Mbak Anne langsung cipika cipiki

Detos

Kami kompak dalam hitam

Kami duduk bersama, Mbak Anne memperkenalkan kalau itu Abi suaminya, kemudian anak pertamanya si sulung ganteng bernama Naufal (cocok mbak, naufal kan artinya ganteng ya) kemudian si bungsu yang cantik bernama Kayissha (aduh namanya sesuai dengan orangnya nih yang artinya berakal jernih dan cerdik). Saya juga mengenalkan Alfi kepada Mbak Anne dan keluarga. Saya sudah menyimpulkan satu point tentang Mbak Anne, catat ya:

Point 1: Mbak Anne senang dengan anak-anak. Tau dari mana ev? Saya melihat mata Mbak Anne yang sumringah banget ketika berkenalan dengan Alfi, juga ketika dia berbicara dengan kedua anaknya. Ketika berbicara dengan Alfi, saya melihatnya seperti seorang ibu guru ke anak murid. Dalam hati saya berpikir andai Mbak Anne ini jadi gurunya Alfi hehe.

Detos

Alfi sedang menceritakan alat-alat konstruksi yang dia ketahui kepada Mbak Anne dan Mbak Anne mendengarkan secara antusias, saya suka situasi ini, seneng banget

Detos

Naufal lagi lihat apa say? lihatlah anak-anak Mbak Anne, lengket kaya perangkok ke umi nya

Itu point satu ya. Nanti pasti ketemu lagi dengan the real Mbak Anne hehe.

Abinya Mbak Anne sedang memesan beberapa makanan untuk Mbak Anne, Naufal dan Kayyisha. Rupanya yang dipesan adalah bakso dan juga ayam bakar. Kayyisha katanya memang suka dengan daging ayam, jadi dia lebih memilih menu yang ada daging ayamnya.

Sambil menikmati santapan masing-masing, kami kemudian melanjutkan cerita. Mbak Anne mengatakan bahwa dia dan keluarga sebelumnya sudah menetap selama dua tahun di Australia untuk menemani suami tercinta belajar di sana dan baru saja pulang ke Indonesia sejak 1.5 tahun yang lalu. Selama berada di Australia tentunya mbak Anne dan keluarga juga berpetualang di sana. Nah ini yang agak disesalkan oleh Mbak Anne, kedua anaknya mahir bahasa inggris tapi kurang lancar dalam berbahasa Indonesia meski sekarang sudah mulai lancar lagi hanya saja agak susah ketika menulis. Wah Naufal dan Kayyisha ngajarin tante mau gak? Jadi native speaker sekalian supaya tante lancar nih bahasa inggrisnya. Tuh kan apa saya bilang point nomor 5 terjawab, Mbak Anne dan keluarga jago bahasa Inggris. Ini menjadi penilaian saya yang kedua.

Point 2: Mbak Anne jago bahasa inggris, saya mau merekomendasikan Mbak Anne ke Mbak Haya supaya jadi polisi bahasa inggris di grup hihi.

Masih berlanjut, saya kemudian menanyakan hobinya dulu meskipun setelah ngepoin blognya saya tau mbak Anne itu interest terhadap apa saja. Mbak Anne meceritakan kalau dia memiliki hobi travelling, dia juga suka membaca dan menulis karena menurut Mbak Anne kalau dia tidak menulis malah jadi pusing. Di rumah, mbak Anne senang mengajarkan anaknya menulis dan membaca. Nah kalau dia sedang me time nih dia akan memilih untuk membaca novel.

Detos

Asik ngobrol sama Mbak Anne

Ngomong-ngomong soal novel, Mbak Anne berharap suatu hari nanti dia bisa menerbitkan sebuah novel. Sebenarnya dia sudah mulai menulis novel sejak 2010 namun sedang vakum karena menurutnya menulis novel itu harus bernapas panjang, berbeda sekali dengan menulis blog. Untuk menunjang hobinya itu, dia sampai belajar di Ifa Writing School untuk menulis novel. Sekarang pun masih melakukan kursus menulis di Australian College, program distance learning Creative Writing. Tuh kan apa saya bilang, point ketiga terjawab sudah sekaligus tambahan point yang baru.

Point 3: Mbak Anne suka menulis dan bercita-cita ingin menerbitkan novel suatu hari nanti. Semoga impiannya terwujud ya mbak. Aamiin.

Yuk lanjut lagi, eh tapi sebentar dulu. Mbak Anne sedang memesan sesuatu dan ini perlu saya abadikan dalam tulisan, karena apa? Karena dia memiliki hobi yang sama dengan Alfi. Ternyata Mbak Anne dan keluarga penyuka duren. Dia memesan sop duren seperti Alfi. Duhhh jadi merasa aneh sendiri nih saya, kebanyakan orang pada menyukai duren sementara saya kok tidak ya. Mbak Anne cocok nih sama Alfi, sama-sama penyuka duren. Oke dicatat:

Point 4: Mbak Anne dan sekeluarga penyuka duren, buah yang paling tidak saya sukai baik dari rasa maupun bentuk daging buahnya hehe.

detos

Sop duren datang, Alfi ada teman untuk menikmati dsop duren

Sekarang saya mau mengupas lebih jauh tentang dunia blog yang mempertemukan kami. Mbak Anne memiliki dua blog, satu untuk blog personal yang beralamat di www.anneadzika.com dan satu blog mengenai home schooling di www.sakolabumi.com

Baginya blog itu sebagai sarana dia untuk mendapatkan pleasure. Ketika mbak Anne menulis perasaannya seperti masuk ke dalam tulisan. Kegiatan ngeblog sudah dilakukan sejak tahun 2009 ketika Multiply masih ada. Teman-temannya dulu banyak menggunakan Multiply namun tidak melanjutkan lagi setelah ada WordPress maupun Blogspot. Blog personal lebih dikhususkan baginya untuk menulis tentang keseharian namun tetap ingin bermanfaat bagi orang lain.

Tebakan saya benar, mbak Anne ini orangnya sederhana juga kalem. Dia jarang ikutan lomba seperti saya yang juga sibuk membangun branding hehe. Itu lho saya sering share sana-sini supaya orang mengenal saya. Nah mbak Anne ini sering juga sih share postingan terbarunya namun tak seheboh saya hehe. Komunitas blogger yang diikuti yaitu Kumpulan Emak Blogger dan Fun Blogging. Meskipun begitu dia sudah mulai galau ketika memikirkan Alexa hehe.

Anne Adzkia

Point 5: Blog sebagai pleasure dengan tetap mengedepankan manfaat, ngeblog dibuat fun aja tidak perlu terlalu mengejar target ini itu, begitu yang saya tangkep dari Mbak Anne.

Sekarang kita gali blog yang satu lagi yaitu Sakola Bumi. Blog ini dikhususkan untuk memberikan informasi seputar Home Schooling serta cara mendidik anak. Sebelumnya saya mengorek dulu tentang Home Schooling ini dari Mbak Anne.

Home Schooling menerapkan pendidikan anak di rumah dibawah asuhan orang tua langsung. Tapi bukan terbatas di rumah saja lho, anak-anak home schooler ini memiliki ruang belajar yang tidak terbatas. Mereka bisa belajar di dalam rumah dengan orang tua, bisa belajar melalui alam atau belajar langsung melalui praktisi atau sumber terpercaya. Awalnya Mbak Anne ini agak diragukan oleh orang tuanya kalau bisa mendidik Naufal dan Kayissha melalui Home Schooling. Namun Mbak Anne bertekad bahwa dia bisa membawa anak-anaknya dengan metode home schooling ini. Sejak itu dia mulai didukung oleh orang tua serta keluarga dalam mendidik anak-anaknya.

Sakola Bumi

Mbak Anne menerapkan Home Schooling untuk pendidikan kedua anaknya karena Ia percaya bahwa sebaiknya anak-anak dikembangkan pendidikan sesuai dengan bakat dan minatnya. Tidak seperti sekolah pada umumnya yang menerapkan pendidikan dimana siswa harus menguasai hampir semua pelajaran. Home schooling membiarkan anak untuk dapat mengeksplore bakat apa yang dimiliki dan menuntut serta mengembangkan minat anak. Dengan begitu belajar akan menjadi fun tidak secara terpaksa. Intinya sih Mbak Anne ini ingin kedua anaknya belajar tanpa ada tekanan.

Contohnya nih Naufal memiliki minat dalam dunia animasi, dia senang menggambar dan mendesign. Mbak Anne kemudian mengajaknya untuk Kursus programming melalui seorang programmer. Seperti yang saya bilang tadi, walaupun judulnya Home Schooling namun tidak terbatas hanya di rumah saja, karena kelas home schooling itu tidak terbatas dengan tembok ataupun jarak.

Berbeda dengan Kayissha, menurut Mbak Anne, gadis kecil ini seperti Dora yang sukanya mengeksplore sana-sini. Sepertinya Kayissha interest untuk menjadi dokter hewan namun untuk menyembuhkan kewan-hewan liar seperti dalam film documenter National Geographic itu. Wah keren deh Kayissha. Nah menurut Mbak Anne lagi nih, kalau bangun tidur Kayish suka banget membuka dan mempelajari buku resep masakan dan matematika. Mbak Anne sempat takjub ketika waktu itu dia dibuat terkagum karena Kayissha bisa membuat masakan dengan bekal buku resep. Kayissha menyiapkannya sendiri mulai dari bahan masakan, mengolahnya, menyalakan kompor hingga menjadi makanan. Padahal mbak Anne belum mengajarinya lho.

Saya semakin tertarik ketika Mbak Anne mengajak ngobrol Alfi. Menurut Mbak Anne minatnya Alfi keren karena semangat banget ketika diajak bicara mengenai alat-alat konstruksi. Kata Mbak Anne mata Alfi berbinar ketika dia menjelaskan alat-alat konstruksi apa saja yang Alfi tau ke Mbak Anne. Wah mbak jadi gurunya Alfi sekalian deh mbak. Saya lagi bingung nih mau menyekolahkan Alfi dimana, ingin mengikutkan PAUD tapi di dekat rumah tak ada.

O iya Mbak Anne mengatakan para pelaku Home Schooling ini ada komunitanya lho se-Indonesia. Mereka sering gathering untuk saling bertukar pikiran sekaligus pembelajaran. Baru saja Mbak Anne melakukan camping dengan komunitasnya. Dalam kamping diperintahkan harus melakukan aktivitas zero waste yang artinya ketika pulang sebisa mungkin tidak membawa sampah. Benar saja semua bisa dilakukan, minim sampah yang dihasilkan pada gathering saat itu. Suatu pembelajaran berharga buat anak-anak kita nih untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Wah sudah kebanyakan ya, saya belum merangkum point-point lagi. Sekalian saya jabarkan saja ya apa yang saya dapat selama dua jam kopdar bersama Mbak Anne mulai dari sosoknya hingga aktivitasnya. Menurut saya Mbak Anne itu:

  1. Mbak Anne senang dengan anak-anak, makanya dia benar-benar meluangkan waktu sepanjang hari selama seminggu untuk anak-anak tercintanya. Ini patut dicontoh buat saya yang kurang memperhatikan Alfi.
  2. Mbak Anne jago bahasa inggris. Beneran deh nanti direkomendasiin buat jadi polisi bahasa inggris di grup Fun Blogging, terus mbak kalau bisa buatlah blog edisi khusus bahasa inggrisnya.
  3. Salah satu keinginannya adalah menerbitkan novel, ini juga menginspirasi saya untuk bisa menerbitkan sebuah buku suatu hari, paling tidak memulainya untuk menulis lembar demi lembar.
  4. Mbak Anne penggemar duren, iyah ini cocok banget deh kalau mau ngobrol panjang sama Alfi. Saya kepingin melakukan itu lho tapi apa daya duren pun saya tak suka
  5. Mbak Anne membuat aktivitas ngeblog menjadi fun. Dia jauh banget lho dari hiruk pikuk nyinyir-nyinyiran tentang dunia blog. Tenang dan damai, menulis tetap jalan, anak-anak terperhatikan.
  6. Home schooling menjadi pilihannya dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Saya melihat Mbak Anne dan Suami berusaha agar anak tidak hanya mendapatkan pendidikan intelegensia saja tetapi juga pendidikan karakternya. Iya itu memang penting banget, kita berharap seorang anak tidak hanya cerdas dalam hal kognitif tetapi juga afektif dan psikomotoriknya.
  7. Sederhana dan kalem sudah jelas terlihat sejak awal datang. Mbak Anne juga tidak neko-neko, bisa dilihat deh dari warna dan design blognya.
  8. Kemudian kalau soal rapih, sebelum saya nguprek-nguprek blog Sakola Bumi, saya sudah menilai kalau Mbak Anne orangnya ini rapih. Ternyata benar lho kalau mbak anne ini cleanfreak baik untuk kotoran yang menempel maupun ketika sedang makan. Sama lho kita mbak, kalau ada makanan yang tidak dihabisi kadang suka gemes pengen ngebersihin, tapi saya lebih mendekati maruk sih hehe.
  9. Nah ini fakta yang belum saya tau, ada sih di blognya Mbak Anne. Mbak Anne itu ternyata seorang dokter gigi namun belum membuka praktek. As soon as possible pasti membuka praktek di rumah supaya bisa mengawasi anak-anak setiap hari. Dulu Mbak Anne masih bolak-balik ke kliknik, sekarang dia benar-benar mendedikasikan dirinya untuk anak-anak tercinta.

Sebelum berpisah karena si Alfi kepingin melihat crane yang ada di depan Detos, Mbak Anne berpesan kepada saya bahwa jangan pernah memaksa anak untuk belajar pelajaran yang tidak disukai karena setiap anak itu berbeda, mereka memiliki potensi dan minat masing-masing untuk dikembangkan.

Detos

Begini lho mbak kalo Alfi sedang terpukau dengan bangunan-bangunan tinggi

Oke Mbak saya sepakat, saya jadi tidak khawatir nih jika Alfi dibilang kurang pintar dari anak tetangga. Sebenarnya saya tidak pernah membandingkan Alfi dengan anak lainnya, tetapi para tetangga sering saja memanasi anak mereka dengan Alfi yang dia sudah bisa inilah, yang Alfi kok belum bisa itu. Kita sama Mbak kecerdasan anak tidak hanya diukur dari bisa ini itunya ya, ketika anak bisa membantu mamanya menurut saya dia sudah cerdas, melihat Kayissha yang membuat masakan sendiri bagi saya termasuk cerdas. Di umurnya yang 4 tahun ini Alfi sudah bisa menyebutkan alat-alat konstruksi yang belum tentu diketahui anak-anak mereka. Jadi intinya jangan menyama ratakan ya mbak, namun kita tetap mengarahkan dan mengajarkan anak-anak sesuai dengan kebutuhannya.

Mbak Anne menuliskan sebuah pesan pada secari kertas yang saya bawa, bunyinya seperti ini:

Pesan

Terimakasih ya Mbak Anne sudah mau dikepoin sama saya. Senang bisa mengenal mu, kapan-kapan kita share lagi ya tentang home schooling, tentang mendidik anak dan tentang hobi kita yang sama yaitu menulis. Sampai ketemu lagi ya Mbak.

Detos

Saya dan Mbak Anne sebelum berpisah, Alfinya ngumpet tidak mau difoto

Sumber Gambar Rumah: www.rumahpapi.com

Related Post

32 Comments

  1. Reply

    Banyak banget yg bisa dipelajari dari sosok mbak Anne. Jadi pengen ntar kalau anak saya di home schooling aja. Halah, masih jomblo juga, udh ngomongin anak. Haha.XD

  2. Ani Berta

    Reply

    Keren banget Evrina……Ini pertemuannya sangat berkualitas pastinya. Terlihat banyak obrolan yang menginspirasi dan mengeksplorasi sosok Anne Adzkia yang inspiratif dan ini bermanfaat buat semuanya untuk bisa lebih semangat berkarya 🙂
    Cari teman baru lagi EV pasti seruuu hihihi

  3. Reply

    Huaaa terharu nonton videonya. Aku sampe berkaca-kaca lho, Vrie. Makasih ya jadi tahu lebih jauh ttg Mba Anne. Semoga cita-cita Mba Anne tercapai. Boleh juga nih Mba Anne jadi polisi bahasa Inggris kalau beliau berkenan hihi. Makasih ya Evrina dan Mba Anne! Fun Blogging is so lucky to have you here! ^^

  4. Reply

    Keren, nih sampe ada videonya segala. Wah, ternyata Mbak Anne juga dokter gigi, ya. Salut banget, deh, memilih untuk mengutamakan anak-anaknya lebih dulu 🙂

  5. Reply

    Aneh juga setahu saya yang biasanya gx suka duren itu yang suka ngomong inggris, atau jangan-janga mba ervina keturunan bule? 🙂
    semoga saja buah hatinya mba ane secepatnya bisa menggunakan bahas indonesia yang baik dan benar. 🙂

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.