Festival Bunga dan Buah Nusantara 2014

Alhamdulillah tahun ini saya dapat menyempatkan diri untuk berpartisipasi dalam event tahunan bergelar Festival Bunga dan Buah Nusantara. Jika tahun lalu festival ini diselenggarakan di Senayan Jakarta, maka tahun ini lokasinya sangat dekat dengan tempat tinggal saya yaitu Baranang Siang Bogor. Sangat disayangkan apabila saya tidak bisa turut serta memeriahkan acara yang penting bagi kemajuan dunia hortikultura ini. Apalagi dalam acara ini terdapat ikrar yang diucapkan secara serentak oleh seluruh peserta untuk bersama-sama mencintai buah lokal produk asli dalam negeri. Hal ini sangat penting mengingat di tahun depan yang waktunya kurang dari 2 bulan lagi kita akan dihadapkan dengan ACFTA atau perdagangan bebas ASEAN-Tiongkok. Dengan mengkonsumsi buah lokal dan mencintai bunga produksi dalam negeri, berarti kita turut serta membantu produsen hortikultura agar dapat bertahan dan bersaing dengan derasnya produk-produk hortikultura yang mungkin datang dari luar negeri. Nah seperti apa kemeriahan Festival Bunga dan Buah Nusantara tahun ini? Mari kita lihat satu-persatu.

Selamat datang di Festival Bunga dan Buah

Festival ini berlangsung sejak tanggal 10 hingga 12 Oktober 2014 di depan kampus IPB Baranang Siang. Lokasi ini cukup strategis bagi siapapun yang hendak mengunjunginya karena dekat dengan terminal bis, dekat dengan akses tol maupun pool Damri. Dalam festival ini terdapat berbagai macam acara mulai dari pameran, forum investasi dan bisnis, talk show, aneka lomba serta karnaval. Kita dapat mengunjungi pameran sejak hari pertama festival ini dibuka. Stand yang disediakan panitia banyak diisi oleh para praktisi dunia pertanian khususnya bidang hortikultura. Tentunya pada festival ini menjadi ajang untuk mendapatkan pengetahuan baru serta realsi. Paling tidak itulah yang saya rasakan, berburu folder sebagai bahan bacaan terhadap ilmu pengetahuan baru tidak boleh ketinggalan. Sayapun mendapatkan beberapa macam folder, brosur maupun poster yang dapat saya gunakan untuk bahan penyuluhan nanti.

Selama saya berada disana, acara sangat meriah karena sambil kami berkeliling stand, kami dihibur oleh alunan musik yang berlangsung di main stage. Di sela-sela acara diadakan lomba seperti lomba menghias buah. Sayangnya saya tidak terlalu memperhatikan lomba tersebut karena keasikan berkeliling stand. Acara yang saya tunggu sebenarnya adalah talk show tentang benih bermutu. Pada talk show ini membahas tentang budidaya jambu kristal. Bila teman-teman ingin mengetahui lebih lanjut tentang budidayanya, teman-teman dapat mengakses informasi seputar petunjuk praktis budidaya jambu kristal di Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Ada satu hal lagi yang membuat saya senang, sehabis talk show kami diberikan bibit jambu kristal secara gratis dari penyelenggara. Dengan ini saya sudah memiliki dua buah pohon jambu kristal di rumah. Semoga nanti saya bisa membudidayakannya dengan baik dan benar ya.

Suasana pameran di hari pertama, karena panas pengunjung banyak yang berteduh di dalam stand

Stand yang menjual tanaman hias

Display milik Ditjen Hortikultura Kementan

Salah satu display buah lokal

Itu tadi adalah hari pertama festival digelar, saya memang tidak mengikutinya dari pagi lantaran harus bekerja dulu. Untuk hari kedua acara masih tetap sama yang mungkin juga diisi dengan berbagai lomba. Mengapa mungkin? Karena hari itu saya tidak bisa datang. Namun pada hari itu sudah jelas dan terjadwal untuk diselenggarakannya Forum Investasi dan Bisnis Hortikultura Indonesia (IHIBF) dengan tema “Membangun Rantai Pasokan Buah Nusantara menuju Kemandirian dan Kedigdayaan Buah Nusantara di Pasar Domestik dan Dunia”. Forum ini diselenggarakan oleh IPB bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Kota Bogor serta beberapa sponsor yang mendukung berlangsungnya acara.

Dan hari minggu tanggal 12 Oktober 2014 adalah hari yang saya tunggu, karena hari ini merupakan puncak acara gelaran festival bunga dan buah. Pada hari ini peserta diajak untuk menjadi saksi sejarah dalam mengikrarkan diri untuk mencintai buah nusantara. Sejak pagi beberapa kelompok peserta karnaval sudah mulai berdatangan dan mulai memakai atribut karnaval. Saya dan keluarga tiba dipelataran kampus IPB Baranang siang sekitar pukul 05:30 WIB karena memang dijadwalkan acara akan dimulai tepat pukul 06:00 WIB. Namun ketika hendak menyerahkan kupon keikut sertaan dalam karnaval saya baru teringat bahwa kupon yang sudah kami beli tertinggal di rumah. Untungnya panitia masih memperbolehkan kami untuk mengikuti karnaval tetapi tidak berhak mendapatkan bibit, snack dan mengikuti door prize lantaran tidak memiliki bukti. Tidak mengapa, saya cukup senang karena masih diperbolehkan untuk mengikuti karnaval.

Di panggung ini akan berlangsung ikrar

Para peserta sangat antusias

 

Saya berjalan menuju ke depan panggung yang disediakan oleh panitia untuk membaca ikrar. Di sana sudah duduk beberapa tamu undangan seperti Menteri BUMN, Menteri Pertanian, Rektor IPB, para pelaku bisnis dan petani. Sebelum pembacaan ikrar terlebih dahulu diberikan penghargaan dari Rektor IPB bagi para pelaku usaha yang bergerak dalam memajukan bidang hortikultura Indonesia, diantaranya adalah BUMN perkebunan, media nasional serta seorang petani yang telah berjasa atau berkontribusi dalam pengembangan buah nusantara. Setelah pemberian penghargaan selesai barulah ikrar dibacakan secara bergantian mulai dari Menteri BUMN, yang dilanjutkan oleh Menteri Pertanian dan ditutup oleh Rektor IPB. Pembacaan ikrar ini diikuti oleh seluruh peserta yang hadir pada hari itu.

Pembacaan Ikrar oleh Menteri BUMN Pembacaan Ikrar oleh Menteri Pertanian Pembacaan Ikrar oleh Rektor IPB

Kemudian iring-iringan karnaval pun dimulai. Para peserta karnaval menampilkan komoditas buah unggulan masing-masing daerahnya. Para peserta terdiri dari himpunan mahasiswa daerah, alumni, instansi pemerintahan, siswa-siswi sekolah serta masyarakat umum. Karnaval berjalan mengelilingi Kebun Raya Bogor. Sangat meriah sekali iringan karnaval hari itu karena masyarakat juga tumpah ruah ke jalan menyaksikan iring-iringan karnaval. Siapa sangka ternyata Ibu Negara juga turut serta menyaksikan kami berjalan ketika melewati Istana Bogor. Hal ini tentu semakin menambah semangat kami untuk mendendangkan semangat mencintai buah nusantara.

Karnaval diiringi marching band dari Universitas Pakuan Para Peserta Karnaval Menampilkan Keunikannya masing-masing Masyarakat Tumpah Ruah ke Jalan Mendapat salam hangat dari Ibu Negara

Setelah mengelilingi Kebun Raya Bogor, peserta kembali ke tempat semula. Bagi peserta yang memiliki kupon dapat mengambil bibit di Agropromo. Bibit yang disediakan macam-macam mulai dari jamu kristal, jambu air, sengon, sirsak dan lainnya. Kalau sudah dibagikan seperti ini diharapkan masyarakat dapat merawatnya karena selain dalam rangka mencintai buah dalam negeri juga turut serta melakukan penghijauan di daerah masing-masing.

Semakin siang, lokasi pameran semakin ramai. Di salah satu panggung ada juga talk show dengan Menteri BUMN, namun saya tidak sempat mengikuti karena terlambat datang. Kemeriahan acara juga didukung dengan alunan musik sambil peserta beristirahat dan menunggu pengundian door prize di sore hari. Tetapi saya tidak bisa mengikuti hingga selesai, sebelum tengah hari saya dan keluarga harus kembali ke rumah. Meskipun tidak membawa apa-apa karena kesalahan sendiri, saya sudah cukup senang karena kembali membawa beberapa folder dan poster sebagai bahan bacaan.

Selamat kepada penyelenggara atas suksesnya acara festival kali ini. Semoga buah dan bunga nusantara semakin produktif dan mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional. Aamiin. Ditunggu untuk festival selanjutnya 😀

17 Comments

  1. momtraveler

    Reply

    Hiks…. iri to the maks…
    Pasti seru bgt yah acaranya. Sempet kopdar sama mas Belalang ga mak?

  2. Ika Koentjoro

    Reply

    Meriah ya acaranya. Btw, aku lebih suka buah lokal kafrena lebih fresh. Nggak pakai lapisan lilin dan bahan pengawet lain

    • Reply

      bagussss, iya mak buah impor kebanyakan menggunakan lapisan lilin dan jarang masyarakat yg tau, mending kita konsumsi buah2an lokal ya mak

  3. Pingback: #KopdarPamitan Bersama Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono | Evrina Budiastuti

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.