Fruitable Farm, Menanamkan Cinta Pertanian Melalui Hidroponik Kekinian

Anak muda zaman sekarang memang serba kreatif. Tidak melulu mengandalkan zona aman, tapi berusaha maju berkejaran dengan tuntutan zaman. Memangnya pas zaman saya dulu, lulus kuliah malah sibuk cari kerja, bukannya menciptakan lapangan kerja. Eh itu cuma saya ding karena memang orangnya tidak belum kreatif, jadilah seperti sekarang ini, masih menjadi sosok yang dipekerjakan. Semoga deh saya juga bisa sekreatif anak-anak muda zaman now, agar lebih bermanfaat bagi orang lain.

Itu sebabnya saya selalu kagum apabila ada anak muda yang memiliki gebrakan untuk masa depannya. Seperti yang dilakukan oleh empat orang mantan mahasiswa Unpad (karena mereka sudah lulus) yang menjadikan dunia pertanian sebagai sektor bisnis yang menyenangkan.

Caranya bagaimana? Caranya dengan membangun hidroponik dengan cara yang kekinian. Mereka menyebut dirinya sebagai petani zaman now yang tergabung dalam Fruitable Farm.

fruitable-farm-hidroponik

Kok cuma bertiga? Mungkin satu lagi yang motoin *LOL.

Fruitable Farm, Kebun Hidroponik Kekinian  

Saya sudah beberapa kali mengunjungi kebun hidroponik yang ada di Kabupaten Bogor. Rata-rata konsepnya sama, berupa kebun hidroponik yang lengkap dengan rakitan hidroponiknya. Ada kebun pembibitan, ada kebun hidroponiknya, dan ada tempat packagingnya, standar lah ya.

Tapi di Fruitable Farm ini berbeda, terlihat sekali ada sentuhan kekinian dari para ownernya. Saat saya memasuki area Fruitable Farm, di sana sudah ada spanduk besar semacam background bertuliskan logo mereka. Di sampingnya ada property lengkap untuk berfoto dengan background tersebut. Pengunjung bukan main senangnya karena zaman sekarang kan zamannya narsis, sebentar-bentar jepret lalu upload (itu sih gue banget istilahnya) dan Fruitable Farm dapat membaca fenomena tersebut. Karena fasilitasi tersebut, pengunjung akhirnya sudah terbawa euphoria senang duluan, apalagi ketika melihat sayuran-sayuran segar di kebun hidroponik.

fruitable-farm-hidroponik

fruitable-farm-hidroponik

Ini yang saya katakan bahwa belum ada cara edukasi menyenangkan di kebun hidroponik lain yang pernah saya kunjungi di Kabupaten Bogor. Fruitable Farm mengajak pengunjung agar dapat menikmati dunia pertanian dengan cara modern dan menyenangkan sehingga kesan pertanian itu kotor serta lusuh jadi terhempaskan, berganti dengan pertanian zaman now yang keren dan oke punya.

Fruitable Farm yang digawangi oleh Andro Tunggul, Herdian Satrya, Solihin Arief, dan Ibrahim Ajie sudah beroperasi selama dua tahun. Kebun hidroponiknya sendiri dibangun di atas tanah seluas 250 m persegi. Selain mengusahakan hidroponik, mereka juga menanam cabai merah keriting di sekitar lahan yang tersisa dengan cara konvesional menggunakan mulsa. Cara ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar dan agar mereka menjadi salah satu pemainnya yang turut mengusahakan pertanian baik cara modern maupun konvensional.

Fruitable Farm menggunakan jenis hidroponik NFT atau Nutrient Film Technique untuk kebunnya. Teknik ini dipilih karena dirasakan yang paling efektif dan efisien baik dari segi banyaknya sayuran yang dapat diusahakan maupun dalam penggunakan nutrisi. Hidroponik NFT adalah bentuk hidroponik dengan talang landai (kemiringan 2 – 5 cm/m), dialiri air mengalir tipis (film) berisi nutrisi,  sehingga akar tanaman diberikan aliran nutrisi terus-menerus.

Baca ini juga yuk: Merakit Hidroponik Sistem Terapung Sederhana di Rumah

fruitable-farm-hidroponik 3

Sayuran yang diusahakan di kebun hidroponik ini kebanyakan merupakan sayuran daun seperti selada keriting hijau, selada keriting merah, kangkung, bayam, pakcoy, dan selada romen. Saya sudah merasakan sendiri sayuran hasil panen hidroponik, lebih crispy dan agak manis. Daunnya juga besar-besar tidak seperti sayuran konvensional. Oh iya, di Fruitable Farm tidak menggunakan pestisida untuk membasmi hama penyakitnya. Langkah eradikasi dan mekanisasi adalah langkah yang mereka lakukan untuk mengatasi hama serta penyakit tanaman.

Apakah ada hambatan dalam mengusahakan hidroponik ini? plus minusnya tentu pasti ada. Untuk membangun kebun hidroponik ini membutuhkan biaya investasi awal yang besar. Kalau mental tidak kuat, bisa-bisa mundur duluan deh sebelum hidroponiknya berjalan. Terus karena hidroponik juga merupakan kebun yang dibuat oleh manusia maka terdapat keterbatasan material, mau tidak mau pengusaha hidroponik harus membeli material baru lagi untuk mengusahakan. Selain itu, pengetahuan masyarakat juga masih rendah, rasanya sedih ketika sayuran hasil hidroponik masih ditawar rendah saat berada di pasaran.

Baca ini juga dong: Sistem Tanam di lahan Sempit

fruitable-farm-hidroponik

Meskipun hambatan menghadang, bukan berarti tidak ada peluang untuk pengembangan mengingat gaya hidup sehat semakin disadari oleh masyarakat yang juga menghendaki sayuran sehat. Selain itu, pelaku hidroponik juga semakin bertambah yang diiringi dengan trend kebutuhan pasar. Jadi, mengusahakan hidroponik cukup menjanjikan.

Selain berkebun dan menjual hasilnya ke pasar di sekitar, Fruitable Farm juga tidak segan untuk berbagi ilmu pengetahuan. Apalagi kalau berbagi pengetahuannya dengan ibu-ibu ya, para ibu mesti senang deh karena yang membawakannya para anak muda *LOL. Fruitable Farm juga menerima kunjungan untuk tempat belajar, beberapa kali kebun ini telah dikunjungi oleh siswa maupun mahasiswa yang ingin tau mengenai hidroponik.

fruitable-farm-hidroponik

Baiklah, apabila ingin datang belajar atau berkunjung ke Fruitable Farm sambil panen sendiri sayuran hidroponik, silahkan hubungi alamat dan kontak berikut ya:

Fruitable Farm

Kampung Buniaga, Ciapus-Bogor

Instagram: @fruitable.farm

Contact: 0852-2123-6263 (Herdian)

Fruitable Farm  memiliki harapan dalam usahanya yaitu ingin mengajak anak muda untuk tidak malu apabila terjun ke pertanian. Lalu mereka juga ingin memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat untuk dapat mengedukasi bahwa mengkonsumsi sayuran sehat itu tidak harus menunggu tua atau tidak perlu menunggu kaya karena sayuran sehat itu sebenarnya murah hanya belum semua masyarakat mengetahuinya.

Selain harapan, Fruitable Farm juga memiliki cita-cita jangka panjang yaitu apabila mendapatkan rezeki yang lebih, mereka ingin mengembangkan konsep agro eco-tourism berupa edukasi pertanian mulai dari awal menanam sampai tau bagaimana cara memasak hasil pertanian yang dipanen. Nantinya akan melibatkan chef saat mengolah hasil panen tersebut.

fruitable-farm-hidroponik

Herdian, salah satu penggerak Fruitable Farm

Oh iya, ada pesan nih dari salah satu penggerak Fruitable Farm yaitu Herdian agar jangan pernah ragu untuk memulai suatu usaha apalagi usaha di bidang pertanian karena pertanian merupakan ketahanan suatu negara. Potensi pertanian sangat besar tetapi kurang dilirik, maka sebagai pelaku pertanian harus berani membranding diri sendiri bahwa pertanian itu keren dan mampu menghasilkan.

Oke deh, kita doakan saja ya semoga cita-cita dan harapan Fruitable Farm dapat tercapai. Yang pasti anak-anak muda dengan penuh cita-cita seperti ini harus didukung, karena kalau bukan mereka sebagai motor penggerak, lalu siapa lagi? Sukses terus untuk Fruitable Farm.

24 Comments

  1. Reply

    Sebetulnya pemikiran anak muda sejak dulu banyak yang kreatif. Mungkin karena masih muda. Masih banyak ide-ide yang berkeliaran di kepala. Tinggal bagaimana memfasilitasi ide-ide ini.

    Suka banget melihatnya kalau anak-anak muda juga udah mulai tertarik ke bidang pertanian. Apalagi sekarang hidup sehat udah mulai jadi gaya hidup. Semoga pertanian Indonesia semakin maju dan modern

    • Reply

      Aamiin, iya mbak, saya juga senang dengan anak muda yang tidak takut untuk terjun ke bisnis pertanian, insyaaAllah kalau hasil pertanian mah mesti Ada pasarnya

  2. nova

    Reply

    Semangath petani petani muda…
    Jayalah pertanian indonesia…

    Jayalah ipebe kita … #singing #eh
    😁

  3. Reply

    ini ide bagud dan kreativ yang layak didukung! AKu sukaaa dengan gaya para petani kekiniaaan hehehe.. Dan memang betul, kenapa harus gengsi jadi petani yaaa Mba, apalagi teknologi sekarang kan makin okeee jadi lebih mudah.

  4. Reply

    Kalau sudah main ke kebun hidroponik begini biasanya saya langssung pengen bercocok tanam di rumah. Hahah…

    Bagus nih anak-anak muda sekarang punya kegiatan positif seperti ini.

  5. Pingback: Hari Tani Nasional: Belajar dari Content Creator yang Gemar Menanam - Evrina Budiastuti

  6. Lumongga Febrina Muthmainnah

    Reply

    Terimakasih bu informasinya. Bisa buat penelitian skripsi nih hehe

  7. Pingback: Hari Tani Nasional: Sosok Inspirasi Petani di Era Milenial - Agricultural Extension Officer, Blogger, and Dreamer

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.