Jika Sudah Berjanji Harus Ditepati Lho!

Seminggu terakhir di bulan Mei 2015 ini saya akan kembali melaksanakan diklat (pendidikan dan latihan). Diklat kali ini terbilang aman untuk saya karena dekat dari rumah. Saya bisa membawa motor sendiri sehingga bebas untuk pulang pergi jika terjadi sesuatu di rumah. Sebenarnya saya senang sekali jika mendapatkan SP (surat perintah) untuk mengikuti diklat karena akan menambah ilmu pengetahuan dan juga relasi. Tapi di satu sisi saya juga sedih serta khawatir karena lagi-lagi akan meninggalkan Alfi di rumah. Meskipun ada orang tua yang mendampingi tetap saja perasaan saya tidak enak terutama kepada Bapak dan Mamah yang sudah saya repotkan setiap hari. Belum lagi dampak setelah diklat, Alfi kadang suka ngambek. Dia butuh waktu beberapa jam untuk kembali beradaptasi dengan mamanya. Makanya saya seringkali menuruti keinginan Alfi dengan mengajaknya jalan-jalan untuk mengganti waktu yang hilang bersama saya.

Sebelum berangkat coba saya ingat-ingat dulu, ada tidak ya janji kepada Alfi yang belum saya realisasikan? Weekend ini saya berjanji untuk mengajaknya ke pantai dan sudah saya realisasikan tepat pada waktunya. Masalahnya janji adalah janji, Alfi kecil sudah sangat mengerti itu. Seperti minggu kemarin dia menagih janji saya untuk membelikan es teller kegemarannya.

Alfi memang sangat menyukai es teller dan juga makanan cemilan yang menemani ketika dia minum es teller yaitu otak-otak goreng. Ketika saya mengajaknya ke mall yang ada di Cibinong, dia pasti minta dibelikan es teller. Minggu lalu saya berjanji jika batuknya sudah sembuh maka dia boleh minum es teller lagi ketika kami berbelanja di mall. Nah, masalahnya Alfi baru saja sembuh dari batuk dan saya sendiri memang agak kelelahan sehingga saya hanya menghabiskan waktu di rumah bersama Alfi pada weekend minggu lalu.

Es Teller kesukaan Alfi

Sudah gak sabar ya fi?

Benar saja kan, Alfi menagih janji yang telah saya buat. Ketika saya sedang briefing mingguan di kantor, tiba-tiba Maya, adik saya, menghubungi via messenger. Maya mengatakan bahwa Alfi kepingin dibelikan es teller, katanya saya sudah janji mau membelikan. Di rumah tidak ada yang bisa keluar, mamah dan bapak tentu tidak mengerti karena jarang sekali ke mall. Sedangkan Maya memiliki bayi yang tidak bisa ditinggal atau diajak ke mall hanya untuk membelikan Alfi es teller.

Setelah mengingat sejenak, sepertinya saya punya jalan keluar. Saya bisa saja memesan makanan dan minta diantarakan sekaligus ke rumah melalui Food Panda. Saya mengetahui perihal Food Panda ini ketika blog walking ke salah satu blog teman. Saya bisa sih memesan lewat websitenya, tapi laptop sedang tidak menyala. Lebih baik melalui smartphone saja melalui aplikasi Food Panda. Saya tinggal membuka play store kemudian menginstallnya. Setelah dibuka, saya cukup memasukkan kota beserta area terdekat. Akhirnya janji saya terpenuhi berkat Es Teler 77 di Cibinong Square yang bisa delivery dan letaknya dekat banget dari rumah. Saya pilih pembayaran COD atau Cash on Delivery untuk pesanan es teller, otak-otak dan mie ayam untuk Maya.

Masukkan area restaurant di kolom Search Pesan menu yang diinginkan Lihat jadwal delivery dan jenis pembayaran, selesai deh!

Saya langsung kembali tenang, Maya juga sudah saya beritau untuk menyiapkan uang cash dari jajannya Alfi yang saya titipkan. Beberapa waktu kemudian Maya menyampaikan kalau es teller dan teman-temannya sudah sampai. Alfi juga sudah tidak ngambek lagi. Akhirnya saya bisa bernafas lega dan melanjutkan pekerjaan yang tertunda.

Pelajaran penting nih untuk saya, lebih baik tepati janji sebelum ditagih terus. Lagi pula kalau kita belum menepati janji seperti punya hutang kan? Kalau sudah begitu mendingan saya tidak usah berjanji deh ke Alfi, langsung saja bilang apa adanya jika memang tidak memungkinkan karena janji adalah janji.

10 Comments

  1. Irly

    Reply

    Kapan janji ajakin saya mendaki (pluss tiket PPnya) mak? Biar bisa saya tagih..xixi…

    Anak-anak ga bisa diremehkan daya ingatnya, untung juga Alfi pinter mau sabar menunggu batuknya sembuh ya^^

    • Reply

      haha aduh bisa aja nih, saya kepingin hiking lagi Mbak, tapi bingung nih kemananya. iyah saya makanya sebisa mungkin ga mau mengobral janji

  2. Lusi

    Reply

    Anak2 paling nggak bisa dijanjiin. Lebih sangar dari debt collector. Kalau kita mungkir, eh langsung sakit tuh anak. Duuuh.

  3. momtraveler

    Reply

    Anak2 kecil itu ya klo urusan janji semacam.nempel diotaknya..bakal nagih terus sampe kerurutan

  4. fanny fristhika nila

    Reply

    bnr mba… akupun kalo udah janji sesuatu ama ankku pasti brusaha aku tepatin… yg aku takutin kalo kitanya sbg ortu aja suka ingkar ama dia, pasti gedenya dia bakal niru… makanya aku ga mw janjiin sesuatu yg ga bisa aku tepatin.. mnding bilang dr awal kalo memang ga bisa ๐Ÿ™‚

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.