Jika Terkena Batuk

Hari Senin merupakan hari saya untuk piket kantor yang artinya saya harus stay di kantor dan tidak boleh ke lapangan. Jika sedang melaksanakan tugas piket, biasanya saya sambil membereskan beberapa administrasi yang tertunda atau menyusun kegiatan selama beberapa hari selanjutnya. Benar saja kan, hari ini sudah ada beberapa notifikasi yang masuk. Notifikasi ini memberitaukan saya untuk ke lapangan dengan petugas dari UPT Pertanian keesokan harinya. Rekan kantor juga meminta saya untuk diantar ke wilayah binaan karena harus mengambil bibit jambu pesanan atasan. Besok sepertinya akan full di lapangan begitu juga dengan hari Rabu.

Saya bersyukur hari Senin ini tidak terlalu banyak tugas yang harus diselesaikan. Saya bisa stay di kantor saja karena kondisi kesehatan saya sedang ngedrop. Sejak tadi malam saya terkena radang tenggorokan dan sepertinya akan terkena Flu. Pagi ini saya mulai batuk-batuk, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas saya hari ini. Kalau sudah begini biasanya saya harus beristirahat beberapa hari dan tidak boleh terlalu memporsir tenaga yang tersisa. Sayangnya besok saya harus ke lapangan seharian. Maklum penyuluh itu kerjanya di dua tempat yaitu kantor dengan lapangan dimana lapangan menjadi tempat yang utama dan pada kondisi yang kurang fit seperti ini saya mau tidak mau harus menyelesaikan beberapa tugas yang menanti.

Jujur saja saya paling takut terkena batuk. Kalau sudah demam dan batuk-batuk biasanya saya langsung berobat ke dokter. Padahal menurut beberapa informasi yang pernah saya baca, batuk merupakan salah satu bentuk mekanisme tubuh dalam melawan kuman.  Tetapi karena saya tidak kuat menahan gatal tenggorokan maka saya lebih memilih untuk segera ke dokter.

Mengapa saya melakukan hal tersebut? Karena saya agak paranoid jika terserang batuk. Dulu saya pernah terkena batuk dan segera melakukan tindakan preventif dengan melakukan pengobatan secara tradisional. Saya melakukan hal tersebut dengan keyakinan akan sembuh jika dibarengi dengan istirahat yang cukup. Tetapi ternyata batuk saya ini B3 alias bukan batuk biasa. Setelah diperiksa ke dokter karena hampir tiga minggu tidak sembuh-sembuh, dokter menyatakan kalau saya terkena Bronchitis. Pada saat itu Dokter agak memarahi saya karena baru berobat setelah parah seperti ini. Saya tidak menyangkal sih karena batuk yang saya derita tersebut menjadi parah lantaran keteledoran saya sendiri. Sejak itu saya mulai berhati-hati alias paranoid apabila batuk datang.

Sejak itu saya selalu mengingat pesan Dokter agar segera memeriksakan diri jika kondisi kesehatan sedang drop dan tidak ada perbaikan setelah tiga hari melakukan tindakan preventif sendiri. Daripada nanti semakin parah penyembuhan tambah lama dan tentunya akan menambah biaya juga tho?.

Sekarang saya belum melakukan tindakan preventif, tapi tetap nanti akan ke dokter karena orang lapangan seperti saya harus segera fit. Terimakasih tadi ada teman yang memberitaukan untuk mencoba biji selasih, insyaa Allah akan saya coba. Semoga kondisi saya segera kembali fit lagi. Jaga kesehatan teman-teman ya jangan sampai ngedrop dan istirahatlah pada waktunya.

12 Comments

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.