Keseruan Piknik Fruitaholic Sunpride di Bogor

sunpride

Pada suatu sore, saya mendapatkan telpon dari 021 yang sudah lama ditunggu-tunggu. Maklum kalau blogger yang sering ikutan kuis atau lomba pasti kangen panggilan ini. Artinya apa? Artinya, saya kangen nyantol dipengumuman pemenang lagi. Dan telpon sore itu yang bersumber dari Mbak Wiwik, Juara Agency, membuat sore saya terasa indah karena saya akan diajak untuk berpiknik ria bersama Sunpride. Horeee… tau sendiri kan kalau Sunpride sudah mengadakan acara, pasti buah-buahan yang ada di gudang dikeluarin kabeh. Maka naluri saya sebagai Fruitaholic langsung meng-iya-kan ajakan dari Mbak Wiwik. I am ready to be part of #PiknikFruitaholic hehe.

Hari yang dinanti telah tiba, Sabtu tanggal 19 Maret 2016, Fruitaholic akan piknik bersama Sunpride di Kampung Budaya Sindang Barang Bogor. Sekitar pukul 08:30 WIB, mbak Wiwik sudah memberitau saya kalau rombongan Fruitaholic bersama Sunpride telah tiba di Bogor melalui tol Sentul. Saya langsung menancap gas mengendarai motor menuju Kampung Budaya Sindang Barang yang ada di Kecamatan Taman Sari. Lokasi tempat kami piknik sudah sangat familiar bagi saya karena beberapa kali saya dengan teman kantor mengadakan pertemuan di saung petani yang ada di dekat Kampung Budaya Sindang Barang. Dan setelah menempuh 1.5 jam lamanya, akhirnya saya tiba juga di lokasi piknik.

sunpride

Hijau bikin seger

sunpride

Buahnya banyakkkkk

Sunpride

Bersama buah-buahan segar dari Sunpride

Setelah sampai, saya langsung masuk ke Bale Riungan tempat berlangsungnya acara. Di sana kami mendapatkan welcome drink berupa minuman sari pala yang menjadi khas Kecamatan Taman Sari. Karena hari semakin siang, maka acarapun segera dimulai.

Sebagai pembuka, Mbak Luthfiany Azwawie (karena beliau masih muda maka dipanggil mbak), Marketing and Communication Manager Sunpride, memberikan sambutannya pada acara Piknik Fruitaholic kali ini. Dari sambutan yang diberikan Mbak Luthfi saya menangkap bahwa hari ini kita benar-benar akan piknik di tempat yang jauh dari hiruk pikuk ibu kota untuk merefresh kembali jiwa dan raga bersama Sunpride dan Frutaholic. Kampung Budaya menjadi pilihan untuk berpiknik ria karena Sunpride juga peduli akan situs warisan budaya yang ada di Indonesia. Nah, nanti kita akan melihat situs batu yang ada di Kampung Budaya ini.

sunpride

Pembukaan acara Piknik Fruitaholic

Kemudian acara dilanjutkan dengan mendengarkan penjelasan dari Bapak Ukat mengenai sejarah Kampung Budaya, kerajaan Padjajaran yang ada di Bogor hingga situs budaya yang ada di Kampung Budaya ini. Dulu ada beberapa batu peninggalan sejarah yang keberadaannya mulai tergusur karena pembangunan. Pak Ukat kemudian berinisiatif mengambil batu tersebut untuk diletakkan di area Kampung Budaya agar keberadaannya tetap lestari. Setelah memberikan penjelasan, Pak Ukat kemudian mengajak kami untuk menelusuri situs yang ada di Kampung Budaya.

sunpride

Penjelasan dari Bapak Ukat

Situs pertama adalah Batu Karut. Batu ini sangat besar ukurannya. Saya sampai merinding membayangkan bagaimana cara batu sebesar itu ada di daerah tersebut. di muntahkan gunung kah? Terbawa aliran lava kah? Atau terbawa sapuan air? Bagaimana menurut teman-teman jika melihat batu di bawah ini:

sunpride

Batu Karut

sunpride

Frutaholic di Batu Karut

Yang pasti situs ini masih dalam penelitian dan belum diresmikan sebagai situs budaya karena dikhawatirkan batu besar ini merupakan peninggalan alam dan bukan hasil kreasi manusia. Karena yang namanya situs budaya harus ada campur tangan manusia dalam mengkreasikannya.

Setelah dari situs Batu Karut, kami langsung jalan menurun menuju situs selanjutnya yaitu Batu Kursi. Batu Kursi ini ada di pekarangan sebuah rumah. Dulu mungkin masih berdiri sendiri, tetapi sekarang ada di area rumah. Bentuknya seperti kursi malas dan terlihat guratan di permukaan. Situs ini masuk dalam warisan budaya karena terdapat campur tangan manusia di dalamnya. Kami mencoba untuk duduk di sana sambil berfoto bersama.

sunpride

Batu Kursi

sunpride

Berfoto bersama di Batu Kursi

Acara mengunjungi situs sudah selesai, kini kami kembali ke Bale Riungan dan disambut dengan jus segar dari Rejuve. Wuih seger banget deh Rejuve ini, saya baru mencobanya lho. Rejuve ini merupakan anak perusahaan dari Sunpride yang beroperasi di Jakarta dan Tangerang. Jus segar dari Rejuve ini menggunakan buah-buahan dari Sunpride tanpa bahan pengawet. Jadi benar-benar original fresh from the oven. Makanya setiap kali produksi, pasti jusnya langsung habis karena banyak peminatnya. Sayang ya Bogor belum ada, semoga nanti Rejuve segera beroperasi di Bogor juga supaya kami ikut merasakan buah-buahan segar dari Sunpride.

sunpride

Rejuve yang segar dari buah-buahan Sunpride

Sambil minum jus, Mbak Lutfie memberikan surprise untuk Mas Adi yang hari itu ternyata sedang berulang tahun. Selamat ya Mas Adi atas bertambah umurnya, semoga makin sukses selalu.

sunpride

Selamat ulang tahun ya Mas Adi

Setelah kenyang minum Rejuve dan menikmati kue ultahnya Mas Adi, kami langsung dipersilahkan untuk makan siang. Duh benar ya, hari itu perbaikan gizi terus. Makan buahnya dapet, jusnya dapet, olahraga juga iya, terus langsung makan siang yang bergizi dan nikmat ala Kampung Budaya yang bercita rasa masakan khas sunda. Nikmatnya dunia, Alhamdulillah.

sunpride

Makan siang dulu

sunpride

Buah-buahan Sunpride yang segar menggoda

sunpride

Are you single and available?

Sehabis makan siang dan beristirahat, acara kemudian berlanjut dengan membuat boneka dari jerami padi. Boneka jerami ini kalau yang ukuran besar sering disebut sebagai bebegig sawah yang bermanfaat untuk mengusir burung pemakan bulir padi. Sayangnya tradisi membuat bebegig sawah sudah mulai punah, makanya berganti menjadi membuat boneka jerami. Ternyata susah juga lho membuatnya, saya sampai gagal paham beberapa kali. Tapi akhirnya bisa juga deh membuat boneka dari jerami padi. Nanti kalau diminta membuat lagi, saya masih bisa gak ya?

sunpride

Membuat boneka jerami

sunpride

Boneka jerami

sunpride

boneka saya sudah jadi nih

Selesai membuat boneka jerami, kami langsung menuju ke area lapangan untuk berfoto bersama menggunakan paying Sunpride yang cerah ceria itu. Di sini kami beberapa kali mengambil take foto dengan gaya levitasi. Saya nih yang beberapa kali gagal melayang, tapi akhirnya bisa juga deh. Ini lho keseruan kami:

sunpride

Levitasi

sunpride

versi kuning saja

sunpride

fruitaholic

Foto session sudah selesai, kini kami diajak untuk bermain tangkap ikan. Saya tidak turun karena agak takut menangkap ikan hidup. Adito yang turun ke kolam saja beberapa kali teriak karena menyentuh ikan. Pastinya saya juga akan seperti itu bahkan lebih heboh. Jadi lebih baik menikmati teman-teman bermain saja. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Mas Adi berhasil menangkap ikan, yeayyy selamat ya Mas Adi. Tapi jangan senang dulu karena ketika dipanggil untuk berfoto ria, ternyata Mas Adi mendapatkan ceplokan telur di atas kepalanya. Sekali lagi selamat ulang tahun Mas Adi.

sunpride

Mencari ikan

sunpride

sekali lagi selamat ulang tahun Mas Adi

Kita tinggalkan Mas Adi, mending foto-foto aja di tengah sawah yang hijau. Etapi dia menyusul ding. Kontras dengan dress code kuning yang kami gunakan, inilah Fruitaholic di tengah sawah:

sunpride

fruitaholic di tengah sawah

Akhirnya tiba juga dipenghujung acara dengan ditutup penjelasan mengenai buah-buahan Sunpride dari Mbak Luthfi. Saya sampai terkesima bagaimana Sunpride menjaga kualitas buahnya mulai dari tanam hingga panen. Itu sebabnya buah-buahan Sunpride bentuk dan rasanya seragam karena Quality Assurance (QA) sangat menjamin kualitas buah-buahan Sunpride. Adanya QA ini tentu sangat penting salah satunya adalah melakukan penelusuran jikalau terjadi sesuatu yang menuntut untuk penelusuran produk. Jangan khawatir, semua dapat ditelusuri berkat sistem jaminan mutu yang sudah terjamin. Mendengar penjelasan Mbak Luthfie mengenai perlakuan buah-buahan Sunpride mengingatkan saya akan kuliah yang saya tempuh selama 4 tahun di IPB. Luar biasa pengetahuan Mbak Luthfie yang sudah ada di kepala.

sunpride

Mbak Luthfie memberikan penjelasan mengenai jaminan mutu Sunpride

Acara kemudian ditutup dengan khidmat dan kami dipersilahkan untuk membawa buah-buahan dari Sunpride yang telah disediakan saat itu. Wow terimakasih Sunpride, setelah saya pulang, saya langsung memenuhi kulkas dengan buah-buahan. Nikmat banget deh, setiap hari mengkonsumsi buah karena #BuahPastiSunpride.

sunpride

Bawaan pulang nih

sunpride

Kulkas langsung penuh

O iya, ada beberapa orang teman yang bertanya mengapa saya bisa datang pada acara hari itu. Berkat tulisan berjudul My 7 Days Fruit Diary: Buah Lokal Pemberi Semangat yang memenangkan kontes kategori blog pada Fruit Summit 2015 lalu saya berkesempatan untuk ikut acara piknik bersama Sunpride. Makanya nanti kalau ada event-event dari Sunpride ikutan ya teman-teman karena acara yang diadakan Sunpride itu seru banget. Nantikan saja tanggal mainnya dan terus pantengin media sosialnya Sunpride.

Oke sampai jumpa pada acara selanjutnya, Terimakasih Sunpride.

47 Comments

  1. Reply

    Asyiknya Mbak Evrina bisa liburan seru bareng sunpride.

    Lihat postingan ini aku jadi ngebayangin pisang sunpride yang biasa aku makan hehehehe.

    Next time kalau ada acara serupa aku mau diajak dong, mbak hehehe

  2. Reply

    Temenku pernah kerja di RND nya sunpride..takjub sih..sebagai anak IPb..ternyata buah bisa dimodif sedemikian sifatnya..

  3. Reply

    Waah enak banget pikniknya, tempatnya enak, makanannya sehat, plus ada jamuan makanan sundanya. Trus kegiatannya juga asik banget, memang berasa piknikan di kampung. Udah gitu pulangnya masih bawa buah sehat.

  4. Reply

    astagaahhh surga dunia banget mba Ev bisa dikelilingi buah2an yang segambreng gitu huhuhuhu mufeng jadinya *kemudian makan kulit duku*

  5. Reply

    Wuihhh…. acarany bikin baper pembaca blog nih. Apalagi kelihatan begitu seru, menarik, dan tentunya menyenangkan. Belum lagi ditambah dengan deretan buah-buahan yang begitu segar dan memanjakan mata.

    Ah… jadi pengen juga ikut kaya gini. Sayang, aku tinggalnya di Makassar.

  6. Reply

    rejeki mbak, selalu makan buah tiada henti nih.. apalagi sunpride dijamin bikin sehat buat aktifitas mbak ev yg padeett det πŸ˜€

  7. Reply

    Waaaah, asyik ya mbak,,, udah di ajak piknik ke tempat yang berbau budaya,,,,
    Makan, minum yang bergizi, olahraga di tempat seger makan buah – buahan pula,,,,,
    Lengkap bener ini mbak,,, memang benar – benar perbaikan gizi,,,,,
    Aku ya mbak kalau nemu batu sebesar itu, kalau panas tak buat berteduh, ntah darimana batu itu berasal yang penting iyup, seger, dan semilir πŸ™‚

  8. fanny fristhika nila

    Reply

    Agghhhhh enak bgt sih mbak.. aku juga paling suka buah sunpride, trutama nenas madu ama jambu bijinya tuh… ^o^.. manisss… dirujak juga mantep :D..

    Itu batu karut, kalo trnyata peninggalan alam, terlebih krn lemparan dari gunung api, lgs ngebayangin sedahyat apa letusannya ya, batunya bisa segede gitu -__- sereeem

  9. Reply

    Hm SindangParang ya? Jadi penasaran …

    Asyiknya Mbak Ev, kulkas langsung penuh ya pulangnya πŸ™‚
    Barakallahu, pengalaman yang menyenangkan.

  10. Reply

    Ini baru goodie bag seru, buah buah an… Kulkas langsung penuh.. Oh rejuve itu punya sunpride ya.. Baru tau. Nanti cobain ahh.. Aku juga kayaknya pernah lihat produksi sunpride di laptop unyil deh.. Btw 021 itu maksudnya nomor kantor gitu ya.. Hihihiii congrats ya mba..

  11. Reply

    Kakak idolakuh, kayaknya Mak Ev udah cocok banget nih jadi Duta Blogger Sunpride. 2 tahun nyantol terus yah kayaknya. Foto levitasi nya baguuusss!

  12. Reply

    dua hal yang bikin ngacai…buah2nya Sunpride…, secara aku selalu sarapan buah..
    dan situs cagar budaya Sindangbarang ini dan batu kurisinya…
    belum pernah ke sini ..walau dekat, tapi batal terus

  13. Pingback: Melepas Hibernasi Melalui Advance Class - Evrina Budiastuti

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.