#KopdarPamitan Bersama Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono

Kamis, 16 Oktober 2014 menjadi hari yang istimewa bagi saya karena siapa sangka saya yang notabenenya masyarakat biasa mendapatkan anugerah untuk bertemu dengan orang nomor satu di negara ini beserta dengan Ibu Negara. Banyak yang tidak menyangka, baik teman-teman, rekan kerja dan bahkan saya sendiri. Akan tetapi saya ingat dengan kata-kata Mak Mira Sahid, Founder Kumpulan Emak-Emak Blogger tempat saya bernaung sebagai blogger, Beliau mengatakan “menulislah, maka kamu akan tahu siapa dirimu”. Saya pun mulai percaya diri, mungkin inilah hikmah dari kegiatan menulis yang kebanyakan saya lakukan di blog.

Saat itu saya sulit untuk mempercayai telepon yang menghubugi karena terus terang saja saya masih belum percaya kalau saya dihubungi oleh seorang staff presiden. Anggreka Michello Bulan seorang Staff Kepresidenan pada Pusat Komunikasi Strategis Kepresidenan RI mengatakan bahwa saya adalah salah satu netizen yang beruntung untuk mengikuti #KopdarPamitan keesokan harinya. Saya terpilih hanya karena menuliskan opini pada Kuis #KopdarPamitan yang digelar oleh Bapak SBY dan Ibu Ani Yudhyono di media sosial. Melalui tulisan opini yang berjumlah 338 kata itulah saya menjadi salah satu dari 20 netizen yang terpilih untuk mengikuti kopdar yang saya rasakan sangat istimewa itu. Sungguh bahagia rasanya mendapatkan pengalaman berharga untuk bertemu dengan Presiden dan Ibu Negara yang sehari-hari hanya dapat saya lihat melalui televisi. Berikut adalah ulasan lengkap perjalanan saya beserta 19 orang netizen lainnya dalam rangkaian #KopdarPamitan di Istana Kepresidenan Yogyakarta pada hari Kamis yang istimewa.

Behind The Scene

Hari minggu tanggal 12 Oktober 2014 saya menghadiri Festival Bunga dan Buah Nusantara 2014 di Bogor. Pada festival itu Ibu Ani Yudhoyono menyempatkan diri untuk hadir melihat karnaval bunga dan buah nusantara di Istana Bogor. Pada moment itu kamera saya berhasil mendapatkan foto Ibu Ani tepat sedang melambaikan tangan ke hadapan kamera saya. Saya senang sekali karena saya seorang pengagum hasil fotografi Ibu Negara. Saya sering melihat Instagram (IG) milik Ibu Ani Yudhoyono karena saat ini saya juga mulai menyukai dunia fotografi meskipun masih bau kencur hehe. Saat itu saya mengunjungi IG Ibu Ani Yudhoyono untuk melihat hasil bidikan kamera Ibu pada karnaval bunga dan buah. Saya berfikir barangkali ada wajah saya yang tertangkap kamera Ibu Ani. Saya memang tidak mendapatkan foto saya di IG ibu (habis siapa saya hehe) tapi saya mendapatkan informasi mengenai kuis #KopdarPamitan yang diselanggarakan sejak tanggal 13-14 Oktober 2014. Syaratnya sangat mudah, kita cukup menuliskan opini atas kepemimpinan Bapak Presiden SBY selama 10 tahun memimpin Indonesia. Teryata kuis serupa juga digelar baik di Fanspage Bapak Presiden maupun akun Twitter Bapak Presiden. Kalau saya, karena saya mendapatkan informasinya di IG Ibu Negara, maka saya menuliskan opini saya saat itu di IG Ibu Ani Yudhoyono.

Saya memang meniatkan diri untuk dapat terpilih menjadi salah satu peserta kopdar, karena ingin sekali bertemu dengan Bapak Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono. Jika beruntung, saya ingin mengucapkan rasa terimakasih langsung atas kepemimpinannya saat ini. Paling tidak itulah yang dapat saya berikan sebagai warga negara untuk pemimpinnya yang telah berjasa terhadap negeri. Biasanya saya cukup mudah untuk menuliskan opini, kali ini saya tidak ingin sembarangan menulis. Saya pun berdikusi dengan salah satu senior saya yang juga kakak kelas sekaligus komandan penyuluh angkatan reformasi. Kak Abu Bakar Siddiq, saya berdiskusi dengan Beliau kira-kira topik apa yang sekiranya pantas untuk diangkat. Dan jadilah tulisan opini yang saya ketik mulai jam 3 pagi di hari Selasa tanggal 14 Oktober 2014. Berikut adalah isi opini yang ternyata mendapatkan apresiasi itu:

“Sepuluh tahun memimpin Indonesia bukan waktu yang lama bagi Bapak untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan yang menimpa negeri ini. Masalah kesehatan, pendidikan, pengangguran dan kemiskinan menjadi PR besar yang menanti Bapak saat itu. Bagi saya pribadi, saya sangat mengapresiasi pemerintahan Bapak karena telah memberikan perhatian besar terhadap sektor-sektor tersebut melalui peningkatkan anggaran, hal ini sangat membantu dalam penyelesaian permasalahan serta peningkatan kualitas pada sektor-sektor tersebut. Kita lihat saja, anggaran kesehatan yang semula hanya sebesar 4,6 triliun pada tahun 1998 meningkat menjadi 16 triliun di lima tahun pertama pemerintahan Bapak, kemudian anggaran pendidikan yang semula hanya sebesar 13,4 triliun meningkat sangat significant menjadi 154,2 triliun. Dampaknya pun sangat terasa terhadap pembangunan manusia diantaranya menurunkan jumlah kemiskinan sebanyak 8,8 %; mengurangi tingkat pengangguran dari 11,2 % menjadi 8,5 % dari total penduduk Indonesia.

Ada satu hal yang sangat membanggakan yaitu pada masa pemeritahan Bapak SBY, pemerintah berhasil melunasi utang Indonesia ke IMF bahkan empat tahun lebih awal dari jadwal yang disepakati. Bagi saya prestasi ini tidak hanya membawa harum nama Indonesia di dunia Internasional, tetapi juga melepaskan Indonesia dari jeratan IMF. Bayangkan apabila kita terkukung hutang, mau tidak mau kita harus baik terhadap pihak yang telah berjasa dengan kita meskipun hal tersebut berdampak buruk. Pertumbuhan ekonomi pun melesat pada periode 2009-2013 mencapai 5,9 persen yang jauh lebih tinggi ketimbang negara maju dalam kurun yang sama. Kemudian pemerintah juga berhasil membawa rasio utang Indonesia ke posisi yang aman terhadap PDB menjadi sekitar 23 %.

Masih banyak prestasi lainnya yang telah berhasil diraih oleh pemerintah pada kepemimpinan Bapak. Bapak telah berhasil membangun negara Indonesia menjadi negara demokrasi yang lebih baik dengan segala kemajemukan yang ada. Namun tak ada gading yang tak retak, Pak SBY dan pemerintah tetaplah manusia biasa yang tidak sempurna. Mungkin masih ada masyarakat yang belum puas terhadap keberhasilan pemerintahan Bapak. Karena negara Indonesia ini adalah negara kepulauan yang terdiri dari berbagai kemajemukan bersama dengan segala potensi dan permasalahan yang ada. Ini merupakan PR bagi pemerintahan selanjutnya untuk turut serta memajukan Indonesia. Tetapi satu yang pasti saya pribadi sangat mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak dan Pemerintah atas kepemimpinannya membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik dan diakui di dunia internasional. Sayapun berharap meskipun Bapak tidak lagi memimpin negeri ini, mudah-mudahan Bapak masih dapat memberikan kontribusi dan atau pemikiran bagi kemajuan Indonesia. Sekali lagi terimakasih.”     

Panjang ya? Kalau tidak salah jumlahnya 338 kata. Bayangkan saja saya harus mengetik sekian huruf langsung pada HP saya saat itu. HP menjadi lemod dan beberapa kali gagal untuk memposting opini pada akun IG Ibu Negara. Menjelang shubuh sekitar pukul 5 pagi barulah tulisan opini saya tersebut dapat dipostkan pada IG Ibu Negara.

Rupanya rasa kantuk yang saya alami terbayarkan, karena keesokan harinya saya mendapatkan kabar yang membuat saya jejingkrakan di depan ibu-ibu petani. Kabar yang membawa saya untuk berangkat ke Yogyakarta.

Keberangkatan ke Yogyakarta

Saat itu saya sedang memberikan penyuluhan kepada kelompok wanita tani mengenai perdagangan bebas dan penerapan GAP (Good Agricultural Practices) yang harus kita hadapi tahun 2015 nanti. Disela-sela pemutaran video, HP saya berbunyi. Rupanya telepon tersebut dari nomor yang tidak dikenal. Awalnya saya ragu untuk mengangkat karena nomor tersebut tidak saya ketahui. Tetapi akhirnya saya angkat juga. Berikut pecakapan yang saya ingat:

Suara tersebut mengatakan begini: “dengan evrina budiastuti?”

“Iya saya sendiri”

“Mbak ikutan kuis #KopdarPamitan bersama Bapak Presiden?”

“Iya saya ikutan”

“Selamat ya mbak karena telah terpilih menjadi salah satu peserta kopdar, mbak diharapkan hadir besok di Istana Kepresidenan Yogyakarta pukul 9 pagi, bagaimana bisa hadir atau tidak?”

“Ini beneran bu? Bisa minta waktu sebentar?”

“berapa lama? Soalnya jika mbak tidak bisa mengikuti akan digantikan dnegan peserta lain, karena banyak sekali yang ingin hadir pada acara kopdar”

“Hah, iya bu, mau….mau saya mau datang”

“Baik mbak ditunggu kedatangannya besok jam 9 pagi ya, dan saya harap jangan mengumumkan dulu di media sosial apapun sebelum Bapak SBY atau Ibu Ani sendiri yang mengumumkan”

“Iya terimakasih bu”

“Sama-sama ditunggu kedatangannya besok”

Sementara video masih berputar, saya tertegun beberapa saat. Apa yang harus saya lakukan sekarang, jika telepon itu benar maka saya harus memesan tiket saat ini juga, jika telepon tersebut penipuan maka saya akan rugi. Ibu-ibu KWT melihat saya bingung, sayapun mulai sadar sedang bertugas. Akhirnya saya selesaikan tugas menyuluh tepat pukul 11 siang dan saya pun segera berangkat ke I*******T untuk memesan tiket kereta. Saya berpikir toh kalau ternyata tidak jadi, saya bisa membatalkan tiketnya dan uang saya dapat kembali meskipun harus ke Jakarta.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya oleh Mbak Cello, saya boleh membuat status apapun di medsos jika Bapak SBY dan Ibu Ani sudah mengumumkan pemenang peserta #KopdarPamitan. Undangan juga akan dikirim via email. Ditengah kegalauan itu saya mulai men-standby-kan laptop dan mulai membuka akun IG Ibu Ani Yudhoyono, Fanspage dan Twitter Bapak SBY sambil sesekali mengecek email. Dan ternyata sekitar pukul 16:30 lebih barulah pengumuman resmi dari Bapak dan Ibu negara muncul. Saya baru benar-benar 100% percaya terhadap berita yang saya dengar siang hari tersebut. Lega dan sangat bersyukur mendapatkan anugerah istimewa sore itu. Menjelang malam sekita pukul 18:30 saya mulai berangkat dari rumah menuju Yogyakarta. Bismillah.

Pengumuman Resmi di IG Ibu Ani Yudhoyono

Pengumuman Resmi di Fanspage Bapak Susilo Bambang Yudhoyono

Undangan yang dikirimkan melalui email

Registrasi dan Perkenalan

Pukul 06:30 saya sudah tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta. Saya mulai bersih-bersih dan merapihkan diri sesuai dengan dress code yang ditentukan. Sambil memakai batik pink bercelana bahan hitam saya mulai berjalan menelusuri jalan Malioboro. Jarak dari stasiun ke Istana cukup dekat sekitar 2 km apalagi saat itu saya tiba masih sangat pagi jadi bisa sambil memfoto kondisi Yogyakarta di pagi hari. Setelah sebelumnya sarapan makanan khas Yogyakarta yaitu nasi gudeg, sayapun tiba di tempat tujuan. Tentara dan polisi sudah berkumpul disana, mereka melakukan apel persiapan pengamanan kunjungan presiden. Di sana saya bertemu dengan seorang netizen yang telah lebih dulu datang yang bernama Yudhistira. Ternyata Yudhis juga dari Bogor, netizen yang satu ini keren banget, karena keahliannya yang macem-macem, aktif di media sosial, gemar menulis tentang kerajaan Inggris, seorang chef, penyanyi dan pandai main musik juga. Wah pantas saja terpilih menjadi peserta. Saya dan Yudhis mengisi waktu dengan memoto beberapa bagian istana dan tepat pukul 9 kami mulai memasuki istana.

Terlebih dahulu kami melapor pada pos yang ada di pintu 01 istana. Kami diharuskan mengisi buku tamu dan meninggalkan tanda pengenal yaitu KTP yang ditukarkan dengan name tag visitor. Seperti protokoler pada istana umumnya, kamipun di cek menggunakan metal detector. Setelah dinyatakan aman, kami diperbolehkan menuju Wisma Negara. Kami bertemu seorang teman lagi namanya Alberta Shendy. Mbak shendy ini juga rupanya aktivis lho, dia memiliki beberapa program yang sedang digarap dengan teman-temannya terutama mengenai pendidikan (iya kan shendy? Hehe). Dan Shendy ini bukan orang asli Yogya, rupanya beliau adalah mahasiswa yang belajar di UGM yang berasal dari Kalimantan dan Beliau sangat mengidolakan Bapak SBY. Nah, kami bertiga pun segera masuk ke wisma negara setelah sebelumnya bernarsis ria di depannya.

Aku di depan Wisma Negara

Name tag yang mencantumkan nama ku

Rupanya disana sudah banyak berkumpul teman-teman netizen lainnya. Kami kemudian melakukan registrasi lagi dan mendapatkan name tag yang telah ditulisakan nama masing-masing oleh panitia. Dan disanalah teman-teman netizen telah duduk menunggu dimulainya acara. Wow setelah menelusuri profile satu per satu rupanya rekan-rekan saya ini punya segudang aktivitas dan prestasi. Berikut adalah data lengkap ke-20 netizen yang terpilih:

  1. Alberta Shendy @AlbertaShendy: Mahasiswa UGM, Pecandu puisi, aktivis
  2. Ma’ruf Cahyadi @KakMaruf: Creativepreneur, designer, social media adv Pramuka, web designer
  3. Fajar Febriyanto @fajar_briyant: Mahasiswa Unmuh Ponorogo
  4. Lestari Indah @lestariayie: Mahasiswi Elektro UII
  5. Yudhistira Amran @Yudhis_Rahardjo: Penyanyi, Pencipta Lagu, Pianis, Mahasiswa, Penulis dan Penari Bali
  6. Fasmawi Saban @fasmawi: netizen, blogger
  7. Nuzula Fardhana @Nuzula_Fardhana: netizen
  8. Andhika Putra @andhika_pp: Ketua Umum BPM FE UI 2014, Blogger, mahasiswa
  9. Katyana Wardhana @KatyanaWardhana: Inisiator gerakan #sudahdong yaitu gerakan untuk menghentikan bullying di Indonesia
  10. Dita Anindia @DitaAnindia: penyiar radio, MC, vocalis, psikolog
  11. Ilham Pribadi @hamdipribadi: netizen
  12. @jogjatoday
  13. Alexandra Asmasoebrata @AlexandraRacing: Pembalap muda berbakat, model, artis
  14. Retno Wulandhari @RetnoSolo: PR Manager The Sunan Hotel
  15. Rayhan Prayoga @yogaRP: Mahasiswa Kedokteran UGM, IM3 National ambassador 2013
  16. Putu Dina @dinayuniarini: Psikolog, mengembangkan yayasan PT Melia Sehat Sejahtera
  17. Pristia Nur @apisakbar24: Fotografer Profesional
  18. Evrina Budiastuti @evrinasp: ASN, PPL, Blogger
  19. Trinia Noviyanti @niatrinia: dokter
  20. Komala @nurkomalaMS: Mahasiswi

20 Peserta #KopdarPamitan

Acara kemudian dimulai dengan terlebih dahulu dibuka oleh Mbak Osa yang juga seorang Staff Kepresidenan yang membidangi Komunikasi Startegis. Mbak osa mengucapkan selamat kepada kami semua karena telah terpilih menjadi peserta Kopdar, kemudian memberikan garis besar jalannya acara hingga malam nanti. Agar lebih excited Mbak Osa dan Mbak Cello merahasiakan acara-acara selanjutnya supaya menjadi surprise yang special bagi kami. Dan acara hari itu dimulai dengan berkeliling istana kepresidenan Yogyakarta untuk mengenal lebih dekat salah satu istana kepresidenan yang ada di Indonesia.

Berkeliling Istana

Istana Kepresidenan Yogyakarta adalah istana terkecil diantara seluruh istana yang ada di Indonesia. Ini adalah istana ketiga yang saya kunjungi selain Istana Kepresidenan di Cipanas dan Bogor. Bapak pemandu yang merupakan Staff di Istana Kepresidenan Yogyakarta (haduh saya lupa namanya) menjelaskan beberapa bangunan yang menjadi tempat singgah dan tempat pertemuan untuk Presiden, Wakil Presiden beserta jajarannya. Di salah satu sisi istana terdapat lorong yang dulunya merupakan tempat di pajangna beberapa foto hasil karya Ibu Ani Yudhoyono. Tetapi foto-foto tersebut sudah di kemas dan dirapihkan mengingat masa jabatan Presiden SBY akan berakhir pada tangga 20 Oktober 2014 esok. Ketika saya berkesempatan mengunjungi istana kepresidenan di Cipanas dan Bogor saya sempat melihat hasil karya ibu Ani Yudhoyono yang dipamerkan di beberapa sisi. Hasil bidikan kamera Ibu Ani tidak perlu diragukan lagi, sangat artistic dan menarik orang untuk berlama-lama melihatnya. Sayang, di istana ini saya belum sempat melihat hasil bidikan kamera Ibu Ani. Tetapi tidak mengapa, Ibu Ani Yudhoyono akan terus menghasilkan karya dan memperlihatkan hasil bidikannya di akun IG nya meskipun sudah tidak menjabat sebagai Ibu Negara. Nah, di kanan lorong ada sebuah green house mini yang merupakan tempat budidaya berbagai macam bunga anggrek. Pemandu kami menjelaskan bahwa Ibu Ani Yudhoyono memang menyukai bunga anggrek, untuk itu istana kepresidenan yogyakata membuatkan khusus untuk Ibu Negara.

Lorong istana

Kebun Anggrek yang disukai Ibu Ani Yudhoyono

Selepas melewati lorong, kami diajak untuk memasuki museum yang ada di istana ini. Ssssttt…. Istana ini belum sempat diresmikan oleh Bapak Presiden, jadi belum terbuka untuk umum dan  ternyata Bapak dan Ibu Negara belum pernah memasuki museum ini lho. Siapa sangka kami yang hanya netizen menjadi masyarakat umum pertama yang dapat memasuki museum ini. O iya sudah menjadi ketentuan protokoler istana untuk tidak memoto bagian dalam gedung baik dengan segala isinya. Wah kami senang sekali dapat memasuki museum ini, di museum ini terdapat perjalanan sejarah presiden Soekarno hingga presiden SBY yang tentunya akan bertambah seiring dengan pergantian presiden. Juga terdapat catatan perjalanan sejarah para wakil presiden kita sejak dulu lho. Seperti istana-istana sebelumnya yang pernah saya kunjungi, pada muse mini terdapat maha karya sastra mulai dari patung, guci hingga lukisan bersejarah. Ada salah satu lukisan yang membuat kami teriak terkagum-kagum yaitu lukisan peristiwa Diponegoro yang dulu hanya dapat kita lihat pada buku teks sejarah yang ada di sekolah. Lukisannya sungguh sangat menggambarkan peristiwa saat itu, merinding saya ketika melihatnya.

Berkeliling istana, Sumber: @AlexandraRacing

Masih berkeliling istana Sumber: @AlexandraRacing

Selepas memasuki museum, kami diajak ke ruang pertemuan. Wuihhh ruangan ini sungguh megah dan besar. Karpetnya empuk udaranya sejuk dan sorot lampunya membuat kami merasa nyaman berada di sana. Saya melihat ada deretan 20 kursi plus dua kursi utma yang akan digunakan oleh Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono. Saya tersadar, Ya Tuhan ternyata pertemuan ini hanya dihadiri oleh kami ber-20 dengan Bapak dan Ibu Negara langsung. Semuanya hamper memiliki pikiran yang sama, karena kami piker kami hanyalah tamu undangan yang akan duduk dibarisan tengah atau belakang dalam rangkaian acara kopdar. Siapa sangka justru kami menjadi tamu undangan yang memang diundang special oleh Bapak dan Ibu Negara. Kami senang bukan main dan saling berfoto bersama mengabadikan moment yang membahagiakan ini.

Namun, Mbak Cello menyadarkan euphoria kami untuk segera melakukan ishoma karena kami akan diberikan kejutan selanjutnya. Apa itu? Menyambut kedatangan Presiden SBY dan Ibu Negara di Lanud Adi Soetdijpo. Wow we were so excited.

Menyambut Kedatangan Bapak dan Ibu Negara

Karena kegiatan di istana begitu dinamis, kami diberi waktu selama 20 menit untuk melakukan ishoma. Makanan istana yang lezat ternyata tidak terlalu saya nikmati karena terlalu semangat, bahagia, nervous dan hahace (harap-harap cemas) terhadap semua rangkaian kegiatan kopdar yang ada. Setelah kegiatan ishoma selesai, kami semua diajak menuju Lanud Adi Soetdijpo menggunakan bis yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara. Wah kali ini kami terkejut lagi, karena bis yang kami naiki diiringi oleh Polisi Militer. Kami jadi merasa seperti pejabat, bahkan saya melihat di pinggir jalan banyak masyarakat yang melambaikan tangannya. Jika masyarakat tahu kalau yang dilambaikan itu sekumpulan netizen apa jadinya ya? Hehe.

Beberapa saat kemudian kami tiba di Lanud Adi Soetdijpo, saya melihat di sana sudah siap beberapa orang siswa yang siap menyambut Bapak Presiden sambil membawa bendera merah putih. Kemudian kami diajak untuk memasuki salah satu ruangan di Lanud yang cukup nyaman setelah sebelumnya dilakukan kembali pemeriksaan dengan metal detector. Saya dan teman-teman berkumpul dan duduk pada ruangan tersebut sambil menunggu kedatangan orang nomor satu di negeri ini. Kemudian Mbak Cello menjelaskan beberapa peraturan kembali yang harus kami taati ketika menyambut Presiden.

Setelah tenang, kami kemudian menyadari sesuatu ternyata di samping kiri kami telah hadir Sri Sultan Hamengkubuwono X dan di hadapan kami juga telah hadir Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas. Kami saling berbisik siapa yang berani meminta untuk berfoto bareng dengan GKR dan Sri Sultan. Setelah maju mundur akhirnya beberapa orang diantara kami memberanikan diri untuk berbicara dengan GKR dan Sri Sultan Hamengkubuwono untuk berfoto bareng bahkan dari beberapa orang teman memberanikan diri untuk berselfie bersama. Alhamdulillah GKR Hemas dan Sri Sultan Hamengkubuwono X sangat ramah memaklumi permintaan kami.

Teman2 sedang berpose bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X, foto saya tidak ada disini, Kak Ma’ruf saya minta fotonya ya

Dannnn…..tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Orang nomor satu di Indonesia periode 2004-2009 dan 2009-2014 ini tiba di Lanud Adi Soetdijpo menggunakan pesawat Negara Republik Indonesia berwarna biru yang sangat kokoh dan perkasa. Kami berjajar sepanjang karpet merah menyambut kedatangan Bapak SBY dan Ibu Ani. Pasangan Bapak dan Ibu Negara ini sangat romantic dan bersahaja, mereka menuruni satu per satu anak tangga dari pesawat sambil bergandengan tangan. Bapak SBY dan Ibu Ani kemudian disambut oleh pejabat yang telah menunggu dibarisan depan. Kemudian tibalah saat dimana Bapak Presiden dan Ibu Negara menyalami kami satu persatu. Saya ingat percakapan saya dengan Bapak SBY yang singkat saat itu:

“Dari mana asalnya Evrina?”

“Saya dari Bogor Pak” saya sambil mencium tangan Bapak SBY

“Welcome ya Evrina” sambil menepuk punggung saya seraya Bapak kepada anaknya

Kemudian saya juga bersalaman dengan Ibu Ani Yudhoyono yang sangat ramah:

“Evrina asalanya dari mana?”

“Saya dari Bogor Bu, saya kemarin minggu sudah bertemu Ibu Ani di Festival Bunga dan Buah di Bogor”

“O iya berarti kita bertemu lagi ya disini, selamat datang ya” ucap Ibu Ani Yudhoyono sangat ramah.

Kemudian rombogan memasuki ruagan yang telah disiapkan untuk menyambut kedatangan Bapak dan Ibu Presiden. Kami diarahkan untuk stay dulu di lapangan sambil berfoto bersama di depan pesawat Garuda. Wuihhh senang banget kami bisa melihat langusng gagahnya pesawat milik Indoensia. Sayangnya kami belum mendapat file foto ketika berada di depan pesawat garuda karena kamerawannya saat ini masi bertugas. Mudah-mudahan nanti kami segera mendapatkannya. Kejutan tidak berhenti saat itu saja, kami diperbolehkan untuk memasuki pesawat presiden. Senang banget rasanya, benar-benar anugerah yang tak terlupakan. Terimakasih Ya Allah, terimakasih semuanya.

Masih belum siap difoto nih

Ayo sudah cukup euphoria di Lanud Adi Soetdijpo, sekarang kita harus kembali segera ke Wisma Negara untuk melakukan persiapan #KopdarPamitan. Kami pun bergegas kembali ke Istana diiringi oleh Polisi Militer. Sampai di depan istana ternyata sudah ramai oleh masyarakat yang memang menyambut kedatangan Bapak Presiden beserta Ibu Negara. Begitu pula dengan wartawan yang sejak semula sudah setia menunggu kedatangan tamu kehormatan. Kami harus segera masuk ke dalam istana untuk melanjutkan acara selanjutnya.

Acara yang ditunggu: #KopdarPamitan

Kami kembali ke Istana sekitar pukul 15:00. Kami diberi waktu selama 30 menit untuk beristirahat dan mempersiapakan diri sebelum melaksanakan acara kopdar. Saya segera merapihkan diri dan melakukan shalat ashar. Beberapa orang teman terlihat ada yang mempersiapkan kata-kata, ada yang termenung, ada yang sedang berkomunikasi dan sibuk dengan HP masing-masing hingga akhirnya kamar kami diketuk oleh Mbak Cello. Kami sudah harus berkumpul di lobi Wisma Nusantara untuk bersama-sama bersiap menuju tempat kopdar berlangsung. Kami diharuskan berjalan cepat dan tidak diperkenankan untuk menerima wawancara dengan wartawan karena memang agenda utama akan berlangsung.

Kami memasuki ruangan satu per satu. Saya mendapatkan kursi kedua dari depan di sebelah kanan. Saya sangat senang karena dapat sedekat ini dengan Bapak SBY dan Ibu Ani Yudhoyono. Saya tidak dapat menutupi rasa nervous, tegang, dan keringat dingin saat itu. Kata demi kata sudah saya susun saat itu namun sepertinya ketika berbicara nanti kata-kata tersebut tidak akan sempurna seperti yang telah saya susun sebelumnya. Begitu pula dengan teman-teman yang ada di kanan dan kiri saya yang sama-sama bergelut dengan pikiran masing-masing. Sebelum Bapak SBY dan Ibu Ani memasuki ruangan, wartawan diperbolehkan masuk pada spot yang telah disediakan untuk menempatkan peralatan meliput yang mereka bawa. Beberapa kali gambar kami diambil baik oleh wartawan maupun oleh pihak istana.

Kami 20 peserta #KopdarPamitan siap menyambut Bapak dan Ibu Negara

Tiba saatnya Bapak SBY dan Ibu Ani Yudhoyono memasuki ruangan, kami semua berdiri menyambut kedatangan dua orang penting tersebut. Senyum ramah menghiasi wajah Bapak dan Ibu Negara. Bapak dan Ibu  kemudian mempersilahkan kami untuk duduk kembali. Acara #KopdarPamitan dipimpin langsung oleh Ibu Ani Yudhoyono. Sebelumnya Beliau menjelaskan maksud diadakannya acara ini. Acara Kopdar sendiri sebelumnya sudah digelar sebanyak 5 kali baik di Istana Merdeka maupun di Istana Bogor, dan ini adalah kopdar ke-enam bertajuk #KopdarPamitan dalam rangka pamitan berakhirnya masa kepemimpinan Presiden SBY. Kopdar ini digelar dengan terlebih daulu menjaring para netizen baik dari fanspage dan twitter Bapak SBY maupun IG Ibu Ani Yudhoyono. Saya adalah salah satu netizen yang terpilih dari 6 orang yang memberikan opini melalui IG Ibu Negara. Peserta lain yang berjumlah 16 orang dijaring melalui fanspage dan twitter Bapak SBY.

Acarapun dimulai, kami dipersilahkan untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan apapun yang ingin disampaikan kepada Bapak Presiden maupun Ibu Negara dalam waktu 3 menit. Saya tidak mampu mengingat semua hal yang disampaikan oleh seluruh peserta. Namun ada beberapa hal yang dapat saya ingat. Dari beberapa orang teman menyampaikan rasa terimakasihnya terhadap kepemimpinan Bapak SBY, ada juga yang menyampaikan penghargaan terhadap kesabaran Bapak SBY dalam menghadapi segala cibiran yang datang justru dari beberapa pihak yang berasal dari dalam negeri, ada juga yang menyampaikan aspirasi dari para dokter terkait demo dokter beberapa waktu lalu, ada juga yang memberikan penghormatan layaknya prajurit kepada panglima tertinggi ABRI yang tak lain adalah Bapak SBY, ada juga yang berterimakasih karena Bapak SBY cepat tanggap terhadap bencana kebakaran hutan di Riau, ada juga yang menyampaikan apresiasi terhadap karya lagu-lagu yang diciptakan oleh Bapak SBY, dan ada juga yang mengagumi hasil karya Photography Ibu Ani Yudhoyono bahkan memuji ketegaran Ibu Negara yang sejak dulu seirng ditinggal tugas oleh suami tercinta hingga berbulan-bulan lamanya, ada juga yang ingin menjadi seperti Ibu Ani Yudhoyono yang merupakan istri seorang prajurit dan ada juga yang bertanya apa yang Bapak SBY lakukan setelah nanti kembali menjadi rakyat biasa.

Saya sendiri menyampaikan beberapa pesan yang sebagian merupakan amanah dari teman-teman setelah sebelumnya saya mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas jasa yang telah Bapak SBY berikan selama 10 tahun memimpin Indonesia. Tidak terasa air mata saya jatuh ketika menyampaikan apresiasi saya terhadap kebijaksanaan Bapak SBY menghadapi hujatan yang datang. Bagi saya hal tersbeut perlu untuk disampaikan karena untuk memimpin 250juta jiwa dengan segala kemajemukan yang ada sangatlah tidak mudah. Apa yang kita lakukan belum tentu baik dimata semua orang. Paling tidak itulah yang saya rasakan ketika bertugas dan terjun langsung kepada masyarakat. Memimpin 20 orang petani yang sama latar belakangnya saja membuat saya kadang mengelus dada, apalagi memimpin 250juta jiwa. Kemudian saya juga mengucapkan rasa terimakasih karena telah mengesahkan UU ASN yang membuat kami para penyuluh lebih dihargai karena dengan berlakunya UU ASN maka tugas pokok dan fungsi kami sebagai tenaga fungsional benar-benar diperhatikan dan kami dapat mengoptimalkan tugas kami sebagai seorang penyuluh. Kemudian saya juga menyampaikan harpaan serta keinginan agar Bapak SBY dan Ibu Ani dapat melaksanakan Kopdar lagi terutama untuk para Blogger karena Blogger juga turut serta membantu untuk memajukan masyarakat melalui tulisan-tulisannya. Terakhir saya menyampaikan harapan agar Bapak dan Ibu tetap memberikan kontribusi serta pemikirannya untuk kemajuan Indonesia meskipun tidak lagi menjabat. Suasana haru saat itu karena tidak hanya saya yang berlinang air mata, beberapa orang rekan juga terlihat cukup sedih ketika menyampaikan aspirasinya. Padahal acara ini sebeneranya di design untuk lebh ceria, namun kami tidak bisa membendung kesedihan lantaran harus berpamitan dengan Bapak dan Ibu Presiden.

Setelah kami menyampaikan harapan dan semua hal yang ingin disampaikan, kami dipersilahkan untuk rehat sejenak menikmati snack yang telah disediakan. Sambil berbincang akrab, Bapak SBY memperlihatkan satu buah buku kecil yang selalu dibawa kemana-mana.  Buku apakah itu? Ternyata buku itu adalah UUD 1945 yang merupakan dasar konstitusi Negara kita. Beliau menyampaikan bahwa segala kebijakan dan tindakan yang dilakukannya sebagai seorang pemimpin Negara tidak boleh melenceng dari konstitusi sehingga konstitusi ini menjadi pegangan ketika Beliau bertindak. Memang di Negara hukum ini kita tidak boleh asal berucap dan bertindak, segala peraturan telah dibuat agar semuanya berjalan harmonis. Begitupun ketika saya hendak menjalankan tugas atau menyampaikan suatu pendapat yang mungkin kurang sejalan dengan pimpinan maka peraturan menjadi dasar saya untuk mengajukan pendapat dan bertindak saat itu.

Kemudian sambil menikmati snack dan minuman yang disediakan, kami diperdengarkan lagu ciptaan Bapak SBY yang berjudul Untuk Bumi Kita versi bahasa Inggris. Alunan etnik Kalimantan menambah keindahan syair yang dibawakan oleh lagu ciptaan Bapak SBY ini. Kemudian kami juga diperdengarkan lagu kedua ciptaan Bapak SBY yang berjudul Malam Sunyi di Cipaganti yang tak kalah merdunya. Selepas mendengarkan lagu, Bapak SBY menjawab aspirasi kami satu persatu. Secara ringkas saya dapat menyampaikan bahwa Beliau menyadari masih banyak kekurangan ketika Beliau memimpin negeri ini. Untuk itu Beliau akan tetap memberikan kontribusinya demi kemajuan Negara meskipun tidak lagi menjabat. Banyak agenda besar dan mimpi-mimpi lain yang akan Bapak SBY lakukan selepas pensiun nanti. Selain berkiprah di dalam negeri Beliau juga akan turut serta membangun dunia dengan beberapa Negara lain yang tentu saja porsi terbesar mengabdi untuk kemajuan bangsa. Beliau juga menyampaikan bahwa seorang pemimpin memang dituntut untuk sabar dalam menghadapi dinamika yang ada, keinginan satu orang belum tentu sama untuk orang lain, untuk itu diperlukan sikap yang bijak dari seorang pemimpin. Tidak perlu reaktif terhadap segala pemberitaan yang ada, karena apabila terlalu reaktif justru akan menyebabkan kehancuran.

Kemudian Beliau juga berpesan agar Indonesia tetap eksis di dunia, maka Negara ini harus memperhatikan 3 hal yaitu:

1. Persatuan

2. Kerukunan

3. Toleransi

Menghadapi persaingan global ini apabila masyarakat dan pemerintah tidak bersatu, tidak memiliki kerukunan, saling mencemooh satu sama lain dan tidak memiliki toleransi maka Indoensia akan kesulitan menghadapi segala tantangan masa depan yang ada. Bapak SBY juga berpesan agar generasi muda harus berani memiliki mimpi, karena dengan mimpi kita akan menjadi manusia yang bermanfaat serta hidup akan terasa lebih bermakna. Jadilah orang yang idealis, never give up terhadap segala tantangan yang mendatang. Beliau menyampaikan untuk menjadi seorang presiden seperti saat ini tidaklah instant, Beliau juga menempuh perjalanan setahap demi setahap yang berawal dari seorang prajurit biasa. Namun karena Beliau memiliki mimpi dan tekad untuk memajukan bangsa dan tidak pernah menyerah terhadap segala cobaan yang datang maka semua mimpi-mimpi tersebut dapat Beliau raih. Kunci untuk menjadi orang yang berhasil menurut Beliau adalah selalu berpikir dengan logika ketika menghadapi segala permasalahan yang ada, instropeksi diri ketika menghadai kegagalan dan selalu berikhtiar serta tawakal kepada Tuhan YME.

Ibu Ani Yudhoyono juga menambahkan mengapa akhirnya Presiden dan Ibu Negara membuat akun di media social hal itu dikarenakan agar lebih dekat dengan rakyat. Seperti Ibu Ani Yudhoyono yang membuat akun IG sebagai sarana untuk memperlihatkan sisi lain Indonesia tak kala menemani presiden bertugas atau memperlihatkan sisi lain seorang pemimpin ketikan bersama dengan keluarga. Hal tersebut semata-mata untuk kebaikan meskipun masih saja terdapat beberapa pihak yang kurang berkenan.

Saya yang hadir saat itu bisa merasakan ucapan tulus seorang Presiden dan Ibu Negara ketika menanggapi semua hal yang kami sampaikan saat itu, kami bersyukur karena telah diberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan Bapak dan Ibu Negara. Tak terasa waktu 2.5 jam berlalu begitu cepat dan tibalah saatnya dipenghujung acara.

Penutupan dan Ucapan Terimakasih

Sebelum berpisah Bapak SBY dan Ibu Ani Yudhoyono memberikan kami kenang-kenangan berupa buku yang ditulis oleh Bapak SBY dan Ibu Ani Yudhoyono, cendra mata berupa piringan yang memuat foto Bapak SBY dan Ibu Ani, dua buah CD yang berisikan lagu-lagu karya Bapak SBY, dan sebuah batik tulis. Ibu Ani menceritakan, Bapak SBY menulis buku tersebut disela-sela waktu pada kunjungan kerja ketika di pesawat dan atau sebelum tidur. Sungguh itulah seorang pemimpin, waktu tidurnya sangat sedikit dan lebih banyak waktu yang berkualitas untuk dihabiskan dalam kesehariannya.

Sebelum meninggalkan ruangan kami diberikan kesempatan untuk berfoto bersama. Alhamdulillah ini adalah pertama kalinya saya dapat berfoto bersama pemimpin Negara. Saya sekali lagi sangat bersyukur atas karunia yang telah diberikan hari ini. Bapak dan Ibu Negara pun segera meninggalkan ruangan untuk melanjutkan agenda selanjutnya di Magelang untuk meresmikan museum pavilion 5 di Akmil Magelang tempat Beliau menuntut ilmu dahulu.

Kami mendapatkan goodie bag yang telah dipersiapkan dan kembali ke Wisma Negara. Di sana kami dipesilahkan untuk diwawancara oleh para wartawan yang memang menghendaki wawancara. Pada akhir acara, Mbak Cello, Mbak Osa dan seluruh staff yang bertugas saat itu berpamitan dan sangat berharap agar kami tetap melanjutkan komunikasi dengan membentuk grup atau komunitas. Sayapun memohon pamit dan juga mengucapkan terimakasih serta penghargaan yang sebesar-besarnya kepada panitia atau penyelenggara yang telah memberikan kesempatan untuk bertemu Presiden hari ini.

Tepat pukul 19:30 saya meninggalkan Wisma Negara setelah pamit dengan semua teman-teman karena memang harus sudah tiba di stasiun Tugu Yogyaarta sebelum pukul 20:30. Saat itu kaki saya melangkah membawa semangat, semangat baru untuk lebih maju dan mengabdikan diri kepada masyarakat. Terimakasih Bapak SBY, terimakasih Ibu Ani Yudhoyono, terimakasih Mbak Cello, terimakasih Mbak Osa dan seluruh jajaran, terimakasih teman-teman dan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Maha Pemberi Nikmat, Allah SWT.

#KopdarPamitan #TerimaKasihSBY

Note: Tulisan ini tidak bermaksud untuk pamer dan membanggakan diri sendiri atau pihak tertentu, silahkan pembaca mengambil sendiri hikmah yang terkadung di dalamnya dan buang jauh-jauh sisi negatifnya. Saya berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Terimakasih.     

73 Comments

  1. Edi Padmono

    Reply

    Pastinya sangat senang dan membanggakan bisa bertemu langsung dengan orang nomor satu di negeri ini

  2. momtraveler

    Reply

    Bangganya daku mengenalmu mak.. kereen pake bingiittsss….
    Pasti ini jadi pengalaman yg akan terkenang seumur hidup ya mbak..patut diceritakan turun temurum ke anak cucu 🙂

    • Reply

      Terimkasih Mak Muna, setiap orang punya kelebihannya masing2. Saya sangat bersyukur dapat memberikan rasaterterimakasih langsung kepada Presiden SBY atas segala dedikasinya selama ini. Semoga tulisan ini bermanfaat ya mak

  3. Pristia Nur Akbar

    Reply

    Ceritanya cukup detail mba. Krna emang sayang bgt kalo ada bagian yg terlewat. Ijin repost d blog saya yab

  4. aprikull

    Reply

    Pengalaman baru, petualangan baru, membuat hidup lebih berwarna dan bermakna ya Ev

  5. Dina Yuniarini

    Reply

    mbaaaakkkkkk kangennnn…. rasanya sepertii mimpi semuanyaa..
    membaca tulisannya rasanya terharu sedih senang campur aduk jadi satu karena detik” terakhir kepemimpinan Beliau kita bisa kenal lebih dekat dengan Beliau.
    Salam Saya dari Bali mbak. ❤️

    • Reply

      Dinaaaaa aku juga kangen, hiks hiks, salam dari Bogor. ingat pesan2 Bapak kita harus punya mimpi dan jadi orang yang berhasil. terus semangat memajukan Indonesia

  6. rodamemn

    Reply

    alhamdulillah, proud of you ev…aahh mau donk diajak juga ketemuan ama pak SBY dan bu Ani, ah senangnyaaaa… pasti ini kebahagian yang tidak bisa dibayangkan ya ev, congratulations

    • Reply

      Alhamdulillah Dame, rasanya campur aduk. yg paling saya sangat syukuri adalah bisa mengucapkan terimakasih langsung kepada pemimpin yang telah 10 tahun memimpin negeri ini

  7. Reply

    Wow, saya terharu membacanya mbak..Keren.Selamat ya..sdh jadi peserta terpilih. Tapi kenapaa cuma 20 ya, kok dikit amat, hihihi

    • Reply

      Terimakasih mbak eka alhamdulillah dapet keberuntungan. Iya sy pikir yg diundang 100an jadi kesempatannya besar ternyata hanya 20 saja tidak tahu mengapa hehe

  8. Reply

    Alhamdulillah…semua lancar ya Ev… Sekali lagi selamat telah mendapatkan kesempatan berharga ini dan terima kasih karena telah berbagi cerita ..serasa ikut langsung kopdar itu… Terima kasih yaa….

  9. Reply

    pastinya bakal jadi pengalaman yang berkesan seumur hidup, ya. Keren banget pengalamannya. Bikin ngiri banyak orang. Termasuk saya 🙂

    • Reply

      makasih Mbak Dwi, ini juga krn lagi lucky hehe alhamdulillah bisa kesaring melalui IG Ibu Ani Yudhoyono. semoga bermanfaat ya

  10. Reply

    Waah selamat ya Mbaak.. Saya juga ikutan di IG tp belum kepilih, semoga pesan mbak kepada Pak SBY utk mengadakan lagi acara kopdar khusus buat blogger dapat terlaksana supaya saya bisa berkesempatan ikutan lagi 🙂
    Oya ada Alex juga ya, kemarin sempat foto2 gak? Hehe

    • Reply

      Terimakasih mbak, iya saya ikut di IG Ibu Ani Yudhoyono alhamdulillah tersaring. iya semoga Bapak Ibu bisa mengadakan kopdar lagi ya di Cikeas gitu supaya blogger bisa pada ikutan

  11. Wiwiet

    Reply

    Mba Evrina, salam kenal …keren banget mbak, detil banget tulisannya,serasa ikut dalam cerita. Ikut menitikkan air mata … pemimpin yang membanggakan, dan pasti tak jauh dari kritkan. Semoga pengabdiannya menjadi pahala yang mengalir. Aamiin

    Sukses selalu untukmu juga ya mbak …

  12. Reply

    salam kenal mb evrina..

    wah.. keren ya mb.. pengalaman luar biasa tentunya..
    trmksh utk sharingnya mb.. bikin kita ketularan semangat nih..

    • Reply

      Salam kenal mbak ariana. Sy kaget kirain ibu negara hehe ge er banget. Semoga bermanfaat ya mbak. Sy juga sedang semangat2nya nih

  13. Reply

    Sudah baca postingan ini berkali2 dan baru bisa comment skr.

    Bangga, haru, iri dan dendam positif, semuanya saya rasakan mak.. tidak semua orang bisa seberuntung ini.. Lanjutkan maaak.. :*

    • Reply

      terimakasih mak Hani, alhamdulillah mak. semua orang pasti punya kesempatan, yuk kita raih kesempatan yg datang kepada kita mak

  14. Reply

    hari kapan itu, belum sempat baca semuanya ttg postingan ini, masih kepo, meluncur lagi deh kesini hehehe..
    sempat mau komen di postingan terbaru dari postingan ini, malah gak masuk komennya, nasib nasib… hehehe
    sekarang saya coba lagi, tetep maksa ceritanya 😀

  15. Lusi

    Reply

    Apapun urusan politiknya, ini adalah peristiwa sejarah bangsa ya mak. Happy for you :))

    • Reply

      alhamdulillah mak, makasih mak lusi sudah mampir iya saya tidak melihat urusan politiknya mak, gak mau terlibat hehe tapi hanya ingin mengucapkan terimakasih langsung kepada Beliau Beliau yg telah berjasa

  16. Efi

    Reply

    Best momen banget ya, mbak. lewat deh artis2 juga. :)Pantesan kepilih, konten postingannya juga keren gini.

    • Reply

      heaaaa saya jadi malu, hehe itu berkah ngeblog juga mak, profil kita ternyata dilihat satu persatu sama panitia, makasih mak

  17. Reply

    Sebuah momen yang tak akan terlupakan ya Jeng
    Semoga Pak SBY terus berkarya untuk negara dan bangsanya
    terima kasih artikelnya yang sangat menarik
    Salam hangat dari Surabaya

    • Reply

      oke pak dhe terimakasih atas kunjungannya, semoga artikelnya bermanfaat ya… alhamdulillah bisa mnyampaikan terimakasih langsung kepada beliau

  18. angki

    Reply

    uuuhh merinding saya mbak bacanya keren” mbak kereenn sangat… selamat mbak kenangan tak terlupakan dah….

  19. Pingback: Kaleidoscope Tahun 2014 Seorang Penyuluh, Blogger, Ibu Rumah Tangga, dan Hiker | evRina shinOda

  20. Pingback: Nggak Ada Loe, Nggak Rame – bukan bocah biasa

  21. Pingback: Selamat Ulang Tahun Bapak SBY | Evrina Budiastuti

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.