Kreasi Flanel Buatan Maya

Maya, adik saya yang usianya tiga tahun lebih muda sangat bertolak belakang dengan saya kakaknya. Maya serba kewanitaan, sedangkan saya serba kemaskulinan. Dia pandai memasak, membuat kue, menjahit, berdandan, membuat crafting, dan sangat sayang dengan anak-anak. Tapi Maya tak bisa naik motor, tidak suka hiking, juga kurang suka dengan kotor-kotoran dan ketiga hal tersebut dimiliki oleh saya kakaknya yang kalau disandingkan memang jauh berbeda. Tetapi perbedaan ini justru membuat kami saling melengkapi sebagai kakak dan adik.

Dulu Maya juga bekerja seperti saya. Namun setelah menikah dan memiliki anak, dia kemudian berhenti kerja untuk fokus mendampingi buah hatinya *bagus deh May, sekalian jagain Alfi yah hehe*. Ketika belum memiliki bayi, Maya sering membuat kerajinan tangan serta menjahit untuk mengisi waktunya. Kerajinan tangan yang dulu Ia kembangkan bersama teman-teman berupa Toples Flanel. Maya beberapa kali mendapatkan order yang cukup banyak untuk membuat toples flanel tersebut. Apalagi ketika datang hari raya, dia kebanjiran pesanan, sampai harus bergadang hingga tengah malam.

Toples Flanel

Toples Flanel Buatan Maya

Toples Flanel

Toples Flanel Buatan Maya

Saya memperhatikan setiap detail yang Ia kerjakan dalam membuat toples flanel. Pertama, dia hunting terlebih dahulu bahan dasarnya yaitu toples plastik, bahan flannel, peralatan menjahit serta lem tembak untuk menempel. Kedua, dia kemudian mencari inspirasi dengan melihat model-model toples lucu yang ada di internet. Dia juga sedikit melakukan observasi lapang dengan bertanya kepada teman-temannya mengenai bentuk toples apa yang disukai oleh mereka. Terakhir, Maya mulai membuat toples flannel secara perlahan. Ia menggunting pola satu persatu, kemudian merangkainya hingga membentuk toples flannel sesuai pesanan. Semua itu Ia lakukan setiap hari tanpa rasa jenuh. Kalau saya yang melakukan hal itu tentu sudah sangat bosan karena tidak sabaran.

Sebagai kakak, tentu saya sangat bangga karena kreatifitasnya tidak berhenti di situ saja. Maya kemudian membuat kreasi lain dari bahan flannel seperti gantungan kunci, gantungan HP, tempelan kulkas, figura, tempat pensil, dompet dan celengan. Sebagai bentuk apresiasi untuk Maya, saya membuatkan blog khusus baginya guna mempromosikan karya yang dihasilkan. Blog itu beralamat di: https://rumahnyamaya.wordpress.com/.

Flanel

Gantungan Kunci Buatan Maya

Flanel

Tempelan Kulkas Buatan Maya

Sayangnya Maya saat ini sedang berhenti memproduksi kreasi flanelnya lantaran Arfad sang buah hati masih terlalu kecil dan sangat membutuhkan perhatian. Tetapi Maya masih tetap menerima pesanan asalkan tidak terlalu dikejar deadline. O iya dulu dia membuat souvenir pernikahannya sendiri dari bahan flannel lho, luar biasa kagumnya saya dengan tangan kreatifnya.

Saya selalu mendorongnya untuk tidak menyia-nyiakan bakat yang dimiliki dan menjadikan anak sebagai alasan untuk mengubur kreatifitas. Kini, Maya sedang mengelola warung kecil yang berdiri di rumah mungilnya. Sambil membesarkan anak, Ia juga sudah mandiri dan membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Ada satu harapan yang ingin saya sampaikan kepada Maya, kreasi flannelnya sebisa mungkin harus dihidupkan kembali karena itu merupakan salah satu ladang rezeki yang unik untuk dikembangkan.

16 Comments

  1. sabda awal

    Reply

    bagus memang mbak. dulu saya sempat bikin flannel juga lho, tapi bentuknya gantungan kunci emoticon. sempet jualan offline juga dulu ๐Ÿ˜€

  2. Reply

    Cantik-cantik ya, Mbak..
    dulu saya juga suka membuat kreasi flanel, tapi ga bisa banyak, mudah jenuh, udah itu hasilnya jadi ga memuaskan..

  3. Reply

    Wuaahh.. kerennya..bisa bikin souvenir pernikahan sendiriiii.. Cantik-cantik pula hasilnya^^

  4. Reply

    mudah-mudahan kalau waktu luang lebih banyak bisa jualan lagi ya, sekarang sesuai kemampuan aja yang peting anak

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.