Lebih Dekat dengan Gerhana Matahari Total di Indonesia

laskar-gerhana-detikcom

Sumber: maximindonesia.co.id

Tanggal 9 Maret 2016, Indonesia kembali akan mengalami peristiwa langka yaitu terjadinya Gerhana Matahari Total (GMT). Fenomena alam ini merupakan kejadian alam yang terjadi kesembilan kalinya selama hampir 115 tahun terakhir di Indonesia. Tercatat bahwa peristiwa GMT terakhir di Indonesia terjadi pada tanggal 24 Oktober 1995 lalu dan berhasil menarik perhatian banyak kalangan. Seperti peristiwa GMT sebelumnya, momentum GMT tahun ini juga tetap menjadi incaran banyak pihak baik para peneliti, wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin merekam setiap detik terjadinya peristiwa tersebut. Berbagai macam persiapan telah dilakukan guna menyambut terjadinya peristiwa langka dan fenomenal tersebut.

Gerhana matahari total atau GMT terjadi karena letak posisi bulan yang berada di antara matahari dan bumi sehingga menutupi jatuhnya sinar matahari ke bumi. Akibat pengaruh posisi bulan tersebut maka akan ada daerah yang mengalami gerhana matahari total dan gerhana matahari sebagian.

laskar-gerhana-detikcom

Kiri ke kanan: matahari-bulan-bumi, Sumber: news.detik.com

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sudah memprediksi sebelas kota yang menjadi jalur gerhana di Indonesia dan menjadikannya sebagai titik pengamatan yaitu Palembang, Bangka, Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate dan Halmahera. Kesebelas kota tersebut kemudian tengah melakukan persiapan dan menjadi incaran para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

laskar-gerhana-detikcom

Jalur Gerhana Matahari Total di Indonesia, Sumber: news.detik.com

Namun sebelum melangkah lebih jauh mari kita mengenal fenomena GMT ini lebih dekat agar momentum ini dapat kita lewati dengan persiapan maksimal.

Sejarah Gerhana Matahari Total di Indonesia

Tercatat dalam sejarah bahwa gerhana matahari total atau GMT terjadi sebanyak sembilan kali di Indonesia dengan rentang waktu yang berbeda. Gerhana pertama terjadi pada tanggal 18 Mei 1901 dan menjadi pengamatan GMT terlama yaitu 6,5 menit dimana posisi GMT terletak di sebelah barat Pulau Sumatera. Rentang waktu antara gerhana pertama menuju gerhana kedua membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 25 tahun pada tanggal 14 Januari 1926. Sedangkan rentang waktu gerhana ketiga hingga keempat tidak terlalu lama hanya berjeda lima tahun saja. Rentang waktu terjadinya gerhana yang memakan waktu cukup lama ditemukan kembali pada munculnya GMT keempat hingga keenam yang berjarak lebih dari 20 tahun. Begitu pula untuk rentang waktu antara gerhana terakhir yang terjadi pada tanggal 24 Oktober 1995 lalu yang membutuhkan waktu 28 tahun lamanya untuk dapat melihat kembali fenomena alam langka ini. Untuk lebih jelasnya dapat melihat infografis berikut ini:

laskar-gerhana-detikcom

9 Gerhana Matahari Total di Indonesia. Sumber: news.detik.com

Dari kedelapan peristiwa tersebut ada dua peristiwa GMT yang menjadi catatan menarik sejarah yaitu peristiwa GMT tanggal 11 Juni 1983 dan 18 Maret 1988.

Peristiwa GMT pada tahun 1983 terjadi di Yogyakarta, Semarang, Solo, Kudus, Madiun, Kediri, Surabaya, Makassar, Kendari, dan Papua yang meninggalkan beberapa catatan sejarah karena kala itu masyarakat tidak diperbolehkan menyaksikan GMT oleh pemerintah yang berkuasa saat itu. Larangan ini sangat keras dan ketat terlihat dari beberapa langkah yang dilakukan yaitu dengan memasang spanduk dan menyebarkan pamflet tentang bahaya menyaksikan gerhana yang dapat menyebabkan kebutaan. Selain itu juga digelar pengamanan dari kepolisian guna menjamin bahwa masyarakat benar-benar tidak menyaksikan GMT. Masyarakat hanya diperbolehkan menyaksikan peristiwa tersebut melalui siaran televisi TVRI yang ada saat itu. Banyak kalangan menyayangkan karena GMT yang terjadi saat itu dinilai sangat bersih sehingga korona matahari benar-benar terlihat. Akibat dari intruksi tersebut masyarakat menjadi ketakutan sehingga selepas terjadinya gerhana, mereka beramai-ramai memeriksakan matanya karena khawatir mengalami kebutaan. Bahkan aktivitas ekonomi sempat lumpuh selama berlangsungnya gerhana.

laskar-gerhana-detikcom

Himbauan Pemerintah pada Gerhana Matahari Total Tahun 1983, Sumber: news.detik.com

Berbeda dengan tahun 1983, pada GMT tahun 1988 pemerintah justru tidak melarang masyarakat untuk melihat secara langsung. GMT pada tahun 1988 tidak melintasi daerah padat penduduk seperti tahun sebelumnya dan hanya berlangsung sekitar dua menit saja. Menurut catatan saat itu, kondisi cuaca kurang mendukung karena sedang memasuki musim penghujan. Nah GMT yang terjadi pada tanggal 9 Maret 2016 nanti diprediksi memiliki jalur yang mirip dengan tahun 1988 sehingga sayang untuk dilewatkan.

Saat ini, masyarakat sudah banyak yang teredukasi mengenai tata cara aman untuk menyaksikan peristiwa yang fenomenal karena sangat sayang untuk dilewatkan. Guna menyambut peristiwa bersejarah yang hanya terjadi di Indonesia.

Persiapan yang Dilakukan Indonesia Menyambut Gerhana

Indonesia patut berbangga karena menjadi satu-satunya negara yang dapat melihat fenomena GMT karena hanya daratan Indonesia saja yang dilalui oleh jalur gerhana sementara lainnya berupa Lautan Hindia dan Pasifik yang tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat pengamatan. Guna menyambut peristiwa sejarah ini maka Indonesia sudah melalukan beberapa persiapan, diantaranya adalah:

  1. Membentuk Tim Gerhana Nasional yang dikoordinir oleh LAPAN

LAPAN mengkoordinir Panitia Nasional Gerhana Matahari Total yang terdiri dari komunitas, instansi pemerintah dan tim pendukung lainnya. Beberapa tim yang terlibat diantaranya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Telkom, Kementerian Komunikasi dan Informatika, PT Pos Indonesia, termasuk juga tim dari observatorium Bosscha, Imah Noong, hingga komunitas astronomi seperti Langit Selatan dan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) [1].

  1. Menetapkan kota pengamatan terbaik GMT

Jauh hari sebelum terjadinya gerhana, Tim Gerhana Nasional Nasional sudah menetapkan 11 kota pengamatan terbaik berlangsungnya GMT sehingga masyarakat, peneliti, maupun wisatawan dapat bersiap menuju tempat yang dimaksud. Kesebelas kota tersebut adalah Palembang, Bangka, Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate dan Halmahera. Maba di Halmahera ditetapkan menjadi tempat terbaik pengamatan karena memiliki durasi yang lama yaitu 3 menit 17 detik sehingga LAPAN dan NASA akan melakukan pengamatan pada titik tersebut [2].

Lokasi Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016, Sumber: http://www.maximindonesia.co.id/
  1. Melakukan penelitian dan pengamatan ilmiah selama berlangsungnya gerhana

Para peneliti akan menyebar ke beberapa titik pengamatan guna melakukan penelitian baik penelitian terjadinya gerhana maupun penelitian biologis. Penelitian biologis ditujukan kepada pengaruh gerhana terhadap perilaku hewan terutama hewan nocturnal yang terbiasa beraktivitas dikala gelap.

laskar-gerhana-detikcom

Lokasi pengamatan GMT dan pengamatan Biologi, Sumber: new.detik.com

  1. Mempersiapkan sarana dan prasarana

Hotel maupun penginapan sudah sejak lama dipersiapkan guna menyambut para wisatawan. Bahkan sebanyak empat kapal pesiar yang menjadi hotel berjalan pada perairan yang dilalui oleh GMT juga dipersiapan oleh PT Pelni. Selain itu kacamata gerhana juga sudah jauh hari dipersiapkan dan diperjual belikan kepada para wisatawan maupun pemburu gerhana.

  1. Menyajikan berbagai macam acara

Kesebelas daerah yang menjadi tempat berlangsungnya GMT sudah mempersiapkan berbagai macam acara untuk menyambut GMT. Contohnya adalah Balikpapan Borneo Travel Mart yang akan menampilkan aneka potensi pariwisata Kalimantan Timur serta Pesta Laut serta Lomba Perahu Naga di Balikpapan. Tak kalah mau kalah dengan Balikpapan, Sulawesi Selatan juga mengadakan pertunjukan Tari Paraga. Serta aneka pertujukan unik daerah lainnya baik konser music, parade music hingga tarian daerah.

Apabila pemerintah dan semua kalangan sudah melakukan persiapan maksimal, apakah kita sendiri sudah bersiap menyambut momen langka ini?

Persiapkan Diri Menyambut Gerhana

Fenomena GMT tahun ini memang disambut sangat antusias oleh para pemburu gerhana. Hal tersebut wajar untuk dilakukan mengingat GMT tak akan terulang untuk kedua kalinya di tempat yang sama. Fenomena ini memang akan terjadi kembali namun lintasannya akan selalu bergeser sehingga akan terjadi di tempat yang berbeda [3]. Oleh sebab itu ada baiknya kita mempersiapkan diri untuk menjadi saksi sejarah terjadinya GMT. Lalu apa saja yang harus dipersiapkan? Berikut adalah beberapa persiapan diri guna menyambut GMT di Indonesia:

laskar-gerhana-detikcom

Sumber Gambar Sebelum dimodifikasi: http://www.maximindonesia.co.id/article/2016/2/1969/Inilah-Lokasi-Lintasan-Gerhana-Matahari-Total-di-Indonesia

  1. Menentukan lokasi pengamatan yang ingin dituju. Tentukan jauh-jauh hari lokasi yang kemungkinan dapat dicapai untuk pengamatan mengingat kita juga bersaing dengan para pengamat lainnya.
  2. Persiapkan transportasi dan akomodasi. Bagi teman-teman yang rumahnya berada di titik pengamatan tentu tidak terlalu bermasalah, tetapi bagi yang lokasinya jauh tentu harus segera memikirkan bagaimana cara menuju kesana dan menginap dimana. Jangan sampai nanti kehabisan tempat dan cara untuk menuju kesana.
  3. Persiapkan perlengkapan. Jangan lupa untuk membuat list beberapa perlengkapan yang WAJIB dibawa untuk mengabadikan moment seperti kamera, teropong, atau kacamata gerhana.
  4. Persiapkan fisik dan mental. Kondisi tubuh yang fit dan mental yang siap harus benar-benar terjaga mengingat kita akan memburu peristiwa langka di tempat yang mungkin berbeda dengan keseharian dan bersama dengan banyak orang dengan berbagai macam karakter.
  5. Mempersiapkan pengetahuan tentang GMT. Bekal ilmu pengetahuan sangat penting untuk kita serap sebelum pergi berburu gerhana agar kita tau timing yang tepat dalam berburu sehingga moment yang ditunggu-tunggi bisa kita dapatkan dan tidak membahayakan jiwa.
  6. Persiapkan dana yang cukup. Selama menyambut GMT, daerah yang menjadi titik pengamatan akan mengadakan kegiatan untuk menyambut terjadinya GMT. Nah jangan lupa siapkan dana yang cukup agar kita juga bisa merasakan euphoria lain selain pengamatan GMT.
  7. Jangan lupa untuk melaksanakan ibadah. Terpukau dengan keindahan GMT boleh-boleh saja, namun jangan lupa untuk bersyukur dan memuji Tuhan YME dengan berdoa atau melaksanakan salah satu ibadah menurut kepercayaan masing-masing. Bagi umat muslim, jangan lupa untuk melaksanakan salat sunah gerhana matahari ya.

Jika mengetahui sejarah gerhana matahari di Indonesia dan mengetahui persiapan apa saja yang dilakukan Pemerintah juga sudah dilakukan, bahkan hingga sudah mempersiapkan ketujuh hal di atas namun belum juga bisa berangkat, teman-teman jangan khawatir dan patah semangat!. Karena kita bisa berangkat menuju salah satu titik pengamatan gerhana dengan menjadi salah satu Laskar Gerhana detikcom. Caranya sangat mudah kok, teman-teman bisa mengikuti lomba blog melalui kanal blogdetik, hidden kuis yang ada di portal detik.com, membuat video kreatif atau mengikuti lomba foto instagram. Selalu ada solusi dari setiap masalah, sekarang tinggal berusaha saja agar kita lebih dekat dengan Gerhana Matahari Total di Indonesia. Selamat berusaha!

#LaskarGerhanadetikcom

laskar-gerhana-detikcom

Laskar Gerhana detikcom

Sumber Informasi:

http://www.detik.com/gerhanamatahari2016/

http://news.liputan6.com/read/2412593/pembodohan-massa-soal-gerhana-matahari-total-1983

http://www.maximindonesia.co.id/article/2016/2/1969/Inilah-Lokasi-Lintasan-Gerhana-Matahari-Total-di-Indonesia

[1]http://news.detik.com/berita/3135986/mengintip-persiapan-panitia-nasional-sambut-gerhana-matahari total-2016

[2] http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/01/inilah-12-provinsi-yang-akan-dilintasi-gerhana-matahari-total

[3]. https://tekno.tempo.co/read/news/2016/02/15/061745022/gerhana-matahari-tak-akan-terulang-dua-kali

81 Comments

  1. momtraveler

    Reply

    Betapa beruntungnys kslo bisa laskar gerhana ya mak. Kepengen banget deh ikutan nonton yg di ternate ato di poso

  2. Reply

    inget deh dulu, tahun 83 kl nggak salah, ada GMT kita cuma ngumpet dalam rumah..
    rugi banget deh..,padahal dulu lewat Jkt …, nggak perlu jauh2

  3. Reply

    Dulu sih guru di sekolah udah ngasih penjelasan gimana nonton gerhana total. Ambil ember diisi air, disuruh lihat dari situ. Trus emang enggak boleh lihat ke arah langit. Apalagi saat peralihan dari gerhana total, mulai terlihat sedikit mataharinya, yang bahaya yang proses itu, hihiii

  4. awenfals

    Reply

    Belum pernah melihat gerhana total nih Mba soalnya belum lahir sepertinya, ketahuan kan sekarang masih abg ๐Ÿ˜€
    Terimakasih ilmunya Mba Ervina mesti beli kacamata nih biar bulan maret bisa melihat gerhana matahari total ๐Ÿ™‚

  5. Reply

    Iya mbak..yang 83 itu juga pernah dicritain bapakku…katanya klo liat bisa buta. Kok bisa pemerintah ngasih info yang menyesatkan gitu ya… Sampe2 gerhana matahari jadi berkesan sangat2 menakutkan. ..

    Oh..iya, aku inget…dulu dikampungku klo gerhana, pada pukul kentongan, katanya bulan/mtharinya dipangan butho…ha..ha. Skrng mah udah pada bener..sholat klo ada gerhana. Sukses ya mbak! Semoga jadi laskar pelangi..eh Gerhana

    • Reply

      aamiin makasih mbak sulis, iya itu mitos dimakan buto ijo ya jadi pukul2 kentongan supaya gak dimakan mataharinya, aku malah beneran belum engeh, makanya pengen jadi laskar gerhananya

  6. Reply

    Untuk Wilayah Jawabarat berarti gerhana sebagian gitu ya mba ?
    Biasanya sih kalau di kota saya tiapa ada gerhana tuh suka shalat gerhana bukannya menyaksikannya mba.

  7. Inna Riana

    Reply

    suamiku udh niat ambil jadwal dines ke palangkaraya buat liat gerhana nanti. kalo ga ya ke kota lain yg dilewati gerhana. moga ga ada halangan, jadi bisa denger langsung ceritanya nanti ๐Ÿ™‚

  8. Saling Silang NET

    Reply

    Nah itu kacamata filter untuk gerhana itu yang bagaimana mba?
    Atau belinya dimana & kira-kira berapa duit ya?

  9. Noe

    Reply

    Th 83 aku blm lahir, th 88 aku lagi lucu2nya balita, wkwkwk. Jadi kesimpulannya skrg aku masih muda, eh, maksudnya blm prnah ngeliat dan ngalamin GMT. Daan… GMT tahun inj aku harus ikut liat!

    • Reply

      Mbak nurul tahun 1995 ada gerhana lagi tapi aku malah gak paham soalny keasikan masa kecil soalnya. Aku pun ingin menyaksikan gerhana lagi

  10. Reply

    subhanallah…
    aku wakilkan ke mbk Evrina dulu aja dah, hhhee
    semoga mbak.e dapat berkesempatan meninjau langsung Gerhana Matahari tersebut ya mbak…
    hhheee

  11. Ani Berta

    Reply

    “Jangan lupa melakukan Ibadah”
    Yup setuju! Walau asyik melihat fenomena langka ini, ibadah tetep no 1 ๐Ÿ™‚
    Semoga beruntung bisa ke Belitung ya Ev ๐Ÿ™‚

  12. Reply

    Ahhhh, aku inget banget tuh yg tahun 83, ga boleh lihat langsung, bahaya buta. Tapi ya ga segitu dilarangnya jugfa. Cuma diingatkan kalau ga boleh lihat dg mata telanjang. Pemerintah sekarang justru pintar memanfaatkan momen langka ini utk mendongkrak pariwisata

  13. Reply

    Waktu gerhana matahari total tahun 1983 dan pemerintah waktu tiu gencar melarang, aku justru bandel. Bersama kawan-kawan melihat langsung, karena waktu itu almarhum ibuku mengatakan, pemerintah kok malah nakut-nakutin.

  14. Anne Adzkia

    Reply

    Waah ditunggu liputan langsung pengamatan gerhana matahari ya. Tulisannya lengkap bgt Ev. Keren.

  15. Reply

    Wih, bahasannya lengkap banget Mbak Evrina. Dari teori, sejarah hingga tips-tips. Keren mbak. Sekalian salam kenal ya mbak ๐Ÿ™‚

  16. Dee - @HEYDEERAHMA

    Reply

    Wuih, lengkap sekali informasinya, Mbak ๐Ÿ™‚
    Selamat ya kepilih jadi Laskar Gerhana, ditunggu ceritanya…

  17. Rhina Akbar

    Reply

    Wah aku lhirnx 96 jd blum tau sm sekali tapi kak ev klw balikpapan kena bontang sangatta kena jga nggak ? Pengen liat.. ๐Ÿ˜€

  18. Reply

    Komplit banget, tinggal beberapa hari lagi, ya. Semoga lancar pengamatan GMT-nya mbak. ๐Ÿ™‚
    Oya, mbak F jadi pengamatan di kota mana? Saya ada rencana di Palembang.

  19. Ahmad

    Reply

    Selamat ya…. Jangan lupa sholat gerhana di atas kapal bakamla.
    Salam kenal ya.. Saya termasuk pemenang laskar gerhana batch 2 ternate, tapi Qodarullah tidak jadi berangkat

  20. Ahmad

    Reply

    Karena ada suatu amanah yang harus saya tunaikan dan tanggal-tanggal tersebut waktu Ujian Tengah Semester putri kami di madrasah tahfidz terpadu pekalongan, jadi alhamdulillah ‘ala kulli hal, mbak dari bogor ya…?

  21. Pingback: Laskar Gerhana detikcom: Hari Pertama - Evrina Budiastuti

  22. Reply

    Wow lengkap banget. Pantesan Mbak Ev bisa ikut jalan2 melihat GMT di Ternate. Selamat, yah ๐Ÿ™‚

    Saya masih ingat tahun 1983 dulu kota saya dilintasi GMT. Masih ingat suasana gelap di siang hari selama kira2 5 menit.

  23. Muhammad Akbar

    Reply

    Iya sih dulu zaman Pak Harto, kita dilarang melihat langsung Gerhana Matahari Total makanya banyak yang bilang peristiwa itu Hari Pembodohan Nasional.
    Beruntung banget kemarin, saya bisa menyaksikan GMT langsung dari kota Luwuk, rasanya bikin merinding.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.