Lebih Dekat dengan Milda Ini, Blogger dan Penulis dari Bengkulu




milda ini

Sudah pernah ke Bengkulu Ev? Belum pernah, kasian ya hehe. Memang ada apa saja di sana? Banyak, ya kuliner, wisata sejarah, wisata alam serta adat istiadat. Teman kuliah yang berasal dari Bengkulu rasanya senang sekali kalau menceritakan daerahnya. Tidak hanya itu, di sana juga ada salah satu teman blogger dan penulis produktif yang bisa menjadi inspirasi kita semua. Kenalan yuk sama sosok blogger dan penulis yang satu ini.

Namanya adalah Mbak Milda Ini, supaya lebih akrab kita panggil dengan nama Mbak Milda saja ya. Mbak Milda adalah seorang ibu rumah tangga dan juga mompreneur. Masa mudanya dihabiskan untuk mengenyam pendidikan di Kota Bengkulu dengan menempuh pendidikan sarjana muda D3 jurusan keperawatan serta sarjana S1 jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mbak Milda memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikannya ke S1 Kesehatan Masyarakat sesuai dengan passion yang Ia geluti.

Milda Ini

Mbak Milda Ini, Blogger dan Penulis Buku dari Bengkulu

Background pendidikan yang nyambung satu sama lain membuatnya mampu menelurkan karya, baik dalam bentuk tulisan di blog maupun buku. Coba kunjungi blognya deh nanti ada kategori lifestyle dan juga kesehatan. Buku solonya berjudul Nutrisi Pintar Ibu Hamil dan Menyusui bisa menjadi panduan para bumil dan busui untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. Selain buku solo, Mbak Milda juga sudah menelurkan banyak buku antologi lho *applause.

Milda

Salah satu buku Mbak Milda

Selain pandai ngeblog dan menulis, rupanya Mbak Milda juga senang berorganisasi meskipun sudah menjadi ibu. Tercatat dia tergabung dalam berbagai organisasi blogger dan juga kepenulisan, bahkan sudah sampai menjadi koordinator. O iya, saya sempat mewawancarainya melalui jaringan pribadi untuk mengenalnya lebih dekat. Berikut ini adalah hasil wawancaranya:

Passion Mbak Milda di dunia literasi kuat banget, saya kagum dengan karyanya antara menulis buku dan ngeblog, bagaimana cara mengatur waktu keduanya agar seimbang?

“Saya suka dunia menulis. saya memutuskan untuk kuat menulis dan mencintai dunia literasi sejak tahun 2009. Saat saya ditunjuk oleh sekolah untuk menjadi guru dan mengajar pelajaran Mulok PPMB. Mulok yang berkaitan dengan dunia literasi untuk mendukung aktivitas perpustakaan. Dari sana saya memutuskan untuk kuliah mengambil jurusan pendidikan bahasa dan sastra indonesia. Saat itu saya berpikir. menulis adalah masa depan saya. Saya harus serius dan menyiapkan diri untuk kesana. Bukan hanya keterampilan tetapi juga pendidikan atau basic karena sebelumnya saya kuliah di kesehatan, jurusan keperawatan. Saya meniatkan dari hari itu, bahwa di usia 40 tahun jika sampai, maka fokus saya adalah menulis dan literasi. Makanya saya membuat target setiap tahun, minimal ada 2 buku yang terbit. Menulis di media massa dan blog secara rutin, minimal 10 postingan tiap bulan. Soal waktu, karena emang itu fokus yang ingin dibangun, maka jiwa raga dan alampun membantu saya membentuk waktunya sehingga menulis menjadi mudah”.

Milda

Ini Buku Antologinya

Mengapa Mbak Milda memilih sektor kesehatan untuk concern penulisannya?

“Saya memilih kesehatan salah satunya adalah karena alasan untuk menghargai orang tua dan kakak saya yang sudah ‘memaksa’ saya kuliah di kesehatan dan tentunya sudah membiayai kuliah saya. Awalnya saya sudah diterima sebagai mahasiswa PMDK kalau istilahnya dulu ya di salah satu universitas negeri. Namun batal karena saya lebih memilih untuk berbakti dan menyenangkan ortu dan kakak saya. Meski sudah 10thn saya kerja di bidang kesehatan, bagi saya belum cukup. Makanya saya memilih salah satu fokus tulisan saya tentang kesehatan supaya ilmu kuliahnya tetap terpakai dan keluarga saya tetap senang.

O iya, kemarin habis terpilih menjadi mombassador ya, bagaimana rasanya?

“Saya terpilih menjadi mombassador sgm lewat audisi sebagai blogger di komunitas kumpulan emak2 blogger. Senang dan itu pengalaman pertama bagi saya ikut acara di luar daerah atas nama blogger, biasanya sebagai penulis. Harapannya sih, bisa tetap atau makin banyak kesempatan bisa ikutan acara seperti ini sembari membesarkan anak-anak dan membuat mereka mandiri, dan saat itu datang saya sudah tau apa yang bisa saya lakukan untuk mengisi kehidupan saya kembali”.

Milda

Mbak Milda sebagai Mombassador

Bagaimana cara mengatur waktu antara ngeblog dengan menulis?

“Tahun 2016, saya menargetkan terbit 6 buku. karena harusnya di tahun 2015 dan 2014 harusnya terbit buku tapi banyak kendala dan hal itu tidak terwujud. Sehingga saya bersyukur meski cuma 4 buku solo. saya bisa menyicil dan membayar waktu yg terbuang di tahun sebelumnya tanpa terbit buku solo di tahun 2017. Saya kembali menargetkan 2 buku solo dan 4 buku antologi. in sya Allah April, paling lama di milad pernikahan saya, saya mau menerbitkan buku antologi. Kalau ditanya mana enak ngeblog atau nulis buku, bisa jadi kalau dari segi uang enak ngeblog, uangnya banyak dan bisa langsung dapat, kalau buku kan ada minimal halaman. Seminimnya 75halaman. Tapi nulis buku tantangan berbeda dengan ngeblog. Saya karena sudah paham langkah apa yang harus dilakukan untuk memulai menulis buku, maka tidak begitu kesulitan. Hanya kendala di waktu saja. Lagi-lagi alasannya ya anak-anak, tapi saya sudah menyiapkan mau menulis apa dan memastikan kapan itu akan saya mulai, karena tidak selamanya anak-anak butuh diawasi oleh saya. untuk menulis buku memang butuh banyak referensi, puluhan buku dan saya suka melakukan hal tersebut. Bergerilya mencari buku bahkan menelusuri dari satu perpus ke perpus lainnya. Nulis buku bisa sambil ngeblog dan saya ‘gak kuatir selip atau blocking karena mapping dr buku atau outlinenya sudah ada dan jelas malah bisa saling pindah, Kalau lagi bosen atau malek, malek itu bahasa palembang, artinya mirip-mirip dengan bosan atau lelah dengan satu fokus yang sama, makanya mau mencoba yang lain lagi”.

Milda

Mbak Milda dan Keluarga

Mbak Milda juga sering jadi pembicara ya, bisa ceritakan pengalamannya?

“Iya, alhamdulillah sejak jadi ketua wilayah forum lingkar pena Bengkulu saya sering diundang mengisi acara kepenulisan dimana-mana. Bagi saya semua sangat berkesan karena selalu menarik dan menantang. cuma ada satu momen yang selalu saya ingat, waktu itu panitia menghubungi saya meminta data diri untuk dibuat dipasang di plakat sebagai kenang-kenangan yang akan diberikan kepada saya. Sebagai ucapan terima kasih sebagai pembicara. Waktu itu untuk pertama kalinya saya mengusulkan kepada panitia agar saya tidak diberikan plakat lagi karena sudah banyak hal itu di rumah dari berbagai acara terutama dari panitia kampus. Saya meminta diganti sama buku-buku saja dan benar, panitia menggantinya dengan buku.

Milda

Mbak Milda sebagai pembicara

Mbak Milda lebih suka menulis fiksi atau non fiksi?

“Kalau ditanya mana yang enak, sebenarnya ‘gak ada alasan memilih ya karena keduanya sangat berbeda. Saya lebih cepat menulis nonfiksi karena aturannya jelas dan referensinya banyak. Tetapi meski menulis fiksi yang sifatnya khayalan, saya juga selalu melakukan riset untuk tulisan saya supaya lebih rasional dan tidak terlalu mengada-ada. Misalnya soal nama, saya rela kok bela-belain bertanya kepada teman di daerah nama panggilan khas di daerah sana atau bertanya soal tradisi, makanan dll. Jadi meski karangan fiksi saya tetap mumet kok nulisnya hehehe. Kalau ‘gak dianalisa dan melakukan pengamatan akibatnya bisa mudah mati ide saat menulis.

Ada kesulitan saat menulis buku?   

“Wah, kalau ditanya kesulitan saat menulis buku ada sih tapi ‘gak terlalu dramatis, biasalah masih tahap wajar saja. Tapi yang sulit itu saat naskah sudah di acc dan butuh sedikit revisi atau ada editan dari editor, saat itu saya sedang hamil muda, mabok banget. Jadi saat itu, saya mendiamkan melalaikan naskahnya hampir satu bulan, sampai saya ‘gak morning sickness lagi dan itu trnyata di acc ama editornya, dia mau menunggu. Saya senang banget karena ada kemudahan. Lalu saat konfimasi soal desain sampul, saya sedang hamil tua, mau lahiran. Jadi nya lahiran buku sama bayi saling dekatan tanggal 12 Mei buku terbit, 15 mei saya ultah dan lahiran bayi.

Apa harapan Mbak kedepannya?    

“Harapan ke depan, saya bisa terus mengembangkan dan membuat aktif kegiatan Blogger Bengkulu. Makin bisa memberikan kontribusi buat warga Bengkulu, lalu buat diri saya, semoga saya makin produktif dan bisa memberikan informasi yang bermanfaat lewat tulisan, untuk keluarga dan suami. Semoga aktivitas ngeblog dan menulis yang saya tekuni, bisa membuat mereka bangga mempunyai ibu dan istri seperti saya. Semoga saya juga bisa memberikan mereka sesuatu dari kegiatan menulis ini. Apalagi saat ini ngeblog dan nulis serta jadi pembicara juga menghasilkan uang. Jadi saya sering juga mengajak atau menyenangkan anak-anak dan suami dari hasil nulis misalnya makan-makan.

Milda

Mbak Milda dan karyanya

Adakah pesan untuk teman-teman blogger dan penulis?

“Pesan saya buat teman-teman blogger dan penulis, sebaiknya tetapkan dengan baik apa yang ingin kita harapkan dari kegiatan blog dan nulis ini. Jika kita tau apa yang kita inginkan, maka dengan mudah dan bersemangat kita akan ,menentukan cara mencapainya. Tentu saja kita akan semangat belajar banyak hal untuk mendukung terwujudnya keinginan tsb. Meski susah, tentu karena tau tujuannya, maka kita akan tetap senang. Dunia blogging dan menulis terus berkembang, tentu kita butuh terus belajar untuk bisa mengikuti trend yang ada. Maka belajarlah dengan cara yang paling mudah untuk kita lakukan. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuam kita, jangan mudah ikut-ikutan orang lain apalagi tidak mempunyai konsep untuk ikutan hal tsb. Lalu tanamkan niat bahwa nulis dan blogging adalah salah satu sarana bagi kita untuk masuk surga, maka menulislah dengan rajin hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi orang lain, semoga tulisan kita bisa menjadi lambang keabadian diri kita dan sebagai amal jariah”.

Terimakasih Mbak Milda atas waktu dan juga wawancaranya, insyaa Allah bermanfaat sekali buat saya pribadi dan teman-teman lainnya. Nah, bagi teman-teman yang ingin berkenalan lebih jauh dengan Mbak Milda, dapat menghubungi alamat berikut:

Blog: www.mildaini.com

Email: mildaini.bkl@gmail.com

Facebook : Milda Ini

Instagram : @mildaini.bkl

Twitter : @mildainibkl

Sekian dulu ya review sahabat kali ini, masih ada sahabat lainnya yang akan tampil di blog evrinasp.com, stay tuned!.




39 Comments

  1. Reply

    keren dah, sebulan 10 post. 1 tahun narget 6 buku

    ini keren mbak pesannya : “tanamkan niat bahwa nulis dan blogging adalah salah satu sarana bagi kita untuk masuk surga, maka menulislah dengan rajin hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi orang lain, semoga tulisan kita bisa menjadi lambang keabadian diri kita dan sebagai amal jariah” –>SAVE AS hehehe

  2. Reply

    Suka langsung semangat kalau baca profil orang2 produktif 🙂 moga ketularan aku bisa bikin buku yang cetar 😀 aamiin
    Pun sama kek mba Ev yg sll menang mga kecipratan hahaha

  3. Uci

    Reply

    Wah Keren banget mbaa… Menginspirasi kuu. Jadi menulis yg merupakan passion mix sama jurusan kuliah ? produktif karyanya ya mba,salut ^^

  4. Ilham

    Reply

    salut dech buat mbak Milda ini, selain karyanya yang bagus juga seorang blogger yang ramah yang sering membalas kunjungan pembacanya …

  5. otakublog

    Reply

    salut deh sama, mbak mbak blogger yang rajin buat nulisnya, apalagi pada make hijab,, (jleb nusuk kehati) ada yang masih butuh pendamping hidup ennga yaa?? heheh

  6. Dee - @HEYDEERAHMA

    Reply

    Aku salut banget dengan kekuatan persistensi dan fokusnya Bunda Milda 🙂

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.