Pengalaman Mengikuti Lomba Penyuluh Pertanian Teladan

lomba penyuluh pertanian teladan

Hari ini, di akhir pekan minggu ketiga bulan Mei 2019 alhamdulillah saya bisa metime lagi bersama blog tercinta. Rekor nih buat saya karena biasanya minimal sebulan sekali, ada blog post yang dapat dipublish. Sayangnya untuk bulan April 2019 ini, saya tidak mencetak blog post satupun di tiga blog saya.

Maklum, sejak bulan April 2019 saya disibukkan dengan persiapan lomba penyuluh pertanian teladan. Lomba ini memang lomba perseorangan, alias saya sendiri. Namun karena membawa nama kantor bahkan membawa nama kabupaten, jadi tidak boleh sembarangan dalam menghadapi jenis lomba ini.

Berbeda dengan lomba blog yang cukup dengan menulis lalu dikirim atau publish tulisan di blog sendiri, lomba penyuluh pertanian teladan ini melibatkan berbagai pihak meskipun lombanya terkesan personal. Itu sebabnya semua hal harus dipersiapkan, mulai dari administrasi hingga tingkat lapangan.

Bolehlah saya berbagi pengalaman sedikit tentang lomba penyuluh pertanian teladan ini. Siapa tau ada teman penyuluh pertanian yang ingin mengikuti lomba serupa atau merekomendasikan seseorang untuk mengikuti lomba ini.

Latar Belakang Lomba Penyuluh Pertanian Teladan

Lomba penyuluh pertanian teladan merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kinerja Penyuluh Pertanian khususnya Penyuluh PNS yang selama ini membina petani di lapangan. Pemerintah yang dalam hal ini adalah Kementerian Pertanian akan memberikan penghargaan kepada Penyuluh yang berprestasi sebagai Penyuluh Pertanian Terbaik.

Awalnya seleksi penyuluh pertanian teladan dilakukan di tingkat Balai Penyuluh Pertanian atau BPP. Di tingkat BPP, Koordinator Penyuluh akan menyeleksi calon penyuluh teladan yang akan direkomendasikan ke tingkat kabupaten.

Selanjutnya tim penilai tingkat kabupaten melakukan seleksi baik administrasi maupun verifikasi lapangan terhadap para peserta lomba penyuluh pertanian teladan tingkat kabupaten. Kemudian setelah dipilih penyuluh pertanian teladan tingkat kabupaten, maka tim kabupaten akan merekomendasikan penyuluh tersebut untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi hingga nasional.

Jadi, seleksinya berjenjang dan itu bisa memakan waktu yang cukup lama hingga akhirnya ditentukan siapakan penyuluh teladan yang akan mewakili kabupaten/kota untuk maju ke provinsi.

Untuk Kabupaten Bogor sendiri, pemilihan penyuluh teladan yang akan mewakili kabupaten menuju provinsi dipilih dari hasil lomba penyuluh pertanian teladan tahun sebelumnya.

Contohnya seperti yang saya alami. Saya mengikuti lomba penyuluh pertanian teladan di tahun 2018. Alhamdulillah lolos di tingkat kabupaten. Setelah itu di tahun 2019 direkomendasikan untuk mengikuti lomba penyuluh pertanian teladan tingkat Provinsi Jawa Barat. Dapat terlihat bahwa prosesnya cukup panjang sehingga tentunya menghasilkan juara yang tidak instant karena memang benar-benar dinilai dari tingkat kecamatan.

Hal-Hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Mengikuti Lomba Penyuluh Pertanian Teladan

Sejujurnya, saya lebih menyukai untuk membantu terlaksananya lomba petani atau lomba kelompok tani dibanding maju secara perorangan untuk mengikuti lomba penyuluh. Soalnya kalau menjadi teladan tentu harus menjadi contoh yang baik dan saya khawatir tidak bisa menjaga amanah tersebut. Tetapi karena dorongan berbagai pihak, akhirnya mau tidak mau saya mengikuti lomba penyuluh pertanian teladan tersebut. Semoga saja saya tidak mengecewakan berbagai pihak dan dapat memberikan berkah karena mengikuti lomba tersebut.

Bagi teman-teman penyuluh yang ingin mengikuti lomba penyuluh pertanian teladan, izinkan saya untuk berbagi informasi tentang persiapan mengikuti lomba tersebut supaya bisa memiliki gambaran. Saya sudah mengemasnya pada point-point berikut ini:

1. Pelajari Permentan Nomor 13 tahun 2011 tentang Pedoman Penilaian Penyuluh Teladan.

Pedoman tersebut dapat didownload di SINI. Ada beberapa point dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon penyuluh pertanian teladan di dalam Permentan tersebut.

2. Sama seperti lomba petani atau lomba kelompok tani, semua hal saling berkaitan. Lomba petani dan kelompok tani melibatkan aktivitas penyuluh terhadap keduanya, begitupun dengan lomba penyuluh pertanian teladan.

lomba penyuluh pertanian

yang lomba satu orang, ramenya tapi seperti ini

Meskipun lombanya terkesan personal, tetapi tetap melibatkan petani dan kelompok tani sehingga apabila kelompok tani dan petaninya terlihat bagus dinamisasinya maka dapat memberikan kesan yang baik juga terhadap si penyuluh tersebut. Sehingga pastikan petani dan kelompoknya terbina dengan baik karena pada saat cek verifikasi lapang, yang ditanya nanti bukan hanya penyuluhnya tetapi juga petani dan kelompok taninya.

3. Tonjolkan keunggulan unik yang ada di kelompok berdasarkan komoditas unggulan.

Contohnya di wilayah binaan saya menonjolkan palawija sebagai komoditas unggulan sebagai diversifikasi pangan. Berdasarkan masukkan dewan juri, dari komoditas yang diunggulkan tersebut, harus terlihat nilai ukur kesejahteraan yang diterima petani dan masyarakat.

Misalnya untuk komoditas singkong, jika dulu dianggap biasa saja namun dengan adanya pembinaan maka singkong jadi memiliki kelas karena diolah lebih lanjut menjadi tepung mocaf hingga menjadi produk pangan lokal. Ukur berapa rupiah yang diterima petani mulai dari on farm yaitu hasil panen, kemudian berapa rupiah yang dihasilkan dari pengolahan tepung mocaf, hingga berapa rupiah yang diperoleh dari penjualan produk lokal berbahan tepung mocaf tersebut.

4. Dokumentasikan hasil kerja ke dalam profil dengan format yang menarik, rapih, dan memudahkan juri ketika memeriksa.

Dokumen barang bukti yang diminta berdasarkan Permentan Nomor 13 tahun 2011, menghendaki calon penyuluh pertanian teladan melampirkan barang bukti kinerjanya selama tiga tahun terakhir. Banyaknya dokumen yang harus dilampirkan, membuat profil menjadi tebal sehingga membuat dewan juri harus ekstra kerja keras dalam memeriksanya.

Untuk memudahkan juri sekaligus memberikan nilai tambah, susunlah barang bukti sesuai dengan urutan point yang ada di dalam Permentan tersebut. Berikan pembatas yang memudahkan juri untuk memisahkan antara bukti yang satu dengan yang lainnya.

Berdasarkan masukkan dari dewan juri, saya diminta untuk membuat semacam profil kecil yang memudahkan juri untuk menilai secara personal sebelum melihat dokumen barang bukti yang begitu tebalnya. Di dalam profil kecil tersebut dituliskan point-point yang memang ada di dalam dokumen barang bukti.

lomba-penyuluh-pertanian 2.JPG

5. Jalin komunikasi yang baik antar semua pihak yang terlibat dalam pembangunan pertanian.

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa meskipun judulnya adalah lomba penyuluh yang terkesan personal, namun lomba ini tetap melibatkan berbagai pihak. Tidak hanya petani dan kelompok tani lho, instansi lain mulai dari level desa, kecamatan, dan kabupaten juga turut dilibatkan.

Alhamdulillah memang rezeki penyuluh solehah (*apa dah), dari mulai Pak Kades, Pak Danpos, sampai Pak Camat sangat respon terhadap kegiatan pertanian. Jadi tidak canggung lagi apabila meminta dukungannya dalam berbagai lomba. Kalau level kabupaten sudah pasti sangat mendukung karena memiliki visi dan misi yang sama juga. Semoga keterlibatan berbagai pihak demi majunya pembangunan pertanian tetap terjaga.

6. Buatlah tampilan presentasi yang terbaik.

Seorang penyuluh memang harus mampu menarik perhatian audience sehingga memberikan presentasi yang menarik adalah sebuah keharusan. Selain membuat bahan presentasi, saya juga membuat video profile singkat dan juga video penyuluhan berdasarkan masukan dari tim juri kabupaten.

lomba-penyuluh-pertanian 3.JPG

Baru kali ini mengikuti lomba yang presentasi langsung di depan juri

Tahapan Mengikuti Lomba Penyuluh Pertanian Teladan  

Sebenarnya sudah saya singgung di atas tentang tahapan mengikuti lomba penyuluh pertanian teladan. Tetapi boleh saya perjelas sedikit supaya teman-teman bisa mendapatkan gambaran lebih mendalam. Tahapan ini berdasarkan pengalaman saat saya untuk mengikuti lomba tersebut dari Kabupaten Bogor.

  1. Bulan Januari, dari Bidang Penyuluhan sudah memberikan surat tentang rencana lomba yang diadakan di tingkat kabupaten. Lomba tersebut di antaranya, penyuluh teladan, kelompok tani madya, petani teladan, penyuluh berprestasi, KEP terbaik, dan lain-lain. Pihak kabupaten sengaja memberikan pengumuman di awal tahun untuk memberikan waktu kepada BPP agar melakukan seleksi secara internal.
  2. Lomba mulai diadakan sejak bulan April hingga bulan Mei dengan melakukan seleksi administrasi yang dilanjutkan dengan verifikasi lapang. Tim kabupaten nanti akan memberikan jadwal kapan tim akan turun untuk dilakukan penilaian. Berdasarkan pengalaman saya yang sebelumnya, kandidat juara ini harus sudah ada sebelum tanggal 17 Agustus karena akan diberikan penghargaan oleh pimpinan daerah pada saat hari kemerdekaan.
  3. Selanjutnya, calon yang memenuhi untuk melanjutkan lomba ke tingkat provinsi yang diperoleh dari lomba tahun sebelumnya juga sudah memberikan dokumen ke tingkat provinsi untuk dilakukan seleksi administrasi pada bulan Maret-April.
  4. Apabila seleksi administrasi dinyatakan sesuai, maka tim juri provinsi selanjutnya akan turun untuk verifikasi lapang. Pengalaman saya kemarin, verifikasi lapang dilakukan pada akhir bulan April karena pada saat bulan Mei harus sudah ada calon yang ditunjuk oleh provinsi ke tingkat nasional yang selanjutnya akan dinilai oleh Kementerian Pertanian.
  5. Selanjutnya, berdasarkan informasi, sekitar bulan Mei-Juni penilaian di tingkat nasional sudah mulai dilakukan oleh Pihak Kementerian Pertanian karena nama calon pemenang harus sudah ada sebelum Agustus. Masih berdasarkan informasi, calon pemenang tingkat nasional nantinya akan mendapatkan penghargaan dari Presiden di bulan Agustus.

Demikianlah cerita pengalaman saya mengikuti lomba penyuluh pertanian teladan yang sudah saya mulai sejak tahun 2017 lalu. Tentunya dalam mengikuti lomba ini banyak persiapan yang dilakukan dan menghabiskan waktu serta tenaga. Tetapi sekali lagi usaha tidak akan menghianati hasil. Kalau hasilnya baik, tentu kita akan bahagia juga. Selanjutnya cukup bertawakal kepada Allah swt. Semoga tulisan ini bermanfaat.

View this post on Instagram

Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah. Terima kasih atas dukungan semua pihak mulai dari Bapak Ibu Kades Cikarawang, Bapak Ibu Camat Dramaga, Bapak Danpos dan Bapak Babinsa, rekan2 ppl di BPP dan UPT, Bapak Korluh, kepala UPT, Bapak Ibu yang membina dari Distanhorbun, teman2 POPT, teman2 PPS, ibu2 PPK, ibu2 pengajian dan khususnya para Bapak Ibu petani tersayang. Masya Allah dukungannya sangat luar biasa. Saya sangat terharu banget hari ini. Masih banyak yg harus saya perbaiki. Semoga menjadi pemicu semangat untuk lebih mengabdi lagi di dunia pertanian. Saya tidak bisa membalas jasa dan ketulusan Bapak Ibu semua, semoga Allah meridhoi dan memberikan limpahan berkah kepada Bapak Ibu semua. Aamiin ya Allah ya Rabbal alamin. #PenyuluhPertanian #AgriculturalExtensionOfficer #agriculture #bogor

A post shared by Evrina Budiastuti (@evrinasp) on

5 Comments

  1. Reply

    Wah selamat ya Mbak atas prestasinya, semangat terus pokonya. Moga pertanian Indonesia makin meningkat berkat penyuluh pertanian yang kece abis hehehe

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.