Manfaat Tanam Serempak




tanam-serempak

Akhir-akhir ini pekerjaan saya sebagai penyuluh dirasakan amat berat. Dibilang mengeluh iya juga, tapi setelah dilaksanakan ternyata bisa juga lho. Kami para penyuluh ceritanya sedang mendapatkan tugas untuk memantau luas penanaman padi yang dilaporkan setiap hari. Catat: setiap hari! dan itu langsung dilaporkan ke pusat. Bagaimana caranya bisa melaporkan? Ya kita harus memantau penanaman padi setiap hari di wilayah binaan. Tetapi tenang saja, semua itu bisa diatasi asalkan kita bisa berkoordinasi dengan kelompok tani agar memantau di wilayah mana saja yang akan ditanam padi dalam waktu dekat.

Masalahnya dari empat wilayah binaan yang sedang saya pegang, tidak semua petani menanam padi secara serempak. Dari empat wilayah binaan tersebut, hanya tiga saja yang sudah mulai menanam serempak meskipun ada beberapa petani yang ketinggalan. Saat ini desa yang belum bisa menanam serempak tersebut menjadi PR besar bagi saya karena sulit untuk diseragamkan lantaran banyaknya kepentingan. Ada yang ingin menanam palawija sementara yang lain sedang memulai tanam padi. Kemudian ada juga yang menanam padi namun jaraknya agak lama bisa minimal dua minggu perbedaan waktu tanamnya dengan petani lain. Padahal jarak waktu yang ideal agar masih dikatakan serempak adalah maksimal satu minggu saja.

Memangnya kenapa sih harus tanam serempak? Wuih banyak sekali lho manfaat yang didapat untuk penanaman serempak khususnya bagi padi sawah. Berikut adalah beberapa manfaat dari penanaman serempak yang bisa saya uraikan:

  1. Memutus rantai hama penyakit tanaman

Salah satu manfaat tanaman serempak adalah memutus rantai hidup serta makanan bagi hama penyakit tanaman. Umumnya apabila hama penyakit menyerang pertanaman, dia akan menularkan ke pertanaman lainnya karena masih tersedia inang di sekitar. Tetapi jika semua tanaman padi ditanam serempak dan dipanen bersamaan, maka tidak ada lagi inang dan makanan bagi hama penyakit untuk bertahan hidup karena setelah itu umumnya lahan akan diberakan (dibiarkan sementara waktu) atau berganti menjadi komoditas lain seperti palawija.

  1. Mudah dalam pengaturan irigasi
tanam-serempak

Desa B, kiri persiapan tanam padi, kanan tanam palawija sehingga pengaturan pemakaian air tidak optimal

Di desa A, hampir 80% sudah melaksanakan tanam serentak sehingga tidak terlalu bermasalah dengan pengaturan air irigasi. Sedangkan di desa B, karena tidak tanam serantak dimana petani X sedang tanam padi, sementara petani Y tanam palawija, maka akan terjadi perselisihan pemakaian air. Petani X jelas sangat membutuhkan air untuk mengaliri sawahnya, sementara petani Y justru membuang air karena palawija tidak membutuhkan air terlalu banyak. Apabila kondisi tersebut terus berlanjut maka akan terjadi perselisihan dan penghamburan air. Kejadian tersebut pernah terjadi di Desa B yang saya pegang, beberapa petani tidak bisa menanam padi padahal air sedang melimpah karena lahan di sekitar irigasi sedang ditanam palawija. Jika semuanya tanam serempak, maka akan memudahkan pengaturan dan pemanfaatan air.

  1. Mudah dalam pendistribusian sarana produksi

Jika melakukan penanaman serempak, para petani bisa secara bergotong-royong mengadakan sarana produksi, terutama bagi petani yang lokasinya jauh dari toko pertanian. Hal ini pernah terjadi di salah satu kelompok yang pada saat itu sedang melakukan penanaman serempak. Sarana produksi dikoordinir oleh ketua kelompok untuk dibagikan secara merata kepada anggota yang melakukan penanaman. Nah kalau berbeda komoditas terlalu banyak maka pengurus kelompok akan kesulitan mengatur pengadaan dan pembagian sarana produksi.

  1. Efisien dalam penggunaan alat mesin pertanian (alsintan)

Tidak semua kelompok sudah memiliki alsintan seperti traktor untuk membajak sawah. Kadang mereka harus mendatangkan dari kelompok lain untuk membajak sawahnya. Mendatangkan alsintan ini akan lebih efisien apabila semua petani tanam serentak sehingga biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu mahal.

tanam-serempak

Desa A, tersedia alsintan yang dapat dipakai secara bergiliran sehingga penanaman dapat serempak

  1. Memudahkan pemanenan

Sewaktu saya ke desa A, pengumpul padi sudah menunggu padi yang siap dipanen oleh para petani. Para petani terlihat secara bersama memanen padinya. Cara ini cukup memudahkan dalam penanganan pasca panen apabila dilakukan secara serentak untuk mengurangi kehilangan hasil sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

  1. Kerjasama dengan pihak luar lebih terjadwal

Produsen pupuk, benih atau pestisida pernah beberapa kali melakukan kerjasama untuk memperagakan produknya. Umumnya mereka membutuhkan luasan pertanaman padi yang cukup serta serempak penanaman agar terlihat hasilnya. Selain itu, penanaman serempak memudahkan dalam pengaturan jadwal ketika kerjasama karena semua tahapan mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga panen akan dipantau.

Nah semua hal di atas adalah beberapa manfaat yang didapat apabila melakukan penanaman serempak. Bagi saya sendiri penanaman serempak tentu sangat memudahkan pendataan luas tanam perharinya karena selama sebulan ini saya agak kesulitan untuk wara-wiri setiap hari guna memantau penanaman padi dan mencatatnya pada buku agenda. Apabila semua sudah ditanam, otomatis saya tidak perlu melakukan pelaporan setiap hari. Saya cukup memantaunya hingga panen nanti. Dan itu semua masih menjadi tugas saya untuk menyadarkan petani agar mau menanam serempak. Tugas tersebut tidak mudah lho, karena senior saya membutuhkan waktu lima tahun lamanya untuk mengubah pengetahuan sikap dan keterampilan petani agar mau menanam padi serempak. Semoga saya bisa berhasil seperti yang sudah dilakukan oleh senior. Sekarang jalani dulu saja sambil terus melakukan penyuluhan.




64 Comments

  1. mutia nurul rahmah

    Reply

    boleh juga nih maks infonya
    kasih tahu papa ah biar kedepannya ngolah sawah di kampungnya lebih gimana gituu

  2. momtraveler

    Reply

    Kalo serempak gini ngawasinya jg enak ya mak. Moga lancar2 deh sawah binaan mak Ev. Semangat ๐Ÿ™‚

  3. Dian Christy

    Reply

    Wah sangat bermanfaat infonya.
    Enak dipandang mata kalau sawah hijaunya merata. Bawaannya pengen selfie2. Heheh

  4. eda

    Reply

    mba ev hebat ih! sukaa liat aktivitasnya di sawah ๐Ÿ˜€
    biasanya, di desanya suamiku, tanam padinya juga serempak. nanam apapun juga barengan. jadi udah bisa ditebak, bulan ini lagi musim apa di sana..

  5. Reply

    iya memang lebih baik berjamaah penanamannya ya mbk.
    biar lebih efisien. apalalgi pnyuluhnya juga mudah untuk mantaunya.
    xixixiixixi

  6. Reply

    Kalau serempak gini pas hijaunya nanti juga tambah cantik warnanya ya mbak, rata gitu…kan kalau gak serempak, paduan warna pemandangannya jadi berantakan *soktau.

  7. Reply

    Mbak klo ditempatku kayaknya jarang ada penyuluh turun ke lapangan ya.. Klo untuk petani padi, kayaknya mereka jalan sendiri2. Rata2 ditempatku ditanam salak. Tapi bagi petani dengan lahan terbatas, nggak kuat kalau mesti nanem salak…panennya lama. Di tanamlah padi atau palawija. Tapi yo nggak serentak gitu… Asal musim hujan, padi..setelah itu palawija. Ilmu yang dipake pak tani sebatas ilmu titen…, niteni.. Mereka hapal musim/ mongso.

  8. Reply

    Waah ternyata begitu, ya Mbak, Ev. Saya pikir bisa seenaknya saja. Padahal ternyata memang jauh lebih banyak manfaatnya ya tanam serempak, ya. Bagus kalau para profesional ngeblog kayak Mbak Ev, yang kayak ini, kita2 yang awam jadi ngerti. TFS, yaa

  9. Reply

    semangat ibu penyuluh, ternyata begini ya pekerjaannya..berhadpan dengan orang2 yg kadang belum mengerti ๐Ÿ™‚

  10. Reply

    Di rumahku Klaten juga masih menerapkan ini Mbak, kalo nanem padi ya semua padi, kalo palawija ya palawijaaa. Pas panen juga hampir serempak. Baru tau teorinya iniii

  11. Reply

    Setuju dengan pola tanam serempak mbak Ev, karena banyak efisiensinya ya ๐Ÿ™‚

    wah sawahnya bagus banget tuh, ijo royo-royo. Pasti sudah sering tandur ya mbak ๐Ÿ™‚

  12. Reply

    Iya mbak..
    ane kalau pas explore suatu daerah lihat sawah ijo .. ijo semua..kuning kuning.. semua..
    rasanya adem banget. Mungkin karena para petani yg ada disana menggunakan metode tanam serempak kali ya ๐Ÿ˜€

  13. hendri hendriyana

    Reply

    kalo ditempat saya masih tidak serempak mba dalam menanam padi ๐Ÿ˜€
    tapi sawahnya sih masih banyak juga ๐Ÿ™‚

  14. Reply

    Bener banget..tanam serempak sbenermya malah banyak manfaatnya. Klo di kampung memang sengaja serempak supaya gak kena hama dan juga pembagian air irigasinya

  15. opickaza

    Reply

    pola tanam seperti ini sudah dipakai sejak dahulu tho mbak? yang penting kalau nanem si padi harus dikasih jarak biar tanamannya bagus

  16. BRYAN

    Reply

    wah salut deh…:) sukseskan SWASEMBADA… aku juga di penyuluhan di jogja, terimakasih sudah berbagi ilmu do post ini… tetap semngat untuk petani dan pertanian kita… Amin

  17. ponpon

    Reply

    wah ternyata banyak juga ya manfaatnya kalau kita menanam secara serempak.. mantap mbakl, sukses selalu..

  18. Japanesian

    Reply

    ayo sama2 kita galakkan kembali kegiatan tanam serempak agar bumi kita kembali hijau.

  19. Reply

    Bagus nih, biar tidak ada kecemburuan antar masyarakat dan juga bisa ngadai syukuran kalau udah panen bersama yang pastinya akan menambah keakraban dan kerja sama antar warga dan menuju masyarakat yang makmur lagi sejahtera.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.