Merakit Hidroponik Sistem Terapung Sederhana di Rumah




Hari jumat kemarin saya mampir ke Toko Dramaga Tani untuk membeli benih cabe dan tomat. Kedua komoditas ini belum ada di rumah, makanya saya ingin sekali menanam setelah bibit caisin selesai di transplanting semua. Pada saat ngobrol dengan si mbak yang jaga, saya melihat ada perangkat untuk menanam hidroponik. Langsung saja saya tertarik membelinya, karena bibit caisin yang saya punya sepertinya cocok apabila ditanam dengan sisitem ini. Perangkat hidroponik yang saya beli adalah hidroponik dengan sistem terapung atau Floating Hydroponic.

Mengutip dari Wikipedia, Hidroponik adalah budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Cukup dengan menggunakan media air yang sudah diberi larutan nutrisi lengkap (biasa disebut larutan A dan B) kita sudah bisa melakukan budidaya sayuran. Hidroponik ada banyak macamnya, yang akan saya praktekan di sini adalah hidroponik dengan system terapung.

Bagaimana cara membuatnya? Mudah kok, yang saya lakukan ini adalah hidroponik terapung sederhana skala rumah tangga.

A. Bahan yang Dibutuhkan

Pertama, Nutrisi Hidroponik

Terdiri dari larutan A dan B. Satu paket ini kemarin saya beli seharga Rp. 40.000,- untuk 500 ml. Larutan ini terdiri dari unsur makro (N, P, K, Ca, Mg dan S) serta mikro (Fe, Mn, Bo, Zn, Cu, dan Mo) yang dibutuhkan tanaman.

Kedua, Rockwool Cultilene

Merupakan salah satu media tanam dan semai secara hidroponik. Rockwool dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari tahap persemaian sampai fase produksi. Keunggulannya adalah ramah lingkungan, tidak mengandung pathogen penyebab penyakit, mudah dalam penggunaan nutrisi (pupuk hidroponik), serta dapat meminimalkan penggunaan desinfektan. Saya membeli satu bungkus rockwool seharga Rp. 15.000.

Ketiga, Air

Air adalah media utama untuk dicampurkan dengan nutrisi. Kebutuhan air disesuaikan dengan banyaknya nutrisi dan air yang digunakan harus merupakan air bersih.

Keempat, Bibit Tanaman

Sebelum mengaplikasikan hidroponik, bibit harus sudah kita semai dulu. Umur bibit yang digunakan kurang lebih 14 hss (hari setelah semai). Sebaiknya lakukan persemaian dengan menggunakan media tisu karena hidroponik menghendaki terjaganya kebersihan. Saya kemarin tidak berniat menggunakan hidroponik untuk menanam, jadi saya melakukan penyemaian menggunakan tanah. Kalau sudah terlanjur, sebelum dimasukan ke dalam rockwool, akar harus dibersihkan terlebih dahulu dari tanah.

Kelima, Gabus Stereo foam

Gabus ini berfungsi sebagai penahan tanaman agar mengambang di atas larutan. Saya tidak tau harganya berapa karena saya menggunakan gabus bekas yang ada di box lemari es.

Keenam, Wadah Tanam

Wadah tanam untuk skala rumah tangga sebaiknya tidak usah terlalu besar agar mudah mengangkat atau memindahkan tanaman. Mengapa perlu dipindahkan? Biasanya di rumah belum tersedia yang namanya rumah plastik, nah hidroponik ini tidak boleh bersentuhan langsung dengan air hujan karena akan membuat larutan nutrisi tidak pekat lagi, sedangkan tananam tetap harus terkena sinar matahari. Untuk menyiasatinya, saya menggunakan wadah bak kecil, jika pagi sampai sore tidak hujan, hidroponiknya dapat saya letakkan di tempat yang terkena sinar matahari agar tanaman dapat berfotosintesis. Apabila hujan datang, kita tinggal memindahkan ke tempat yang aman. Tadinya saya ingin memakai box kayu bekas tempat telur, tetapi karena terpalnya belum ada, jadi saya menggunakan bak plastik ini. Satu buah bak platik tadi saya beli dengan harga Rp. 16.000,-

B. Peralatan Merakit Hidroponik

Pertama, Pulpen

Digunakan untuk menggambar lubang tanam pada stereo foam agar rapih dan jarak tanamnya teratur.

Kedua, Pisau

Digunakan untuk melubagi stereo foam yang sudah digambar dan untuk memotong rockwool

Ketiga, Pengukur Literan

Digunakan untuk mengukur banyaknya air yang dibutuhkan. Apabila tidak tersedia di rumah, maka dapat menggunakan botol bekas untuk mengukurnya.

Keempat, Ember

Digunakan untuk mencampur air dengan nutrisi hidroponik

C. Cara Membuat Hidroponik Terapung Sederhana

Pertama, Membuat Larutan Nutrisi  

Banyaknya air yang digunakan harus sesuai dengan petunjuk yang tertera pada botol nutrisi. Dari botol nutrisi A dan B yang saya beli, mengharuskan mencampur air sebanyak 5 liter untuk 500 ml nutrisi. Setelah air tersedia, maka campurkan kedua nutrisi tersebut dan aduk rata. Tuangkan larutan ke dalam wadah.

Kedua, Membuat Lubang Tanam di Stereo Foam

Potong stereo foam seukuran dengan wadah yang akan kita gunakan. Kemudian buatlah lubang-lubang tanam yang sesuai dengan menggunakan pulpen. Lubangi lubang-lubang tanam tersebut dengan menggunakan pisau. Kemudian taro di atas larutan hingga mengambang.

Ketiga, Mempersiapkan Rockwool

Potong rockwool sesuai ukuran lubang tanam. Kemudian rendam sebentar ke dalam air hingga terserap semua dan ditiriskan sambil dikibas-kibaskan. Jangan diperas ya supaya rockwoolnya tidak menjadi keras yang dapat merusak bibit.

Keempat, Transplanting Bibit

Ambil bibit yang sudah disiapkan. Masukkan ke dalam rockwool secara perlahan dan biarkan akarnya menggantung agar bersentuhan langsung dengan nutrisi. Kemudian masukan bibit ke dalam lubang stereo foam yang sudah dilubangi secara perlahan. Pertahankan agar akar tetap menggantung dan bersentuhan langsung dengan nutrisi. Lakukan hingga selesai dan hidroponik terapung sederhanapun selesai dibuat.

Sewaktu kuliah saya tidak mempelajari secara spesifik mengenai hidroponik. Saya mempelajarinya otodidak di tahun 2003-2004 karena mendapatkan amanah untuk menjadi ketua Pelatihan Hidroponik Sistem Terapung. Saya banyak belajar di salah satu usaha hidroponik yang terletak di daerah Ciapus Bogor saat itu. Ketika sedang mencari bahan dan peralatan untuk pelatihan di Ciawi, saya bertemu dengan Ir. Zulkarnain yang mempraktekan hidroponik dengan menggunakan wadah kecil. Darinya saya banyak belajar bagaimana hidroponik itu.

Menurut saya sistem hidroponik ini memiliki kelebihan dan kekurangan, diantaranya adalah:

Kelebihan budidaya tanaman dengan menggunakan system hidroponik terapung:

1. Sayuran yang dihasilkan lebih berkualitas karena nutrisnya benar-benar terjaga

2. Tak perlu melakukan penyiraman karena air tersedia bersama larutan

3. Nutrisinya bisa dipakai berulang-ulang, hanya perlu ditambahkan jika mau habis

4. Asupan gizinya kontinyu karena tersedia terus di dalam wadah

5. Hama penyakitnya lebih sedikit karena berada di lingkungan yang terjaga

6. Mudah dalam pemanenan dengan cukup mengangkat stereo foam saja

7. Harga jual sayuran hidroponik lebih tinggi karena hasilnya yang berkualitas

Kekurangan budidaya tanaman dengan system hidroponik terapung:

1. Membutuhkan modal yang cukup besar terutama untuk kebutuhan nutrisi dan pembuatan rumah plastic

2. Membutuhkan pengetahuan yang lebih agar budidaya berjalan dengan baik

Di kalangan petani yang saya temui jarang sekali yang mempraktekan system budidaya dengan hidroponik, kalaupun ada hanya beberapa saja dan sekedar hobi. Nah, kalau teman-teman mau membuat sendiri di rumah, ikuti cara-cara di atas. Saya sendiri sedang memulai lagi mempraktekan hidroponik setelah lama tidak melakukannya.

Semoga informasi ini bermanfaat. Mohon maaf jika ada kesalahan informasi karena saya menuliskan berdasarkan pengalaman.

[UPDATE]

1. Ada masukan dari teman saya nisa, penyemaian benih bisa langsung di rock wool agar bibit tidak ditransplanting lagi dan menghindarkan dari kerusakan bibit

2. Kemudian hidroponik umumnya dilakukan oleh kalangan hobbies karena memang membutuhkan modal yang cukup besar apabila dilaksanakan pada tingkat petani, kalaupun mengusahakan hidroponik dalam skala besar tentu pasar yang dituju adalah pasar modern seperti supermarket sehingga pemasukan sesuai dengan pengeluarannya. Mengenai analisis biaya sendiri belum saya lakukan karena ini sekedar hobi saja. Kalau mau analisis biayanya, bisa klik blog ini: http://budidayahidroponik.blogspot.com/2014/07/analisis-biaya-dan-pendapatan.html

3. Hidroponik sistem terapung ini khusus untuk sayuran berdaun ya

 




105 Comments

  1. zefy

    Reply

    gitu ya caranya? saya dari dulu suka sekali nanam-nanam mak, kayanya teknik yang ini sangat menarik dan harus dicoba, makasih infonya mak 🙂

      • qoni musri

        Reply

        saya punya ruangan diatas yg tidak ada atapnya(panggung berlantai semen ) yang sehari -hari untuk menjemur pakaian. bisa gak ya dimanfaatkan untuk bertanam hidroponik. caranya bagaimana ya. apa harus saya beri kain jaring kasa hitam untuk melindungi tanaman dari tetik matahari.

  2. aprikull

    Reply

    Saran aja, ntar hasil per biaya, menguntungkan apa ngga? jdi biar bisa ditiru, hehe

  3. Reply

    Tetep butuh ketelatenan ya mak.
    Aku pengen bgt sebenernya nyobain untuk supply sayuran segar yg bebas kimia.
    Tp faktor M nih MALES..xixixi
    pernah liat n tanya di salah satu pusat hidroponik n orgnik di daerah parung. Tp instalasi n kursusnya lumayan mihil mak. Belum lagi soal ketelatenan.
    jadi makin kuat aja alesannya nih
    Klo panen paketin ke ciputat yaks.

    • Reply

      Haduhhh mak ophi, ini cocok lho buat ber fc ria. Sayurannya fresh langsung dari rumah. Pake cara2 sederhana aja. Klo di parung udah skala industri. Memang utk pelatihan hidroponik itu minimal biaya 1juta

    • Reply

      untuk hidroponik terapung khusus untuk sayuran berdaun saja, kalau sayuran berbuah bisa menggunakan teknik drip irigation

  4. Arjuna Putra P

    Reply

    Mau tanya, untuk airnya apa perlu diganti atau ditambah setiap berapa hari/minggu?

    • Reply

      maaf baru bales, habis turun gunung. air tidak usah diganti, ditambahkan saja jika sudah mulai berkurang, tapi tetap dilarutkan dengan nutrisi dulu ya

  5. bayu

    Reply

    Saya mau mencobanya tapi d.tempat saya agak sulit mencari kebutuhan nya seperti rockwool,abmix,dan yg lainnya.mohon informasinya dmn sy bs dapat kebt nya.online.terimakasi

    • Reply

      kebutuhan online ada di toko2 hidroponik, coba cari di google: parung farm, atau kata kunci hidroponik biasanya langsung keluar penawaran untuk alat produksinya

  6. Pakde Cholik

    Reply

    Bagus idenya. Kaum ibu pasti bisa melaksanakan
    Terima kasih tipnya
    Salam hangat dari Jombang

  7. Pingback: Sistem Tanam di Lahan Sempit | Evrina Budiastuti

  8. Reply

    Makasih ya Mba atas sharringnya di sini mengenai hidroponik.. Aku termasuk yg suka menanam tanaman tapi medianya gak secanggih hidroponik.. Aku pake pot2 kecil krn rumahku gak punya halaman utk bertanaman.. Biasanya aku menanam daun katuk, cungdiro, cabai, kangkung..

  9. Reply

    Keren nih, cocok banget di tempat-tempat minim lahan, atau nyaris nggak ada lahan lagi. Seperti kota-kota besar.
    Harapannya, semoga kita bisa jadi mandiri dengan hal-hal sesimpel ini. Keren! Lanjutkan!

  10. Reply

    Akhirnya nemu juga sistem hidroponik terapung, sederhana ya mbak. Pengen nyoba setelah gak punya lahan di rumah sekarang. Di rumah lama saya nanam caisim di pot dan ditaruh di teras. Tiap pengen bikin mi, tinggal metik, senangnyaaa 🙂

    Makasih informasinya mbaaaak Ev 🙂

  11. hendri hendriyana

    Reply

    gampang banget ya mbak, saya baru tau loh cara gini, nanti pulang kerumah saya coba praktekin ya mbak..

  12. Camaro

    Reply

    Ini namanya ide kreatif, saya suka yang seperti ini, prestasi Anda akan selalu membuahkan hasil sampai kapanpun dan itu adalah ide besar yang perlu di kembangkan. Saya akan coba di rumah yah,,, Terima kasih sobat sudah berbagi.

  13. Rini Rahayuningtyas

    Reply

    Terima kasih mbak atas sharingnya bagus dan mudah semoga aku bisa mempraktekannya…..tks.

  14. Arif Akhmad Rasyadi

    Reply

    Assalamualaikum.. mbak, ada pendapat klo hidroponik tdk boleh terkena langsung sinar matahari. Jd hrs pakai fiber/ plastik utk atapanya.. boleh minta pendapat!

    • Reply

      sebaiknya hidroponik itu memang memakai atap untuk mencegah air hujan masuk ke dalam larutan nutrisi, karena kalau sudah kena air hujan atau sumber air lain di luar larutan nutrisi nanti larutannya jadi encer, nah kalau mau seperti saya bisa menggunakan rumah plastik sederhana atau diletakkan di tempat yang tidak terkena air hujan langsung dan matahari langsung

  15. dian

    Reply

    Bak cara untuk nambah nutrisix gimana? Apa harus ngangkat gabus & apa g merusak gabus ato tanaman? Trims bak

  16. farah

    Reply

    Semakin bertambah pengetahuan saya ttg hidroponik, kebetulan, baru kemarin sya menyemaikan bibit kangkung dan bayam, melalui media rockwool, skrg lg persiapan bikin bak nutrisinya.dari botol bekas….. Terima kasih ya..

  17. Pingback: 39 Tip Dari Member Fun Blogging Community | Neo BlogCamp

  18. kacang almond

    Reply

    pas banget, baru aja pindah rumah banyak lahan kosong bingung mau ngapain.
    Alhamdulillah, ketemu juga idenya nanam hidroponik, kenapa ga kpikiran dari dulu ya.
    makasih banyak mba infonya 🙂

  19. geguritan

    Reply

    baca postingan hidroponik seperti ini jadi inget dulu masa SMA,, pingin bikin tanaman hidroponik lagi ah,, praktek praktek

  20. modif

    Reply

    berasa bernolstalgia lagi waktu jaman SMA dulu, kangen yang kayak beginian,,, kerja kelompok bareng, eh maksuk saya kerja kelompok. 1 yang kerja yang,….. #kita taulah

  21. Pingback: Fruitable Farm, Menanamkan Cinta Pertanian Melalui Hidroponik Kekinian - Evrina Budiastuti

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.