Miliki Jurnal Kesehatan untuk Masa Depan

Sebagai seorang ibu saya merasa gagal karena kurang cekatan dalam mencatat dan menyimpan riwayat kesehatan keluarga. Jangankan mencatat riwayat kesehatan Alfi, riwayat kesehatan sendiri saja tidak ada. Seringnya kalau sudah berobat, akan saya lupakan begitu saja bagaimana penyakitnya dan apakah jenis obatnya. Saya hanya mengandalkan rekam medis yang ada di klinik atau rumah sakit. Tapi itu tak selamanya membantu lho.

Saya pernah berobat ke sebuah klinik swasta. Waktu itu saya tidak membawa kartu berobat. Padahal rekam medis sebelumnya tercatat berdasarkan nomor yang tertera pada kartu. Akhirnya petugas administrasi memberikan teguran untuk membawa kartu tersebut jika kembali berobat lagi. Sewaktu masuk ke ruangan, dokter juga bertanya mengenai rekam medis sebelumnya. Ya sudah karena tidak ada, saya menceritakan berdasarkan pengalaman sakit sebelumnya. Tetapi saya khawatir, nanti obatnya bagaimana ya, kalau ada rekam medis kan dokter bisa membaca dan menimbang untuk obat yang diberikan.

Kemudian saya juga tidak mencatat riwayat kesehatannya Alfi. Padahal Alfi sudah diketahui memiliki asma. Saya tidak mencatat apa saja yang harus dilakukan agar asmanya tidak kambuh dan kalaupun kambuh tindakan sebelumnya seperti apa. Obat yang diberikan juga seperti apa? Semuanya tidak tercatat. Padahal semua itu sangat penting untuk Alfi.

Disitulah saya merasa gagal menjadi seorang ibuโ€ฆ.

Ternyata mencatat riwayat kesehatan tidak hanya bermanfaat sebagai tindakan preventif. Juga sebagai gambaran untuk para kalangan medis untuk mengambil tindakan selanjutnya. Penyesalan saya semakin menjadi setelah berkas-berkas rontgen baik milik diri sendiri maupun milik Alfi saya buang begitu saja dan tidak difoto terlebih dahulu atau disimpan dengan rapih. Padahal kalau sering melakukan rontgen itu tidak baik. Ini ibaratnya sudah jatuh kemudian tertimpa tangga pula.

Menyesal maksimal tidak akan menuntaskan permasalahan. Maka mulai saat ini saya membuat semacam jurnal kesehatan untuk mencatat semua riwayat kesehatan keluarga. Beruntung sekali pada tanggal 4 Februari 2016 lalu saya bisa menghadiri gathering yang diadakan oleh MedicTrust. Dalam gathering ini saya semakin sadar bahwa memiliki catatan riwayat kesehatan itu sangat penting. Seperti yang dijelaskan oleh Grace Melia, brand ambassador MedicTrust, bahwa memiliki catatan riwayat kesehatan itu penting agar ketika kita konsultasi dengan dokter bisa menjelaskan catatan yang ada sebelumnya seperti hasil tes, rontgen dan sebagainya.

Saya kalau ditanya sama dokter ya sudah hanya bisa bengong saja. Paling kalau mau ya harus tes ulang. Padahal aslinya saya takut jarum suntik dan alat-alat medis tersebut.

Jadi Ev mau test ulang atau mau mulai mencatat? Jelas pilih mencatat dong!

Saya cukup terkesima dengan penjelasan salah satu orang teman bernama Mbak Een yang hadir dalam gathering tersebut. Mbak Een menjelaskan bahwa sudah sejak lama Ia mencatat riwayat kesehatan keluarganya sehingga ketika dia berobat ke klinik atau rumah sakit sudah memiliki antisipasi terlebih dahulu terutama dalam hal pemberian obat. Saking seringnya mencatat riwayat kesehatan keluarga, Mbak Een jadi tau beberapa jenis obat dengan berbagai merk untuk penyakit tertentu. Luar biasa, ini salah satu contoh ibu yang aware terhadap kesehatan keluarga.

Nah masalahnya tidak semua orang mungkin bisa rapih dalam mencatat atau menyimpan riwayat medis seperti saya ini. Bahkan bisa jadi hanya mengandalkan rekam medis yang ada di klinik atau rumah sakit. Sekarang tidak perlu khawatir lagi karena kita bisa menyimpan dan merekam riwayat kesehatan kita dalam sebuah jurnal kesehatan online melalui MedicTrust.

medictrust

Mengapa dikatakan sebuah jurnal? Karena MedicTrust memungkinkan kita untuk mencatat, menyimpan dan membaca riwayat kesehatan kita secara online. Jadi kalau nanti mau konsultasi ke dokter tidak perlu membawa berkas rontgent, buku catatan atau berkas resep untuk menunjukkan kepada dokter mengenai riwayat kesehatan kita.

Bagaimana caranya Ev? Mudah banget kok, download saja aplikasi MedicTrust yang ada pada Google Play Store atau App Store. Nanti kalau sudah didownload kita bisa mengisi profile, memasukan riwayat kesehatan dan juga mengirimkan pesan kepada dokter yang sudah bergabung dengan MedicTrust. Berikut beberapa fitur yang ada pada MedicTrust:

medictrust

medictrust

  1. Medbooks

Merupakan jurnal online untuk menyimpan riwayat kesehatan kita mulai dari jenis alergi yang diderita, hasil tes laboratorium hingga obat yang pernah digunakan. Di dalam jurnal online ini terdapat menu Allergy, Imaging, Laboratory Test, Medical Assessment, Medication dan Vaccination. Medbooks ini meminimalkan kita dari kebingungan ketika ditanya oleh dokter mengenai rekam medis sebelumnya sementara kita tidak membawa catatan riwayat kesehatan sebelumnya karena bahkan hasil CT Scan atau rontgen bisa kita simpan dalam jurnal online ini.

medictrust

  1. Medhubs

Fitur ini berisi deretan nama-nama dokter berdasarkan kategorinya yang telah bergabung dengan MedicTrust. Menu ini memungkinkan untuk berinteraksi dengan dokter yang terdaftar. Misalnya ingin menanyakan kemungkinan praktek pada hari tertentu atau tidak. Tetapi fitur ini bukan merupakan semacam forum untuk konsultasi online ya, konsultasi harus tetap datang kepada dokter yang bersangkutan. Tetapi kemarin saya sudah mencoba fitur ini untuk menanyakan mengenai penyakit asma pada salah satu dokter umum. Alhamdulillah saya mendapatkan jawaban saat itu juga. Keren!.

medictrust

medictrust

MedicTrust hadir di tengah-tengah kita untuk menyadarkan betapa pentingnya memiliki jurnal kesehatan terutama bagi kaum ibu yang menjadi sosok penting dalam keluarga. Dari tangan para wanita yang berperan sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya maka kesehatan keluarga dapat terjaga.

Nah bagi teman-teman yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai MedicTrust silahkan follow dan like media social Medictrust berikut ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut:

Instagram: @medictrust

Twitter: @MedicTrust

Fans Page: Medictrust

Dengan menggunakan MedicTrust maka saya sudah mulai dapat mencatat dan menyimpan riwayat kesehatan keluarga. Jika sudah begini rasa penyesalan saya agak terobati. Saya ingin berpesan kepada semuanya terutama para ibu agar jangan sampai menyesal dikemudian hari dengan mulai mencatat riwayat kesehatan diri sendiri maupun keluarga.

Karena memiliki jurnal kesehatan sejak dini dapat menjaga kesehatan untuk kemudian nanti.

MedicTrust #JurnalSehatku

76 Comments

  1. Sofia Zhanzabila

    Reply

    Mbak Ev, bisa gak kalau nulis itu gak usah keren-keren?????? haha..
    Dijamin ini bakalan menang. Itu lho dialog yang paling atas bikin aku ngakak ampe guling-guling. Tapi pesannya dapet… I wish you best of luck mbakkuu…. kiss

  2. Inna Riana

    Reply

    disitu sy merasa gagal menjadi seorang ibu… beklah, mari kita donlot medic trust.
    wadaw dah jadi aje postingan kerennya. wiken mah aku mager di dapur, susah ngeblog huhuhu

  3. momtraveler

    Reply

    Aplikasi yg keren..selama ini.aku jg cuma mengandalkan memori aja untuk rekam.medis nadia padahal seperti alfi nadia jg asma dan ada beberapa aleegi obat. Kayanya harus segera download nih aki

  4. Reply

    Waah. Bener itu. Di samping ada aplikasi yang membantu medicTrust itu, istri yang selalu peka juga perlu. Semoga istri saya kelak bisa adalah yang peka, selalu mencatat hal penting, gak dan enggak pelupa. Hihi.

  5. Reply

    Wah…aplikasinya keren bgt ya Mbak…Baru tau ada app gituan di play store! ^^ btw, ati2 sama dokter yang di comic stripnya.. vampire tuh ๐Ÿ˜€ Hehe

  6. Reply

    Buku medis anak2 isinya hanya imunisaso wajib aja habis itu…ga dipake2 pdhal ada bbrp kali mrk sakit.
    Apalagi kyk de paksi yg pernahbpy riwayat sakit berat harusnyanmmg punya catatan medis kyk gini.
    Disitukah kadang sy juga merasa gagal ??

    • Reply

      ayo mbak kita mulai menata kembali catatan riwayat kesehatan keluarga terutama untuk anak2, aku pun sama masih kehilangan catatan milik ALfi

  7. Reply

    Mbak, kalo dokternya kayak yg digambar, pilihannya cuma ada dua. Yang pertama bakal sering sakit biar ketemu terus. Yang kedua begitu sakit ngga usah beli obat, cukup pandangi wajah dokternya udah langsunv sembuh, hehehe.

  8. Noe

    Reply

    Waah, catatan kesehatan aku paling ngandelin rekam medis yg ada di klinik yg biasa jd tmp berobat. hihi. mlh baru tau ada aplikasi medictrust. tfs mba, aku mau donlot

  9. Reply

    Saya gak punya jurnal kesehatan Mbak…
    iya Mbak Ev bener sekali memiliki catatan kesehatan itu penting dan ada aplikasi MedicTrus sepertinya bisa membantu.

    Okay nanti saya coba…
    Thanks infonya ๐Ÿ™‚

  10. Reply

    Duh, aku termasuk yg ga pernah mencatat riwayat kesehatanku sm keluarga. Baru nyadar itu kemarin, pas butuh suntik TT waktu hamil. Kartu suntiknya hilang, dan bingung pas ditanya sm bidannya. Hiks.
    Download ah..

  11. Reply

    Daku termasuk orang yang suka anget2an.. Awalnya rajin banget membuat jurnal tentang kesehatan dan pengobatan.. Tetapi lama2 mulai kendor, bahkan catatannya pun lupa nyimpannya di mana.. Secara aku termasuk orang yang mondar-mandir ke dokter bertahun2 melakukan suatu terapi kesehatan … Sekarang ada solusinya ya Mba, bisa gabung ke Meditrust ya utk bikin jurnal kesehatan..

  12. Reply

    sepertinya belum bisa untuk ios ya mba, gak ada di app store soalnya.. masih dunia nya android nih sepertinya.. btw komik nya kocak hahaha bisa aja mba evrina

  13. Reply

    Kalau diluar negeri udah miliki kaya gini, contohnya Jepang. Jadinya dokter gak pusing lagi dengan keluhan pasien karena tinggal melihat jurnal kesehatan yang dimiliki pasien. Keuntungan lainnya dokter tidak lagi salah ngasih obat dan gak ada lagi yang pake cara ngetes obat ini itu.

    Bukannya menjelekkan Dokter di Indonesia, tapi masih banyak yang melakukan hal seperti itu alias ngasih obat berdasarkan coba-coba. Kalau berhasil dicatat dan kedepannya bisa digunakan untuk pasien lain dengan penyakit yang sama.

  14. Andy Langit

    Reply

    Aplikasi yg bermnfaat ya mbak. seharusnya aplikasi2 sperti ini lah yg perlu dibanyakin di play store. mau itu di bidang kesehatan, pendidikan, ato apapun itu. yg pnting bs bermanfaat bagi org lain. bkn hanya game ato hiburan aja. hheheheh…
    btw, jg ingat kata pepatah “ingatlah sehat sebelum sakit”

  15. Reply

    sejenak saya terpaku sama dokternya, cakep banget sih dokter itu ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€
    membaca postingan ini jadi terpikir untuk punya jurnak kesehatan, terimakasih infonya Mbak Ev ๐Ÿ™‚

  16. Mugniar

    Reply

    Waah baru tahu saya kalo ada rekam medik seperti ini.
    Btw, komiknya keren, Mbak Ev, menjelaskan dengan baik ๐Ÿ™‚

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.