Minggu Siang Bersama My Blue Bird

Hari minggu yang lalu menjadi hari yang menyenangkan bagi saya, si Ayah (suami saya) dan Alfi buah hati kami. Pasalnya selama Ramadhan berlangsung, untuk pertama kalinya saya dan Alfi dapat keluar rumah guna menghabiskan akhir pekan. Biasanya, kami lebih banyak menghabiskan weekend di rumah saja ketika berpuasa. Kali ini kami sedang ada keperluan di Depok untuk membeli beberapa kebutuhan sekaligus mengajak Alfi jalan-jalan naik Commuter Line.

Alfi senang sekali kalau diajak naik kereta, dia dapat melihat pemandangan sepanjang perjalanan dari Bojonggede hingga Pondok Cina melalui jendela kereta. Apalagi kalau dia mendapatkan tempat duduk seperti kemarin. Sambil menunjuk ke arah gedung bertingkat, dia akan berkata seperti ini “rumah tongkat mah, itu rumah tongkat”.

Tau tidak apa yang dimaksud dengan rumah tongkat?. Jadi, rumah tongkat itu adalah crane yang sedang membangun gedung bertingkat. Dia menyebutnya seperti itu karena bentuk crane yang panjang menyerupai tongkat dan terletak di dekat rumah sehingga dia menyebutnya sebagai rumah tongkat.

my-blue-bird

Alfi melihat rumah tongkat di belakang Detos beberapa waktu yang lalu

Tak berapa lama, akhirnya kami tiba juga di Stasiun Pondok Cina yang tidak terlalu padat penumpang. Namun saat itu suhu udara cukup panas menjelang pukul 11.30 pertanda sebentar lagi matahari akan berada tepat di atas kepala. Kami bertiga langsung menuju Depok Town Square (Detos) yang ada di belakang Stasiun Pondok Cina untuk membeli beberapa kebutuhan.

Kami masuk dari arah pintu belakang Detos. Dari situ, kami harus turun satu level lagi untuk menuju swalayan dengan menggunakan eskalator. Suasana di dalam swalayan saat itu cukup ramai, tampak beberapa orang bolak-balik membawa troli sambil memilih produk yang diinginkan. Si Ayah segera mengambil troli dan menaikkan Alfi ke dalamnya. Dia memang senang kalau naik di atas troli, seperti naik mobil-mobilan katanya.

Setelah itu kami bergegas menuju display produk makanan karena waktu sudah menunjukkan pukul 12 lewat. Saya mengambil satu buah kaleng biskuit untuk diberikan kepada mbahnya Alfi yang selama ini sudah sering membantu mengasuh Alfi. Kemudian saya juga mengambil empat buah kaleng biskuit berukuran kecil yang akan dibagikan kepada tetangga. Mumpung sedang ada rezeki berlebih, saya ingin berbagi dengan tetangga yang juga sudah sering membantu kami.

my-blue-bird

Rupayanya sejak tadi si Ayah sudah berpikir kalau sepertinya dia juga akan membeli beberapa kaleng kue untuk diberikan kepada saudara yang ada di Cianjur. “Mumpung sedang promo, sekalian aja ya kita beli” begitu si Ayah bertanya kepada saya. Sayapun langsung menyetujui usul tersebut karena budget juga masih ada.

Sekitar satu jam lamanya kami berada di dalam swalayan hingga selesai bertransaksi. Kami baru ingat, bagaimana caranya ya membawa pulang barang segini banyak?. Apalagi sekarang motor sedang diservice di bengkel dekat rumah, dan jam 3 nanti harus sudah diambil karena bengkel akan tutup pada jam 3 sore. Kalau dipaksakan naik kereta juga repot, nanti Alfi tidak ada yang megang.

my-blue-bird

“Kita naik taksi saja dari sini mah, biar ‘gak repot jadinya” akhirnya si Ayah memutuskan.

“Ya sudah kalau gitu kita pesan taksi Blue Bird saja ya seperti biasa, yuk kita minggir dulu biar mamah bisa pesan taksinya” saya menjawab sambil mendorong troli untuk menepi di pinggir swalayan.

my-blue-bird

my-blue-bird

“Nih ada banyak taksi di dekat Detos yah” saya menunjukkan beberapa logo Blue Bird yang terlihat pada layar smartphone.

Ayah sedang mengajak Alfi bercanda supaya tidak bosan. Melihat itu saya langsung melanjutkan proses pemesanan taksi. Langkah yang saya lakukan selanjutnya adalah memasukkan lokasi penjemputan dan memilih jenis kendaraan yang akan digunakan pada icon bergambar mobil di pojok kiri bawah. Saat itu kami memilih Blue Bird seperti yang biasa kami gunakan.

my-blue-bird

Lalu menentukan lokasi tujuan serta jenis pembayaran apakah mau cash atau melalui metode epay. Setelah mengisi beberapa informasi yang diinginkan, tinggal memilih apakah mau dijemput saat ini juga atau keesokan harinya. Kemudian tekan tombol next lalu tunggu respon dari salah satu driver yang ada di sekitar Detos.

my-blue-bird

my-blue-bird

“Ya sudah, kita sambil jalan ke depan aja yuk, ini trolinya boleh sampai depan pintu kan?” si Ayah bertanya sambil mendorong troli yang berisi barang belanjaan beserta Alfi yang dari tadi masih anteng saja.

“Iya boleh yah” jawab saya sambil mengikuti di belakang.

Tak berapa lama, ada sebuah notifikasi yang masuk melalui aplikasi My Blue Bird. Driver bernama Bapak Anwar Sadat rupanya merespon permintaan saya. Terlihat di layar smartphone bahwa jarak antara kami dengan Bapak Anwar Sadat hanya terpaut 1.9 km saja dengan waktu tempuh 6 menit untuk menuju Detos.

my-blue-bird

Kami jalan perlahan lalu naik melalui eskalator yang ada di pojok kiri dari arah depan swalayan. Tiba-tiba smartphone saya berbunyi. Ternyata itu dari Pak Anwar, Beliau menelpon saya untuk memastikan lokasi penjemputan.

“Ini dengan Ibu Evrina? Ibu mau dijemputnya di pintu depan Detos atau di seberangnya Bu?” terdengar Bapak Anwar bertanya.

“Di pintu depan lobby Detos ya Pak, jadi Bapak masuk ke dalam parkiran, soalnya saya bawa banyak barang” saya menjawab sambil tetap berjalan menuju pintu depan.

“Oke bu, saya sebentar lagi sampai” Bapak Anwar kembali menjawab.

“Iya pak” jawab saya lalu mematikan smartphone.

Saya baru ingat, kalau harus mengambil uang tunai untuk membayar ongkos karena saya memilih metode pembayaran cash untuk membayar jasa taksi yang dipesan. Ayah dan Alfi berjalan lebih dulu ke arah lobby karena khawatir Bapak Anwar sudah tiba di depan sana. Sementara saya langsung belok ke kiri sambil berlari kecil menuju gallery ATM. Beruntung saat itu ATM tidak terlalu ramai sehingga saya dapat langsung mengambil uang dan bergegas menyusul si Ayah dan Alfi.

Setibanya di depan lobby, saya melihat si Ayah sedang memperhatikan Bapak Anwar yang berbicara dengan supir taksi lainnya. Saya tau kalau itu adalah Bapak Anwar karena fotonya tertera di dalam aplikasi. Lalu, Bapak Anwar segera membantu kami mengangkut barang bawaan untuk dimasukan ke dalam bagasi. Setelah semuanya siap, kami langsung masuk ke dalam taksi dan berangkat pulang ke rumah.

my-blue-bird

“Tadi ada apa pak?” tanya si Ayah ke Pak Anwar membuka pembicaraan saat itu.

“Itu…. tadi saya dikira nyerobot penumpang sama supir taksi lain, padahal saya dapat orderan kan dari aplikasi” Jawab Bapak Anwar sambil melihat ke depan.

Taksi kami saat itu sedang mengantri untuk belok ke kanan memutar arah di Jalan Raya Margonda Raya menuju Bojonggede.

“Oh gitu, tapi pas dikasih tau ngerti kan pak?” Tanya saya menimpali.

“Iya tadi ngerti pas saya jelasin Bu. Kan saya memang menggunakan aplikasi, pas kebetulan juga lagi di dekat Detos, ya sudah saya ambil saja, kecuali kalau saya nyerobot langsung itu ‘gak boleh. Lagian saya ‘gak melakukan itu, sesama pencari nafkah dan sejurusan ‘gak boleh gitu. Ini ada semua kok buktinya kalau ibu pesan dan masuk ke smartphone saya” Pak Anwar menjelaskan sambil menunjuk ke layar hijau yang ada di kanan setir mobil dan juga notifikasi pada smartphonenya.

my-blue-bird

my-blue-bird

“Iya sih pak, saya memang lebih senang pake aplikasi, lebih terjamin soalnya kalau sudah pesan duluan. Pasti ada kan taksinya”. Jawab saya.

Taksi yang kami tumpangi sudah berjalan menjauhi Jalan Margonda Raya.

“Kalau penghasilannya kira-kira bagaimana Pak? Terganggu ‘gak dengan banyaknya ojek online sampai pesan mobil online seperti sekarang ini?” Tiba-tiba si Ayah bertanya kembali.

Sambil dengan tetap melihat ke depan, Pak Anwar kemudian menjawab:

“Kalau saya sih percaya rezeki sudah ada yang mengatur pak, ‘gak masalah banyak kendaraan online. Pasti konsumennya ada sendiri. Lagian kalau Blue Bird itu memberikan jaminan bagi penumpangnya”.

“Maksudnya bagaimana pak?” saya ikut menimpali.

“Di Blue Bird itu menjamin kenyamanan penumpang dan juga keselamatannya Bu. Kalau saya nih misalnya judes ke Ibu, terus Ibu lapor, maka saya bisa kena sanksi langsung, bahkan dapat terancam dikeluarkan kalau pelanggarannya parah”. Pak Anwar menjawab dengan tegas.

“Wah saya jadi ingat sama salah satu rumah sakit yang ada di Kota Bogor, katanya kalau perawatnya terlihat santai dan tidak ramah dengan pasien, bisa langsung ditegur, tapi itu bagus pak, konsumen jadi senang soalnya pasti mendapatkan pelayanan yang terbaik” Saya menjawab lagi.

“Iya Bu, terus kaya misalnya penumpang ketinggalan barang berharga atau apapun di taksi, kami harus segera mengembalikan Bu. Kaya kemarin tuh, saya nganter penumpang ke bandara, terus saya sudah mengingatkan jangan sampai ada yang ketinggalan, eh penumpangnya ternyata ketinggalan uang di bagasi, tiga juta pula” Pak Anwar terus bercerita.

“Terus gimana Pak? Balik lagi dong?” si Ayah bertanya penasaran.

“Iya saya ditelpon dari pusat, katanya Anwar ada dimana? Itu ada laporan dari penumpang kalau tadi naik taksinya terus ketinggalan uang di bagasi. Pas saya cek ternyata bener ketinggalan, ya udah saya langsung putar balik padahal sudah masuk tol jauh banget”. Pak Anwar menjelaskan sambil sesekali melihat ke arah kami.

“Wah bagus dong itu ya Pak, saya juga mengharap kalau ada barang yang ketinggalan di taksi dapat kembali lagi” jawab saya saat itu.

“Makanya Bu, nanti sebelum turun diperiksa lagi, jangan sampai ada yang ketinggalan“, Pak Anwar menimpali.

Taksi yang kami tumpangi saat itu sudah memasuki Pondok Rajeg melewati perbatasan antara Bogor dengan Depok. Alfi masih saja keasikan melihat ke arah jendela sambil sesekali tersenyum melihat saya dan si Ayah. Dia memang senang jika diajak naik taksi. Waktu pulang dari Cibinong City Mall ke rumah yang jaraknya sekitar 10 km saja dia minta naik taksi. Untung waktu itu ada taksi Blue Bird yang parkir di depan mall, jadi langsung saja kami minta untuk diantar ke rumah.

my-blue-bird

Bapak Anwar terlihat fokus menyetir taksi tanpa berbincang kembali, begitu pula dengan si Ayah, sepertinya dia mulai mengantuk sehingga diam saja tidak berbicara. Untuk mengisi waktu, saya mengambil majalah yang ada di saku belakang bangku Pak Anwar.

Wah benar apa yang dikatakan oleh Pak Anwar kalau kita ketinggalan barang di taksi Blue Bird, insyaa Allah dapat kembali lagi. Ini terbukti dari cerita yang ada di surat pembaca yang mendapatkan kembali laptop hingga chargernya setelah ketinggalan di taksi Blue Bird yang mereka tumpangi. Ada juga yang memberikan apresiasi terhadap driver Blue Bird karena sudah berjasa mengantar penumpang tepat waktu ke tempat tujuan.

my-blue-bird

“Kejujuran merupakan hal prinsip dan harus dipegang teguh oleh Blue Bird Group sejak awal hingga kapanpun, saya yakin kejujuran sudah mengakar di hati seluruh pengemudi kami” begitu petikan kalimat dari Ibu Noni Purnomo, President Director Blue Bird Group Holding di dalam majalah yang saya baca. Masih bersumber dari majalah yang saya baca, Ibu Noni Purnomo kemudian menjelaskan bahwa Blue Bird Group memang sangat memegang erat kepercayaan masyarakat akan kinerjanya, dan untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat tersebut, Blue Bird Group memegang komitmen ANDAL yaitu: Aman, Nyaman, Mudah dan Personalized dalam pelayanan.

Mobil taksi masih berjalan lurus ke depan. Alfi terlihat asik memandang ke arah luar, sedangkan si Ayah sedang sibuk mengutak-atik smartphonenya. Setelah mengamati keadaan di sekitar, saya kemudian kembali membaca majalah tersebut.

Di dalam majalah dijelaskan bahwa implementasi yang telah dilakukan Blue Bird di lapangan diantaranya dengan melakukan seleksi ketat bagi calon pengemudi serta mengembangkan aplikasi My Blue Bird sejak tahun 2011. O iya ngomong-ngomong soal aplikasinya, saya terbantu sekali lho ketika melakukan pemesanan. Waktu menggunakan taksi Blue Bird di Palembang dulu, saya mengandalkan telepon untuk memesannya. Sekarang lebih mudah lagi dengan menggunakan aplikasi. Blue Bird memang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi terkini, seperti kehadiran enam fitur terbaru yang ada pada aplikasi My Blue Bird saat ini.

Fitur yang pertama: Advance and Multiple Booking. Fitur ini membuat calon penumpang dapat memesan taksi sesuai dengan waktu yang diinginkan dan dapat memesan lebih dari satu taksi pada saat yang bersamaan. Nanti kalau misalnya saya ingin memesan satu taksi lagi untuk orang lain sementara saya sudah memesan sebelumnya, maka itu dapat dilakukan.

Fitur kedua: See Near By Taxi. Melalui fitur ini kita dapat melacak berapa banyak taksi yang siap sedia di titik penjemputan sehingga tidak perlu khawatir kehabisan taksi. Saya sempat khawatir pada saat itu apakah ada taksi di sekitar Detos atau tidak, ternyata setelah membuka aplikasi My Blue Bird, terlihat jelas banyaknya taksi di sekitar Detos.

my-blue-bird

Fitur ketiga: Driver Rating. Nah, ini kita bisa memberikan rating kepada driver yang sudah berjasa mengantarkan sampai ke tempat tujuan. Rating ini juga digunakan oleh Blue Bird sebagai evaluasi untuk terus meningkatkan pelayanan.

my-blue-bird

Fitur keempat: Share My Journey. Fitur ini dapat membantu untuk membagikan lokasi kita ke orang-orang terdekat secara mudah dan praktis. Siapa tau ada yang ingin mengetahui posisi kita ada dimana, maka bisa menggunakan fitur ini ternyata.

Fitur kelima: Tracking System & Call Driver membuat kita dapat memonitor keberadaan pengemudi melalui peta yang terpampang pada layar atau menelepon langsung untuk memastikan keberadaan.

my-blue-bird

Fitur keenam: Fare Estimation and E-Receipt. Melalui fitur ini kita sudah diberi tau estimasi biaya yang harus dibayarkan berdasarkan jarak tempuh dan kita akan mendapatkan struknya secara langsung yang dikirim melalui email.

my-blue-bird

“Hore nyampe rumah” Begitu Alfi mengatakan sambil bertepuk tangan.

Teriakannya membuat saya tersadar kalau sejak tadi saya hanya terpaku pada majalah tanpa mempedulikan keadaan di sekitar. Ternyata kami sudah memasuki gang ke jalan rumah. Saya langsung menutup majalah dan memasukkan kembali majalah tersebut ke dalam saku di belakang bangku Pak Anwar.

Tak berapa lama mobil berhenti tepat di depan garasi untuk memudahkan penurunan barang. Si Ayah dan Alfi langsung keluar diikuti oleh Pak Anwar untuk menurunkan barang bawaan. Kemudian saya melihat besarnya biaya pada agrometer dan memberikan sejumlah uang kepada Pak Anwar sebagai pembayaran. Saya mengatakan agar uang kembaliannya untuk Pak Anwar saja, namun Pak Anwar tetap bersikeras untuk mengembalikan. Terimakasih ya Pak Anwar.

my-blue-bird

Selepas taksi melaju, saya langsung mendapatkan notifikasi bahwa perjalanan telah selesai. Di situ tertera bahwa saya diminta untuk memberikan rate bagi pelayanan yang baru saja saya rasakan, dan E-Receipt langsung masuk melalui email yang terdaftar.

my-blue-bird

Bagi saya, aplikasi My Blue Bird memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah fitur yang mudah dimengerti, respon yang cepat serta transparan dalam transaksi. Ada dua fitur yang menurut saya canggih, yaitu fitur Share My Journey dan Fare Estimation and E-Receipt. Melalui fitur share my journey kita bisa membagikan perjalanan kepada orang lain di media sosial. Kemudian fitur E-Receipt membantu saya yang kurang rapih ini dalam menjaga nota. Kalau sedang membutuhkan nota ketika melakukan perjalanan, saya bisa menggunakan E-Receipt ini sebagai bukti yang tersimpan rapih dalam email dan tidak tercecer.

Namun ada saran yang ingin saya berikan selaku konsumen Blue Bird. Sewaktu ingin memberikan rating pada pelayanan yang diberikan oleh Pak Anwar, saya salah pencet tombol. Seharusnya saya memberikan rating untuk Pak Anwar, ternyata malah memencet tombol back sehingga tidak bisa memberikan rate pada pelayanan yang diberikan oleh Pak Anwar. Andaikan ada tombol undo atau bisa menelusuri kembali melalui menu History yang ada dalam aplikasi. Sayangnya menu history ini hanya memperlihatkan tanggal dan waktu penggunaan serta besarnya transaksi saja tanpa ada detail yang lain. Andaikan lebih detail, dan history yang tercatat dapat di klik lalu memunculkan informasi lainnya akan lebih seru lagi kali ya. Padahal saya ingin memberikan lima bintang lho untuk si Bapak.

Hari sudah semakin sore, kami langsung masuk ke dalam rumah dengan membawa barang belanjaan. Setelah shalat, si Ayah langsung berangkat menuju bengkel untuk mengambil motor. Sedangkan saya dan Alfi mulai membagikan kue kaleng yang kami beli untuk para tentangga. Alhamdulillah semuanya senang. Walaupun tadi sempat berangkat terlalu siang dan khawatir pulang terlalu sore, nyatanya kami bisa pulang tepat waktu juga.

Sambil menunggu si Ayah pulang dan sesekali memperhatikan Alfi yang bermain di luar, saya mulai melakukan persiapan untuk berbuka puasa. Lain kali kita jalan-jalan lagi ya Alfi, begitu saya mengatakan di dalam hati.

 

117 Comments

  1. Reply

    Waow, ternyata bluebird sangat memperhatikan kepuasan pelanggan, misal jika ada barang yang ketinggalan maka pihak bluebird akan segeran mengembalikanya, selain itu fitur rating pengemudi di aplikasinya juga bermanfaat banget, apalagi pengemasan artikelnya yg juga keren, sukses deh buat blue bird, Mbak Evrina juga….*kan nanti saya juga kecipratan…hehehe…

    • Reply

      aamiin semoga berjodoh ya, selama menggunakan Blue Bird hingga artikel ini ini tayang saya belum merasakan hal yang kurang menarik dari Blue Bird, tulisan ini dibuat berdasarkan yang saya alami

  2. Reply

    Meskipun beberapa waktu lalu, sopir-sopir Blue Bird pernah melakukan hal yang cukup memprihatinkan saat demonstrasi menolak grab car,dll, Blue Bird masih tetap dipercaya masyarakat karena keamanan dan kenyamanan dalam memberikan jasa transportasi bagi masyarakat. BTW, nama sopirnya keren, Anwar Sadat.hehehe. . .

  3. Reply

    Kl Gibe kecil dl nyebut crane dg “tiang panjang2”. Kl Alfi rumah tongkat ya. Hihihi…
    Sukses ya, Ev…sukses jg bluebirdnya.

  4. Reply

    Kalo pas pulang malem bgt, aku sering dan hampir selalu pake blue bird Mbak Ev. So comfort pelayanannya. Aplikasi ini udah lama padahal ya? Tp kudet bgt,aku br tau 😀

    • Reply

      hehehe sekarang udah tau kan? pemesanan lebih mudah menggunakan aplikasi Ayaa, makasih testimoninya semoga Blue Bird dapat mempertahankan dan meningkatkan layanannya ya

  5. Reply

    Saya baru tahu ternyata Blue Bird ada aplikasi untuk pesan onlinenya *Kudet deh saya hahaha

    Pengen coba deh kapan2 pake aplikasinya Blue Bird, ga nyetop dipinggir jln lagi Hehehe

    • Reply

      iya boleh dicoba awan, wakktu aku menggunakannya sih responnya cepet, mudah-mudah di lokasi lain juga begitu ya

  6. Reply

    Kalo saya sih sudah lama suka naik taxi ini, karena pengemudinya ramah dan sopan. Yang pasti sih merasa aman aja, meski naik sendirian. Di Semarang taxi ini jadi primadona dibanding yang lain, mba

    • Reply

      wah alhamdulillah mbak, semoga testimoni ini didengar ya sama pihak Blue Bird sebagai langkah untuk terus mempertahankan kualitas pelayanan

  7. Reply

    uwohh… seru sekali jalan2nya mbak…
    calon insyinyur (Alfi) sedang berpetualang pakai taksi blue bird hehehe
    pelayanannya bagus yah mba 😀

  8. Reply

    jadi kangen naik taksi deh Ev baca postingan ini, di Karawang mah ga ada taksi lho hahahahaha.

    Gudlak ngontesnya yaa

  9. Reply

    Setiap habis pulang mudik, bawaan aku suka banyak. jadi dari terminal damri lebak bulus ke kosaan pake taksi blue bird. Meskipun sendiri, berasa aman dan nyaman aja pake bluebird.

    dulu (udah lama) pernah coba instal aplikasi bluebird, tapi gagal mulu. Kayaknya sekarang aplikasinya udah jauh lebih baik.

  10. Reply

    kalo di Bandara Soetta, sampe antri nunggu taxi blue bird, ini menunjukan kepercayaan dan rasa aman nyaman hanya pada taxi biru ini.

  11. Reply

    pantas saja setiap ada kegiatan kantor di jakarta, kami selalu dipesanin taksi blue bird, ternyata memang pelayanannya memuaskan *jempol*

  12. desi

    Reply

    Waaaa as usual slalu updet n lengkap postingannyyaa.. sukses ya kak 🙂 salam sama rumah tongkatnya ya kak 🙂

  13. Reply

    Aku dan suami pernah naik bluebird jam 3 sebelum subuh, dari Pondok Kelapa menuju terminal bus Rawamangun. Awalnya aku pikir jam segitu agak sulit ketemu bluebird.. ternyata dugaanku salah.. Baru nunggu beberapa menit ada armada bluebird yang lewat..

  14. rodame

    Reply

    asyik ya, teknologi memang memudahkan kalau dimanfaatkan untuk hal positif, seperti aplikasi MyBlueBird ini misalnya. Sayangnya, di daerahku kota kecil Padangsidimpuan belum ada Blue Bird, pengen juga nyobain aplikasinya dan naik Blue Bird disini, kapan ya nyampe ke daerah-daerah.

    • Reply

      oh iya, sepertinya baru di kota-kota besar aja dame, semoga bisa ke daerah-daerah lain secepatnya, adanya aplikasi memang memudahkan kita semua kok

  15. Reply

    wihhh,..blue bird udah berevolusi pake online…mungkin pembelajaran untuk tidak terkalahkan oleh uber…mantap infonya mbak

  16. Reply

    Pernah pulang jam satu malam gegara baru sampe dari tasik dan diturunin teman di kp rambutan. Pulang sendiri jam segitu cuma berani naik taksi blue bird ????

    Good luck ya lombanya

  17. hbr online

    Reply

    Dii tempat saya gak ada blue bird mbak, jadi belum mencoba aplikasinya. Yang ada Gojek, ituppun di Balikpapan kebanyakan hanya untuk pesan makanan.

  18. fajar rois

    Reply

    wah-wah…lengkap dan mak jleb…wkwkwk:D
    semoga mendapatkan rejeki mbak kan lumayan buat lebaran.. 😀

  19. Dhani's Blog

    Reply

    makin keren nih blue bird, menerapkan teknologi berbasis android untuk mempermudah pelanggan setia nya

  20. ulu

    Reply

    Seperti biasa klo bikin review super lengkap, Mba Ev! Saya masih manggil taksi ini via tlp euy ???? ato nyegat langsung gitu. Lumayan gampang nyarinya di Bandung.

  21. Reply

    uwoohhh, ternyata ada aplikasinya yaa. Enak kalau mau order jadi gampang & cepet. Lumayan banget buat aku yg di pelosok dan jauh dari pangkalan taksi

  22. Levina Mandalagiri

    Reply

    Waduw..itu ketinggalan duit sampe 3 juta yak. Itu duit apa daun. Alamak, saya mah kagak berani bawa duit cash banyak-banyak.
    Blue bird sekarang juga byk improvement ya. Btw, di cilegon udah ada belum ya applikasi blue birdnya.

  23. Reply

    Wah ternyata blue bird juga bertransformasi menggunakan aplikasi ya. Bagus deh jadi banyak alternatif saat butuh

    Semoga menang mbak

  24. Reply

    Kalau ada fare estimation gitu, jadi nggak takut naik Blue Bird. Kadang suka mikir ulang karena takut dikasih jalan yang jauh dan bayarnya jadi mahal.

  25. Reply

    kemarin sebelum ke bandara Soetta (mau balik ceritanya) saya sempat download aplikasi ini, tp gak jadi dipake, padahal pengen nyoba. tp krna si Ipar lbh dulu stop-in taxi yg lewat depan tempat kami nginap jadi deh gak kepake.

    profesional banget yah Mbak Blue Bird itu, sampe barang yg tertinggal pun bisa kembali utuh gitu.

  26. Uci

    Reply

    Nah, ini.. Jadi skrg ada estimasi tarif yaa mbaa, eh apa dari dulu udah ada 😀 belum instal. Udah lama ngga naik blue bird mba, paling favorit naik ini jaman kerja

  27. Gigi ergina

    Reply

    Wih keren dan canggih…mengikuti perkembangan zaman blue bird…smoga blue bird semakin sukses dan bu evrina menang lomba..amin..

    • Reply

      aamiin makasih bu gigi, iya selalu berinovasi mengikuti perkembangan teknologi, memudahkan para konsumen jadinya

  28. ei

    Reply

    dulu sempet instal aplikasi bluebird, tapi terus ngga pernah dipake karena sering error …
    Sekarang sih harusnya lebih mature ya …

  29. Reply

    Bluebird keren yah. Ngomong soal bluebird saya bbrpa waktu lalu beli buku biografi Sang Bung Biru…dibalik perjalanan taksi blue bird. Sayangnya armada bluebird di Jogja gak ada…jadi saya gak bisa icip2 naik bluebird… semoga ke depannya bisa memperluas jangkauan hingga samapai ke kota Gudeg

    Postingannya keren mb Ev. Good luck yah 😀

    • Reply

      aamiin, wah di jogja belum ada ya, semoga bisa melebarkan sayap ke sana segera, makasih doanya arinta. aamiin yra

  30. Reply

    lebih praktis nih aplikasinya, thn 2012 aku pakai aplikasi yg masih sederhana banget..semoga semakin nyaman dgn aplikasi yg baru 🙂

  31. Reply

    Wah sekarang udah ada aplikasinya ya. Waktu pulang dari jakarta ke bogor pakai blue bird soalnya gampang dicari

  32. Woko Wunggulan

    Reply

    Kayaknya aku sendiri yang belum pernah ngerasain naik taksi 😀 #Ngenes

  33. Azka Radiethya R

    Reply

    Wah sangat menarik, saat ini semakin mudah untuk bepergian secara aman dan nyaman berkat adanya fitur fitur yg sangat membantu dari blue bird

  34. Iqbal

    Reply

    Pelayanan Bluebird ternyata bagus juga ya, selain mengutamakan kenyamanan dan keamanan penumpang sekarang udah ada pelayanan berbasis android pula, nice info ev (y)

  35. Reply

    Saya juga punya pengalaman menyenangkan dengan blubird, ketika naik kereta Bogor bekasi, mau on air di radio di bekasi, saya pesan bluebird. Pak sopirnya langsung memahami wajah gelisah saya, ketika saya sebut alamat yang dituju ,pak sopirnya bilang mau ke radio itu ya mba (kebetulan pak taksi juga lagi dengerin radio yang mau sebentar lagi saya on air), saya jawab iya habis iklan ini kayaknya Pak, itu juga kalau ke kejar waktunya. Eh bisa on time lho, bluebird tahu jalan singkat dan ga pake macet2 ria. Makasi bluebird jadi teman menyenangkan diperjalananku,.

    • Reply

      wuihhh punya pengalaman seru sama Blue Bird ya, sayang nih gak ikut menceritakan, iya mbak lebih baik cerita sama bapak driver mau kemana-mananya jadi bisa dicarikan alternatif jalan

  36. Reply

    Keren yaa, baru tau Blue Bird ada aplikasinya hahaha… Fitur Fare Estimation-nya aku suka tuh, jadi gak senewen dikit-dikit liat argo 😀 Mengenai jaminan keamanan dan keselamatan, udah top brand deh Blue Bird itu jadi pilihan taksi yg aman. Mudah-mudahan selalu demikian ya 😉

  37. Reply

    Mbaaaa, ulasan dan pengalamannya pas banget. Komplit plit pulak dengan menginterview si bapak sopir dgn keberadaan jasa angkutan online.
    Selamat ya mba, u deserved it…barokallah ^^

    • Reply

      hihi yang ini belum pengumuman neng, yang sudah ada pengumuman itu yang lomba sekotak penuh kesan, yang ini masih menunggu hasil dari dewan juri

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.