MOU Signing Ceremony PT Martina Berto, Tbk dan KEHATI

martha-tilaar

Kiri ke kanan: Ibu Anis dari BPPt, Bapak Senang Sembiring dari KEHATI, Bapak Bryan Tilaar dari PT Martina Berto Tbk

Siapa yang tidak kenal dengan bunga anggrek? Bunga cantik nan eksotis ini menjadi idaman para pencinta bunga khususnya wanita. Keeksotisannya tidak hanya menjadikan bunga ini sebagai sarana penyalur hobi, tetapi juga pengembangan bisnis. Bahkan salah satu anggrek lokal Indonesia yaitu anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) ditetapkan menjadi puspa pesona atau Bunga nasional Indonesiadari tiga jenis bunga lain yang ditetapkan oleh pemerintah. Indonesia memang sangat kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk Bunga anggrek ini. Tetapi tau kah teman-teman kalau bunga anggrek yang eksotis ini keberadaannya mulai terancam?.

Kebanyakan anggrek yang hidup alami atau belum dibudidayakan merupakan anggrek berjenis epifit. Artinya, tanaman anggrek ini hidup dengan cara menumpang pada tanaman lain namun tidak merugikan tanaman tersebut karena anggrek dapat hidup secara mandiri. Anggrek banyak ditemukan pada pepohonan di hutan-hutan. Sayangnya laju deforestasi mengancam keberadaan anggrek yang menjadi rumah bagi tempat hidupnya. Ancaman terhadap kelestarian anggrek tidak hanya itu saja karena bencana alam dan pencurian sumber daya genetik menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan demi keberlangsungan hidup anggrek.

Berangkat dari hal itu, Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan PT Martina Berto Tbk menjalin kerjasama untuk menyelamatkan anggrek Indonesia. KEHATI adalah organisasi nirlaba pemberi dana hibah untuk pelestarian keanekaragaman hayati. Sedangkan Martha Tilaar adalah founder dan chairwoman Martha Tilaar Group yang melalui anak perusahaannya yaitu PT Martina Berto, Tbk telah berhasil menggali nilai tambah sumber alam hayati dan pengetahuan tradisional asli Indonesia ke tingkat nasional dan global.

martha-tilaar

DR Martha Tilaar sedang memberikan sambutan

Berkat upaya pendirian Martha Tilaar Professorial Chair di Leiden University, DR. Martha Tilaar mendapat kehormatan untuk diabadikan namanya dalam varietas anggrek langka Borneo yaitu Coelogyne marthae S.E.C Sierra oleh The National Herbarum of Netherlands. Dan sebagai tindak lanjut dari pengarugerahan Perekayasa Utama Kehormatan 2012 yang diberikan oleh BPPT kepada DR. Martha Tilaar sekaligus pengembangan anggrek Coelogyne marthae S.E.C Sierra, maka pada tahun 2012, PT Martina Berto, Tbk juga menandatangani perjanjian kerjasama dengan BPPT untuk eskplorasi, identifikasi dan domestikasi Anggrek Coelogyne marthae S.E.C Sierra.

Sebelum dilakukan acara penandatanganan MOU, dilaksanakan terlebih dahulu sesi Talk Show dengan tiga orang narasumber yaitu Ibu Anis dari BPPT, Bapak Senang Sembiring dari KEHATI dan Bapak Bryan Tilaar dari PT Martina Berto, Tbk.

Dalam pemaparannya Ibu Anis menjelaskan bahwa tahapan eksplorasi dan identifikasi sudah dilakukan dan menghasilkan 125 aksesi anggrek. Dari seluruh aksesi yang ditemukan diketahui bahwa aksesi dari Kabupaten Landak merupakan aksesi terduga anggrek langka Borneo. Kemudian dilakukan proses penyilangan hingga dihasilkan buah. Dari buah tersebut kemudian dilakukan perbanyakan melalui kultur jaringan dengan tingkat keberhasilan 90-95%. Proses selanjutnya adalah dengan melakukan aklimatisasi melalui beberapa tahap hingga akhirnya anggrek hasil perbanyakan ini dapat dilepas ke lingkungan.

martha-tilaar

Sedangkan Bapak Senang Sembiring memaparkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh KEHATI dalam rangka pelestarian anggrek adalah dengan melakukan pemberdayaan masyarakat agar mereka paham dan mengerti tentang kelestarian alam. Kegiatan pemberdayaan bersifat pelatihan sebelum nantinya akan dibuat semacam konsep desa wisata dengan bunga anggrek di dalamnya. Nilai ekologis dan social memang tidak bisa dipisahkan untuk melakukan pemberdayaan demi kelestarian lingkungan.

Selanjutnya Bapak Bryan Tilaar menyampaikan bahwa bunga anggrek memiliki berbagai macam manfaat yang salah satunya adalah untuk kecantikan. Untuk itu, PT Martina Berto membantu melestarikan anggrek Indonesia dengan salah satu caranya adalah menggunakannya dalam kosmetik. Hasil dari budidaya yang dilakukan selain dinikmati keindahannya juga digunakan demi kesehatan kulit dan kecantikan para wanita Indonesia. Untuk itu Martha Tilaar Shop yang merupakan gerai milik Martha Tilaar Group membantu memfasilitasi pengumpulan dana yang terkumpul dari penjualan sabun anggrek Colelogyne marthae. Setiap Rp. 10.000,- dari penjualan sabun tersebut akan disumbangkan guna mendukung pelestarian anggrek di ekosistem Taman Nasional gunung Merapi di Yogyakarta dan ekosistem karst di Kecamatan Tepus, Gunung Kidul.

martha-tilaar

Kemudian acara yang ditunggu tiba juga yaitu penandatangan MOU kerjasama antara PT Martina Berto, Tbk dan KEHATI sekaligus penyerahan dana hibah sebesar Rp. 200 juta rupiah untuk kegiatan pelestarian anggrek Indonesia.

martha-tilaar

Penandatanganan MOU

martha-tilaar

Penyerahan donasi

martha-tilaar

Penyerahan kenang-kenangan untuk pembicara

Dengan berakhirnya acara ini diharapkan kita semua dapat menjaga salah satu kekayaan Indonesia yaitu bunga anggrek yang menjadi salah satu puspa Negara. Salah satu bentuk kontribusi kita adalah dengan menyiarkan bagaimana cara melestarikan keanekaragaman hayati khususnya anggrek atau turut serta secara langsung dengan berdonasi melalui pembelian sabun anggrek dari Martha Tilaar. Acara berlangsung meriah dan ditutup dengan berfoto bersama Ibu DR Martha Tilaar. Sampai jumpa pada acara selanjutnya.

8 Comments

  1. Reply

    Anggrek memang bukan bunga biasa ya mbak Ev. Dia butuh media tanam yang unik, jenisnya banyak dan bagus-bagus. Maka harganya mahal 🙂

    Keren deh mbak bisa foto bersama ibu Martha Tilaar 🙂

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.