Muthi Haura, Blogger Muda Inspiratif




muthi-haura

Yeaaay setelah sekian lama, postingan review teman blogger kembali lagi. Kali ini saya ingin mengenalkan (bagi yang belum kenal) dengan sosok blogger muda plus penulis novel plus mahasiswi pula. Unyu-unyu banget kan ya masih muda sudah jadi blogger, waktu zaman mahasiswa dulu malah saya belum kenal blog. Nah sosok yang mau saya review ini ternyata sudah kenal blog dari zaman SMP lho. Di zaman itu saya malah masih ngegrup ala-ala ABG SMP hahatapi si eneng ini sudah tekun mengasah bakat menulisnya lho. Tak tanggung-tanggung, sudah 7 (tujuh) naskah novel yang dia tulis. Sedangkan kamu Ev? Belum ada hehe. Ya udah tidak perlu panjang lebar yuk mari kita kenalan dulu dengan mahasiswi cantik yang berprofesi sebagai blogger dan writer ini. Namanya adalah Muthi Haura.

Saya memanggilnya Muthi saja ya karena lebih muda dari saya *hiks*. Muthi ini sedang kuliah broadcasting lho. Tapi dia mengaku katanya mau pindah haluan ingin ke dunia penulisan saja. Ya kok sama kayak saya, belajarnya pertanian, yang ditekuni juga blogging hehe.

Muthi Haura

Muthi Haura

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, Muthi ini sudah mengenal blog sejak di bangku SMP. Kemudian baru membuat blog sendiri itu setelah naik ke tingkat SMA meskipun katanya jadi rumah laba-laba hehe. Baru kemudian dia menekuni blogging saat menjadi mahasiswa hingga saat ini karena dia pikir ngeblog itu banyak banget manfaatnya lho.

Hmm… gimana cara Muthi mengatur jadwalnya? Padahal dia kan sibuk kuliah, plus ikutan organisasi juga. Jadi begini lho cerita Muthi dalam mengatur jadwalnya:

“Sejak kecil, Muthi suka banget tuh nulis-nulisin target yang ingin dicapai. Tapi Cuma nulisin aja, tanpa tau bagaimana cara menggapainya. Paling yang tercapai cuma beberapa. Nah, sejak awal kuliah, masih suka nulisin target, tapi lebih dispesifikkan termasuk bagaimana cara menggapainya. Muthi buat target pertahun, perbulan, dan perhari. Kalau udah dibuat target-target yang jelas gini, jadi buat ngatur waktunya gampang”.

“Tiap hari bangun jam 5, terus ngerjain semua pekerjaan rumah, maklum setelah almarhumah umi meninggal, Muthi yang ngerjain semua. Kira-kira biasanya sekitaran jam 8, semua pekerjaan udah selesai tuh. Dari jam 8 sampai siang itu kalau nggak ada jadwal ngampus atau jadwal di organisasi, biasanya nulis buat naskah novel atau ngedit naskah atau nulis blog. Kadang malam nulisnya. Gak nentu juga sih gimana cara bagi waktunya mbak, tergantung situasi, kalau ada tugas yang mendesak ya dikerjain duluan”.

muthi-haura

Muthi on Media

Setelah mendengar itu saya jadi merasa selama ini membuang-buang waktu. Lihat deh bagaimana Muthi diusia belianya masih mendedikasikan dirinya untuk keluarga sambil terus mengejar impiannya. Jadi siapa yang mau ta’aruf sama Muthi?, calon istri yang baik nih hehe.

Saya iseng bertanya kepada Muthi, kira-kira lebih enak mana? Menulis di blog atau menulis buku?. Muthi bilang lebih enak ngeblog karena bisa menceritakan seputar kehidupan dan pengalaman. Nah kalau menulis novel itu harus ekstra kerja keras harus memikirkan cerita, konflik sampai endingnya. Tapi tetap kan rasanya beda ya, apalagi kalau berhasil menerbitkan novel yang dibukukan dan dibaca oleh semua orang.

Muthi tidak terlalu sulit menyesuaikan dirinya ketika bertransformasi dari tulisan fiksi ke non fiksi karena dia sudah terbiasa menulis cerita fiksi sejak kecil, heol daebak!. Justru dia baru memulai menulis non fiksi setelah lama berkecimpung di dunia fiksi. Katanya dia agak malu menceritakan pengalaman pribadinya, tapi lama-lama malah ketagihan *toss atuhlah kita sama.

Untuk mendapatkan cerita dalam novel, Muthi mengatakan bahwa awalnya dia harus berusaha mencari ide. Ide biasanya didapat dari mana saja dan kalau sedang muncul ide, biasanya Muthi langsung mencatatnya di note hp. Baru kemudian memikirkan tokoh-tokoh yang akan terlibat di dalam novelnya. Biasanya untuk sifat-sifat tokohnya, Muthi mengambil dari teman-teman disekitar Muthi. “Jadi kalau ada tokoh yang judesnya nauzubillah di naskah Muthi, itu yang aslinya ada dikehidupan Muthi tetapi dengan ceritanya berbeda” begitu kata Muthi. Weleh Muthi jangan sampai kaya K-Drama W ya, tokohnya hidup, agak ngeri kalau tokoh novel hidup beneran haha *efek kebanyakan nonton K-Drama*.

muthi-haura

Muthi dan teman-teman

Tidak ada hasil tanpa perjuangan, begitupun Muthi ketika menghasilkan karya novelnya. Berkali-kali ditolak tidak membuatnya patah arang karena kata Muthi, JK Rowling saja yang naskahnya ditolak di sana-sini lalu menerbitkan sendiri malah menjadi sebuah karya yang fenomenal. Hal ini pun terbukti setelah salah satu naskahnya di approve penerbit dan mendapatkan sambutan hangat dari para pembacanya.

Lalu bagaimana dengan dunia blogging? apa ya kira-kira harapan ke depan Muthi di dunia blogging?. Katanya sih dia ingin rajin blogwalking dan ingin kenalan dengan orang-orang hebat. Kedepannya dia ingin mengisi blog tidak hanya curhatan saja tetapi juga tulisan yang bermanfaat. Syukur blog bisa mendulang rezeki untuk membantu biaya kuliahnya dan biaya sekolah adik-adiknya. Well done Muthi!.

Nah, ini ada pesan dari Muthi untuk teman-teman semua termasuk saya: “jangan malas belajar nulis. Apapun latar belakang pendidikannya, menulis itu penting. Menulis itu perlu. Banyak hal-hal yang luar biasa yang dapat dihasilkan dan dilakukan lewat tulisan. Jangan dipikir orang yang hebat nulis itu karna memang bakatnya. Bakat itu Cuma 1 % sedangkan 99 % nya adalah kemauan. Percuma punya bakat nulis tapi nggak dilatih. Nulis itu kaya pisau yang semakin diasah semakin tajam”.

muthi-haura

Salah satu tulisan Muthi di media

Yup benar banget Muthi, saya lho awalnya tidak pernah berpikir bisa menulis. Tetapi karena sering diasah dengan menulis di blog ternyata saya bisa juga ya. Teman saya saja sampai heran, katanya sejak kapan katanya bisa menulis, dulu padahal tidak kelihatan.

Oke menutup perbincangan saya dengan Muthi saat itu, ternyata dia memiliki target tersendiri lho, ini target Muthi:

Target dalam waktu dekat? Banyak! Pengen makai toga alias wisuda, pengen daki gunung juga, pengen travelling. Hehe. Pengen nikah #ups.”

Kita aamiin kan yuk teman-teman. Aamiin ya Rabb. Bagi teman-teman yang ingin mengenal lebih jauh dengan Muthi Haura, silahkan kepoin blog dan media sosialnya di bawah ini ya, sampai jumpa lagi pada review teman blogger selanjutnya.

Blog: http://www.muthihaura.com/

Facebook: muthihaura.com

Instagram: @muthihaura1

Twitter: @muthiiihauraa




8 Comments

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.