My (Imaginary) Adventures with Toyota Rush

Sejak kecil saya memang agak bandel, orang tua sampai lelah hingga geleng-geleng kepala melihat tingkah saya yang tidak bisa diam seperti bola bekel. Layaknya Dora the explorer saya gemar melakukan kegiatan eksplorasi meskipun hanya blusukan ke sawah-sawah atau sungai-sungai kecil di dekat rumah. Hobi saya itu masih melekat erat hingga saat ini untuk mengeksplore suatu daerah. Ketika sedang melakukan hobi tersebut rasanya bagaikan kembang api yang bermekaran di angkasa. Maaf ya kalau agak lebay, tapi itu benar lho karena bagi saya petualangan itu bikin hidup menjadi hidup.

Petualangan yang saya lakukan memang masih dapat dihitung dengan jari. Maklum saya baru bisa puas melakukan hobi ini setelah bekerja. Kebetulan teman-teman yang saya temui baik di kantor yang lama dengan sekarang senang berpetualang jadi kami bisa joint bersama mengembangkan hobi. Biasanya saya dan teman-teman kantor memilih waktu yang tepat diantara kesibukan untuk jalan-jalan dan bereksplorasi ke suatu tempat. Seringnya sih teman-teman lebih memilih pergi ke daerah pantai karena tidak terlalu menyita energi. Ya namanya juga liburan, tetapi kalau saya lebih senang berlibur sambil berpetualang. Saya lebih menyukai pergi ke dataran tinggi ketimbang pantai karena medannya lebih menantang. Alasan lainnya sih karena saya tidak bisa berenang sehingga belum tentu tertarik ketika diajak untuk ngebolang (bocah petualang) ke daerah pantai.

Beberapa Vertical Adventure yang sudah saya lakukan, masih sedikit hehe

Karena berhubungan dengan air maka saya namakan dengan water adventure

Nah, baru-baru ini saya dan teman kantor membentuk grup ngebolang dengan nama MounTea Adventure. Pasti teman-teman bertanya ya mengapa dinamakan MounTea? Sekilas seperti merk minuman, tapi itu ada latar belakangnya lho. Waktu itu saya bermimpi sedang hiking ke sebuah gunung. Ternyata namanya adalah Gunung MounTea karena punggung gunung didominasi oleh tanaman teh. Kemudian saya menceritakan mimpi tersebut kepada salah satu teman kantor, dari situ akhirnya terbentuk grup MounTea Adventure yang anggotanya terdiri dari saya dan teman-teman kantor. Layaknya sebuah ikrar kami ingin mendeklarasikan terbentuknya grup ini di puncak Gunung Cikuray sebagai pertanda awal komitmen kami untuk mendaki beberapa gunung lainnya. In syaa Allah jika tidak ada halangan kami ingin mendaki Gunung Cikuray pada tanggal 19-21 Desember 2014 nanti.

Untuk mendukung kegiatan ngebolang ini kami sering mengandalkan moda transportasi umum seperti bus atau kereta. Kadang kami juga menyewa sebuah mobil untuk mengantar ke tempat tujuan seperti ketika pergi ke Pulau Tidung kemarin. Saya menyarankan kepada teman-teman untuk menggunakan mobil dengan performa sesuai medan guna menghindari hal yang tidak diinginkan sekaligus agar tidak menyakiti mobil. Saya pernah lho menggunakan MPV (Multi-Purpose Vehicle) yaitu Toyota Avanza ketika berlebaran ke Cianjur Selatan. Kondisi jalanan di sana berupa jalan berbatu dengan beberapa titik jalan yang curam. Saya khawatir Toyota Avanza yang kami tumpangi tidak bisa naik dan turun kembali pada titik rawan tersebut. Tetapi kekhawatiran saya tidak terbukti karena Avanza mampu melewati rintangan pada titik-titik yang kami anggap curam meskipun harus berulang kali mengambil ancang-ancang. Hanya saja beberapa kali body mobil pada bagian bawah terpentok batu yang ada di jalan. Hal itu dikarenakan ground clearance (jarak terendah dari tanah) yang dimiliki Avanza memang tidak diperuntukkan untuk medan berat seperti jalanan berbatu tersebut. Seharusnya saya menggunakan mobil jenis SUV (Sport Utility Vehicle) untuk melalui jalan dengan kondisi medan berat seperti itu. Salah satu jenis SUV yang dapat digunakan untuk berpetualang hingga ke pelosok daerah adalah Toyota Rush.

Jalanan ekstrim yang harus dilalui Avanza

Toyota Avanza berhasil melewati rintangan

Saya sih sudah pernah menggunakan Toyota Rush (baca: jadi penumpang, bukan yang bawa maklum belum bisa nyetir hehe) ketika dulu bersama teman-teman penyuluh melakukan studi banding dari Lembang menuju Desa Cikanyere Kec. Sukaresmi Kabupaten Cianjur. Ketika memasuki jalan yang mulai berlubang dan berbatu, saya masih merasa nyaman. Hal ini dikarenakan sistem suspensi Toyota Rush sudah di upgrade sehingga mampu meredam gejolak di jalan yang kurang mulus tanpa menghasilkan efek limbung. Berkat sistem tersebut akhirnya kami tiba dengan mulus di lokasi yang dituju saat itu. Saya dan tim cukup melanjutkan perjalanan dengan sedikit berjalan kaki lantaran jalur selanjutnya terbatas apabila dimasuki mobil.

Kebetulan banget Toyota Rush sedang mengadakan kontes menulis dengan tema: imajinasikan kegiatan ekstrim apa yang ingin dilakukan bersama Toyota Rush? Nah Toyota Rush, ayo kita touring bersama dan sebagai awalan mari antarkan kami menuju Kabupaten Garut untuk mendaki Gunung Cikuray yang merupakan gunung tertinggi ke-empat di Jawa Barat.

Menurut teman yang menggunakan Toyota Rush, jenis SUV ini cocok untuk perjalanan jarak jauh, apalagi untuk mendaki Jalur Nagrek yang berkelok-kelok. Perjalanan selama kurang lebih 6 jam dari Bogor ke Bandung kemudian ke Garut melalui Jalur Nagrek cukup menguras stamina apalagi kami mulai berkendara sore hari selepas bekerja. Jujur saja saya tidak bisa tidur ketika melewati jalur yang berkelok-kelok, saya suka paranoid sendiri lantaran takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tetapi tak perlu khawatir juga ya karena Toyota Rush memiliki sistem pengereman antilock braking system (ABS) yang memungkinkan terjadinya pengereman mendadak. Ditambah dengan fitur airbag sehingga pengemudi maupun penumpang terhindar dari benturan fatal. Wah, aman deh kalo begitu.

Nah, selepas sampai di Garut nanti kami diharuskan tiba di Base Camp terlebih dahulu yang terletak di Terminal Guntur untuk beristirahat. Keesokan harinya perjalanan dimulai kembali dari Terminal Guntur ke Dayeuh Manggung menuju pos pendakian pertama dimana terdapat stasiun pemancar televisi di atasnya. Jalur untuk menuju pos pertama cukup lebar sehingga dapat dilalui mobil. Hanya saja kondisi jalanan yang berupa bebatuan serta menanjak cukup menyulitkan kendaraan sampai ke pos satu. Menurut sumber informasi yang saya baca, mobil angkot atau kendaraan berupa pick up tidak sanggup membawa pendaki hingga ke pos satu lantaran medan yang berat. Kalau Toyota Rush pasti bisa dong mengantarkan kami hingga ke pos satu, lumayan kan jadi menghemat energi, kami tak perlu berjalan kaki sampai ke pos awal.

Setibanya di pos satu nanti petualangan akan dimulai, karena teman-teman yang sudah lebih dulu ke sana mengatakan bahwa jalur pendakian ke Cikuray akan terus menanjak melewati perkebunan teh dengan minimnya sumber air minum. Apabila nyali saya ciut maka saya tidak bisa menempuh jalur pendakian yang mencapai 7 pos ini. Tetapi saya pasti bisa sampai ke Puncak Gunung Cikuray yang memiliki ketinggian 2821 mdpl ini, ke Gunung Prau yang tingginya hanya mencapai 2565 mdpl saja bisa kok. Ya iyalah bedanya 300 mdpl lho hehe. Ya namanya juga imajinasi, lha kok imajinasi? Ya kan memang belum terjadi baru tanggal 19-21 Desember nanti kami baru akan hiking ke Cikuray hehe.

Masih dalam rangka berimajinasi bersama Toyota Rush, kegiatan ekstrim lainnya yang ingin saya lakukan adalah mendaki puncak tertinggi di Pulau Jawa yaitu Gunung Semeru. Jika menggunakan transportasi umum bisa menggunakan kereta dari Jakarta ke Malang, petualangan akan semakin seru jika kita touring dari Jawa Barat menuju Jawa Timur yang artinya kita melakukan touring di tiga provinsi sekaligus booo… Sepertinya sang supir bakalan kelelahan ya, untungnya Toyota Rush memiliki fitur canggih lainnya seperti AC Double blower, sensor parkir, Anti Jam Protection, immobilizer hingga alarm yang membuat perjalanan dari Jawa Barat hingga ke Jawa Timur menjadi aman dan nyaman.

Sesampainya di Malang nanti, kita langsung saja menuju Pasar Tumpang dimana terdapatt jeep sewaan menuju Ranu Pane bagi yang ingin menyewa. Dari pasar kita langsung saja menuju Ranu Pane yang merupakan base camp awal pendakian ke Mahameru. Nah, di sini kita akan menemukan tantangan ekstrim lagi nih bersama Toyota Rush karena sekitar satu jam perjalanan menuju Ranu Pane diharuskan melewati jalanan berbatu dengan batas kiri adalah tebing dan batas kanan jurang. Masalahnya adalah jalanan berbatu ini menanjak dan sempit, cukup untuk dua mobil dengan arah berlawanan tetapi ngepas banget. Firdha, teman saya yang sudah lebih dulu ke Mahameru mengatakan bahwa mobil yang dia tumpangi dari Malang ke Ranu Pane sampai menyerah di tengah jalan lantaran tidak kuat untuk melanjutkan lagi sehingga harus menggunakan mobil jenis Jeep guna melanjutkan perjalanan saat itu. Nah, Toyota Rush ayo kita coba berjalan menuju Ranu Pane, lumayan kan saya tidak perlu menyewa mobil lainnya hehe.

Jalur menuju Ranu Pane, mobil yang digunakan harus sesuai dengan medan

Dari Ranu Pane adventure yang sesungguhnya dimulai, kalau Cikuray hanya memiliki ketinggian 2821 mdpl maka Mahameru yang lebih tinggi ini memiliki ketinggian mencapai 3676 mdpl. Tantangannya lebih berat lagi karena saya harus melewati perjalanan panjang hingga akhirnya tiba di surganya Semeru yaitu Ranu Kumbolo. Di sini kita akan beristirahat dan mendirikan tenda sambil mengisi perbekalan air minum karena di tempat ini tersedia air bersih untuk dikonsumsi. Petualangan dilanjutkan kembali pada keesokan harinya melewati Oro-Oro Ombo ke Cemoro Kandang hingga tiba di Pos Kalimati. Di sini kita kembali beristirahat dan mendirikan tenda untuk persiapan mendaki. Menurut Firdha, tubuh akan terasa lelah sekali akibat perjalanan yang dilakukan sebelum-sebelumnya.

Perkemahan di Kalimati

Dari sini petualangan yang memacu adrenalin segera dimulai karena malam harinya sekitar pukul 11 malam (untuk pendaki yang belum ahli) kita mulai melakukan pendakian menuju pucak Mahameru. Jalur yang akan ditempuh mulai dari Kalimati sudah mulai berpasir. Dari Kalimati ¾ jalan masih terdapat vegetasi dan sisanya hingga ke puncak merupakan jalur berpasir. Kita akan mendaki jalur berpasir yang memiliki kemiringan mungkin mencapai lebih dari 45 derajat. Seorang teman mengatakan apabila kita berjalan satu langkah menuju puncak Mahameru maka akan turun sebanyak tiga langkah lantaran permukaan pasir yang tidak stabil. Kebayang kan bagaimana beratnya pendakian menuju puncak Mahameru, ditambah matahari yang terik cukup menyengat sehingga apabila kita kurang membawa air minum maka akan membuat tubuh menjadi lelah. Tapi jika kita bisa sampai di puncak Mahameru rasa lelah sangat terbayarkan. Angin yang bertiup, matahari yang terasa dekat, dan hamparan samudera awan di sekeliling Mahameru membuat lelah seolah sirna.

Material pasir sudah terdapat di Kalimati

Sebuah kebanggan bisa sampai ke Puncak Mahameru

Eitsss….itu baru imajinasi, apalagi kalau sungguhan ya, pasti tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Jadi, Toyota Rush itulah kegiatan ekstrim yang ingin saya lakukan bersama mu yaitu touring dari Bogor menuju Malang untuk mendaki puncak tertinggi di Pulau Jawa. Kalau sekarang masih berupa imajinasi, in syaa Allah tahun depan menjadi kenyataan. Aamiin.

Sumber Pendukung:

http://www.toyota.astra.co.id/

http://cicilan-toyota-avanza.blogspot.sg/2014/01/ini-dia-kelebihan-dan-kekurangan-toyota.html

http://indonesiaindonesia.com/f/11823-pilih-rush-terios/

http://brandmobil.com/kelebihan-kekurangan-toyota-rush/

http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-cikuray.html

http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-semeru.html

http://martinusadyh.web.id/2013/03/17/puncak-cikuray-yang-tertunda/

39 Comments

  1. Reply

    Waah ternyata jiwa ngebolang juga ya mak..
    Mantep dah…
    Sukses ya buat hiking ke Cikuraynya…
    terakhir kali hiking hmmm berapa tahun lalu yaa *berasa tua*

    • Reply

      aamiin doakan ya mak semoga beneran bisa ke cikuray, takut ada aja halangan padahal udah diagendakan jauh2 hari, mana sekarang jadi panitia

  2. desi

    Reply

    kak Ev,saya smakin sadar kalo kak Ev itu adventurer sejati, sukses ngontesnya kak 🙂

      • Reply

        Saya juga hobi berpetualang lho bu Rina, tapi sekarang udah punya buntut 2 jadi gak bisa kemana-mana. Btw pake rush emang enak, dulu waktu kerja di bidang kehutanan kami suka pake rush kalo mau ke hutan. Met berpetualang ya Bu, pengalaman yang kita temui selama berpetualang membuat hidup lebih hidup. Btw met ikut lomba nulis, semoga bisa menang lagi.

  3. Reply

    Saya juga hobi berpetualang lho bu Rina, tapi sekarang udah punya buntut 2 jadi gak bisa kemana-mana. Btw pake rush emang enak, dulu waktu kerja di bidang kehutanan kami suka pake rush kalo mau ke hutan. Met berpetualang ya Bu, pengalaman yang kita temui selama berpetualang membuat hidup lebih hidup. Btw met ikut lomba nulis, semoga bisa menang lagi.

    • Reply

      Aamiin makasih bu febry. Iya pake rush enak ya memang buat medan yg berat. Jadi bisa dong sy touring dr jabar ke jatim ya hehe. Nah asik nih ada yg aktif ngeblog

  4. Reply

    aku pernah nyetir mobil rush, yang aku suka itu bodynya yg sporty banget sama mobilnya asyik dipake nyelip-nyelip…hehehe maklum bukan tipe sopir yg sabar

    • Reply

      ahhhhgggg keren dikau udah bisa nyetir, saya juga mau ah gita, saya juga suka Rush, mobilnya keren kaya saya hehehe…. cocok buat para adventurer

  5. eka lesniawati

    Reply

    Asyiiiiiik, mantap banget nih, ntar ajak-ajak aku dong berpetualang pake rushnya….widiiih…dah ngebayangin ada di alam terbuka nan hijau dan sejuk….hmmmm….kereeennn….

  6. desi marisa

    Reply

    Mama alfi ini petualang skaligus blogger sejati,,, smg impian adventure-mu brsama Toyota Rush tercapai ya, aamiin… tp jgn ngajak daku mendaki gunung, ga sanggup…

    • Reply

      haha mau kemana dong mama queen? ke dataran rendah aaja ya, doakan aku bisa punya Toyota Rush biar makin keren. aamiin hehe

  7. momtraveler

    Reply

    mang ya kalo udah sekali ngebolang.. bersentuhan dengan alam pasti deh ketagihan. Goodluck ya mak 🙂

    • Reply

      Aamiin. Makasih mak. Jadi ikutan gak? Iya ketagihan hiking nih mak makanya pengen setiap bulan or dua bulan sekali ngebolang lagi

  8. Tia Yusnita

    Reply

    Bener banget Mba, ngebolang ke alam tuh bikin ketagihan. Aku terakhir naik gunung satu taun yang lalu, wah jadi kangen ngebolang lagi 🙁 Semoga impian sama Toyota Rush nya tercapai Mbaaa 😀

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.