My Perfect Friday with WHO




Hari jumat ini adalah hari yang istimewa bagi saya. Kenapa gitu? Soalnya dari pagi sampai sore rasanya seneng banget meskipun kerjaan menumpuk. Alhamdulillah yah, begitu kata Tante Syahrini. Ini karena sejak bangun pagi saya sudah merasakan aura positif serta optimis yang terus terbawa hingga sore hari. Coba kalau setiap hari saya bisa begini pasti jarang banget yang namanya berkeluh kesah. Ngomong-ngomong memangnya ada apa di jumat ini? Ada banyak untuk diceritakan, salah satunya cerita berikut ini…..

Jadi pagi-pagi banget saya sudah berangkat kerja menuju desa binaan saya lantaran mau ada tamu dari Pemerintah Daerah Kabupaten Grobokan Provinsi Jawa Tengah. Saya harus mendampingi ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia ketika menjelaskan proses pembuatan tepung mocaf. Sambil menunggu tamu yang terjebak macet di Bogor (Bogor githu lho) saya dan para ibu akhirnya berselfie ria. Awalnya kami hanya foto ber-empat, kemudian muncul lagi ibu-ibu yang lain hingga membuat Pak Kades (kepala desa) turut serta berselfie ria. Susah lho mengajak Pak Kades untuk selfie, soalnya kita kan sama-sama aparat jadi rada sungkan untuk berselfie ria. Tapi siapa sangka, ternyata Pak Kades mau juga melakukan selfie bersama. Haseeeekkkk…..

Tamunya datang sekitar pukul sembilan lebih. Setelah selesai membantu penjelasan mengenai tepung mocaf, sayapun pamit undur diri karena harus segera kembali ke kantor. Ada agenda lain yang harus saya kerjakan bersama Tia rekan kerja saya.

Tia sudah menunggu di kantor, dia langsung mengingatkan saya untuk segera berangkat lagi. Haduhhh sebentar ya Tia, sayanya ngaso dulu, nanti jam 11 kita berangkat ya. Saya dan Tia berencana ke pasar untuk mencari perlengkapan kantor. Karena saya sedang senang, saya menyampaikan kepada Tia bahwa hari ini saya yang akan mentraktir dia. Duhhh senangnya bukan main dia. Katanya sering-sering Bu Ev kalau mau traktir. Ya ampun Tia, saya sering kok, sering jarang traktirnya hehe. Tapi ada syaratnya ya, cari harga yang bersahabat bukan harga pejabat, nanti saya malah gak’ bisa bayar hehe. Dan tanpa pikir panjang lagi akhirnya kami berangkat menuju Kota Bogor.

Saya mengatakan kepada Tia untuk makan siang dan shalat dulu supaya ngubek-ngubek pasarnya tenang. Sebagai penggemar mie kelas sedang (soalnya makanan lain juga masih suka jika tidak ada mie hehe) saya meminta Tia untuk makan siang dengan menu mie saja. Tapi jangan mie ayam bakso lagi yah, bosen euy, masa sudah jauh-jauh ke kota kita makan bakso lagi. Sebagai orang Bogor yang kurang tersohor, akhirnya pilihan kami jatuh pada sebuah warung mie yang ada di dekat GOR Pajajaran Bogor yang bernama W.H.O. Eh tapi ini bukan badan kesehatan dunia milik PBB itu ya, ini adalah Warung Hotplate Odon, unik kan namanya?

Kesan pertama masuk ke WHO yang beralamat di Jalan Pemuda No. 6 Kelurahan Tanah Sareal di Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor ini adalah luas, keren, dan sejuk. Saya langsung suka karena terdapat gazebo serta bangku-bangku di dekat jalan namun sangat nyaman lantaran dekat dengan pohon rindang. Tampilan warung hotplatenya juga keren dan gaul khasnya anak muda banget, tapi juga cocok untuk bapak-bapak maupun ibu-ibu yang mau mengadakan gathering sambil kulineran disini.

Ada satu space yang saya suka di WHO ini yaitu di taman dekat mushola. Tempatnya adem dengan konsep bangku taman gitu. Sepertinya ocok nih buat gathering acara kantor. Tia juga berpikir seperti itu. Sambil duduk di bangku taman, Aa WHO (kan di sunda jadi panggilnya Aa) membawakan daftar menu untuk kami pesan.

Si Aa bilang menu andalan WHO adalah Mie GRT alias Gludug Rolling Thunder, waduh namanya kece amat ya. Jadilah saya memesan menu tersebut sedangkan Tia memesan Mie Hotplate Ceker. Nah ini yang unik, di WHO ada level kepedasan sendiri, dari level bawah (1) sampai level terganas (5). Kalau saya pilih non level saja soalnya ‘gak kuat jika terlalu pedas, sedangkan Tia pilih level 2 yang menurut dia tidak terlalu pedas tapi cukup pedas (kumaha sih Tia?).

Untuk minumnya saya pilih menu yang khas lagi yaitu Sop Buah Keju, sedangkan Tia memilih Java Sexy untuk menemani santapan pedasnya. Beres deh, sekarang tinggal nunggu saja. Si Aa bilang agak lama menunggunya, tapi menurut saya tidak terlalu lama kok karena kurang dari 30 menit menu yang kami pesan sudah sampai. Sekarang waktunya menyantap makanan.

Tuh kan, Mie Hotplate GRTnya sudah pedas meskipun non level alias tanpa level kepedasan. Saya suka dengan kuahnya, rasa pedasnya pas, gurihnya cocok. Bagian lain yang saya suka adalah mienya itu dimasaknya pas tidak terlalu lembek juga tidak keras, enak di lidah. Terus potongan sawi hijaunya juga seger, saya sampai mau minta punyanya Tia tapi ‘gak boleh sama dia hehe.

Lalu bagaimana dengan Mie Hotplate Cekernya Tia? Tuh kan bener pedes banget, cabenya berasa. Kalau saya tidak kuat, hanya berani mencicipi sedikit saja. Sedangkan si Tia berbeda, dia menyantap hidangan dengan lahapnya padahal menurut saya pedasnya itu cadaaassss seperti tulisan di menunya.

Mienya sudah habis nih, sekarang kita nikmatin es nya ya. Sop Buah Keju milik WHO menurut saya enak dan manis, cocok banget bagi pencinta kuliner yang menyukai minuman manis.

Sekarang kita cobain Java Sexy yang dipesan Tia. Menurut saya minuman ini cocok banget apabila diminum pada siang hari dengan rasa jeruk yang segar. Wah saya juga suka Java Sexynya, nanti kalau ke WHO lagi gantian saya pesan Java Sexy.

Sesuai namanya, Sop Buah Keju ini berisi aneka buah plus jelly yang diberi parutan keju. Komposisi buahnya terdiri dari strawberry, potongan nangka, melon, kelapa (kelapanya enak banget lho), ditambah dengan jelly putih yang empuk. Nah kalau punya Tia memang dominan rasa jeruknya ditambah dengan kelapa dan strawberry. Asik kok diminum pas siang-siang panas begini.

Sesudah selesai santap siang, saya dan Tia sedikit termenung mengingat kembali tugas kami setelah ini. Kami harus mencari beberapa perlengkapan untuk keperluan acara kantor. Masalahnya adalah Bogor lagi panas banget, terus tas saya juga sudah penuh karena membawa laptop beserta kamera. Sedangkan bagian depan motor juga sudah ada isinya. Nanti gimana kita bawa barang-barangnya ya Tia?

Andai kita pakai mobil untuk keliling Bogor sambil kulineran pasti asik ya Tia, apalagi kalau pakai Toyota Agya. Kenapa gitu Bu Ev? Si Tia bertanya sambil serius memperhatikan.

Begini Tia, Toyota Agya itu termasuk jenis mobil Hatchback yaitu sejenis mobil mini yang lincah dan praktis, sesuai untuk kondisi kota. Agya cocok untuk kondisi Kota maupun Kabupaten Bogor yang menanjak dan berliku-liku karena performa mesin yang handal. Mesin Agya dilengkapi dengan jantung pacu berteknologi 1 KR DOHC12 Valve Electronic Fuel Injection.

Nah yang bagusnya lagi nih Tia, Agya ini memiliki design sebagai mobil LCGC alias Low Cost Green Car yang diperuntukan bagi konsumen kalangan menengah.

Maksudnya gimana Bu Ev, Tia belum ngerti? Intinya sih Toyota Agya ini mobil yang ramah lingkungan dengan harga yang murah karena dengan kapasitas mesin 1000 cc dan bobot ringan seberat 300 Kg membuatnya irit dalam mengkonsumsi bahan bakar.  Agya hanya membutuhkan 1 liter bahan bakar untuk menempuh jarak 30 km, irit banget kan?. Mobil ini menghemat budget dan mengurangi emisi hasil pembakaran makanya disebut low cost green car.

Kalau soal keamanan dan kenyamanan, Toyota Agya ini juga punya. Agya dilengkapi dengan SRS Airbag yang menjamin keselamatan pengemudi dan penumpang dari resiko kecelakaan akibat benturan keras. Kemudian buat kita-kita yang suka nyanyi-nyayi di mobil nih, Agya ini juga dilengkapi dengan Fasilitas Head Unit Indash Untuk memutar musik dengan memakai USB, AUX dan CD. Jadi, kalau kita sedang terkena macet bisa terhibur deh di dalam mobil. O iya meskipun Toyota Agya ini jenis mobil mini, tapi interior dalamnya nyaman kok karena didesign dengan space yang cukup luas bagi pengemudi maupun penumpang.

Nah ini yang kita cari nih, bagasinya Toyota Agya ini lebih luas dibanding dengan mobil-mobil lain di kelasnya. Jadi kalau kita dapat tugas lagi untuk membawa perlengkapan kantor atau ketika mengangkut barang-barang untuk pameran dan gelar teknologi, kita bisa memasukkan perlengkapan tersebut di bagasi mobil kan?!.

O iya Tia sukanya mobil dengan transmisi manual apa otomatis? Toyota Agya menyediakan keduanya, jadi kita tinggal milih mau mobil matic atau manual aja.

Iya Bu Ev asik banget kayanya kalau kita pakai Agya ya, udah mah hemat elegan pula. Tia mah suka yang warna merah kalau Bu Ev pasti pilih yang biru soalnya dirimu kan tomboy. Btw, kok tau banget sih informasi soal Toyota Agya ini?

Iya, soalnya saya barusan ngubek-ngubek websitenya Toyota untuk mencari spesifikasi tentang Toyota Agya ini. Tadi saya juga lihat cuplikan videonya, jadi paham deh.

Oh begitu, pastesan kok tau banget. Ya udah, ayo Bu Ev cepetan kita cari perlengkapan kantor, soalnya udah siang.

Oke Tia, saya mau bayar dulu ya. Tuh kan harganya murah, makan berdua hanya habis 70ribuan rupiah aja. Nanti kita ajak temen-teman buat kulineran di sini yuk. Waktunya untuk capcus sebelum kena hujan di Bogor, thanks ya Tia sudah nemenin saya. Jumat ini sempurna deh, acara berjalan lancar, perut kenyang dan pulang dengan hati senang. My Perfect Friday banget deh!.

#MyAgyaMyStyle #idfb #idfoodblogger

Sumber Informasi:

http://www.toyota.astra.co.id/product/agya/#images-amp-videos

http://hargamobilid.com/review-kelebihan-toyota-agya/

http://autoindonesia.com/2014/08/kelebihan-kekurangan-dan-harga-mobil-toyota-agya.html

https://www.semisena.com/161/kelebihan-dan-kekurangan-toyota-agya-dan-daihatsu-ayla.html

 

27 Comments

  1. momtraveler

    Reply

    Hhhmmmmm….. ngiler liat sup buahnya. Cocok bgt dinikmati di semarang yg panasnya cethaarrr

  2. sabda awal

    Reply

    itu makanannya menggoda semua, efek kamera atau memang enak ya? hmmmm…

  3. Reply

    widiiih…putu2nya tempting banget. hari senin jam setengah dua siang buka gambar kayak begini.
    kolepss nih peyutt… *sabar sabar godaan orang puasa 😛

  4. as

    Reply

    aaamiiin neng Evi, semoga dapat agya yaaaa, bair saya dijalan-jalanin ke WHO dan ditraktir mpe puaaaas, ngiler iiich..kapan-kapan ke Bogor aach, seriuuuus mienya itu maknyuuus pisan

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.