Pentingnya Nutrisi di Masa MPASI untuk Masa Depan Anak

MPASI

Pada suatu sore saat saya tiba di rumah pemandangan yang indah selalu memberikan senyum merekah di antara rasa lelah selepas bekerja. Dua orang balita terlihat asik bermain sepeda, sementara dua orang bayi berada di gendongan ibu masing-masing sambil sesekali menjadi pusat perhatian para orang dewasa di sekitarnya.

Dua orang bayi mungil tersebut dalam hitungan 2 bulan ke depan akan memasuki masa MPASI (makanan pendamping ASI). Mereka adalah dua orang keponakan saya yang lucu dan imut. Terlihat juga Alfi, anak laki-laki saya, turut bercengkerama dengan para tetangga di sore hari yang sejuk. Sayapun segera bergabung dengan mereka yang telah menjadi bagian dalam bermasyarakat.

Ada banyak topik sederhana yang kami bahas saat berkumpul. Dimulai dari urusan dapur, urusan rumah, urusan anak-anak sekolah, hingga terkadang urusan belanja. Namun sore itu ada topik yang memang selalu menjadi persoalan bagi setiap kaum ibu yaitu nutrisi untuk anak dan sulitnya anak untuk makan.

anak-anak

Keponakan sedang asik bermain di sekitar rumah

Ibu pertama mengeluhkan kalau sang anak sulit untuk makan. Si ibu harus sabar menyuapi anak makan sambil mengikuti sang anak bermain. Sedangkan ibu yang lain juga memiliki problem hampir serupa, sang anak mau makan tetapi sangat pemilih. Dapat dikatakan bahwa porsinya tidak lengkap karena si anak menolak makan sayur serta beberapa sumber protein. Percayalah, Alfi juga dulu seperti itu. Ada masanya dia sulit makan, ada masanya juga dia seperti gampang sekali makan makanan yang saya buat.

Pembicaraan kami kemudian mengerucut untuk lebih memperhatikan lagi asupan makanan terutama di masa MPASI. Mungkin jika MPASI berjalan dengan baik, anak tidak akan terlalu sulit untuk mengkonsumsi makanan bergizi. Caranya dengan mengenalkan berbagai jenis bahan makanan yang diolah menjadi MPASI.

MPASI, Moment Bahagia Saat Si Kecil Menikmati Makanan

Para ibu masih membahas cara jitu agar anak mau makan dan mendapatkan nutrisi terbaik. Saya yang sedang menjalani program hamil anak kedua cukup tertarik dengan pembahasan sore hari itu. Semuanya mengingatkan bagaimana saya dulu menjaga dan merawat Alfi hingga dia tumbuh seperti sekarang ini.

Masa MPASI adalah masa yang tidak hanya membahagiakan bagi anak, tetapi juga bagi saya dan keluarga. Jujur saja, di hari pertama MPASI, saya deg-degan sekali khawatir Alfi tidak mau makan atau makanannya kurang pas, dan embel-embel lainnya. Ternyata Alfi kecil saat itu mau makan meski mungkin porsi gizinya belum pas. Tak ingin mengulangi kesalahan, saya berdiskusi dengan para ibu yang masih berkumpul di halaman sekitar komplek kami mengenai MPASI.

Alfi, saat berusia 11 bulan, mencoba potongan buah

Sesuai dengan anjuran, bayi dapat memulai MPASI apabila sudah memasuki usia enam bulan. Sebelum itu, bayi hanya akan mengkonsumsi ASI dari sang ibu. Nah masa MPASI ini penting untuk diperhatikan mengingat bayi membutuhkan nutrisi lima kali lebih banyak dari orang dewasa dan energi dua kali lebih banyak dari orang dewasa. Sehingga makanan yang dapat diperkenalkan sebaiknya mengandung zat besi, protein, dan karbohidrat.

Menurut dr Frieda Handayani,Sp.A dalam nakita.grid.id (2017) menjelaskan bahwa makanan yang diberikan kepada bayi sebagai MPASI harus makanan yang kaya akan zat besi (Fe) seperti hati sapi atau hati ayam, daging sapi, tuna, udang, kuning telur, sayuran hijau (brokoli, bayam, sawi hijau), dan kacang-kacangan (kedelai dan kacang hijau).

sayuran_hijau

Bayam, sayuran yang kaya akan zat besi

Hal ini sejalan dengan penjelasan yang diberikan oleh IDAI (2017) melalui halaman websitenya bahwa setelah usia 6 bulan, ASI saja tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan zat besi bayi sehingga bayi membutuhkan zat besi tambahan dari MPASI. Kebutuhan zat besi bayi usia 6-12 bulan adalah 11 mg per hari, sedangkan anak berusia 1-3 tahun (batita) membutuhkan zat besi lebih sedikit, yaitu 7 mg per hari. ASI hanya memenuhi 0,3 mg zat besi per hari sehingga MPASI perlu diperhatikan dalam kaitannya terutama untuk memenuhi kebutuhan zat besi.

Mengapa begitu? Karena dalam pemaparan yang diberikan oleh IDAI lebih lanjut menjelaskan bahwa kekurangan zat besi mengakibatkan dampak negatif pada kecerdasan, perilaku, dan kemampuan motorik anak. Anemia defisiensi besi pada anak di bawah usia 2 tahun menyebabkan anak lebih lambat dalam merespon, lebih iritabel dan sulit mengendalikan diri.

Alfi kecil, saat usianya 2 tahun

Sekarang menjadi tugas para ibu, termasuk saya untuk memastikan bahwa kebutuhan nutrisi terutama zat besi anak pada masa MPASI memang benar-benar telah terpenuhi.

Sebagai pedoman, untuk kebutuhan nutrisi anak, kita dapat melihat Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan bagi Bangsa Indonesia berikut ini. Nanti disesuaikan saja antara sumber pangan dengan AKG.

Sementara itu khusus untuk memenuhi kebutuhan zat besi, dapat mengikuti saran yang diberikan oleh IDAI (2017) berikut ini:

  1. Mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi minimal 2 kali perhari. Makanan yang mengandung sumber zat besi paling tinggi adalah daging berwarna merah. Sayuran hijau juga mengandung zat besi yang tinggi tetapi hanya diserap sekitar 3-8% dibandingkan dengan sumber hewani yang diserap sebesar 23%.
  2. Mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi vitamin C karena dapat meningkatkan absorpsi zat besi dari serealia dan sayuran sebanyak 2 kali lipat.
  3. Hindarkan mengonsumsi susu atau teh pada saat makan utama karena kalsium pada susu dapat menghambat penyerapan zat besi dan teh juga mengandung zat yang menghambat absorpsi zat besi.
  4. Mengonsumsi MPASI fortifikasi yang telah diperkaya zat besi dapat menjadi alternatif asupan yang mengandung tinggi zat besi. Sebab bayi memerlukan makan hati ayam sebanyak 85 g sehari (setara 3 potong sedang) atau daging sapi sebesar 385 gram (hampir 1,5x porsi steak untuk orang dewasa) agar kebutuhan zat besi sebesar 11 mg per hari terpenuhi. Porsi tersebut tentu sangat banyak bagi seorang bayi berusia 6-12 bulan, sehingga MPASI fortifikasi dapat menjadi pilihan.

Salah satu sumber MPASI fortifikasi yang memang sudah saya kenal sejak dulu adalah CERELAC yang praktis dan juga bergizi.

cerelac

CERELAC, Membantu Memenuhi Kebutuhan MPASI

Kehadiran MPASI fortifikasi tidak hanya membantu memenuhi kecukupan kebutuhan nutrisi tetapi juga membantu ibu dalam memberikan variasi MPASI si kecil. Tetapi bukan berarti tidak membuat menu MPASI secara mandiri ya, menu MPASI rumahan tetap dibuat dengan ditambah dengan menu MPASI fortifikasi agar nutrisi yang dibutuhkan bayi benar-benar terpenuhi.

Saya pribadi belum tentu bisa memastikan apakah menu MPASI rumahan yang saya buat sudah sesuai dengan takaran AKG. Sehingga dengan tambahan MPASI fortifikasi maka keraguan tersebut dapat teratasi.

mpasi

CERELAC MPASI dapat menjadi pilihan menu MPASI fortifikasi karena sudah terjamin akan kualitasnya. Sumber pangan MPASI ini dapat menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan gizi karena CERELAC terbuat dari bahan pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil.

Standar CERELAC ini benar-benar dijaga mulai dari pemilihan bahan baku di mana bahan baku utama ditanam dan dipilih secara seksama sesuai kebutuhan Si Kecil. Bahan bakunya diperoleh dari ladang yang jauh dari polusi sehingga minim residu. Kemudian benih yang digunakan merupakan benih yang memiliki riwayat yang jelas sehingga dapat ditelusuri. Dan para pembudidayanya baik petani maupun peternak juga diberikan edukasi agar kualitas bahan baku yang dihasilkan terjaga dengan baik.

cerelac

Setelah pemilihan bahan baku berkualitas, nutrisinya juga disesuaikan serta dijaga untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi harian Si Kecil dengan fortifikasi vitamin, mineral, dan mikronutrien. Kemudian tinggi akan zat besi dan memiliki aneka pilihan rasa serta tekstur sesuai tahapan usia.

Selanjutnya, semua itu dikemas dalam pengujian dan standard ketat untuk bahan baku serta proses pembuatan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk untuk Si Kecil.

Dengan begitu melalui 1 Mangkuk CERELAC, pastikan nutrisi harian Si Kecil terpenuhi. Sangat membantu sekali memecahkan kekhawatiran saya dan mungkin para ibu lainnya akan kecukupan kebutuhan nutrisi bayi.

cerelacSore itu saya mendapatkan pengalaman berharga kembali. Melalui perbincangan sore hari itu dengan ibu-ibu tetangga di kompleks mampu mengingatkan saya kembali akan pentingnya kebutuhan gizi anak. Persoalan makanan termasuk sumber nutrisinya tidak boleh dianggap sepele karena menentukan tumbuh kembangnya. Semoga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan ceria. Jangan lupa untuk memberikan masa MPASI yang bergizi dan berbahagia.

Sumber Informasi:

Depkes.go.id. Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia http://gizi.depkes.go.id/download/kebijakan%20gizi/tabel%20akg.pdf [diakses tanggal 9 Februari 2019].

IDAI. 2017. Pastikan Bayi Anda Cukup Zat Besi?. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pastikan-bayi-anda-cukup-zat-besi. [diakses tanggal 9 Februari 2019].

Depkes.go.id. 2014. Tahapan Makanan Pendamping ASI. http://gizi.depkes.go.id/tahapan-makanan-pendamping-asi. [diakses tanggal 9 Februari 2019].

Nakita. 2017. Ini Dia Rahasia Nutrisi MPASI. Tak Banyak Moms yang Tahu. Save Ya Moms. http://nakita.grid.id/read/0221439/ini-dia-rahasia-nutrisi-mpasi-tak-banyak-moms-yang-tahu-save-ya-moms?page=all  [diakses tanggal 9 Februari 2019].

#Tenangajabunda

#CERELACmamamyuk

#MPASI

#MPASI6BULAN

Info lebih lanjut bisa visit: www.mamamyuk.co.id

10 Comments

  1. Reply

    saya super bahagia waktu kemarin menyambut masa mpASI si kecil mbak, karena saya ingin dia mendapatkan nutrisi yang seimbang untuk membayar masa di mana saya tidak bisa mengASIhi karena alasan kesehatan. Alhamdulillah dia suka semua menunya, semoga generasi penerus bangsa ini diberikan sehat selalu ya.

    Btw … Alif gemesin di foto nyemil strawberry hehe.

    • Reply

      Wah mbak, Aku boleh ya nyontek menu MPASInya, masa Mpasi itu memang masa menggemaskan, paling senang kalau melihat anak makan

  2. Danty Rinjani A

    Reply

    MPASI sangat penting untuk bayi yg memasuki usia 6 bulan dan juga melatih bayi supaya mengenal berbagai jenis makan serta melatih bayi agar tidak susah makan kalau sudah mulai makan nasi

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.