Penghargaan Nasional Pelaku Pembangunan Pertanian Tahun 2019: (Day 1) Pembukaan oleh Pusluhtan RI dan BPPSDMP




penerima_penghargaan_pertanianHari Jumat tanggal 9 Agustus 2019 pagi saat masih berada di dalam kereta Commuter Line, saya mendapatkan kabar yang membahagiakan. Kabar tersebut adalah undangan dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk hadir di Jakarta pada tanggal 15-19 Agustus 2019. Di dalam surat itu dikatakan bahwa saya dan satu orang petani atas nama Iip Irpan sebagai Penerima Penghargaan Tingkat Nasional yang diwajibkan hadir pada tanggal tersebut mewakili Provinsi Jawa Barat.

Alhamdulillah, saya benar-benar tidak menyangka kalau sampai pada tahap tersebut. Awalnya saya mengikuti lomba penyuluh pertanian teladan itupun karena bermaksud menghormati Koordinator Penyuluh (korluh) yang memercayai saya untuk maju ke dalam jenis lomba tersebut. Syukur alhamdulillah ternyata bisa membawa saya ke tingkat nasional.

Saat itu juga aplikasi messenger di smartphone sayapun langsung ramai dengan ucapan selamat dari rekan-rekan kerja. Sayapun langsung memosting isi surat tersebut ke dalam media sosial Instagram dengan niatan untuk melambungkan nama Penyuluh Pertanian yang memang sudah saya cita-citakan sejak lama bahwa saya ingin membawa nama baik profesi Penyuluh Pertanian.

Flashback Mengikuti Lomba Penyuluh Pertanian Teladan   

Seperti biasa saat sudah tiba di BPP Dramaga, saya bersama rekan-rekan lainnya langsung bersiap untuk mengikuti apel pagi bersama Distanhorbun Kabupaten Bogor. Ketika menuju lapangan apel, saya mendapatkan ucapan selamat dari beberapa orang di sana termasuk ucapan selamat dari pimpinan yang diumumkan langsung saat apel dilaksanakan.

Alhamdulillah senang sekali rasanya. Namun untuk menuju ke tahap ini banyak orang yang pastinya belum tau bagaimana jatuh bangunnya seorang Penyuluh Pertanian.

Baca ini yuk: Pengalaman Mengikuti Lomba Penyuluh Pertanian Teladan

Sedikit flashback, saya mulai aktif menjadi Penyuluh Pertanian di tahun 2013. Saat itu saya langsung terjun ke wilayah binaan (wilbin) tanpa dibekali pendidikan dasar terlebih dahulu. Terus terang saja agak ngeblank dan sempat down karena namanya juga anak baru tetapi langsung mendapatkan cap kinerja kurang baik ketika berkumpul bersama kelompok.

Bapak Oji, Pengurus P3A dan Poktan Subur Jaya, dulu sempat saya sempat down karena diunderestimate oleh Beliau di depan forum, kini alhamdulillah Beliau menjadi salah satu pendukung untuk memajukan pertanian di Desa Cikarawang

Sedih bukan main, rasanya ingin menyerah menjadi Penyuluh Pertanian. Apalagi beberapa tahun kemudian masih ada saja pihak eksekutif yang meragukan kinerja Penyuluh Pertanian. Saya sampai ingin banting setir menjadi fungsional khusus lainnya saja.

Syukur alhamdulillah, saya memiliki senior dan rekan penyuluh yang menguatkan satu sama lain. Hingga akhirnya saat ini sayapun bersyukur masih menjadi seorang Penyuluh Pertanian, profesi yang saya cintai.

Sejak itu saya bertekad untuk membawa harum nama Penyuluh Pertanian apapun caranya. Maka ketika Korluh memberikan amanah untuk mengikuti lomba Penyuluh Pertanian teladan, sayapun menyanggupinya.

Saya mulai mengikuti lomba tersebut sejak tahun 2017 di tingkat kabupaten. Saat itu saya hanya mampu meraih juara 2 saja. Kemudian Korluh saya masih ‘keukeuh’ untuk mengajukkan saya di lomba yang sama di tahun 2018. Alhamdulillah di tahun tersebut saya mendapatkan predikat juara 1 tingkat kabupaten.

lomba-penyuluh-pertanian

ketika presentasi di Lomba Penyuluh Pertanian Teladan tingkat Provinsi Jawa Barat

Saya pikir tugas saya sudah selesai di tahun 2018, namun ternyata pihak kabupaten mengajukkan saya untuk ikut ke lomba provinsi di tahun 2019. Sekali lagi saya berusaha untuk memberikan yang terbaik. Dengan kondisi saat itu sedang mabuk karena hamil muda, syukur alhamdulillah saya bisa membawa nama Kabupaten Bogor untuk menjuarain lomba Penyuluh Pertanian teladan tingkat Provinsi Jawa Barat.

Sekali lagi saya berpikir bahwa tugas saya sudah selesai hingga tingkat provinsi. Ternyata, oleh pihak provinsi masih diajukan lagi untuk mengikuti lomba di tingkat nasional.

Penilaian lomba tingkat nasional dilakukan pada bulan Juli dengan kondisi saat itu saya sedang cuti. Bersyukur saya sudah prepare jauh-jauh hari sebagai antisipasi dari pengajuan cuti. Maka ketika penilaian tingkat nasional dilakukan, saya langsung pulang dari Semarang menuju Bogor dengan bahan presentasi yang sudah siap sedia.

Alhamdulillah semua jerih payah, jatuh bangun, dan kelelahan semua terbayarkan dengan hadirnya undangan Pemberian Penghargaan Nasional Pelaku Pembangunan Pertanian Tahun 2019.

Dan perjalanan itupun dimulai pada tanggal 15 Agustus 2019, perjalanan sekali seumur hidup sebagai penerima penghargaan.

Awal yang Menyenangkan, 15 Agustus 2019 di Hotel Kaisar

Lokasi berlangsungnya acara Pemberian Penghargaan Nasional Pelaku Pembangunan Pertanian Tahun 2019, salah satunya bertempat di Hotel Kaisar, jakarta. Ini menjadi tempat base camp pemenang dan panitia untuk mengikuti seluruh rangkaian acara selama lima hari empat malam.

Saya sudah berangkat menuju Hotel Kaisar dan tiba lebih awal dari jam dibukanya registrasi di pukul 13.00 WIB. Saat itu terlihat panitia sudah ada di sana sambil mempersiapkan keperluan peserta. Beberapa peserta yang datang dari berbagai daerah juga sudah tiba. Registrasi dibagi menjadi beberapa meja sesuai kategori penerima penghargaan yaitu: Penyuluh Pertanian, BPP, KEP, Petani, dan Gapoktan.

registrasi_peserta

Panitia dari BPPSDMP dan Pusluhtan RI

Saya mendatangi meja registrasi Penyuluh Pertanian ketika sudah dibuka. Cukup kaget awalnya karena menemukan kesalahan penulisan nama yang bagi saya cukup fatal. Entah mengapa orang-orang banyak yang keliru menuliskan nama saya, padahal saya sudah menuliskan sendiri di formulir isian biodata bahwa nama saya EVRINA bukan sebaliknya ervina.

Alhamdulillah, salah satu panitia yang sudah saya kenal sebelumnya berjanji untuk memperbaiki terutama di bagian piagam, karena setelah ditelusuri semua penulisan namanya salah *sedih. Karena itu yang utama, untuk melaporkan ke kantor mulai dari level kecamatan sampai provinsi. Kalau namanya salah kan gak enak juga.

Ya sudah, setelah membereskan persoalan salah ketik nama, saya mendapatkan tiga buah goodie bag yang berisi perlengkapan yang harus dipakai selama acara, buku panduan, sampai ke pernak-pernik hadiah dari sponsor. Alhamdulillah.

Setelah selesai, saya langsung minta izin untuk ke kamar yang sudah disediakan karena saya ingin unboxing goodie bag yang ada sekaligus istirahat. Sebab, di malam harinya seluruh peserta akan mengikuti acara pembukaan sekaligus pemberian pengarahan untuk rangkaian acara di empat hari kedepan.

Acara Pembukaan oleh BPPSDMP dan Pusluhtan RI  

Tepat setelah makan malam, para peserta pemberian penghargaan menuju ke aula untuk mengikuti acara pembukaan Penghargaan Nasional Pelaku Pembangunan Pertanian Tahun 2019.

Ibu Siti Munifah, selaku Sekretaris BPPSDMP dan Ibu Leli Nuryati, selaku Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan RI) hadir untuk membuka acara di malam hari tersebut.

Seluruh peserta nampak serius mendengarkan penjelasan yang disampaikan baik oleh Ibu Siti Munifah maupun Ibu Leli Nuryati. Ada pesan yang saya ingat yang disampaikan oleh Ibu Siti Munifah bahwa pemberian penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap insan pertanian yang sudah turut serta membantu membangun pertanian.

bppsdmp_pusluhtan

doc: Pusluhtan dan BPPSDMP

Lebih lanjut, Beliau menyampaikan bahwa setelah mendapatkan penghargaan, para insan terpilih ini harus mampu mempertahankan apa yang sudah dicapainya. Jangan sampai melempem, yang akan mengecewakan semua pihak. Justru harus meningkat inovasinya bahkan kinerjanya.

Dari pihak Pusluhtan sendiri, melalui Ibu Leli Nuryati menyampaikan bahwa Pusluhtan akan terus mendorong dan memonitor kinerja para teladan pertanian. Jadi, apresiasi yang sudah diberikan bukanlah pencapaian, tetapi awal untuk memberikan yang terbaik karena apresiasi ini merupakan bentuk sebuah amanah.

Setelah dilakukan acara pembukaan, panitia kemudian melanjutkan dengan memberitaukan rangkaian kegiatan dan tata cara mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sebagai penerima penghargaan harus disiplin mengikuti protokol yang sudah berlaku. Apabila lengah sedikit atau tidak disiplin maka akan ditinggal.

Kegiatan di hari pertama tanggal 15 Agustus 2019 sudah selesai. Dilanjutkan dengan hari kedua yang tidak kalah menariknya yaitu mengikuti sidang paripurna di Gedung MPR RI yang akan saya ceritakan pada postingan kedua.

 



1 Comments

  1. Pingback: Penghargaan Nasional Pelaku Pembangunan Pertanian Tahun 2019: (Day 2) Sidang Paripurna MPR/DPR/DPD RI - Agricultural Extension Officer, Blogger, and Dreamer

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.