Perlengkapan Musim Hujan Bagi Orang Lapangan

“Kamu jadi ke gunung Rin?” Tanya Bapak.

“Jadi pak” saya menjawab.

“Lagi musim hujan begini juga” Bapak terlihat khawatir.

“Kan ada jas hujan pak, waktu ke Semeru juga lagi hujan” Saya mencoba menenangkan.

Malam itu kami berbincang seperti biasa. Bapak kembali menanyakan niat saya untuk naik ke Gunung Gede. Bapak agak khawatir karena sekarang sudah masuk musim hujan. Kalau saya pribadi malah bersyukur karena musim hujan yang dinanti sudah tiba. Itu artinya bumi dapat hijau kembali, asap mulai berkurang dan air tanah kembali ada.

Memang sih jika kita mau hiking di musim hujan agak ribet karena perlu ekstra perlengkapan terutama jas hujan. Tak hanya saat musim hujan saja, sewaktu keliling ke berbagai desa, saya juga harus prepare agar kita selalu save meskipun hujan besar sekalipun. Biasanya kalau musim hujan telah tiba, saya mulai melakukan persiapan untuk menghadapi musim hujan terutama mempersiapkan perlengkapannya. Bagi orang lapangan seperti saya ini, perlengkapan musim hujan harus selalu tersedia lho soalnya sama seperti musim kemarau, musim hujan juga menjadi tantangan tersendiri bagi orang lapangan. Jika kita tidak mempersiapkan bisa jadi kesehatan mudah terganggu, padahal orang lapangan itu dibutuhkan fisik yang selalu fit.

Lalu apa saja dong perlengkapan musim hujan yang harus dimiliki orang lapangan? kalau saya sih tidak terlalu banyak, yang penting ada beberapa perlengkapan yang dapat mengcover diri ketika terkena butiran hujan. Berikut adalah perlengkapan musim hujan versi saya:

  1. Jas Hujan

Jas hujan yang saya pakai merupakan jas hujan berbentuk baju dan celana. Saya menyukai model ini karena lebih save, tubuh dan pakaian benar-benar terlindungi. Hanya saja agak memakan waktu ketika hendak memakainya sementara hujan sudah turun cukup deras. Untuk memudahkan, sebaiknya kita mencari tempat berteduh dulu sebelum menggunakan jas hujan.

Selain berbetuk baju dan celana, ada juga jas hujan yang saya sebut dengan kelelawar, ada juga yang menamakan dengan sebutan jas hujan plonco. Jas hujan ini memang cukup mudah untuk digunakan karena

  1. Sepatu

Sepatu yang dipersiapkan ada dua yaitu sepatu karet dan sepatu boot. Sepatu karet saya gunakan ketika sedang tidak di kantor. Saya senang menggunakan sepatu ini karena jika kotor mudah dibersihkan dan apabila basah mudah kering kembali. Cocok banget untuk digunakan ketika berada di lapangan.

Kemudian sepatu yang kedua adalah sepatu boot yang dapat digunakan pada saat kita sedang motoran atau sedang ke sawah. Jika terjadi banjir maka celana panjang tidak akan basah karena dapat dimasukkan ke dalam sepatu boot. Sewaktu turun ke sawah juga perlu lho untuk melindungi kaki dari benda-benda tajam yang tidak diinginkan. Memangnya di sawah ada apa gitu? Telapak kaki saya pernah terluka lho karena menginjak pecahan keong, lumayan lukanya menga-nga. Dan yang lebih parah lagi itu terjadi pada teman saya, telapak kakinya sukses menginjang tusukan sate *duhhh saya ‘gak mau ngebayangin gimana sakitnya*. Sejak itu teman saya selalu hati-hati ketika hendak turun ke sawah.

  1. Bag Cover

Bag cover bermanfaat untuk menutupi tas kita supaya tidak terkena air hujan. Kalau menggunakan jas huja model baju dan celana, tas susah untuk dimasukkan ke dalam jas hujan kecuali jas hujannya berukuran besar atau ukuran tasnya lebih kecil. Kalau menggunakan model kelelawar masih bisa sih memasukkan tas ke dalam jas hujan. Tapi ada baiknya menggunakan bag cover saja supaya lebih aman.

  1. Plastik

Plastik bermanfaat untuk memasukkan dokumen atau isi tas agar tidak terkena rembesan air hujan. Plastik juga dapat kita gunakan untuk melindungi sepatu ketika hujan turun. Biasanya saya menyelipkan plastik di dalam bagai motor untuk digunakan ketika dibutuhkan.

Nah itu semua adalah perlengkapan yang sering saya siapkan ketika musim hujan. Kalau perlengkapannya sudah siap sedia saya jadi tidak takut lagi menghadapi musim hujan, hikingpun merasa aman. Selamat datang musim hujan, semoga berkah bagi kita semua. Aamiin.

48 Comments

  1. momtraveler

    Reply

    Di semarang belum ada tanda2 hujan mak..panas malah makin menggila. Hari inj aja 42°C 🙁

  2. Rohmah

    Reply

    Amin Allahumma amin…
    semoga hiking ke gunung Gedenya lancar jaya tanpa ada kendala ya mbak. heee

  3. muhammad mukhlis

    Reply

    kalo di Aceh Alhamdulillah juga lagi musim hujan ini mbak, pas banget buat persiapan nya ya mbak ?

  4. Edi Padmono

    Reply

    Naik gunung lagi ya….
    Kalau di Tangerang belum mulai hujan tuh, baru mendung-mendung saja

  5. Irwin Andriyanto

    Reply

    Berhubung saya bukan orang lapangan,, tapi kalo pulang atau berangkat kerja,,, peralatan yang disebutkan diatas saya siapkan semua,,, cuma Sepatunya aja ganti sendal jepit 😀

  6. hendri hendriyana

    Reply

    sudah masuk musim penghujan ya mbak, saya juga sudah siap sedia jas hujan dimotor, tapi untuk sepatu boot saya belum punya nih biasa pakai sendal biasa aja.hehe
    soalnya saya bukan kerja lapangan juga sih, tapi kali-kali butuh lah soalnya sering keluar juga..

  7. Reply

    Kalo aku gak berani mbak naik gunung waktu musim hujan, musim panas aja dingin banget dipuncak gunung, apalagi kalo kehujanan ya digunung. gak sanggup bayanginnya 🙂

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.