Membuat Pestisida Nabati dari Bahan di Sekitar Rumah




pestisida-nabati

Untuk mengurangi cemaran terhadap lingkungan, para peneliti telah melakukan berbagai macam riset guna mencari bahan alami sebagai pengganti bahan sintetis (kimia). Salah satunya adalah penggunaan tanaman untuk membuat pestisida nabati.

Pestisida nabati adalah sebuah pestisida berbahan alam yang berasal dari tanaman dan mengandung racun bagi organisme pengganggu tanaman (OPT). Pestisida ini dapat berfungsi sebagai penolak, perekat, penarik dan fungsi lainnya. Apabila bahan alam tersebut diberikan kepada tanaman maka tidak akan mengganggu fungsi fisiologisnya. Pestisida nabati hanya mempengaruhi hama (hewan pengganggu) dan juga penyakit yang mengganggu tanaman.

Bahan Pestisida Nabati dari Pekarangan Rumah

Ada banyak bahan alam yang dapat digunakan untuk membuat pestisida nabati. Bahan alam ini juga dapat diperoleh dari pekarangan rumah sehingga siapapun dapat membuatnya dengan cepat dan murah. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati diantaranya adalah (dirangkum dari berbagai sumber):

Sirsak

pestisida-nabati

Pohon sirsaknya masih kecil

Bahan Aktif: Annonain

Bagian yang digunakan: Daun, Biji

OPT (Organisme pengganggu tanaman) Sasaran: Walang Sangit, WBC, ulat, thrips.

Cara membuat ekstrak:

  • Untuk mengendalikan hama walang sangit: 50 lembar daun sirsak diremas-remas dicampur dalam 1 ons tembakau, direndam dalam 1 liter air selama 24 jam. Air rendaman disaring dan dilarutkan dalam 28 liter air kemudian disemprotkan.
  • Untuk pengendalian ulat dan thrips: 50-100 lembar daun sirsak ditumbuk halus lalu ditambahkan 5 liter air dan 15 gram detergen yang diaduk rata dan direndam selama 24 jam. Satu liter larutan kemudian diencerkan dengan 10-15 liter air, lalu siap untuk disemprotkan.

Lengkuas dan Jahe

pestisida-nabati

Bahan aktif: Minyak atsiri, flavonoid, fenol, terpenoid.

Bagian yang digunakan: Rimpang

OPT sasaran: ulat grayak kedelai

Cara membuat ekstrak: Lengkuas dan jahe ditumbuk atau diparut, kemudian diperas untuk diambil sarinya. Kemudian campurkan dengan air secukupnya untuk disemprotkan pada areal tanaman yang terserang.

Cabai

Bahan aktif: Minyak Atsiri, piperin

Bagian yang digunakan: buah

OPT Sasaran: Tikus dengan cara mengurangi nafsu makannya

Cara membuat: tumbuk halus cabai atau gunakan blender lalu rendam dalam air selama semalam. Saring dan langsung semprotkan pada tanaman yang terserang.

Bawang putih

Bagian yang digunakan: umbi bawang putih

OPT sasaran: Ulat, hama pengisap, nematoda, bakteri, antraknos, embun tepung

Bahan dan Alat : 85 gram bawang putih, 50 ml minyak sayur, 10 ml deterjen/sabun, 950 ml air, Alat penyaring, Botol

Cara membuat: Campurkan bawang putih dengan minyak sayur. Biarkan selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Aduk hingga rata. Simpan dalam botol paling lama 3 hari. Untuk menggunakannya campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 19 atau 50 ml larutan dengan 950 ml air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari.

Daun Pepaya

Bahan aktif: Papain

Bagian yang digunakan: daun pepaya

OPT sasaran: Ulat dan Penghisap

Cara membuat: Daun Pepaya dirajang kemudian direndam dalam 10 liter air. Tambahkan 30 gram deterjen lalu diamkan selama 24 jam.  Setelah itu disaring dan disemprotkan pada tanaman.

Daun Babadotan

pestisida-nabati

Babadotan, Sumber: Wikipedia

Bahan aktif: precocene I dan precocene II, saponin, flavanoid dan polifenol dan minyak atsiri

Bagian yang digunakan: daun babadotan

OPT sasaran: serangga,

Cara membuat: 0,5 kg daun babadotan dihaluskan lalu dilarutkan dalam 1 liter air ditambah dengan 1 gram deterjen. Kemudian diamkan selama 24 jam. Setelah itu disaring dan disemprotkan pada tanaman.

Serai Wangi

pestisida-nabati

Bahan aktif: sitronella, geranisol, sitral, nerol, metil heptenon dan diptena

Bagian yang digunakan: daun dan batang

OPT sasaran: serangga,

Cara membuat: secara tradisional dapat digunakan minyak atsirinya dari serai wangi dengan cara menggosok ke kulit untuk mengusir nyamuk, untuk mengendalikan hama gudang dapat digunakan abu hasil pembakaran daun untuk mengusir serangga atau nyamuk. Tanaman ini juga dapat membantu mengusir hama serangga dengan menanam di sudut pekarangan.

Sifat Pestisida Nabati

Pestisida nabati yang terbuat dari bahan alam sangat ramah lingkungan karena bersifat biodegradable atau mudah terurai. Selain itu, pestisida nabati ini juga memiliki sifat Hit dan Run yang artinya dapat membunuh hama dan penyakit pada waktu diaplikasikan dan residunya cepat menghilang.

Pembuatan pestisida nabati ini tidak dapat berlaku umum yang artinya jenis tanaman yang ditanam pada tempat berbeda maka akan mengandung bahan aktif yang berbeda juga. Sehingga efektifitas pestisida nabati ini bergantung pada pengalaman setempat dan kondisi pertanaman.

Penggunaan pestisida nabati bukan berarti tidak mengizinkan adanya pestisida sintesis. Keberadaan pestisida nabati bermanfaat untuk mengurangi cemaran lingkungan dan ketergantungan akan pestisida sintesis karena pestisida nabati memiliki keunggulan dan kelemahan yang tidak dimiliki oleh bahan sintetis. Keunggulan dan kelemahan pestisida nabati menurut Balitbangtan (2013):

Keuntungan penggunaan pestisida nabati:

  • Murah dan mudah karena dapat dibuat sendiri oleh petani
  • Relative aman terhadap lingkungan
  • Tidak menyebabkan keracunan pada tanaman
  • Sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama
  • Kompatibel apabila digabung dengan pengendalian yang lain
  • Menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida sintetis

Kelemahan penggunaan pestisida nabati:

  • Daya kerjanya relative lambat tidak seperti pestisida sintetis yang langsung memberikan efek
  • Tidak membunuh jasad sasarn secara langsung
  • Tidak tahan terhadap sinar matahari
  • Kurang praktis
  • Tidak tahan untuk disimpan
  • Cepat terurai
  • Harus disemprotkan berulang untuk mendapatkan efek yang lebih baik

Pestisida nabati hadir sebagai salah satu alternative dalam melakukan pengendalian hama terpadu yang menyelaraskan budidaya pertanian dengan kebaikan alam. Diharapkan dengan hadirnya bahan alami yang dapat diperoleh di sekitar rumah maka siapapun dapat membuat pestisida nabati secara mandiri tanpa tergantung dengan pestisida sintesis.

Sumber Informasi:

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2013. Pestisida Nabati Murah, Mudah dan Ramah Lingkungan. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 50hal.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan. 2013. Buku Pedoman Pengendalian OPT Tanaman Pangan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 299hal.

Epetani. 2015. Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Bawang putih (Allium sativum L) http://epetani.pertanian.go.id/berita/detail/29 [diakses tanggal 13 Januari 2016].

Fitri, YA. 2013. Daun Babadotan (Ageratum conyzoides L.) sebagai Insektisida dan Herbisida Nabati. http://ditjenbun.pertanian.go.id/perlindungan/berita-250-daun-babadotan-ageratum-conyzoides-l-sebagai-insektisida-dan-herbisida-nabati.html. [diakses tanggal 13 Januari 2016].

Kantor Informasi Penyuluhan Pertanian. 2013. Beberapa Jenis Tumbuhan yang Berpotensi Sebagai Pestisida Nabati. Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. 13hal.

Putra, R. Pembuatan Pestisida Nabati Daun Pepaya untuk Pengendalian Ulat dan Serangga Penghisap Tanaman. http://kepri.litbang.pertanian.go.id/ind/images/pdf/teknologipetisida.pdf. [diakses tanggal 13 Januari 2016].

 




Related Post

23 Comments

  1. Reply

    Mba Ev klo OPT ulat/serangga kek daun sirsak, daun pepaya sama daun babadotan mesti dicampur detergen?berarti ga tll alami y mba ev krn dicampur kimia dikit?CMIIW
    apakah memang OPT kek serangga /ulat itu sulit y klo pure nabati?
    terimakasih infonya mba Ev someday aku punya taman bisa gunain pestisida alami begini 🙂

  2. monda

    Reply

    terima kasih infonya mbak
    yang pernah dicoba baru larutan cabe aja mbak, paling gampang dapatnya ya, waktu itu dipakai buat nyemprot hama putih di daun

  3. Reply

    sebenarnya membuatnya mudah, manfaatnya baik bt lingkungan, cm kadang orang malas untuk membuatnya ya, dan rata2 pada cri yg praktis dng pestisida kimia

  4. Reply

    Ternyata sangat mudah yah bikin pestisida nabati. Yang cocok buat tanaman padi yang mana ya?

    Itu yang cabai bisa di ganti tomat gk? Lagi mahal cabenya. Hehe

  5. Bubuk Minuman

    Reply

    tanaman2 di atas memang bisa dimanfaatkan juga sebagai tanaman obat keluarga ya mbak, sy juga nanem beberapa di teras depan rumah, bisa di kombain juga sama hidroponik, bikin asri rumah ^^

  6. Ilham

    Reply

    ternyata mudah ya membuatnya mbak … tapi terkadang orang ingin yang praktisny aja 🙂

  7. Pingback: Apakah Sayuran yang Dikonsumsi Sudah Aman Dari Residu Pestisida? - Agricultural Extension Officer, Blogger, and Dreamer

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.