Restorasi Lahan Gambut, Kembalikan Ekosistem Alam Demi Masyarakat dan Lingkungan

Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah baik di darat maupun lautan. Di antara kekayaan alam tersebut terdapat hutan rawa lahan gambut yang merupakan rumah bagi flora dan fauna.

Lahan gambut merupakan lahan yang terbentuk dari penumpukan bahan organik yang terjadi sejak ribuan tahun lalu. Bahan organik ini berasal dari tumbuhan maupun jasad hewan yang menumpuk dan sebagian tidak terdekomposisi dengan baik akibat tergenang air.

Perlu diketahui bahwa luas lahan gambut yang ada di Indonesia merupakan terbesar keempat setelah Canada (170 juta ha), Uni Soviet (150 juta ha), serta Amerika Serikat (40 juta ha). Lahan gambut ini tersebar di tiga pulau besar yaitu Sumatera, Kalimantan dan Papua [1]. Apabila dijumlahkan, maka luas lahan gambut yang ada di Indonesia sekitar 14,9 juta hektar atau sedikit lebih luas dari pulau Jawa [2].

Keberadaan lahan gambut di Indonesia memang cukup luas dan berpotensi untuk dimanfaatkan namun dengan tetap mengindahkan kaidah konservasi.

lahan-gambut

Lahan Gambut, Manfaat dan Dampak Penyalahgunaan

 

Lahan gambut di Indonesia menyimpan cadangan karbon yang cukup tinggi yaitu mencapai 22,5-43,5 gigaton karbon. Apabila digambarkan, maka jumlah karbon tersebut setara dengan emisi yang dilepaskan 17-33 miliar mobil pribadi dalam 1 tahun [2].

Aktivitas pembukaan lahan gambut untuk pertanian atau perkebunan menyebabkan gambut menjadi kering. Cadangan air yang ada di tanah gambut ikut terkuras akibat pembuatan drainase ditambah dengan paparan langsung dari sinar matahari. Hal ini menyebabkan terjadinya proses pembusukan sehingga karbon yang ada di lahan tersebut berinteraksi dengan oksigen membentuk gas CO2 yang menimbulkan efek rumah kaca.

pantau-gambut

Lahan gambut yang kering akan mudah terbakar terutama pada saat musim kemarau ditambah dengan aktivitas pembakaran hutan yang dapat menimbulkan bencana asap seperti yang terjadi pada tahun 2015 lalu. Data dari Global Forest Watch Fires menyebutkan bahwa 52% kebakaran di Indonesia terjadi di lahan gambut pada bulan Oktober 2015 lalu [3]. Bencana tersebut mengakibatkan lebih dari 120,000 penduduk terserang penyakit pernapasan, gangguan akses terhadap pendidikan dan jaringan transportasi, kerugian finansial negara sebesar 220 triliun rupiah, lepasnya emisi gas rumah kaca (GRK), serta terancamnya habitat flora dan fauna [4]. 

Kebakaran di Lahan Bukan Gambut, 7-14 Oktober 2015
%
Kebakaran di Lahan Gambut, 7-14 Oktober 2015
%

Lahan gambut berperan dalam mengatasi bencana saat musim hujan maupun kemarau berkat sifatnya yang mudah menyerap air. Saat musim kemarau, tanah gambut berperan sebagai sumber cadangan air dan pengendali banjir saat musim hujan. Diketahui lahan gambut mampu menyimpan air hingga 13 kali dari bobotnya sehingga perannya sangat penting sekali untuk menjaga lingkungan saat kondisi ekstrim terjadi [2]. Selain itu, lahan gambut juga berperan sebagai habitat sumber pangan seperti ikan, udang, dan kepiting yang menunjang kehidupan masyarakat lokal di sekitarnya.

 

Sayangnya, sebagian besar lahan gambut di Indonesia telah digunakan untuk berbagai macam kepentingan. Tentunya apabila tidak ditangani dengan baik akan memberikan dampak buruk bagi makhluk hidup. Untuk itu restorasi harus dilakukan.

tree 2

Pentingnya Restorasi Lahan Gambut Bagi Masyarakat dan Lingkungan

 

Restorasi lahan gambut membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan laju kehidupan mahluk hidup itu sendiri. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa proses akumulasi karbon dan pertumbuhan tanah gambut sangat lambat, tetapi karbon dioksida sangat cepat dilepaskan. Penelitian tersebut menemukan bahwa dalam setahun, lebih dari 2.300 hektar hutan lahan gambut pesisir alami Indonesia diperlukan untuk menyerap jumlah setara karbon yang hilang selama 100 tahun dari satu hektar hutan terkonversi [5].

Begitu pentingnya tindakan restorasi, membuat pemerintah melakukan beberapa tindakan tegas seperti:

Moratorium

Moratorium konsesi baru pada tahun 2016 lalu untuk perkebunan kelapa sawit dan lahan bagi penambangan dalam upaya melindungi lingkungan.

Mengeluarkan Peraturan Pemerintah

Mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2016 yang merupakan perubahan terhadap PP No. 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut. Perubahan ini mampu memperkuat kebijakan perlindungan fungsi ekosistem gambut.

Membentuk Badan Restorasi Gambut

Membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) sebagai upaya untuk melakukan pencegahan kebakaran di lahan gambut di masa mendatang melalui Perpres No 1 Tahun 2016.

Untuk melakukan restorasi lahan gambut harus dilakukan secara terintegrasi baik dari pemerintah pusat hingga ke level masyarakat dengan melibatkan semua lini. Masing-masing lini memiliki peran tersendiri yang harus didukung satu sama lain.

Sebagai masyarakat kita dapat turut serta menyukseskan program restorasi gambut, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan cara:

pantau-gambut

Secara langsung

Dengan ikut terlibat secara langsung terhadap program restorasi gambut yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun pihak terkait. Seperti yang dicanangkan oleh BRG melalui Desa Peduli Gambut dan Generasi Muda Peduli Desa Gambut Sejahtera (GMPDGS). Selain itu kita juga bisa ambil bagian dengan mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh organisasi yang bermitra dan bersinergi di tingkat nasional maupun daerah dalam menangani lahan gambut.

Secara tidak langsung

Ikut serta melakukan pantau gambut secara mandiri dengan memahami kebijakan serta program terkait restorasi gambut, mencari tau segala informasi terkait restorasi dan membantu menyebarkannya kepada masyarakat agar semakin banyak orang yang peduli terhadap kondisi lahan gambut. Melalui langkah tersebut, paling tidak kita dapat membantu meminimalisir tindakan perusakan dan penyalahgunaan lahan gambut di level masyarakat yang mungkin belum terjamah oleh pemerintah maupun pihak terkait.

Saat ini terdapat platform Pantau Gambut yang merupakan media online penggabungan dari  teknologi, kolaborasi data, dan jaringan masyarakat yang bertujuan untuk memberikan informasi bebas biaya seputar restorasi gambut di Indonesia. Melalui websitenya, #PantauGambut menjelaskan bahwa secara berkala akan membagikan perkembangan kegiatan dan komitmen restorasi ekosistem gambut oleh segenap pemangku kepentingan di Indonesia, termasuk pemerintah, organisasi masyarakat sipil, serta pelaku usaha.

Nah, kita bisa ikut bergerak menyukseskan restorasi lahan gambut dengan memanfaatkan empat fitur pantau gambut yaitu:

c

Pantau Komitmen

Memantau perkembangan komitmen pejabat publik dan pihak lain untuk merestorasi lahan gambut.

b

Peta Restorasi

Mengikuti aktivitas dan pelaku restorasi lahan gambut di Indonesia menggunakan peta interaktif yang tersebar di beberapa lokasi.

d

Berbagi Cerita

Membagikan pengalaman, opini dan pengetahuan seputar restorasi gambut kepada masyarakat agar lebih banyak lagi pihak yang peduli dan mau berpartisipasi mengembalikan fungsi lahan gambut.

e

Pelajari

Memahami pentingnya gambut untuk kehidupan manusia dan mengetahui langkah-langkah dalam melakukan restorasi gambut.

Tindakan sekecil apapun baik langsung maupun tidak langsung terhadap restorasi lahan gambut, diharapkan dapat menyelamatkan keberadaannya. Lahan gambut memiliki peran yang sangat besar dalam penyerapan karbon dunia, maka merestorasi dan melestarikannya menjadi tanggung jawab bersama. Dengan melakukan restorasi lahan gambut, diharapkan dapat mengembalikan ekosistem alam demi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan lingkungan.

lahan-gambut

pantau gambut logo

Website: http://pantaugambut.id/

Email: info@pantaugambut.id

 

Sumber Informasi:

[1] Bakosurtanal. Kebijakan One Map untuk Pembangunan Lahan Gambut Tropis yang Berkelanjutan. http://www.bakosurtanal.go.id/berita-surta/show/kebijakan-one-map-untuk-pembangunan-lahan-gambut-tropis-yang-berkelanjutan [diakses tanggal 15 Juli 2017].

[2] Pantau Gambut. Apa Itu Gambut?. http://pantaugambut.id/pelajari/ada-apa-dengan-gambut [diakses tanggal 15 Juli 2017].

[3] Wri.org. 2015. Indonesia’s Fire Outbreaks Producing More Daily Emissions than Entire US Economy. http://www.wri.org/blog/2015/10/indonesia%E2%80%99s-fire-outbreaks-producing-more-daily-emissions-entire-us-economy [diakses tanggal 15 Juli 2017].

[4] Pantau Gambut. Mengenal Gambut Lebih Jauh. http://pantaugambut.id/pelajari [diakses tanggal 15 Juli 2017].

[5] Cifor.org. 2015. Hilangnya lahan gambut mengemisi karbon senilai 2.800 tahun dalam sekejap mata: Riset. http://blog.cifor.org/26501/hilangnya-lahan-gambut-mengemisi-karbon-senilai-2-800-tahun-dalam-sekejap-mata-riset?fnl=id [diakses tanggal 15 Juli 2017].

Sumber Gambar:

globalcarbonproject.org. 2010. http://www.globalcarbonproject.org/news/TropicalPeatlands.html [diakses tanggal 15 Juli 2017].

Pertanian.go.id 2015. http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/?p=7977 [diakses tanggal 15 Juli 2017].

65 Comments

  1. Reply

    Kirain lahan gambut ga ada manfaatnxa, dulu malah kefikiran knapa lahan gambut ga dijadiin lahan pertanian aja. Kan lumayan bisa menghasilkan sumber pangan.

    • Reply

      sekarang juga sudah dimanfaatkan perkebunan kelapa sawit teh, kalau pengelolaan perkebunannya gak benar akan merusak lahan gambut, dan ternyata sudah banyak yang rusak kan

  2. iqbal

    Reply

    Info kayak begini nih yang bagus, memang pada lahan gambut perlu ada restorasi supaya lebih bermanfaat bagi ekosistem sekitar.

  3. Mas Helmi Blog

    Reply

    Wah ternyata saya sebagai anak muda harus cinta kepada alam di Indonesia demi masa depan thanks ya udah mengingatkan kunjungi blog q juga ya

  4. Reply

    Indonesia ini kaya banget cuma sayang masih belum bisa memaksimalkan kekayaan tsb. Semoga sgala upaya yg dilakukan ini nantinya berbuah manis..memang diperlukan jg peran masy ya mba

  5. Reply

    Lahan gambut ini emang gampang bangat terbakar, makanya bagus bangat dengan dibentuknya Badan Restorasi Gambut (BRG) semoga lahan gambut bisa lebih didayagunakan lagi untuk kebaikan bersama. Aamiin…

  6. Mohyiyi Abas

    Reply

    SDA yg potensial, namun harus bijak dalam mengksplorasinya.
    Hrs meminimalisir dan mengantisipasi kerusakan terutama dari bahaya kebakaran.

  7. Reply

    Negara kita kaya raya, semua potensi sumber daya alam musti dikelola. Termasuk lahan gambut, yang bisa berdaya guna utk kehidupan manusia.

  8. Achy

    Reply

    Thanks Bu Ev jdi Tau ttg lahan gambut,,,ternyata berguna ya.,.
    ayoo Kita lestarikan lahan gambut Paling tidak Kita berbagi cerita Dan pelajari ttg lahan gambut tsb

  9. Agus Daud

    Reply

    terlepas dari lombanya, memang pembahasan gambut sangat penting untuk dibahas. oh iya ditunggu kunjungan baliknya ya

  10. Reply

    pembentukan gambut yang memakan waktu ribuan tahun, ternyata ketika bertemu dengan “tangan-tangan” usil tak bertanggungjawab langsung bisa rusak dalam waktu singkat ya mbak…
    bisa nih buka #pantaugambut untuk ikut berpartisipasi dalam menangani masalah gambut di Indonesia 🙂

    • Reply

      iya kita bisa ikut berpartisipasi dengan memantau pergerakan restorasi dan kegiatan lainnya terkait gambut, karena lahan gambut itu perannya penting banget

  11. Inna Riana

    Reply

    aaa jadi kangen palangkaraya. bisa lihat lahan gambut sejauh mata memandang 🙂
    baca ini berasa lagi nonton slide edukasi. keren banget! makasih infonya yaa

  12. syuhada

    Reply

    Post nya bermanfaat, tampilannya juga keren. Ini bikin tampilan seperti artikel ada tutorialnya ngga mba. Jadi pengen belajar nih, hehe.

  13. Hamidah

    Reply

    Saat ini sebagian daerah di tempatku juga ditanami sawit kalau berupa lahan gambut. Efeknya banyak meningkatkan taraf hidup masyarakat

  14. Reply

    Kalau lahan gambut kering mudah terbakar ya teh. Baca tulisannya jadi nambah wawasan buat saya. Yuk ah jaga dan cintai lingkungan.

  15. rodame

    Reply

    ah idolaku klo dah nulis serius gini jagonya lah pokoknya, thanks for share Ev, lahan gambut memang gak boleh dianggap remeh ya Ev.

    • Reply

      Wah ini teman sekelas, merendah hehe.dame pun cerdas, iya dame lahan gambut harus dijaga, efeknya luar biasa kalau rusak

  16. Reply

    baru-baru ini lahan gambut di aceh barat terbakar Kak Ev, sedih banget rasanya. kemarau panjang dan pembukaan lahan membuat lahan potensial ini menjadi hancur. btw selamat ya udah menang kontes

  17. Reply

    Haiiii kak evrina, congrats menang ya?
    Materinya padat dikemas dengan apik, bahasanya mudah di mengerti. Iiiih keren, saya mau belajar ah nulis serious pas ikut lomba “ilmiah” 😀

  18. Pingback: Kita Juga Bisa Melestarikan Lahan Gambut di Indonesia

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.