Sayangi Bumi Melalui “Tempo Scan Love Earth”

tempo-scan-love-earth

Setiap tanggal 22 April kita selalu memperingati Hari Bumi Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk menyadarkan kita akan keberadaan bumi sebagai tempat tinggal makhluk hidup di dunia ini. Sudah berapa tahun ya umur bumi kita? Menurut Wikipedia, umur bumi hingga saat ini sudah mencapai 4.54 miliar tahun. Wah, ternyata bumi sudah semakin tua dan tentu banyak perubahan yang terjadi di muka bumi ini. Bumi yang dulu asri secara perlahan mulai memperlihatkan kegusarannya.

Ada satu hal yang mengusik pikiran saya mengenai masa depan bumi, yaitu pencemaran lingkungan akibat polusi dan jumlah sampah yang cenderung meningkat. Hal tersebut wajar saja terjadi karena apabila kita melihat dengan kasat mata, jumlah penduduk dunia cenderung meningkat. Baiklah, tidak perlu jauh membayangkan lingkup dunia internasional, laju penduduk Indonesia saja tiap tahunnya sudah meningkat hingga mencapai 1,3 persen, yang berarti ada penambahan 3 juta penduduk setiap tahunnya (Tempo, 2016). Bayangkan, bagaimana padatnya penduduk di Indonesia saat ini. Peningkatan jumlah penduduk tentu berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan vital diiringi dengan residu yang dihasilkan. Apa residu yang kita hasilkan? Polusi dan juga sampah.

tempo-scan-love-earth

Mengenai permasalahan sampah ini kita harus mengambil tindakan tegas agar bumi tidak hanya menjadi tempat pembuangan sampah saja. Sebagai gambaran, saya akan memberikan beberapa fakta terkait permasalahan sampah seperti berikut ini:

  1. Perlu diketahui, setiap hari kita dapat menghasilkan sampah sebanyak 2.5 liter per orang (Tempo, 2012). Coba bayangkan apabila sampah yang dihasilkan per orang setiap hari dikalikan dengan seluruh jumlah penduduk yang ada di Indonesia?. Akan seperti apa tumpukan sampah tersebut? rasanya sulit untuk dibayangkan.
  2. Sejak dulu sampah memang sudah menjadi isu yang selalu diangkat dalam pembicaraan nasional maupun internasional. Berbagai kebijakan dan forum diskusi dibentuk guna mengatasi permasalahan ini. Khusus untuk negara yang padat penduduknya seperti Indonesia, kita sangat perlu memperhatikan masalah ini. Karena berdasarkan studi Jenna Jambeck (2015), Indonesia menempati peringkat ke-2 di dunia sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar ke laut. Indonesia dipandang sebagai salah satu negara yang memiliki perkembangan ekonomi pesat, namun tidak diimbangi dengan perbaikan gaya hidup dan fasilitas pengolahan sampah yang memadai (Tempo, 2015). Miris sekali bukan?.tempo-scan-love-earth
  3. Dari sekian jumlah sampah yang kita hasilkan sebagian besar merupakan sampah plastik yang sulit untuk terdegradasi. Sampah plastik memerlukan waktu hingga 1000 tahun lamanya untuk terurai.
  4. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2015) menyebutkan bahwa 85 milyar kantong plastik yang digunakan setiap tahun berasal dari toko modern dapat berpotensi menjadi sampah.
  5. Menurut survey yang dilakukan oleh Greeneration Indonesia Tahun 2009 diketahui bahwa setiap satu orang menggunakan 2-3 plastik. Jadi apabila dirata-ratakan, setiap orang dapat mengonsumsi 700 kantong plastik setiap tahunnya.

Beberapa fakta di atas sungguh sangat mengerikan. Permasalahan sampah plastik ini sudah sepatutnya tidak hanya sebagai isu dunia saja tetapi harus segera diambil tindakan nyata untuk menanggulanginya. Kebiasaan memberikan kantong plastik secara gratis baik di pasar modern maupun tradisional secara tidak langsung membentuk pola konsumsi yang tidak bijak dalam masyarakat. Namun gerakan penanggulangan ini tidak dapat dilakukan sendiri, harus dilakukan secara bersama dan terintegrasi secara menyeluruh dari pusat hingga ke masyarakat.

Saatnya Mengurangi Sampah Plastik Bersama Tempo Scan Love Earth

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melakukan langkah penanggulangan dengan mengeluarkan kebijakan kantong plastik berbayar yang berlaku pada ritel modern di 23 kota sejak Februari 2016 lalu. Kebijakan kantong plastik tidak gratis ini diberlakukan dengan masa uji coba dari Februari hingga Juni 2016. Menurut saya pribadi, kebijakan ini hendaknya terus diterapkan karena telah terbukti efektif mengurangi konsumsi kantong plastik sampai dengan 70% dalam satu tahun di negara-negara lain. Kebijakan ini telah mengedukasi masyarakat untuk bijak menggunakan kantong plastik dan berganti dengan menggunakan kantong berbahan kain atau bahan lainnya yang dapat digunakan kembali (reuse).

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa gerakan mengurangi konsumsi plastik tidak dapat dilakukan sendiri. Gerakan ini memerlukan kerjasama dari berbagai pihak termasuk seluruh instansi serta masyarakat untuk peduli dalam upaya penyelamatan lingkungan dari ancaman sampah plastik.

Salah satu pihak yang perduli dalam mengatasi permasalahan konsumsi kantong plastik adalah Tempo Scan Pasific. Tempo Scan Pasific adalah perusahaan farmasi terbesar di Indonesia yang sudah berkiprah sejak tahun 1953. Kepedulian Tempo Scan Pasific dalam menekan konsumsi kantong plastik adalah dengan menginisiasi program Tempo Scan Love Earth (TSLE).


TSLE merupakan program kepedulian lingkungan dari Tempo Scan Pasific yang bertujuan untuk mengubah perilaku pemakaian kantong plastik oleh konsumen dengan memberikan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali. Program TSLE sendiri dilaksanakan sejak bulan Mei hingga Juli 2016 di seluruh Indonesia bekerjasama dengan 7 retail besar di Indonesia. Untuk informasi lebih lengkap bisa diakses di halaman http://www.ayoloveearth.com/ (Sponsored Post, please read: Disclosure)

Jika Saya Mengikuti Program Tempo Scan Love Earth, maka:

  1. Mendapatkan reward dari Tempo Scan Pasific

      Setiap pembelanjaan produk Tempo Scan Pasific dengan minimum belanja Rp. 50.000,- maka kita akan mendapatkan satu buah Shopping Bag Tempo (SBT) yang dapat dipakai berulang kali. Nanti, kalau kita belanja lagi dengan menggunakan tas tersebut maka berhak mendapatkan diskon sebanyak 5% untuk setiap produk Tempo Scan Pasific yang dibeli atau voucher pulsa untuk setiap struk dengan pembelian produk Tempo Scan Pasific yang diunduh ke media sosial.

tempo-scan-love-earth

Shopping bag Tempo Scan Love Earth

  1. Dan yang paling penting adalah dapat mengurangi jumlah sampah kantong plastik.

      Dengan menggunakan SBT yang dapat digunakan berulang kali otomatis kita sudah membantu dalam upaya gerakan mengurangi konsumsi kantong plastik.

tempo-scan-love-earth

Ayo kurangi sampah plastik dan selamatkan bumi

Bayangkan jika satu orang dapat menginisiasi gerakan ini kemudian dapat menginspirasi seluruh penduduk Indonesia, maka ancaman akan sampah kantong plastik yang menggunung dapat kita tanggulangi. Rasanya hal tersebut bukanlah suatu hal yang tidak mungkin untuk dilakukan, yang terpenting adalah dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara bersama berintegrasi dari pusat hingga ke masyarakat. Kalau bukan kita, lalu siapa yang akan menyelamatkan bumi?.

Sumber Informasi:

https://m.tempo.co/read/news/2016/01/14/173736151/tiap-tahun-penduduk-indonesia-bertambah-3-juta-orang

https://m.tempo.co/read/news/2015/11/06/061716482/indonesia-peringkat-kedua-pembuang-sampah-ke-laut-di-dunia

https://m.tempo.co/read/news/2012/04/15/063397147/indonesia-hasilkan-625-juta-liter-sampah-sehari

http://m.tribunnews.com/metropolitan/2016/04/13/indonesia-peringkat-kedua-penyumbang-sampah-plastik-setelah-tiongkok


The Tempo Group

22 Comments

  1. Reply

    Hai mbak..thanks banget sharingnya. Dari kmrin saya juga lagi mikir ini hahaha.. pgn mulai lebih mengenalkan penggunaan tas kain di kampung halaman (sayang saya jauh, hiks).. kalau berkenan, boleh ngbrol via email kah?

    Trims 🙂

  2. Reply

    Semoga saja dengan ditiadakannya kantong plastik gratis bisa menjadi solusi untuk menurunkan negeri ini dari penilaian buruk negara lain.
    saya sendiri sih masih kurang faham maksudnya dari langkah pemerintah ini, hemat saya pusat perbelanjaan biasanya yang pergi kesana kan orang berduit Teh, ya meskipun setiap kantong plastik dikenakan biaya saya kira itu bukan masalah bagi mereka. itu sih hemat saya entah kalau mas anang 🙂

    • Reply

      paling tidak turut mengurangi, mudah-mudahan di pasar tradisional bisa menyusul kemudian untuk mengurangi penggunaan kantong plastik

  3. fitri anita

    Reply

    Sekarang juga suka bawa tas g green buart belanja…..dan tissue diganti saputangan kalau lagi flu ….

  4. Hastira

    Reply

    iya mbak , sederhana sebetulnya tapi banyak orang yang malas bawa tas kain ya. Sekarang di tasku selalu bawa tas untuk belanaj dilipat rapi, jadi kalau sewaktu2 belanja tak perlu beli plastik. Di sinilah sulitnya memberi kesadaran masarakat. keras kepala tak memikirkan masa depan bumi

  5. Reply

    saya tuh selalu salah
    kalau baca Tempo Scan
    nyambungnya ke Tempo yang majalah (padahal beda jauh) hehehhe
    salam sehat dan semangat

  6. Reply

    Aku juga lebih senang pakai yang berbahan kain aja kalo belanja, mah. Kaya orang jaman dulu, pake keranjang belanjaan kan ya. Btw happy birthday mba evrina 😀

  7. Reply

    Baru tau ternyata indonesia peringkat kedua penyumbang sampah terbanyak. Aaiiih serem amat. Jadi ingat foto2 bintang yang terperangkap sampah di laut.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.