Sehat dari Rumah dengan Konsumsi Sayur dan Buah

Andai waktu dapat diputar kembali, saya ingin melakukan hal-hal yang dulunya sudah terlewat, salah satunya adalah mengkonsumsi sayuran

Mengapa begitu? Karena ternyata mengkonsumsi sayuran serta buah itu sangat penting bagi kesehatan kita.

Saking pentingnya mengkonsumsi sayuran dan buah, Kementerian Kesehatan RI menempatkan konsumsi sayur dan buah sebagai salah satu aktifitas utama dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang merupakan penerapan paradigma pilar pertama dari program Indonesia Sehat.

Kalau soal konsumsi buah, jangan ditanya deh. Teman-teman yang sudah mengenal saya pasti sudah tau kalau saya ini seorang fruitaholic. Dari kecil, saya sudah suka dengan hampir semua jenis buah-buahan sehingga tidak sulit lagi ketika diminta untuk konsumsi buah. Dapat dikatakan kalau tidak konsumsi buah sehari saja rasanya hampa.

Nah, sayangnya saya tidak melakukan itu kepada komoditas sayuran. Saya menyesal sekali karena baru suka dengan sayuran saat saya kuliah di salah satu perguruan tinggi jurusan pertanian di Bogor. Saat itu saya merasakan sendiri bagaimana enaknya rasa sayuran. Saya pikir sayuran itu memiliki rasa pahit, ternyata tidak lho.

Menurut saya rasa sayuran itu segar, fresh, renyah, dan enak saat dimakan bersama sumber karbohidrat, protein, dan sumber makanan lainnya. Saya jadi ingat nih kalau pernah menolak untuk mengkonsumsi balado terong ungu sebagai menu makan siang.

Nyatanya sayuran itu enak!

Percaya atau tidak, saya sekarang jadi penggemar balado terong ungu lho! Karena ternyata rasa pahit itu sebenarnya tidak ada. Itu hanya perkiraan saya saja yang akhirnya terbawa hingga dewasa. Nyatanya setelah sadar bahwa sayuran itu enak, saya jadi ketagihan untuk memakannya setiap hari.

Saya Suka Sayuran

Karena Sangat Penting Bagi Tubuh

Ini Lho Manfaat Mengkonsumsi Sayuran dan Buah

sayur

Supaya tidak menyesal seperti saya, lebih baik konsumsilah sayuran dan buah sejak dini.

Terutama untuk anak-anak karena mereka cenderung picky eater. Sebab, manfaat sayuran dan buah sangat penting bagi pertumbuhan.

Kandungan gizi yang ada di keduanya sangat dibutuhkan tubuh karena tidak terdapat di sumber makanan lain sehingga mengkonsumsi sayuran dan buah sangat penting. Jadi tidak hanya memakan sumber karbohidrat atau protein saja ya, sumber vitamin dan mineral dari sayuran dan buah-buahan juga harus kita konsumsi.

Begitu pentingnya konsumsi sayur dan buah bahkan membuat Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari. Himbauan tersebut juga sesuai dengan tema Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) 2017 yang berbunyi Peningkatan Konsumsi Sayur dan Buah Nusantara Menuju Masyarakat Hidup Sehat dengan slogan Ayo Makan Sayur dan Buah Setiap Hari.

Himbauan tersebut dilakukan mengingat masih banyak penduduk yang tidak cukup mengkonsumsi sayuran dan buah. Hasil penelitian riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2010 menyatakan bahwa masih banyak penduduk yang tidak cukup mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Sementara itu data dari Riskesdas tahun 2013 menyebutkan bahwa sebanyak 93,5% penduduk usia >10 tahun mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan di bawah anjuran. Padahal, konsumsi sayuran dan buah-buahan merupakan salah satu bagian penting dalam mewujudkan Gizi Seimbang.

makan-sayur-dan-buah

Nah, supaya semakin peduli untuk konsumsi sayuran dan buah, saya sudah merangkum apa saja manfaat sayuran dan buah dari website Kemenkes dengan hasil berikut ini:

Sumber Vitamin, Mineral, Serat

Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan.

Penangkal Senyawa jahat

Sebagian vitamin, mineral yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa jahat dalam tubuh.

Menjaga Tekanan Darah

Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup berperan dalam menjaga kenormalan tekanan darah, kadar gula dan kolesterol darah.

Mencegah Sembelit

Konsumsi sayur dan buah yang cukup juga menurunkan risiko sulit buang air besar (BAB/sembelit) dan kegemukan.

Mencegah Penyakit Kronis

Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup turut berperan dalam pencegahan penyakit tidak menular kronik.

Membantu Metabolisme

Sebagian vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan berperan untuk membantu proses-proses metabolisme di dalam tubuh

Dan masih banyak lagi manfaat konsumsi sayuran serta buah bagi tubuh. Itu sebabnya mulailah untuk mengkonsumsi keduanya dengan takaran sesuai anjuran. Menkes menganjurkan untuk mengkonsumsi sebanyak 3-4 porsi sayur dan 2-3 porsi buah setiap hari atau setengah bagian piring berisi buah dan sayur (lebih banyak sayuran).

 

Hasilkan Sayuran dan Buah Sehat dari Pekarangan

Panen Sayuran dari Pekarangan

Sekarang karena sudah sangat suka dengan sayuran dan buah, saya jadi senang memproduksi sendiri di rumah. Sebenarnya itu memang harus dilakukan karena saya bekerja sebagai penyuluh pertanian yang mengajak para petani untuk berbudidaya tanaman. Masa iya ibu penyuluhnya tidak melakukan budidaya tanaman, nanti dianggap NATO alias No Action Talking Only.

Manfaatkan Pekarangan Rumah

Itu sebabnya meski memiliki pekarangan kecil di depan serta di belakang rumah, saya masih tetap bisa menanam terutama untuk sayuran. Lahan pekarangan sempit tidak menjadi masalah untuk menanam karena sekarang kan zamannya urban farming. Berbagai cara inovatif dapat dilakukan untuk menanam.

Manfaatkan Barang yang Ada untuk Menanam

Saya sendiri menggunakan pot bekas serta talang air yang dirakit menjadi vertikultur sebagai tempat menanam. Ada juga beberapa tanaman yang sudah saya tanam langsung di tanah karena tidak memungkinkan apabila menggunakan wadah penanaman.

Bagaimana caranya memproduksi sayuran dan buah sehat dari pekarangan?

Ya tentunya dengan menanam.

Karena ini skalanya adalah rumah tangga dan tujuannya untuk dikonsumsi sendiri, maka saya melakukan budidaya sayuran dan buah secara organik. Untuk memulai produksi sayuran dan buah dari pekarangan caranya cukup mudah, yaitu:

  • Bagi para pemula, sebaiknya pilih komoditas sayuran dan buah yang budidayanya cukup mudah. Contohnya untuk jenis sayuran dapat menanam komoditas sayuran daun seperti kangkung atau bayam yang memang langkah budidayanya mudah sehingga orang awampun dapat memproduksi sayuran tersebut.
  • Gunakan media tanam yang siap pakai atau gunakan pupuk kandang yang nantinya dapat dicampur dengan tanah untuk berbudidaya secara organik.
  • Gunakan wadah (sebaiknya wadah bekas untuk sekaligus mengurangi sampah) atau tanam langsung di tanah.
media-tanam
Media tanam siap pakai
reuse
Reuse, menggunakan kaleng untuk wadah penanaman
  • Ikuti cara budidaya tanaman secara umum mulai dari persiapan media tanam, pembibitan (untuk sebagian jenis tanaman), penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Saya juga sudah menuliskan langkah-langkah umum dalam berbudidaya tanaman di blog ini lho. Coba klik saja menu Agriculture pada menu bar di atas ya.
  • Agar sayuran dapat tersedia setiap saat, maka atur jarak waktu penanamannya. Misalnya menanam kangkung di satu barisan di hari pertama, lalu jeda seminggubaru menanam lagi agar kangkung dapat selalu tersedia dan memiliki waktu panen yang berbeda.
  • Jika hasil panennya berlebih, bisa untuk dijual ke warung-warung atau berbagi dengan tetangga agar mereka terinspirasi untuk memproduksi sayuran dari pekarangan sendiri.

Saya sudah mencoba menghasilkan sayuran dari pekarangan sendiri, seperti sayuran pakcoy, kaylan, seledri, kangkung, bayam, dan caisin. Rasanya lebih segar dan renyah apabila dibandingkan dengan membeli di luaran. Kemudian ada rasa kepuasan tersendiri karena berhasil memanen tanaman dari pekarangan rumah yang sempit.

Keberhasilan saya dalam memproduksi sayuran sendiri dari pekarangan sangat dipengaruhi oleh salah satu faktor utama. Apakah itu? Saya jelaskan lebih lanjut pada paragraf di bawah ini ya.

Benih Bermutu untuk Hasil yang Maksimal

Suatu hari saya sedang melakukan penyuluhan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia Desa Cikarawang. KWT Dahlia merupakan kelompok ibu-ibu tani dan ibu rumah tangga yang berfokus pada kegiatan pemanfaatan pekarangan sekaligus olahan pangan.

Saat itu ada seorang ibu yang bertanya mengapa benih yang sudah disemai tidak tumbuh padahal sudah 2 minggu lamanya dari tanggal persemaian. Setelah saya gali lebih dalam,  ternyata permasalahannya terletak pada benih yang dia pakai karena media tanam dan wadah yang digunakan sudah cukup sesuai.

pembibitan
pembibitan Pakcoy Nauli F1 yang merupakan benih bermutu

Si ibu menggunakan benih yang dihasilkan sendiri dari panen sayuran sebelumnya. Penanganan benih saat panen atau tingkat kematangan benih mungkin menjadi penyebab mengapa benih yang dihasilkan tidak bermutu sehingga tidak mampu tumbuh.

Nah ini yang saya sebut sebagai faktor utama ketika melakukan budidaya tanaman yaitu penggunaan benih bermutu.

Benih bermutu yang memiliki sifat unggul adalah salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya tanaman.

Meskipun kondisi lingkungan kurang mendukung, tetapi sang benih memiliki vigoritas serta daya tumbuh yang baik, maka benih tersebut mampu survive hingga menjadi tanaman dewasa. Tinggal nanti kita memperbaiki kondisi lingkungan melalui kegiatan pemeliharaan agar tanaman tumbuh dengan baik.

Sebaliknya, apabila benih yang digunakan sejak awal tidak bermutu meskipun lingkungan di sekitar mendukung, maka dibutuhkan input yang lebih banyak guna menunjang pertumbuhan benih menjadi bibit hingga menjadi tanaman seutuhnya.

Benih bermutu itu yang bagaimana?

Benih bermutu adalah benih yang telah lulus dalam serangkaian pengujian baik di tingkat laboratorium maupun lapangan sehingga memiliki kejelasan sertifikasi mutu termasuk vigoritas, daya tumbuh, kemurnian benih, hingga masa berlakunya.

Contohnya adalah benih bermutu yang dihasilkan oleh PT East West Seed Indonesia atau EWINDO.

Sekilas Tentang Benih Bermutu Cap Panah Merah

Sahabat Petani yang Paling Baik

Bagi pecinta budidaya tanaman khususnya sayuran pasti sudah tidak asing dengan benih cap panah merah dari EWINDO. Produsen benih sayuran hibrida (varietas F1) maupun non hibrida ini memiliki varietas fenomenal yang banyak dikenal petani.

Contohnya sawi Tosakan, tomat Marta F1, cabai kerting Lado F1, dan cabai merah besar Gada F1.

'

Saat tulisan ini tayang, saya sedang melakukan pembibitan benih sayuran dengan menggunakan benih cap panah merah untuk menggantikan tanaman seledri yang sudah saya tanam sebelumnya. Menjelang tahun 2019 ini saya ingin menanam sayuran daun lainnya. Bibit pakcoy, caisin, cabai, dan beberapa jenis komoditas lainnya dari benih cap panah merah menjadi pilihan untuk ditanam pada wadah vertikultur dan juga wadah lainnya yang ada di pekarangan.

EWINDO memiliki banyak produk, terhitung ada 23 produk yang terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan bunga dengan berbagai macam varietas. Semuanya merupakan benih berkualitas karena diproduksi secara terjaga sesuai dengan visi perusahaan yang percaya bahwa pada benih sayuran berkualitas tinggi untuk hidup yang lebih baik.

pembibitan

Dari hasil pengalaman menggunakan benih cap panah merah, ada beberapa keunggulan yang menurut saya telah diberikan oleh EWINDO dalam menghasilkan benih bermutu sekaligus mensejahterakan petani serta masyarakat, di antaranya adalah:

Pertama, Benih Bermutu yang Dihasilkan Terjamin oleh ISO 9001:2008 dan Akreditasi dari International Seed Testing Association (ISTA).

EWINDO yang sudah berdiri sejak tahun 1990 dengan cap panah merah telah menghasilkan lebih dari 150 varietas (data tahun 2015). EWINDO berkomitmen untuk selalu menyediakan benih sayuran berkualitas tinggi dengan jaminan mutu untuk membantu perbaikan penghidupan petani agar semakin sejahtera.

Kedua, Misi yang Sejalan dengan Pemerintah

EWINDO yang sudah berdiri sejak tahun 1990 dengan cap panah merah ini memiliki misi untuk menyediakan benih berkualitas tinggi untuk meningkatkan pendapatan petani dan memperbesar konsumsi sayuran. Nah ini sangat sejalan dengan program pemerintah yang menghendaki masyarakat mengkonsumsi sayuran. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, konsumsi sayur dan buah merupakan salah satu aktifitas utama dalam GERMAS yang merupakan penerapan paradigma pilar pertama dari program Indonesia Sehat.

Ketiga, Inovasi Tiada Henti

Produk yang dihasilkan merupakan makhluk hidup berbentuk benih dengan lingkungan diluaran yang fluktuatif sehingga EWINDO secara kontinyu terus berinovasi agar benih yang dihasilkan selalu terjaga kualitasnya. Beberapa inovasi yang dilakukan di antaranya:

Mengembangkan benih berkualitas yang mampu berproduksi optimal di segala kondisi agroklimat

Hal ini merupakan target para pemulia tanaman EWINDO yang melakukan riset di tiga lokasi penelitian yaitu di Purwakarta untuk dataran rendah, Wanayasa untuk dataran menengah, dan Lembang untuk dataran tinggi. Dari hasil penelitian tersebut dihasilkan benih berkualitas yang mampu beradaptasi pada berbagai kondisi dan mampu menghasilkan produksi tinggi.

Penggunaan advanced technology atau teknologi terkini seperti kultur jaringan, Isoelectric Focusing (IEF) serta teknologi molekuler

Teknologi terkini yang digunakan mampu mengembangkan benih sesuai keinginan petani. Contohnya terciptanya varietas tahan penyakit atau varietas yang memiliki karakteristik tertentu.

Nilai tambah produk melalui EWINCOAT dan PRIMED Seed

Benih sehat dan prima tentu sangat berharga bagi petani sehingga pengawasan penyakit tetap dilakukan hingga dijual ke petani. EWINCOAT merupakan benih EWINDO yang sudah mendapatkan perlakuan seed coating atau pelapisan benih dengan polymer dan additive tertentyu sehingga tampil memikat dan terlindung dari penyakit tertentu. PRIMED Seed membantu petani mendapatkan benih seragam dengan proses priming. Terdapat logo PRIMED Seed pada kemasan tertentu.

Keempat, Memiliki Kemasan Produk yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Pasar Serta Mudah Diperoleh di Pasaran

EWINDO menyediakan dua jenis kemasan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar yaitu untuk kebutuhan petani dan untuk kebutuhan para pecinta tanaman di perkotaan. Kemasan untuk petani memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengak kemasan urban farming karena petani lebih banyak membutuhkan benih untuk budidaya skala luas.

east-west-seed-indonesia
Kiri: kemasan untuk skala besar (petani), kanan: kemasan urban farming

Sedangkan kemasan urban farming lebih kecil dengan jumlah lebih sedikit karena untuk budidaya di perkotaan dalam hal ini pekarangan tidak membutuhkan benih banyak benih. Kemasan kecil tersebut juga terkait dengan masa berlaku benih sehingga penggunaan benih untuk urban farming lebih efektif dan efisien.

Untuk memperoleh benih cap panah merah cukup mudah karena tersedia di toko pertanian, supermarket, dan toko online.

Kelima, Peduli Petani dan Masyarakat

“Sahabat Petani yang Paling Baik” adalah salah satu nilai perusahaan yang diusung EWINDO. Petani tidak hanya sahabat, tetapi juga bagian dari keluarga besar EWINDO. Untuk itu dilakukan Expo Nasional dan Seed Production Expo untuk membangun kapasitas petani dan mitranya.

Selain itu EWINDO juga telah meluncurkan aplikasi bernama Sipindo yang merupakan kependekan dari Sistem Aplikasi Petani Indonesia. Melalui aplikasi ini diharapkan membantu memudahkan mengakses informasi serta mendukung kemajuan sektor pertanian di Indonesia.

Fitur yang disajikan Sipindo dihadirkan secara realtime dan akurat mencakup informasi profil petani di wilayah lain, harga dan tren permintaan komoditas di pasaran, cara penanganan hama dan penyakut, pola dan musim tanam, perkiraan iklim dan cuaca, forum jual beli hasil panen, dan lain-lain.

sipindo

Ayo Tanam dan Konsumsi Sayuran serta Buah Dimulai Dari Rumah

Bagaimana dengan penjelasan saya di atas? Sudah lebih terang kan ya bahwa mengkonsumsi sayuran dan buah itu sangat penting karena memang dibutuhkan oleh tubuh. Pemerintah saja sampai mengajak untuk makan buah dan sayur mengingat tingkat konsumsi di tingkat masyarakat masih rendah.

Kemudian untuk mendukung gemar makan buah dan sayur, kita dapat memproduksi sendiri dengan memanfaatkan lahan yang ada sebab caranya sangat mudah. Asalkan mengerti bagaimana proses budidayanya dan menggunakan benih unggul agar tanaman yang mampu tumbuh dengan baik sehingga menghasilkan produksi yang maksimal.

Ayo sehat dari rumah dengan konsumsi sayuran dan buah sejak dini.

Sumber Informasi:

Kemenkes RI. 2017. Hari Gizi Nasional 2017: Ayo Makan Sayur dan Buah Setiap Hari. http://www.depkes.go.id/article/print/17012600002/hari-gizi-nasional-2017-ayo-makan-sayur-dan-buah-setiap-hari.html [diakses tanggal 1 Desember 2018].

Kemenkes RI. 2017. Tingkatkan Konsumsi Sayur dan Buah Nusantara Menuju Masyarakat Hidup Sehat. http://www.depkes.go.id/article/view/17012500002/tingkatkan-konsumsi-sayur-dan-buah-nusantara-menuju-masyarakat-hidup-sehat-.html [diakses tanggal 1 Desember 2018].

East West Seed Indonesia. 2015. 25 Years Creating Vegetables Seeds for Better Living. Jakarta. PT East West Seed Indonesia.

 

26 Comments

  1. Reply

    Aku juga termasuk yg telat suka sayuran mba. Baru seneng itu pas udh nikah. Bahkan yg pahit kyk pare pun aku udh seneng banget. Tp memang blm kepikir sih utk nanam sendiri :p. 1-1nya yg pernah aku tanam, itu jamur, beli dari olshop, yg cuma dirobek dikit box nya, trus disemprot secukupnya, dan jamur bakal rameeee tumbuhnya hahahaha. Aku puas deh masak jamur sampe bbrp hari kedepan 🙂

  2. Reply

    Hi Kak Ev,

    Beruntung banget sih aku dari dulu nggak ada pantangan makan sayur apa.
    Malah suka banget makan lalapan dan sayuran hahaha.
    Seru juga yah kalo udah suka sayuran bisa menanam sendiri di rumah. Tapi, kayaknya waktunya sulit hiks hiks.

    Thanks for sharing yaa Kak Ev, artikelnya selalu bagusss dan lengkap. Luvvv

    Cheers,
    Dee Rahma

  3. Pingback: Apakah Sayuran yang Dikonsumsi Sudah Aman Dari Residu Pestisida? - Agricultural Extension Officer, Blogger, and Dreamer

  4. Reply

    Ternyata benih pengaruh juga yak. Kirain tergantung dari perawatan nya. Saya penasaran dengan bawang merah dari biji dan baru denger juga. Selama ini taunya kan dari akar. Saya jadi terinspirasi buat nanem sayur nih di kebun soalnya udah ga punya pekarangan.

    • Reply

      Bawang merah varietas Tuk Tuk ya? Aku juga baru tau ada benihnya. Kemarin Saya ke toko tani, ada di sana, tadinya mau beli, tapi lupa kalau wadah tanamnya lagi penuh dengan komoditas lain jadi batal.

      Iya mbak, benih itu berpengaruh banget, kunci utamanya di sana baru ke komponen budidaya

  5. Reply

    Suka banget dengan tulisannya, komplit dan banyak link yg bisa aku kunjungin sebagai bahan belajar menanam. Ku gemas Mamahku nanam langsung di tanah, hanya siram2 aja, bisa subur cabai + jahe + sereh + bawang dll yg diambil dari sisa bumbu dapur. Batang kelor yg dikasih dari tetangga juga tumbuh subur daunnya. Nanam pake benih juga subur kayak bayam merah dan kangkung.

    Sementara aku nanam cabe, tomat, kangkung dan kelor di pot belum panen2, gemas khaaan wkwkwkwk ah, 2019 kudu nanam sayur juga di rumah, semangaaat !

    Btw, thank you for sharing Mbak Evrina 🙂

    • Reply

      Tenang, itu sebentar lagi bakalan jadi expert soal menanam deh, aku juga awalnya gitu kok gak mau tumbuh, lama2 jadi tau karakteristiknya, jadi tau harus diapakan

  6. Pingback: Bagaimana Cara Hidup Sehat? Konsumsi Sayur dan Buah Lokal Setiap Hari! – IDE ASLI CEVAN

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.