Selamat Hari Ibu

Hari Senin pagi tanggal 21 Desember 2015 saya dan empat orang teman kantor berangkat menuju Bandung untuk memeriahkan pameran di Gedung Sate. Pameran ini digelar dalam rangka memperingati hari ibu. Bagi saya peringatan ini merupakan sebuah apresiasi untuk para ibu di seluruh Indonesia dan menyadarkan bahwa betapa berharganya menjadi seorang Ibu. Di kantor saya sendiri mewajibkan memakai seragam korpri untuk memperingatinya. Nah kali ini saya ingin membuatkan postingan khusus untuk mama saya yang hingga detik ini benar-benar mencurahkan kasih sayangnya kepada saya meskipun saya sudah berkeluarga.

Mama dan Bapak hampir setiap hari membantu menjaga Alfi ketika saya bekerja. Mereka baru dapat istirahat kalau saya sudah pulang kerja. Sebenarnya ini tidak boleh dilakukan, tetapi saya masih belum percaya jika menghadirkan pengasuh di rumah. Mama juga tidak menyarankan itu, dia mau menjaga Alfi ketika saya bekerja.

Menurut adik, mama benar-benar menjaga Alfi ketika bermain, mama mengikuti Alfi kemanapun ketika bermain. Saya sudah terbayang pasti mama sangat lelah, padahal saya sudah mengatakan agar tidak terlalu memprotect Alfi karena dia tidak terlalu jauh bermainnya. Tapi mama tetap mengikuti kesana-sini untuk menjaga cucunya. Mama khawatir kalau Alfi jatuh atau dijahili orang sehingga tetap mengikutinya ketika bermain.

Kebaikan mama tidak hanya itu, meskipun saya sudah berkeluarga, mama tetap membuatkan sarapan dan bekal untuk saya bawa ke kantor. Teman-teman sampai mengatakan beruntungnya saya masih dimasakin mama walaupun sudah pisah rumah. Mama memang sangat peduli dengan saya dan adik, meskipun sudah menikah dan pisah rumah, rasanya kami masih sama seperti dulu.

Saya masih ingat ketika jatuh sakit terkena typus sewaktu masih kuliah. Mama menangis melihat saya tergolek lemah karena kekurangan cairan. Saya masih ingat wajah mama yang panik saat itu meskipun saya dalam keadaan setengah sadar. Dengan telaten, mama menyuapi agar ada makanan yang masuk supaya saya ada tenaga untuk melawan sakit.

Sebenarnya saya ingin membuat postingan ini lebih ceria, tetapi tidak bisa juga ternyata. Saya menjadi sedih dalam hati karena hingga detik ini masih merepotkan mama. Saya memang belum bisa memahagiakan mama sepenuhnya karena apa yang mama inginkan masih belum terwujud. Mama ingin pergi umrah dan saat ini mama masih sedang dalam tahap mengumpulkan tabungan. Saya ingin membantu mewujudkan mimpinya, untuk itu jangan heran ya kalau saya terlihat berburu hadiah melalui blog, salah satunya adalah ingin membantu mama mewujudkan mimpinya ke tanah suci. Mungkin mimpi itu akan terwujud dalam beberapa tahun lagi, semoga mama sehat selalu dan diberikan keberkahan umur agar mama bisa melangkahkan kaki ke tanah suci dan beribadah di sana. Aamiin Ya Allah ya Rabbalamin.

Mumpung di bandung, saya ingin membelikan mama semacam souvenir, kado & hadiah yang unik dari Bandung. Biasanya mama paling suka dibelikan daster, nanti kalau sudah selesai tugas, saya mau mencari hadiah atau oleh-oleh untuk mama, supaya mama senang mendapat oleh-oleh dari Bandung.

Selamat Hari Ibu ya Mama , terimakasih atas kasih sayang mama selama ini, maafkan anak-anak Mama yang  masih belum bisa membahagiakan Mama sepenuhnya. Doa kami selalu mengalir untuk Mama agar Mama selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin. Terimakasih Mama, kami semua sayang sama Mama.

Teman-teman juga jangan lupa ya mengucapkan Selamat Hari Ibu untuk Mama tercinta dan berikan kasih sayang untuk Ibu kita semua. Selamat Hari Ibu juga ya teman-teman.

16 Comments

  1. Reply

    Itu mengapa Rasul menegaskan bahwa peran ibu lebih penting hingga disebut 3 kali.

    tadi ada percakapan abis nganter ke pasar, saya ucapin “Selamat hari Ibu, mama”.
    jawabnya: “Lha kan setiap hari emang Hari Ibu,” kata beliau. he he he.

    yupz, kasih ibu sepanjang hayat, dari kita lahir, kecil, besar, hingga tua 🙂

  2. Dian Eato

    Reply

    semoga rezeki ma evrina mengalir terus yah biar bisa mewujudkan impian Ibu untuk Umroh 🙂

  3. Desy Yusnita

    Reply

    Sama Mba, persis banget kondisinya sm saya. Makin dewasa aku malah makin cinta mama

  4. Reply

    gimana dengan orang yang tidak punya ibu? hari ibu bukan hanya untuk seorang ibu, tapi juga untuk (ayah & kakak) yang telah berperan menggantikan tugas ibu

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.