Sistem Tanam di Lahan Sempit




sistem-tanam-lahan-sempit

Sebelumnya, saya sudah pernah menulis mengenai bagaimana menanam tanaman untuk pekarangan sempit baik menggunakan sistem hidroponik terapung sederhana maupun menggunakan pot atau polybag yang disusun secara vertical. Pada postingan kali ini saya ingin menuliskan beberapa alternative budidaya tanaman (sekaligus budidaya ikan) untuk lahan yang sempit. Diharapkan melalui system budidaya ini, permasalahan menanam pada lahan sempit dapat teratasi.

Berikut adalah beberapa teknologi alternatif untuk menanam di lahan sempit:

  1. Teknologi Hidroponik

Seperti yang sudah pernah saya bahas sebelumnya bahwa Hidroponik merupakan system budidaya yang mengandalkan air sebagai pelarut nutrisi. System ini tidak menggunakan tanah sebagai tegakan, tetapi menggunakan media lain seperti stereofoam, rockwool, pasir dan zeolit. Keuntungan menggunakan teknologi hidroponik diantaranya adalah produktivitas lebih tinggi, tanaman lebih terhindar dari hama penyakit, nutrisi bagi tanaman terjamin karena tersedia secara kontinyu. Beberapa tanaman yang dapat menggunakan system ini diantaranya adalah tanaman sayuran, bunga, buah dan tanaman obat keluarga dengan tipe hidroponik yang berbeda.

Hidroponik sendiri memiliki berbagai macam jenis yang dapat kita sesuaikan dengan lokasi dan juga budget pembangunan. Berikut ini adalah berbagai macam tipe hidroponik:




Hidroponik Tipe Nutrient Film Technique (NFT)

Air yang telah dicampur dengan nutrisi dialirkan langsung ke akar secara terus menerus dengan menggunakan sirkulator. Istilah film merujuk pada aliran air yang ukurannya sangat tipis yaitu 5 mm. Tujuannya adalah untuk menghemat penggunaan air dalam budidaya.

Hidroponik NFT

Hidroponik Tipe Deep Flow Technique (DFT)

Sistem ini merupakan modifikasi dari system NFT, hanya saja memiliki kelebihan dalam aliran air yang lebih tebal sehingga pipa tanaman tidak langsung kering pada saat listrik padam. Air yang berisi nutrisi juga dialirkan menggunakan sirkulator secara terus menerus.

Hidroponik DFT

Hidroponik DFT

Hidroponik Tipe Deep Water Cultur (DWC) atau sistem terapung

Tanaman dibudayakan secara terapung sehingga akar langsung menyerap air yang telah bercampur dengan nutrisi. Bak penampung sedalam 20 cm membuat akar leluasa tumbuh dan menyerap unsur hara dalam air sehingga perakaran menjadi sehat. Sistem ini menggunakan injeksi udara melalui aerator.

Hidroponik terapung

  1. Teknologi Vertiminaponik

Saat ini telah hadir teknologi budidaya sayuran yang bersamaan dengan budidaya ikan (aquaponik). Sistem ini dinamakan dengan Vertiminaponik yang merupakan kombinasi antara system budidaya sayuran secara vertical berbasis pot talang plastic dengan aquaponik. Media tanam yang digunakan berupa batu zeolit dan kompos. Cara kerja Vertiminaponik adalah dengan mengalirkan air secara terus menerus menggunakan pompa akuarium dari bak pemeliharaan ikan sebagai penyiraman dan suplai hara tanaman. Keunggulan cara ini adalah menghasilkan tanaman serta ternak ikan yang ramah lingkungan dan bebas bahan kimia.

Vertiminaponik

  1. Teknologi Wolkaponik

Sistem budidaya yang mengintegrasikan antara tanaman dengan aquaponik lainnya adalah teknologi Wolkaponik. Teknologi ini merupakan gabungan dari budidaya tanaman secara wall gardening dengan budidaya ikan. Bedanya dengan vertiminaponik hanya pada penyusunan dan banyaknya wadah untuk menanam. Pada Wolkaponik, wadah yang digunakan lebih banyak dan tersusun secara bertingkat ke atas. Wolkaponik bisa didesign dengan menggunakan pot, talang atau pipa paralon.

Wolkaponik

  1. Teknologi Wall Gardening

Prinsip kerja dari teknologi ini adalah dengan memanfaatkan tembok atau dinding yang kosong sebagai lokasi penanaman dengan menggunakan terpal, paralon atau pot secara vertical.

  1. Teknologi Vertikultur

Merupakan system budidaya tanaman dengan menggunakan wadah yang disusun secara bertingkat. Umumnya teknologi ini menggunakan talang yang disusun secara bertingkat.

Vertikultur

ย Semakin sempitnya lahan tidak lagi menjadi halangan bagi setiap orang untuk menanam dan menghijaukan lingkungan. Diharapkan dengan dihasilkannya berbagai macam teknologi penanaman tersebut dapat menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan lahan yang sempit untuk melakukan budidaya tanaman maupun ikan.

47 Comments

  1. Tia Yusnita

    Reply

    Cocok nih buat diterapin di rumah, tapi mesti punya ilmu menanam dulu ya Mbak biar tanamannya ga mati? Aku kalau bertanam kok jarang berhasil gitu, apalagi yang jenis sayur2an ๐Ÿ™

    • Reply

      pelan2 aja tia, nanti jadi terbiasa, wajar kalo baru mah gagal soalnya baru tau kan, nanti akan paham dengan sendirinya tanaman jadi tumbuh kabeh

  2. awen

    Reply

    Waduh bagus juga ya mba. Meskipun sempit pastinya akan terasa punya kebun yang luas ๐Ÿ™‚
    tipe dep water kultur sangat indah sepertinya namun pengairannya pasti lebih sulit di praktekan ya mba .

  3. Anne Adzkia

    Reply

    Sekarang lagi ngetrend ya mbak Ev, teknik berkebun spt ini di kota-kota. Urban farming gitu namanya.

  4. Edi Padmono

    Reply

    Teman-temanku lagi hyporia soal hydroponik. sempat kepikiran ikut-ikutan juga tapi dipikir pikir koq tidak sesuai antara modal dengan kebutuhan. Akhirnya tetep cara lama tanam cabe, tomat dan terong di tanah

  5. Reply

    Pingin bikin yang kayak itu Mbak, rumah jadi lebih keren dan Adem pastinya ๐Ÿ™‚

    Ibu2 PKK kampung saya juga pada bikin tapi pada ndak telaten, beli sayur murah kok repot2 tanam katanya ๐Ÿ™‚

    • Reply

      hahaha biasa ibu2 mah, di tempat ku juga sama, padahal menanam itu mengasikan dan lebih bisa mendapatkan kepastian klo sayurannya organik free pestisida

  6. ei

    Reply

    Hwaaaaa, cocok banget nih lagi ngerayu misua bikinin rangka dari talang … duh, jadi pengen belajar banyak …

  7. Reply

    Mbak, plastik polybag itu khusus kah? Atau bisa pake plastik apa aja? Bekas belanja gitu.

    Aku mau nyoba nanam pake polybag. Kemarin beli seledri yang udah ditanam di polybag. Daunnya 8nan deh. Kutaruh kamar mandi ? soalnya rumahnya baru direnov. Yang ga dipenuhin barang ya kamar mandi. Semoga ga mati

  8. Reply

    Wah, keren banget itu, bisa buat budidaya sayuran. Kalo di tempat saya ada yang nanem di tabung besi seperti suling dan di tanami daun selada

  9. Muhammad Mukhlis

    Reply

    sebuah usaha yang sangat bagus untuk dilestarikan mb, tujuannya bisa membuat bumi dari penghijauan ๐Ÿ™‚

  10. Muhammad Mukhlis

    Reply

    suasanya dallam lahan nya sangat rapi bahkan lengkap dengan tanaman yang indah ๐Ÿ™‚

  11. Lilliam Vintinner

    Reply

    sebuah informasi yang sangat inovatif dan merupakan sebuah ide yang menarik untuk dipelajari, dan saya sangat senang dengan tulisan anda yang membuat saya selalu belajar dan belajar, terima kasih atas ide dan kreasinya!

  12. chandra

    Reply

    asslmlkm, infonya sangat bermanfaat, saya ingin tanya, kalau untuk sistem DWC atau yang terapung harus pakai aerator ya? kalau tidak pakai aerator dampak apa yang akan terjadi.

    terimakasih

    • Reply

      baiknya pakai aerator supaya ada oksigen untuk air, kalau tidak pakai mungkin akan kedap udara ya, paling dikasih sela diantara spon/gabus supaya udara keluar masuk dari sana

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.