Teknologi Unggulan Tanaman Perkebunan




Gelar Teknologi (Geltek) dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) pada Hari Pangan Sedunia ke-35 juga menampilkan teknologi unggulan tanaman perkebunan. Teknologi unggulan tanaman perkebunan yang ditampilkan dengan mengimplementasikan teknologi budidaya tanaman tebu juring ganda dan teknologi pembibitan mata tunas (Budchips). Selain itu untuk mendukung swasembada pangan khususnya komoditas strategis kedelai dan daging sapi, teknologi penanaman dengan tanaman sela diantara tebu dan tanaman pangan berupa kedelai tahan naungan juga turut ditampilkan. ย ย ย 

Juring Ganda Meningkatkan Produktivitas Tebu

Teknologi penanaman juring ganda merupakan teknik penanaman tebu yang mirip dengan sistem jajar legowo pada padi. Teknik ini memungkinkan tebu ditanam menjadi dua barisan dalam satu bedengan atau guludan. Penanaman tebu secara konvensional umumnya menggunakan satu barisan tanam saja dengan jarak antar barisan sebesar 110 cm. Sedangkan apabila kita menggunakan teknik juring ganda maka dipastikan produksi akan naik karena terjadi peningkatan populasi dalam satu bedengan.

Juring Ganda

Teknologi Juring Ganda Tanaman Tebu

Masing-masing bedengan ditanam tebu sebanyak dua baris dengan lebar dalam barisan sebesar 50 cm dan lebar antar barisan 170 cm. meningkatnya produktivitas tebu dikarenan jarak tanam yang lebar menyebabkan tanaman tebu mendapatkan efek tanaman pinggir sehingga proses fotosintetis menjadi efektif. Melalui teknik penanaman ini maka kita bisa mendapatkan kenaikan potensi hasil sebesar 30-60% atau sekitar 135-150 ton/ha.

Varietas tebu yang diperagakan pada Geltek kali ini adalah tebu dengan varietas Cintamanis (SM) 0833.




Teknologi Produksi Benih Budchips

Pada umumnya perbanyakan bibit tebu dilakukan dengan menggunakan tunas pada stek tebu. Cara ini dapat menghasilkan bibit sehat sekitar 6 bibit tebu. Tetapi melalui teknik Budchips, maka bibit yang dihasilkan bisa mencapai 20 kali lipat dari cara biasa. Dengan menggunakan teknik Budchips, luas kebun bibit sebesar 1 ha hanya mampu mencukupi kebutuhan tanaman seluas 6 ha, sedangkan apabila kita menggunakan teknologi budchips maka 5 ha kebun bibit dapat mengcover luas lahan hingga 100 ha.

pembibitan tebu

Teknologi Pembibitan dengan Budchips

Selain itu bibit yang dihasilkan dengan menggunakan teknologi budchips merupakan bibit yang sehat dan bermutu. Setelah proses pemotongan budchips, mata tunas tersebut diberi perlakukan air hangat 52 derajat celcius serta diberikan ZPT dan fungisida untuk menghindarkan benih dari serangan penyakit serta merangsang pertumbuhan. Proses penanamannya juga selektif, hanya bibit yang memiliki kualitas tinggi saja yang akan ditanam di lapangan.

Cara menghasilkan budchips dengan menggunakan alat pemotong berupa budchipper. Mesin pemotong budchips yang ada dalam Geltek merupakan mesin manual dengan tenaga manusia. Mesin ini mampu menghasilkan mata tunas hingga 6000 buah per hari, sedangkan mesin yang menggunakan tenaga listrik dapat menghasilkan lebih banyak lagi mata tunas hingga mencapai 10000 mata tunas per hari. Berikut adalah tahapan pembibitan tebu melalui budchips:

pembibitan tebu

Teknologi Pembibitan Tebu dengan Budchips

Budchipper

Mesin Budchipper

Pembibitan Tebu

Pembibitan Tebu

Teknologi 3 in 1: Integrasi Tebu, Kedelai dan Pakan Ternak

Teknologi unggulan tanaman perkebunan mengusung tema teknologi 3 in 1 dimana dalam satu hamparan kita dapat mencapai tiga target sekaligus dalam rangka mendukung swasembada pangan strategis. Tiga pencapaian tersebut adalah peningkatan produksi gula melalui penanaman dengan teknik juring ganda, peningkatan produksi kedelai hingga 50% melalui tumpang sari dengan tanaman tebu dan peningkatan swasembada daging apabila limbah tanaman tebu dan kedelai diolah dan kelola menjadi pakan ternak sapi.

Teknologi ini dianjurkan untuk daerah suboptimal yang masih memiliki produktivitas rendah.

Juring Ganda

Teknologi Juring Ganda Tumpang Sari Kedelai Tahan Naungan

29 Comments

  1. adi pradana

    Reply

    Teknologi pertanian yang patut untuk dikembangkan, agar Indonesia kembali menjadi Macan Asia. Ecieeeee…. hehehe

  2. momtraveler

    Reply

    Kalau diterapkan secara maksimal pendapatan para petani bisa meningkat ya mak produksi pangan juga makin sip

  3. Ety Abdoel

    Reply

    Wah, sudah bermacam-macam ya metode tanamnya. Semoga pertanian Indonesia bisa jaya.

  4. muhammad mukhlis

    Reply

    wah, kalo dengar masalah tebu ne, ke ingat sama dia dulu, memori yang ga pernah terlupakan ๐Ÿ™‚ hehe

  5. Irwin Andriyanto

    Reply

    dulu seneng banget makanin tebu di Tegal,, tapi sekarang dah jarang ditemui ๐Ÿ™

  6. Cara mengeringkan borok akibat diabetes

    Reply

    inget waktu kecil kaya gini, klo di jalan suka sabut tebu milik org lain, malum di kampung wkwk

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.