Penghargaan Nasional Pelaku Pembangunan Pertanian Tahun 2019: (Day 3) Upacara di Istana Merdeka dan Menerima Penghargaan




Upacara di istanaHari ketiga merupakan hari puncak dari rangkaian acara penerima penghargaan nasional bagi pelaku pembangunan pertanian di tahun 2019. Sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan mengikuti sidang paripurna MPR RI dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan.

Baca ini yuk: Penghargaan Nasional Pelaku Pembangunan Pertanian Tahun 2019: (Day 2) Sidang Paripurna MPR/DPR/DPD RI

Pagi itu saya bangun dalam keadaan segar bugar karena cukup tidur. Maklum, saya izin tidak mengikuti renungan suci yang memakan waktu hingga pukul 01.00 wib. Terlihat Ibu Uty, rekan sekamar saya yang berasal dari Lampung agak lelah dan mengantuk karena baru pulang dini hari sekali sementara pukul 04.00 wib sudah harus bangun.

Tidak tanggung-tanggung nih, di hari puncak ini seluruh peserta diwajibkan menggunakan pakaian daerah masing-masing baik yang ikut upacara di Istana Merdeka maupun yang ikut upacara di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Jadi begini, dari masing-masing kategori yaitu Penyuluh Pertanian, petani, KEP, Gapoktan, dan BPP diambil nominasi sebanyak lima orang pemenang. Nah, yang masuk nominasi tiga besar akan mengikuti upacara di Istana Merdeka. Sementara dua nominasi lainnya upacara di Kantor Pusat Kementan RI.

penyuluh_pertanian_teladan

Pagi hari sekali, sudah bersiap menuju istana dan kantor Kementan dengan pakaian adat daerah

Alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk upacara di Istana Merdeka sehingga harus segera berangkat pagi itu juga sekitar pukul 5 pagi mengingat akan banyak tamu undangan lainnya yang hadir di Istana Merdeka.

Saya hanya menggunakan kebaya berwarna pink saja karena memang kalau Jawa Barat pakaian adatnya kebaya. Sedangkan Ibu Uty dari Lampung menggunakan kebaya dengan Tapis Lampung dan Siger.

Memasuki Istana Merdeka  

Sekitar pukul 5 pagi, seluruh peserta sudah memasuki bis masing-masing yang akan membawa ke tempat upacara. Pagi itu Jakarta cukup lengang dan terasa aura kebahagiaanya karena menyambut HUT RI ke 74. Beberapa instansi yang lokasinya dekat pinggir jalan terlihat sudah mulai menyiapkan upacara. Mereka juga menggunakan pakaian daerah lho.

Tak berapa lama, kami tiba di lokasi dekat dengan Tugu Monas. Bis yang kami tumpangi hanya bisa sampai titik dekat Tugu Monas karena area sekitar Monas dan Istana Merdeka mulai ditutup. Dari arah bis, kami berjalan kaki menuju gerbang I sambil diarahkan oleh panitia mengenai titik penjembutan. Sebelum memasuki gerbang, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama.

Saat hendak memasuki gerbang. Beberapa petugas keamanan istana meminta kami untuk menunjukkan undangan. Apabila sudah ok, kami baru diperbolehkan masuk melewati pintu gerbang. Ternyata di sana sudah banyak tamu undangan yang mengantri dengan pakaian daerah masing-masing.

suasana_istana_merdeka

Suasana di pintu masuk

Selanjutnya kami diminta untuk menunjukkan gelang barcode dan melewati pintu metal detector. Setelah itu, panitia langsung mengarahkan seluruh tamu undangan untuk menukarkan vouchernya yang terdiri dari voucher konsumsi, voucher merchandise, dan voucher photo booth.

Wah barang bawaan saya semakin banyak nih karena merchandisenya cukup banyak, belum lagi kalau nanti sponsor ikut memberikan merchandise secara cuma-cuma.

Kami langsung bergegas menuju area kursi dengan lambang I. Saya dan rombongan Kementan lainnya, mengambil area yang cukup strategis karena letaknya agak tinggi meskipun bukan berada di posisi depan.

Oh iya, kalau mengikuti upacara di sini segera ambil posisi sebab ada beberapa tamu undangan yang tidak kebagian kursi dan sepanjang acara mereka harus berdiri. Kok bisa ya?.

Sambil memanfaatkan waktu, saya dan beberapa orang teman turun ke arah depan panggung utama untuk mengabadikan diri di sana. Mumpung masih pagi juga, sebab kalau acara sudah mau dimulai, maka area bawah dekat panggung utama harus disterilkan.

Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka   

Sekitar pukul 8 pagi, para protokoler istana mulai meminta tamu undangan agar duduk di bangku masing-masing karena acara akan segera dimulai. Acara pertama adalah persembahan tarian daerah dan persembahan marching band yang sangat meriah karena dibawakan oleh banyak orang dengan warna-warni kostum yang memikat.

tarian_daerahSetelah persembahan kesenian daerah selesai, peserta diajak untuk melihat prosesi Kirab bendera merah putih dan teks proklamasi dari Tugu Monas menuju Istana Merdeka. Saya baru tau lho kalau sebelum upacara dimulai, maka dilakukan kirab bendera dulu. Iring-iringan pasukan kirab sungguh meriah dan disambut oleh tepuk tangan dari para tamu undangan.

Setelah iring-iringan pasukan kirab selesai membawa bendera ke panggung utama, lalu berganti dengan iring-iringan mobil yang membawa Presiden RI bersama keluarga. Seluruh hadirin menyambut dengan meriah karena mungkin mereka juga baru pertama kali melihat Presiden secara langsung seperti saya. Setelah turun dari mobil yang membawa Presiden dan keluarga, maka upacara segera dimulai.

upacara_di_istanaPasukan upacara segera memasuki lapangan upacara yang dipimpin langsung oleh komandan upacara. Mereka sangat rapih lho barisannya, tidak bergerak sedikitpun baik ketika dalam posisi sikap sempurna maupun saat posisi istirahat.

Saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar tentang isi upacara ya karena mungkin teman-teman sudah melihatnya sendiri melalui tayangan televisi. Namun ada yang membuat hati saya bergejolak ketika sirine detik-detik proklamasi dinyalakan. Rasanya seperti terbawa ke masa lampau saat proklamasi dikumandangkan.

Pada akhir upacara, Bapak Jusuf Kalla kemudian mengumumkan tiga orang pemenang dengan kostum terbaik yang berhak mendapatkan hadiah sepeda dari Presiden. Pemenang pertama adalah seorang ibu yang memang sangat lengkap pakaian daerahnya karena memakai sunting khas Sumatera yang cukup berat. Dia sampai menunduk saja agak susah lho. Pemenang kedua kalau saya tidak salah ingat berpakaian adat dayak, CMIIW, dan pemenang ketiga seorang bapak-bapak menggunakan pakaian adat jawa.

Upacara selesai, kami langsung bergegas kembali menuju titik penjemputan karena acara utama dengan Bapak Menteri Pertanian (Mentan) segera dimulai pukul 14.00 dengan kostum batik yang sudah disediakan panitia. Sehingga kami harus berganti pakaian dulu, baru kemudian bisa mengikuti acara selanjutnya.

Pemberian Penghargaan oleh Menteri Pertanian RI  

Sesampainya di kantor pusat Kementan, kami langsung bergegas untuk berganti pakaian menggunakan seragam batik yang dilanjutkan dengan Ishoma. Baru setelah itu kami diajak untuk menuju aula utama untuk mengikuti rangkaian kegiatan Pemberian Penghargaan oleh Mentan RI.

Saat acara dimulai, Bapak Mentan belum bisa hadir karena menurut informasi yang saya dengar harus menemani Bapak Presiden dulu setelah upacara tadi padi, CMIIW. Sehingga acara dibuka oleh Kepala BPPSDMP. Dalam sambutannya Beliau memberikan laporan pelaksanaan rangkaian acara pemberian penghargaan yang dilanjutkan dengan pemberian penghargaan oleh Sekjen Kementan RI yaitu Bapak Momon.

evrina_budiastuti

Selanjutnya, Bapak Momon didampingi oleh Kepala BPPSDMP, dan Ketua KTNA Nasional memberikan penghargaan secara satu per satu kepada para pemenang. Saya baru tau lho kalau urutan yang dibuat itu maksudnya berdasarkan score tertinggi. Syukur alhamdulillah tidak menyangka kalau saya ada di urutan pertama.

Setelah prosesi pemberian penghargaan selesai dilakukan, Bapak Momon kemudian memberikan arahan. Ada pesan yang saya ingat dari Bapak Momon, bahwa mau tidak mau pertanian harus menyesuaikan diri dengan industri 4.0. Kedepannya setelah periode pertama kepempimpinan Bapak Jokowi yang banyak membangun infrastruktur, maka di periode kedua akan mengutamakan pembangunan SDM. Oleh sebab itu Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) harus sudah siap mendukung program pengembangan SDM.

bapak_momon

Bapak Momon, salah satu sosok yang dikagumi oleh Penyuluh Pertanian seperti saya

Khusus untuk Penyuluh Pertanian, maka harus menguatkan data base petani melalui Simluhtan karena program-program SDM pertanian nantinya akan dikuatkan berdasarkan data tersebut termasuk pembentukkan petani millenial. Selain itu, Penyuluh Pertanian juga harus mengaktifkan diri di Cyber Extension yang menjadi rumah para penyuluh.

Baca ini juga yuk: Aplikasi Website Terkait Kinerja yang Harus Diisi oleh Penyuluh Pertanian

Acara sebenarnya sudah ditutup, namun panitia memberikan kabar bahwa Bapak Mentan segera bergabung di ruangan sehingga seluruh hadirin tidak diperbolehkan meninggalkan aula.

Tak berapa lama, Bapak Mentan, Andi Amran Sulaiman, memasuki ruangan. Tidak seperti biasa, Bapak Mentan terlihat lebih santai dengan menggunakan kemeja pink. Beliau menyampaikan beberapa hal termasuk dorongan agar menggunakan rezeki umur dengan sebaik-baiknya. Jangan bekerja terus apabila tidak ada hasil, harus memiliki sesuatu sehingga saat keluar dari zona nyaman sudah memiliki persiapan.

Saya tadinya tidak ingin mengacungkan diri ketika Bapak Mentan bertanya ke para teladan sudah melakukan hal apa sehingga pantas dikatakan teladan. Namun panitia memberikan microphone kepada saya sehingga mau tidak mau saya harus memberanikan diri untuk berbicara kepada Bapak Mentan.

View this post on Instagram

Ditanya Bapak Mentan RI : sudah melakukan apa kok bisa jadi andalan? Saya berusaha mendigitalisasi gapoktan untuk membantu pemasaran. Lalu ditanya lagi: kamu sebagai penyuluh sudah kaya (sejahtera) belum? Saya jawab : sedang menuju ke sana pak. 😁 Kata Pak Mentan: sebelum turun ke kelompok, ya Penyuluhnya harus terlihat sejahtera dulu. Gimana mau dilihat petani kalau penyuluhnya kelihatan tidak sejahtera alias loyo 😅. Ah baik pak, penyuluh memang harus terlihat keren dan menginspirasi. Doakan ya pak. Eh Bapak Mentannya ketawa. Demikian secercah cerita 17 Agustus 2019 sore di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI. #PenyuluhPertanian #AgriculturalExtensionOfficer #Agricultural #KementanRI #KementerianPertanian #Jakarta #HUTRI74 #HUTRI2019 #DirgahayuIndonesia

A post shared by Penyuluh Pertanian (@evrinasp) (@evrinappl) on

Bapak Mentan bertanya, memangnya saya sudah melakukan apa sehingga pantas disebut Penyuluh Pertanian Teladan?

Saya jawab, kalau saya sudah mendigitalisasi kelompok saya untuk membantu pemasaran yaitu membuat website khusus di Kiosgapoktan.com dan membuat aplikasi berbasis android dengan nama Kiosgapoktan yang dapat diunduh secara gratis melalui Play Store.

Saya mengatakan memang harus terus diupdate dan bentuknya belum seperti e-commerce namun cukup membantu untuk mempromosikan produk hasil kelompok.

Bapak Mentan kemudian bertanya, kamu sudah kaya belum? Saya jawab saya sedang menuju ke sana pak dengan disambut senyuman oleh Bapak Mentan.

Beliau kemudian memanggil ke atas panggung dan mengatakan kalau jadi Penyuluh itu harus kelihatan keren dan berada. Sebab bagaimana mau mensejahterakan petani kalau Penyuluhnya terlihat tidak keren.

Baik pak saya catat sekali masukkan dari Bapak, doakan semoga saya segera kaya.

Acara bersama Mentan tidak berlangsung lama, setelah berbincang-bincang, acara kemudian ditutup dengan berfoto bersama.

Demikianlah rangkaian acara di hari puncak pada tanggal 17 Agustus 2019. Moment istimewa yang mungkin hanya saya dapatkan sekali seumur hidup. Setelah ini masih ada acara santai keesokan harinya yang akan saya ceritakan pada postingan keempat.




6 Comments

  1. Pandu Agung Prayogi

    Reply

    Wah…

    Selamat ya Mbak Evrina..

    Semoga setelah mendapat penghargaan kinerja nya bisa lebih baik lagi ya Mbak..

  2. Pingback: Museum Pertanian, Bikin Saya Bangga Jadi Insan Pertanian!

  3. Reply

    Happy , bangga, campur haru lihat buah capeknya Mbak Ev. Masya Allah, semoga nanti lebih banyak lulusan IPB yang fokus ke perkembangan pertanian dengan iptek. Mulia dunia dapet, tabungan akhirat pun ngalir ( Jariah ) terus. Selamat ya Mbak..

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.