Virus Mers dan Lingkungan

Tanggal 17 Juni 2015 kemarin seharusnya menjadi hari yang membahagiakan bagi saya. Kenapa gitu? Soalnya tanggal tersebut merupakan jadwal keberangkatan saya menuju Korea Selatan (korsel). Namun karena alasan yang kuat, keberangkatan tersebut dibatalkan dan akan di reschedule kembali.

Seperti yang diberitakan saat ini, Korsel sedang terjangkit Virus MERS yang merupakan sebuah virus mematikan. Berdasarkan keterangan beberapa sumber berita yang saya baca, virus ini sudah menyerang 166 orang dan menewaskan 24 orang di Korsel (sumber: detik.com). Karena alasan tersebut akhirnya keberangkatan menuju Korsel pada bulan ini dibatalkan. Meskipun dubes Korsel untuk Indonesia mengatakan bahwa di Korsel masih aman dan bahwa pemerintah Korsel sendiri menjamin keselamatan para wisatawan mancanegara, hal itu tetap membuat kami takut untuk berangkat.

Saya sendiri tidak terlalu mempermasalahkan karena lebih mementingkan faktor kesehatan. Saya tidak mau setelah berangkat kesana kemudian pulang ke Indonesia dalam keadaan sakit atau justru membawa virus tersebut (naudzubillah). Apalagi tanggal 17 Juni 2015 kemarin merupakan H-1 untuk persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, saya tak ingin berangkat kesana dalam keadaan berpuasa karena nanti tidak bisa menyicipi kuliner yang ada di Korsel. Lagi pula kondisi kesehatan saya saat ini sedang menurun karena terkena batuk pilek (batpil). Bayangkan jika imunitas sedang turun maka virus lain akan mudah menyerang tubuh.

Ngomong-ngomong soal kesehatan tubuh, saat ini penyakit batpil sedang eksis di lingkungan tempat tinggal saya. Hampir setiap rumah ada yang terkena batpil. Penyakit ini memang mudah mewabah karena ditularkan melalui udara. Saya sempat paranoid takut si Virus Mers menyerang karena salah satu cirinya adalah batuk pilek. Hanya saja Virus Mers ini disertai demam yang tinggi dan alhamdulillah saya tidak mengalami demam, mungkin karena memang sedang tidak fit saja ya.

Melihat kejadian itu saya mulai mengecek kondisi rumah untuk melihat adakah bagian yang kurang mendukung kesehatan. Hal ini saya lakukan lantaran beberapa minggu yang lalu saya telah menemukan satu buah kecoa di rumah. Rumah saya ini belum ada setahun dihuni jadi seharusnya binatang semacam kecoa belum ada. Tapi ternyata binatang tersebut sudah terlihat meskipun hanya satu buah saja. Meskipun sekarang belum terlihat lagi, saya tetap harus waspada karena kecoa adalah salah satu binatang yang membawa kuman penyakit. Jika jumlahnya sudah banyak, mau tidak mau di rumah harus dipasang sebuah Pest Control untuk menangkal kedatangan serangga penggangu ini.

kecoa

Selain menggunakan Pest Control, kita juga perlu memperhatikan kondisi kebersihan rumah supaya kecoa, tikus dan teman-temannya tidak membuat sarang di rumah kita. Kebetulan rumah saya tidak terlalu besar sehingga memudahkan untuk pembersihan. Namun ada satu bagian yang saat ini belum terpegang untuk dibersihkan kembali sejak setengah tahun ini. Bagian itu adalah dapur yang letaknya di belakang rumah.

dapur kotor

Saya menyimpan banyak barang di dapur termasuk kardus dan botol-botol bekas. Kardus dan botol ini rencananya akan saya daur ulang namun belum terpegang lantaran belum cukup waktu guna membereskannya. Sepertinya bagian ini adalah ruangan yang disukai oleh serangga. Maka target berikutnya untuk pembersihan rumah adalah area dapur setelah hampir beberapa bulan ini menata pekarangan untuk penghijauan.

Seberapa pentingkah menjaga kebersihan rumah? itu penting sekali karena selain menyangkut kenyamanan, juga turut menjamin kesehatan keluarga yang tinggal di rumah. Lalu bagaimana membuat rumah kita bersih dan sehat? Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rumah, kita dapat melakukan hal berikut:

  1. Membersihkan tiap sudut rumah maksimal seminggu sekali. Ingat tiap sudut ya,kalau hanya menyapu dan membersihkan debu bisa setiap hari, tapi munkin belum terjangkau semua sudut terutama bagian ruamh yang disenangi oleh serangga atau hewan pengganggu seperti dapur, gudang maupun kamar mandi.
  2. Membiarkan sinar matahari masuk ke dalam rumah agar rumah tidak lembab yang membuat cendawan mudah tumbuh.
  3. Mengatur keluar masuknya sirkulasi udara agar terjadi pertukaran udara panas dan dingin serta CO2 dengan O2 sehingga kondisi dalam ruangan menjadi sejuk bagi pernapasan.
  4. Melakukan penghijauan di sekitar rumah terutama di pekarangan sebagai sumber oksigen.
  5. Mengelola sampah agar tidak menjadi sumber penyakit. Nah, ini bagian yang cukup sulit karena tidak melibatkan diri sendiri tetapi juga para tetangga.Tetapi ada baiknya dimulai dari diri sendiri dengan mengatur keluaran sampah rumah tangga. Usahakan buangan sampah yang kita hasilkan tidak terbuka karena akan mencemari udara sekitar sekaligus mencegah lalat beterbangan. Sampah-sampah organik dapat dibuat kompos dengan cara membuat lubang dalam tanah.
  6. Menjaga kebersihan kandang jika memelihara hewan di rumah. Dulu saya memelihara kelinci di rumah. Pembersihan kotoran kelinci cukup mudah karena kotoran yang dihasilkan tiap hari sedikit dan dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.

Itu adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Pasti masih ada beberapa hal lagi yang dapat kita lakukan untuk menangkal penyakit mendatangi rumah dan keluarga. Selama tubuh tetap fit dan lingkungan juga mendukung in syaa Allah kesehatan dapat terjaga. Jika teman-teman memiliki tips menjaga kebersihan dan kesehatan rumah silahkan share di sini ya. Terimakasih.

Sumber Informasi:

http://news.detik.com/internasional/2947156/waspada-virus-mers-tiba-di-thailand-butuh-4-hari-untuk-pastikan

http://travel.detik.com/read/2014/05/06/081614/2574145/1382/5-hal-yang-turis-perlu-tahu-soal-virus-mers

20 Comments

  1. PutriKPM

    Reply

    Ada Mers lagi ya? Duh aku kudet banget udah lama nggak baca berita ๐Ÿ˜
    Emang kudu mentingin keselamatan sih mbak. Hati-hati ya!

  2. apri ani

    Reply

    kalo semut bisa datangin penyakit ga ya? soalnya di rumah banya sarang semut…

    • Reply

      semut kan asalnya jalan-jalan juga teh, bayangin deh dia abis jalan dari lantai kamar mandi terus jalan-jalan di sekitar piring dan gelas kita hehe

  3. komburkali

    Reply

    ow ternyata itu dia masalahnya, alhamdulillah walaupun sumpek daerah tersebut sering dirapikan kok

  4. Reply

    Makaish infonya mbak ev..jd langsung pgn bersih2 nih…ngecek2 sp tw ada kecoak lg maen petak umpet..
    Tak apalah gk jd brgkat y mbak ev, aku nnton beritanya emang korsel lg diserang mers, korbannya nggak satu dua, udh nyampek 16 deh kayaknya…

    Mdh2an sgra pergi dr bumi dah si mers ini, trs mbak ev bs segera meluncur ke korsel amiinnn

  5. Armita Fibriyanti

    Reply

    kyaaa,, jadi inget harus bersihin rumah .. hihihi.. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

  6. Reply

    Hadeh…sama ama di rumah, bagian itu juga yang rawan banget sama kecoak, karna memang membersihkannya tuh malas banget..

    Ngikik baca dirimu pengen berangkat saat tidak sedang berpuasa, tapi emang sih ya.. rugi kalau gak wiskul di sana.. Aduhh.. masih pagi saya udah ngomongin makanan..hihi

    • Reply

      hahaha iya bayangin dong kalo kesana lagi puasa, terus panjang harinya lebih lama, yang lain bebas makan minum eh kita kering kerontang hehe

  7. Reply

    sayang banget ya gak jadi pergi, tapi memang faktor kesehatan yang paling utama. Insya Allah nanti pergi kesana ya

  8. Reply

    Dapurku lagi belum jadi malahan. Barang2 numpuk. Tapi aku nggak pernah menunda buang sampah. Selesai masak, semua sampah harus dbuang keluar. Begitu juga waktu mau tutup pintu utk tidur malam. Semoga segera fit & bisa berangkat ke Korsel ya.

    • Reply

      sampah saya taro di tempat sampah mbak, masih di dalam nih tapi sampah kering sih, kalo yang basah saya buang ke luar di tempat sampah. makasih ya mbak, ke korsel mah gampang lah nanti juga ada waktunya hehe

  9. ipah kholipah

    Reply

    dapurku juga banyak barang-barang yang ga penting mba mungkin harus di bersihkan ya biar engga terkena virus hehehe

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.