• Home
  • About
  • Disclosure
  • Achievement
  • Green Activity
    • Agriculture
    • Environment
    • Forestry
  • Random
    • Advertisement
    • Contest
    • Reportage
    • Review
    • Tip and Tutorial
    • Others

EVRINASP

Menghijaukan Bumi Melalui Tulisan

in Agriculture

Melihat Potensi Keragaan Varietas Sintanur Pada Demplot PTT Padi

Last Updated on October 28, 2025 by evrinasp

Sintanur_demplot_ptt_padi

Varietas Sintanur di lahan demplot PTT padi

Halo teman-teman semuanya, senang sekali saya dapat mengupdate blog lagi. Pas banget, saya dan kelompok tani telah menyelesaikan salah satu metode penyuluhan yaitu demonstrasi plot (demplot) padi yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Karya Tani Desa Pasir Eurih Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor sebagai demonstrator. Kami menggunakan varietas Sintanur yang diketahui memiliki rata-rata potensi hasil 6 ton/ha sebagai varietas yang diujikan pada lahan demplot. Yuk kita mulai ceritanya.

Latar Belakang Pemilihan Varietas Sintanur

Kami ingin melaksanakan demplot PTT padi yang memang sudah dikenal sejak dulu. Kemudian kami menggunakan varietas unggul karena beberapa penelitian menyebutkan untuk meningkatkan produksi padi dapat dilakukan dengan mengadopsi varietas unggul. Sumbangan penggunaan varietas unggul terhadap peningkatan produksi padi nasional mencapai 56% (Syahri dan Somantri, 2016). Salah satu varietas unggul padi adalah Sintanur yang memiliki potensi hasil 7 ton/ha, bersifat aronatik, dan tahan terhadap hama wereng batang coklat (WBC) biotipe 1 dan 2.

Melihat potensi tersebut, Kelompok Tani Karya Tani Desa Pasir Eurih Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor berusaha untuk mendemonstrasikan keragaan varietas Sintanur sebagai upaya pergiliran varietas dan pemanfaatan varietas unggul untuk peningkatan produksi. Pendekatan PTT Padi diterapkan pada Demonstrasi Plot (Demplot) yang dilaksanakan secara swadaya di lahan seluas 1000 meter persegi.

Tujuan dan Manfaat Keragaan Variets Sintanur 

sintanur_ptt_padi_demplot_2

Ada beberapa hal yang ingin kami ketahui pada pelaksanaan demplot ini yaitu:

  1. Mengetahui keragaan karakter varietas padi Sintanur di lahan Demplot PTT Padi Kelompok Tani Karya Tani
  2. Mengetahui penerapan komponen PTT padi pada lahan Demplot PTT Padi Kelompok Tani Karya Tani
  3. Mengetahui keragaan hasil varietas Sintanur di lahan Demplot PTT Padi Karya Tani

Ada beberapa manfaat yang diharapkan dari pelaksaaan demplot ini, yaitu:

  1. Bagi petani, dapat menjadi referensi terhadap pemilihan varietas unggul dan paket budidaya padi dengan pendekatan PTT.
  2. Bagi Pemerintah Kabupaten Bogor, dapat menjadi salah satu sumber pembuatan kebijakan terkait peningkatan produktivitas padi.
  3. Bagi akademisi, dapat menjadi salah satu informasi untuk diangkat menjadi sumber penelitian

Bahan, Alat, dan Design 

Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah benih padi Sintanur sebanyak 5 kg yang diperoleh dari Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Padi (IP2SIP) Muara, pupuk NPK Phonska sebanyak 15 kg, dan NPK mutiara sebanyak 5 kg. Untuk mengendalikan hama penyakit tanaman digunakan pestisida dengan memperhatikan prinsip PHT.

Alat yang digunakan adalah pacul dan traktor untuk olah lahan, gasrok untuk pengendalian gulma, arit, terpal, dan pegebot untuk pasca panen. Ajir juga digunakan untuk menandakan sample pengamatan tanaman.

Bibit tanaman ditanam pada lahan seluas 1000 meter persegi yang ditanam pada tiga petak terpisah. Masing-masing petak diambil 2 tanaman sample untuk dilakukan pengamatan sehingga terdapat 6 sample pengamatan. Tanaman ditanam dengan menggunakan sistem jajar legowo 2:1 dengan jarak tanam 40x20x10 cm.

sintanur_ptt_padi_demplot_3

Data yang dikumpulkan berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengamatan terhadap tanaman sample yang terdiri dari tinggi tanaman, jumlah anakan, dan OPT selama fase vegetative. Pada fase generative dilakukan penghitungan terhadap jumlah rumpun, jumlah anakan, jumlah bulir, serta panjang malai pada petak ubinan. Data primer juga diperoleh dari hasil observasi dan wawancara terhadap demonstrator. Data sekunder diperoleh dari data dan informasi yang terdapat pada dokumen-dokumen pendukung baik dokumen yang tersedia online maupun offline.

Analisis terhadap data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui keragaan karakter padi Sintanur dan mengevaluasi performanya di lahan Demplot PTT Padi Karya Tani. Nilai rataan dihitung untuk mengetahui keragaan suatu populasi. Untuk mengetahui sebaran data, maka dilakukan penghitungan simpangan baku.

Baca ini yuk: Demonstrasi Plot

Penerapan Komponen PTT Padi 

Komponen PTT padi yang telah diterapkan pada lahan demplot terdiri dari komponen dasar atau wajib dan komopnen pilihan, seperti yang tersaji pada tabel berikut ini:

Tabel 1. Penerapan Komponen PTT Padi

Jenis Rekomendasi PTT Padi Diterapkan Tidak diterapkan
Komponen Dasar
Varietas unggul baru, inbrida atau hibrida V
Benih bermutu dan berlabel V
Pemberian bahan organik melalui pengembalian jerami ke sawah atau dalam bentuk kompos atau pupuk kandang V
Pengaturan populasi tanaman secara optimum V
Pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah. V
Pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) dengan pendekatan PHT (pengendalian hama terpadu) V
Komponen Pilihan
Pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam V
Penggunaan bibit muda (<21 hari) V
Tanam bibit 1-3 batang per rumpun V
Pengairan efektif dan efisien V
Penyiangan dengan landak atau gasrok V
Panen tepat waktu dan gabah segera dirontok V
Total Penerapan 10 2

Sumber: Data diolah oleh Peneliti (2025)

Pada lahan demplot dengan menggunakan varietas Sintanur ini mengadosi pendekatan PTT padi sawah yang dipercaya dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi secala partisipatif bersama petani (Arafah et. al., 2011). Pada Tabel 1 memperlihatkan jenis rekomendasi paket teknologi yang diterapkan pada lahan demplot PTT padi di Kelompok Tani Karya Tani. Apabila dipresentasekan, maka sebanyak 83,33 %, rekomendasi PTT padi telah diterapkan. Sebanyak 16,67 persen rekomendasi tidak diterapkan. Rekomendasi yang tidak diterapkan tersebut adalah penggunaan benih bermutu dan berlabel serta pemberian bahan organik.

sintanur_ptt_padi_demplot

Penggunaan benih bermutu dan berlabel tidak dilakukan karena benih Sintanur yang diperoleh berasal dari IP2SIP Muara yang baru saja dipanen sehingga belum dilakukan pengujian kualitas benih. Meskipun begitu daya tumbuh terhadap benih padi Sintanur yang digunakan cukup bagus.

Sedangkan rekomendasi pemberian bahan organik tidak dilakukan karena lahan demplot ini memiliki sejarah bekas pertanaman jagung manis dan juga dilakukan pemberaan selama satu tahun akibat tidak tersedia air sehingga dianggap masih cukup subur.

Tanaman jagung manis diketahui cukup bagus sebagai tanaman selingan pada pergantian pola tanaman karena akar jagung menarik simbiosis bakteri yang baik untuk tanah atau rhizosfer. Bakteri dominan yang ditemukan di rhizosfer jagung manis adalah Bacillus sp. dan Azotobacter sp. Bacillus sp. diketahui menghasilkan berbagai fitohormon yang dapat membantu tersedianya nitrogen dan fosfat bagi perakaran tanaman (Purwanti, et. al., 2022).

Jasad renik yang umum ditemukan pada daerah perakaran atau rhizosfer terdiri dari berbagai taksa seperti: seperti bakteri, actinomycetes, fungi, protozoa, nematoda, dan mikro arthropoda. Rhizosfer tanaman adalah lapisan tanah yang tipis, menempel pada permukaan akar. Di rhizosfer tanaman, akar mengeluarkan serangkaian eksudat yang mengandung sejumlah besar karbohidrat, lipid, dan asam amino, dan ini secara aktif menarik populasi mikroba dan bersimbiosis dengan akar tanaman, baik secara langsung atau tidak langsung membantu dalam proses pertumbuhan, menanggulangi penyakit atau stress. Mikroba yang terlibat dalam memacu pertumbuhan dan peningkatan hasil, dikenal dengan istilah mikroorganisme pemacu pertumbuhan tanaman. Spesies bakteri yang terkait dengan aktivitas tersebut dikenal sebagai disebut bakteri pemacu pertumbuhan tanaman atau diistilahkan sebagai Plant Growth Promoter Rhizo-bacteria (PGPR). Rhizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR) adalah bakteri yang mengkolonisasi akar tanaman dan mendorong pertumbuhan tanaman dengan berbagai mekanisme seperti pelarutan fosfat, produksi fitohormon dan aktivitas anti-patogen (Purwanti, et. al., 2022).

Kemudian perlakukan pemberaan memberikan sumbangan unsur penting pagi tanah karena kehadiran vegetasi berdampak terhadap kimia tanah di lahan bera. Beberapa unsur-unsur penting seperti karbon, nitrogen, fosfor tersedia, dan kalium meningkat sejalan dengan lamanya pemberaan suatu lahan (Susanto et. al., 2020).

Keragaan Padi Varietas Sintanur di Lahan Demplot PTT Padi

Demonstrasi hasil dilakukan dengan melakukan ubinan sebanyak dua kali ulangan pada luasan 2,5 x 2,5 cm. Hasil ubinan dan pengamatan karakter komponen hasilnya adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Hasil Pengukuran Ubinan

Komponen Ulangan 1 Ulangan 2

Rata-rata

Ubinan

7,66 kg 6,88 kg

7,27 kg

Tinggi tanaman

140 cm 120 cm

130 cm

Panjang malai

26 cm 24 cm

25 cm

Jumlah anakan

24

21

22,5 ~ 23

Jumlah rumpun

124

121

122,5 ~ 123

Jumlah bulir

147,67 ~ 148

63,67 ~ 64

106

Sumber: Data diolah oleh Peneliti (2025)

ubinan_padi_sintanur

Ubinan padi varietas Sintanur di lahan demplot PTT padi

Apabila dikonversikan ke dalam hektar, maka hasil ubinan dengan satuan Gabah Kering Panen (GKP) diprediksi sebesar adalah:

GKP Prediksi = 7,27 kg x 16 = 116, 32 ku/ha atau 11,623 ton/ha GKP.

Kemudian apabila dilakukan konversi ke dalam Gabah Kering Giling (GKG) menggunakan standar Provinsi Jawa Barat (Sultra.bps.go.id, 2018) dengan angka konversi GKP ke GKG prediksi sebesar 81,99% adalah:

GKG Prediksi = 11,623 ton/ha x 81,99% = 9,53 ton/ha

Atau apabila dikonversikan ke lahan demplot seluas 1000 meter maka diperoleh:

GKG Prediksi = 0,953 ton/ha atau 953 kg per 1000 meter.

Namun pada faktanya, setelah dilakukan penimbangan pada GKG diperoleh 11 karung GKG dengan berat per karung 60kg sehingga diperoleh GKG real dari lahan 1000 meter yaitu:

GKG Real = 11 x 60kg = 660 kg

Terdapat perbedaan hasil antara GKG Prediksi dengan GKG Real sebesar:

Anomali GKG Prediksi dengan GKG Rela = 953 kg – 660 kg = 293 kg

Namun apabila dilakukan penghitungan susut hasil berdasarkan susut panen padi Prof. Dr. Ir. Hadi K Purwodaria dengan total susut hasil 20,51%, maka:

GKG Prediksi x susut hasil = 953 kg x 20,51% = 195,46 kg

Sehingga perbedaan antara GKG Prediksi dengan GKG Prediksi susut hasil adalah

Anomali GKG Prediksi dengan GKG Susut Hasil = 953 kg -195,46 kg = 757, 54 kg

Hasil tersebut mendekati dengan GKG Real meskipun masih lebih besar GKG Prediksi dengan perbedaan 97,54 kg.

Apabila dilakukan penghitungan susut panen maka:

Susut panen = 953 / 660 = 1,44

Kesimpulan Keragaan Varietas Sintanur di Lahan Demplot PTT

Keragaan padi Sintanur pada lahan Demplot PTT cukup baik diduga oleh beberapa faktor sebagai berikut:

  1. Performa genetik varietas unggul Sintanur dapat muncul dengan baik karena berada pada lingkungan yang mendukung seperti: (1) pH tanah yang cenderung netral; (2) kondisi lahan bekas jagung manis yang mampu memberikan rhizosfer yang baik bagi pertumbuhan tanaman; (3) dan pemberaan memberikan sumbangan unsur penting pagi tanah karena kehadiran vegetasi berdampak terhadap kimia tanah di lahan bera. Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh (Yulina, et. al., 2021) yang mengatakan bahwa disamping dipengaruhi oleh faktor genetik, juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tumbuh tanaman. Apabila lingkungan tumbuh sesuai bagi pertumbuhan tanaman maka dapat meningkatkan produksi tanaman sehingga karakter komponen hasil varietas Sintanur dapat muncul dengan baik pada lingkungan yang mendukung.

    Sintanur_demplot_ptt_padi

    Keragaan Sintanur di lahan demplot PTT padi

  2. Pengaturan populasi tanaman dengan menerapkan sistem tanam jajar legowo 2:1. Penggunaan sistem tanam jajar legowo menghasilkan produksi padi lebih tinggi sehingga dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi padi. Pada prinsipnya sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi dengan cara mengatur jarak tanam. Sistem tanam ini juga memanipulasi tata letak tanaman, sehingga rumpun tanaman sebagian besar menjadi tanaman pinggir. Tanaman padi yang berada di pinggir akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak, sehingga menghasilkan gabah lebih tinggi dengan kualitas yang lebih baik. Sistem tanam berpengaruh terhadap pertambahan jumlah anakan tanaman padi akibat perbedaan ruang dan berpengaruh terhadap jumlah malai padi (Ningrat et. al., 2021).
  3. Pemupukan berimbang berdasarkan kebutuhan tanaman diterapkan pada demplot PTT padi. Meskipun tanpa ada penambahan bahan organic dan hanya menggunakan pupuk NPK Phonska dan NPK Mutiara dengan dosis kurang dari rekomendasi, varietas Sintanur mampu menghasilkan performa terbaik. Hal tersebut diduga dari sejarah lahan dengan kondisi lahan bekas jagung manis yang mampu memberikan rhizosfer yang baik bagi pertumbuhan tanaman dan proses pemberaan yang mampu memberikan sumbangan unsur penting pagi tanah karena kehadiran vegetasi berdampak terhadap kimia tanah di lahan bera. Sebagai perbandingan, di lahan yang sama dengan demplot namun dikeringkan, ditanam komoditas caisin tanpa ada penambahan bahan organic. Hasilnya tanaman caisin tumbuh dengan baik dan memiliki batang yang besar-besar.

    Tanaman Caisin di Lahan yang Sama dengan Lahan Demplot

    Tanaman Caisin di Lahan yang Sama dengan Lahan Demplot

  4. Pengendalian OPT dengan prinsip PHT juga berkorelasi terhadap performas Sintanur karena dengan prinsip PHT mampu menjaga keseimbangan agroekosistem yang terlihat dari terpeliharanya musuh alami pada lahan demplot.
  5. Penggunaan bibit muda pada umur 15 HSS diduga berkorelasi terhadap produksi Sintanur. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jalil et.al, (2015) menunjukan umur pindah tanam berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan umur 15 dan 45 HST dan berpengaruh nyata terhadap panjang malai. Hal ini diduga karena pada umur pindah yang masih muda akan membuat tanaman lebih cepat pulih dan mampu beradaptasi cepat dengan lingkungan sehingga proses pertumbuhan tanaman kearah yang lebih baik. Umur pindah tanam dengan bibit muda relative mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan umur pindah tanam lebih tua. Umur pindah dengan bibit muda lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan karena akar tanaman lebih cepat menyesuaikan diri dengan tanah dibandingkan dengan bibit tua yang sudah mempunyai akar lebih panjang. Umur pindah tanam tanaman berpengaruh pada jumlah malai per tanaman yang terbentuk dan selanjutnya akan mempengaruhi hasil produksi gabah kering tanam. Padi sawah yang dipindah tanam dengan bibit muda (umur 10-15 HSS) mampu meningkatkan kualitas gabah yang dihasilkan sehingga meningkatnya persentase gabah bernas.
  6. Penggunaan bibit 3 batang per lubang tanam diduga juga berkorelasi terhadap produksi padi Sintanur pada lahan demplot. Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan bibit yang lebih sedikit akan meningkatkan jumlah anakan per rumpun lebih banyak sehingga hasil panen meningkat dan tidak boros akan penggunaan bibit per lubang tanam. Penggunaan bibit yang lebih sedikit tidak menyebabkan kompetisi antar tanaman dalam proses penyerapan unsur hara dan cahaya sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik dan memberikan keragaan komponen hasil yang baik (Jalil et.al, 2015).
  7. Pengairan berselang yang diterapkan pada lahan demplot juga diduga turut memberikan sumbangsih terhadap produksi. Hasil penelitian Gerungan dan Pandelaki (2020) menyatakan bahwa produksi berat kering panen tertinggi baik pada pengairan berselang maupun macak-macak. Pengairan berselang (intermittent) merupakan penggenangan air dilakukan pada selang waktu tertentu dan pengairan macak-macak di mana lahan tidak digenangi air tetapi cukup hanya dijenuhi. Selain menghemat air, pengairan berselang dapat mengurangi emisi gas metana dari lahan sawah dan pengairan macak-macak merupakan rekayasa pengairan yang mampu memenuhi kebutuhan air tanaman pada kondisi ketersediaan air yang sangat terbatas dan meningkatkan nilai dayaguna air.

Sehingga apabila dirangkum, terdapat beberapa faktor yang diduga berkorelasi terhadap performa Sintanur di lahan Demplot PTT Padi Kelompok Tani Karya Tani, yaitu: kondisi lahan yang mendukung pertanaman, penggunaan jarak tanam jajar legowo 2:1, penggunaan bibit muda, jumlah bibit yang ditanam per lubang, pemupukan berimbang menyesuaikan kebutuhan tanaman, pengendalian OPT dengan PHT, dan pengairan intermittent.

Limitasi 

Penelitian sederhana yang dilakukan di lahan Demplot PTT padi di Kelompok Tani Karya Tani tentu memiliki beberapa limitasi yang dapat menjadi perbaikan pada penelitian selanjutnya. Beberapa limitasi dari penelitian ini di antaranya:

  1. Tidak dilakukan pengukuran unsur hara pada tanah sebelum dilakukan pertanaman sehingga tidak diketahui secara pasti apakah sejarah lahan berpengaruh terhadap kesuburan tanah di lahan demplot. Sehingga penelitian selanjutnya dapat melakukan pengukuran unsur hara terlebih dahulu.
  2. Jumlah sample pengamatan sedikit, sehingga belum sepenuhnya mewakili populasi yang ada pada lahan demplot. Pada penelitian selanjutnya dapat menambah jumlah sample untuk diamati.
  3. Jumlah losis yang cukup banyak pada saat fase generative dan pemanenan serta pasca panen seharusnya dapat diantisipasi agar hasil yang diperoleh lebih signifikan. Sehingga pada penelitian selanjutnya perlu diantisipasi perhitungan jumlah losis secara real pada saat pemanenan dengan menghitung gabah yang tidak terangkut pada saat melakukan ubinan.

Demikian cerita tentang demonstrasi plot atau demplot PTT padi yang menggunakan varietas Sintanur di lahan kelompok kami. Semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi semua.

Panen Padi Varietas Sintanur

Panen Padi Varietas Sintanur

Referensi:

Arafah, Syamsul, Bahri, dan Andi, S. 2011. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Sulawesi Selatan. 18hal.

Jalil, M., Nurba, D., Subandar, I., Amin, M., & Malikon, T. R. (2018). Pengaruh umur pindah tanam dan jumlah bibit per lubang tanam terhadap pertumbuhan dan produksi padi (Oryza sativa L.). Jurnal Agrotek Lestari, 1(1). DOI: https://doi.org/10.35308/jal.v1i1.464

Gerungan, R. A., & Pandelaki, M. C. T. (2020). Pengaruh Rekayasa Pengairan Terhadap Produktivitas Budidaya Padi (Oryza Sativa) Sawah. Jurnal Matematika Sains dan Teknologi, 21(1), 11-21.

Ningrat, M. A., Mual, C. D., & Makabori, Y. Y. (2021, September). Pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) pada berbagai sistem tanam di Kampung Desay, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari. In Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian (Vol. 2, No. 1, pp. 325-332). https://doi.org/10.47687/snppvp.v2i1.191

Purwanti, E. W., Waskito, H., Darmanto, D., & Sa’diyyah, I. (2022). Pengaruh aplikasi bacillus sp. dan azotobacter sp. sebagai rizobakteri pemicu pertumbuhan tanaman terhadap produktivitas dan kualitas hasil jagung manis (zea mays sacharata l.). http://doi.org/10.29244/jhi.13.1.43-48

Susanto, S. A., Budirianto, H. J., & Maturbongs, A. C. (2020). Peran vegetasi dominan pada karakteristik tanah di lahan bera, Kampung Womnowi, Distrik Sidey, Manokwari. Jurnal Biologi Tropis, 20(2), 227-236. DOI:10.29303/jbt.v20i2.1899

Syahri, S., & Somantri, R. U. (2016). Penggunaan varietas unggul tahan hama dan penyakit mendukung peningkatan produksi padi nasional. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 35(1), 25-36. DOI: 10.21082/jp3.v35n1.2016.p25-36

Yulina, N., Ezward, C., & Haitami, A. (2021). Karakter tinggi tanaman, umur panen, jumlah anakan dan bobot panen pada 14 genotipe padi lokal. Jurnal Agrosains dan Teknologi, 6(1), 15-24. https://doi.org/10.24853/jat.6.1.15-24

Filed Under: Agriculture Tagged With: demonstrasi plot, demplot, padi, PTT padi, Sintanur

Previous Post: « Aku, yang Sudah Tidak Lagi Menolak AI

Reader Interactions

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Primary Sidebar

evrina-profile

I am Evrina, an agriculture extension officer, blogger, and hiker.

More about me...

Categories

  • Advertisement
  • Agriculture
  • Contest
  • Environment
  • Forestry
  • Others
  • Reportage
  • Review
  • Tip and Tutorial

Eco Blog 2024

Evventure Blog

Download Aplikasi Kios Gapoktan

kios gapoktan

Archives

2025

  • + October (1)
  • + July (2)
  • + June (1)
  • + May (1)

2024

  • + September (1)
  • + June (1)
  • + March (2)
  • + January (1)

2023

  • + December (2)
  • + November (1)
  • + October (2)
  • + September (3)
  • + July (2)

2022

  • + December (1)
  • + November (1)
  • + September (1)
  • + June (2)
  • + March (3)
  • + January (1)

2021

  • + December (4)
  • + November (1)
  • + October (2)
  • + September (1)
  • + August (4)
  • + July (4)
  • + June (4)
  • + April (2)
  • + March (2)
  • + February (2)

2020

  • + December (2)
  • + October (3)
  • + September (3)
  • + August (2)
  • + July (2)
  • + June (2)
  • + May (6)
  • + April (3)
  • + March (1)
  • + February (1)
  • + January (2)

2019

  • + November (2)
  • + October (5)
  • + September (6)
  • + August (4)
  • + July (1)
  • + June (2)
  • + May (1)
  • + March (3)
  • + February (3)
  • + January (2)

2018

  • + December (4)
  • + November (2)
  • + October (4)
  • + September (6)
  • + August (3)
  • + July (2)
  • + June (3)
  • + May (2)
  • + April (3)
  • + March (5)
  • + February (4)
  • + January (5)

2017

  • + December (5)
  • + November (5)
  • + October (2)
  • + August (5)
  • + July (5)
  • + June (7)
  • + May (11)
  • + April (8)
  • + March (6)
  • + February (8)
  • + January (6)

2016

  • + December (8)
  • + November (10)
  • + October (8)
  • + September (13)
  • + August (9)
  • + July (5)
  • + June (9)
  • + May (4)
  • + April (10)
  • + March (9)
  • + February (15)
  • + January (8)

2015

  • + December (12)
  • + November (12)
  • + October (22)
  • + September (21)
  • + August (10)
  • + July (21)
  • + June (16)
  • + May (4)
  • + April (5)
  • + March (2)
  • + February (2)
  • + January (4)

2014

  • + December (3)
  • + November (1)
  • + October (4)
  • + September (2)
  • + August (2)

Quote

Ada yang berubah, ada yang bertahan, karena zaman tak bisa dilawan, yang pasti kepercayaan harus diperjuangkan.

— Chairil Anwar

Footer

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Copyright © 2025 · Market theme by Restored 316