Hari Apes

apes

Sejak pagi saya sudah merasakan kalau hari ini akan ketiban apes. Dimulai saat pagi hari saya sudah memecahkan gelas pada saat mencuci. Itu aslinya tidak sengaja lho, hanya tersenggol saja. Tapi efeknya luar biasa sampai tadi siang berada di kantor.

Sesampainya di kantor saya langsung menuju Bidang Ketahanan Pangan (Ketpang) untuk berkoordinasi persiapan menyambut Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat kabupaten. Ternyata di sana sudah ada ketua kelompok A (bukan nama sebenarnya), binaan saya, sedang menandatangani sesuatu. Saya heran kok tumben wajahnya cemberut saat melihat saya. Setelah dia meninggalkan ruangan barulah saya tau kalau Beliau itu sedang marah kepada saya.

Lha kok marah ke saya ya? Teman saya yang waktu itu ada di sana kemudian menjelaskan duduk perkara yang menyebabkan Beliau itu bermuram durja. Rupanya Beliau salah paham, fatalnya lagi penyebab kesalahan tersebut bukan datang dari saya melainkan dari teman saya yang menjelaskan tadi. Sayangnya meskipun teman saya itu sudah menjelaskan panjang lebar namun dia tetap tidak terima lantaran sudah tersinggung.

Inilah apes pertama saya hari ini, ketiban muka masam ketua A berkat miskomunikasi yang dibuat oleh teman saya tersebut. Teman saya tersebut sudah minta maaf kepada kami berdua di tempat yang berbeda, namun Ketua A tetap menganggap kalau saya sebagai penyuluh terlalu pilih kasih dalam mempromosikan kelompok. Padahal sejak lama saya sudah merekomendasikan kelompok mana saja yang bisa mengikuti acara kabupaten. Dua desa yang menjadi binaan sudah saya rekomendasikan untuk mengikuti acara kabupaten karena dua desa tersebut sudah memiliki produk. Saya memiliki tujuan agar semua kelompok dapat maju bersama serta dapat bersaing sehat. Tapi apa daya, rupanya Beliau tidak terima jika saya turut merekomendasikan kelompok lainnya, padahal niat saya hanya ingin agar semua kelompok maju bersama tanpa terkecuali.

Apes yang kedua lain lagi. Selepas turun dari Ketpang, ternyata ketua A tersebut sedang melapor ke atasan saya. Wah bener deh, situasi ini sudah β€˜gak baik. Untunglah atasan saya mengerti duduk persoalannya. Saya sudah tidak terlalu memperdulikannya lagi. Saya biarkan ketua A untuk berpikir sejenak dengan kepala dingin karena saya memiliki agenda lain yang sudah menunggu yaitu mengecek kesiapan tandur (tanam mundur) padi kelompok B di desa sebelah. Saya pun bergegas berangkat ke desa sebelah.

Setelah sampai lokasi saya kaget karena pak ketua dan anggotanya sudah mulai menanam, padahal saya menginginkan untuk tandur besok saja. Untunglah (untung terus nih walau apes) baru dua petak saja yang ditanam, masih ada empat petak lagi yang belum ditanam. Saya mohon izin kepada pak ketua untuk memanggil teman agar membantu proses dokumentasi. Maklum sekarang setiap kegiatan sebisa mungkin harus didokumentasikan karena bukti laporan saja tidak cukup.

Sambil menjemput teman dari kantor, saya membeli makanan ringan dan minuman untuk diberikan kepada tenaga tandur. Saya bersyukur ada dua orang teman kantor yang bisa membantu sehingga pekerjaan saya menjadi lebih ringan. Tepat sekitar jam 1 siang kami mohon izin untuk kembali ke kantor karena akan ada rapat kecil persiapan HPS.

Setelah sampai kantor saya kena semprot lagi dari atasan karena membawa teman kantor saya itu tanpa izin. Waduh padahal menurut teman saya, dia sudah izin untuk membantu saya lho. Tetapi kenapa saya masih kena aja ya? Hadeuhhh.

Itulah rentetan peristiwa apes yang saya alami mulai pagi hari. Kalau sudah begini saya mulai intropeksi diri apa saja sih yang sudah saya lakukan sampai kena apes begini. Mungkin saya kurang beramal dan mungkin juga pernah menyakiti seseorang tanpa saya ketahui. Namun ada sih yang saya ingat kenapa saya sampai apes begini, itu mungkin karena beberapa hari ini saya banyak ngomongin atasan hehe ketauan deh.

Ngomongin orang memang tidak baik ya teman-teman, apalagi atasan hehe bisa kualat deh soalnya kan lebih tua dari kita. Dibalik hari apes yang saya alami hari ini tentu saja memberikan pelajaran tersendiri bagi saya yaitu sebagai seorang fasilitator harus kuat mental, jangan terlalu mengambil hati apapun omongan orang, cukup didengar dan diserap baik-baik apabila membutuhkan pembenaran. Beruntung saya tidak emosional karena bukan tanggalnya hahaha, dan saya baru tau kenapa atasan saya sejak pagi terlihat esmosi terus, rupanya ini tanggalnya Beliau, jadi harap maklumlah.

6 Comments

  1. dani

    Reply

    Wuih. Kebayang Mba Ev gimana itu rasanya. Btw keren euy sampe turun ke sawah. πŸ˜€
    Akhirnya Ketua A gimana Mbak? Udah adem?

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.